Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Putri


__ADS_3

Putri langsung berjalan ke arah Aldo dan menghampiri pria itu di depan ruangan nya.


"Apa aku menganggu waktu Pak Aldo?"Tanya Putri,begitu tiba di depan Aldo.


"Tidak,tapi sedang apa kamu disini?apa untuk menemui Papa?"Tanya Aldo.


"Tidak,justru Aku datang untuk menemui Pak Aldo"Putri tersenyum manis,


"Eeemmm,kalau begitu kita bicara di ruangan saya"


"Terimakasih!"Putri segera mengikuti langkah kaki Aldo.


Putri duduk di sofa,begitu juga dengan Aldo yang duduk di depan Putri,kedua nya saling pandang satu sama lain.Tak lama minuman pun datang keruangan Aldo.


"Silahkan di minum"


"Terimakasih !"


"Jadi,apa yang membawa mu datang kemari?"Tanya Aldo yang sejak tadi penasaran.


Putri terlihat menghela nafasnya,menanggapi pertanyaan dari Aldo,pria ini memang tidak peka,jelas Putri datang karena dirinya.


"Apa kedatangan ku salah?"Putri kini minat netra Aldo,tentu saja membuat pria ini salting.


"Tidak,hanya saja,Kamu tiba-tiba disini,dan membuat ku terkejut!"


"Tentu saja yang membawa ku kemari adalah hati!"Putri meletakkan cangkir berisi teh susu diatas meja yang ada di depan nya.


"Hati?"Aldo mengulang kata-kata itu,membuat Putri tersenyum miring.


"Pak seperti nya saya harus pamit,saya ada tugas lain"Putri segera bangkit dari duduk nya,tidak ingin membuat dirinya malu terlalu lama berada di depan pria yang mungkin tidak memiliki perasaan terhadap nya.


"Tunggu!"Aldo menarik tangan Putri,yang ingin berlalu dari hadapan mu.


"Kalau kedatangan mu karena hati,terus kenapa kamu tidak memberikan hati mu,kenapa Kamu hanya meninggal bekas noda merah saja di cangkir teh itu?"Putri menoleh,melihat cangkir teh putih yang ternoda dengan lipstik nya.


Putri masih terdiam,pandangan Aldo tidak teralihkan,ia terus melihat ke arah wanita itu,yang membuat Putri terus menunduk.


"Lihat aku,apa benar aku ada di dalam hati mu,dan kamu ada di dalam hati ku?"Mendengar ucapan Aldo,semakin membuat Putri tidak dapat berdiri begitu lama di depan pria itu.Yang tidak pernah menunjukkan rasa suka nya kepada lawan jenis.Namun,setiap apa yang ia ucapkan selalu terdengar begitu syahdu.


"Pak,apa yang engkau katakan,aku tidak bermaksud..."


"Sttt"Aldo meletakkan hari telunjuk nya di bibir ranum Putri.


"Putri,Will you marry me?"Ucap Aldo yang berjongkok di depan Putri,membuat wanita ini seketika menutup mulut nya,ia tidak menyangka kalau Aldo langsung melamar nya dalam waktu yang singkat ini.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,Aldo dan Putri,menoleh secara bersamaan kearah pintu.

__ADS_1


"Maaf,aku mengganggu,kalian boleh lanjut"Ucap Bara yang langsung menutup kembali pintu ruangan Aldo.


Blam!


Seketika suasana jadi hening kembali,ke dua nya terlihat begitu malu,di luar ruangan Bara hanya bisa tersenyum mendapati Aldo yang sedang melamar wanita.


"Ehee..hee.."Aldo tersenyum kaku,dan langsung berdiri kembali di depan Putri."Apa jawaban mu?"Aldo masih mengharapkan jawaban dari Putri.


Putri mengangguk,"Katakan,aku tidak bisa mendengar?"Ledek Aldo,padahal memang putri belum mengatakan apapun,dia hanya mengangguk.


"Aku menerima nya"Jawab Putri lirih,Aldo tersenyum bahagia,tapi disaat Aldo ingin memeluk Putri,


"Kita bukan muhrim!"Aldo langsung tersenyum bodoh,mendapati penolakan itu.


"Kapan ke dua keluarga bisa bertemu?"Tanya Aldo.


"Kapan Pak Aldo siap?"Putri berbalik bertanya,


"Panggil Aldo,seperti nya kita seumuran!"


"Eeemm Aldo"


"Kapan pun kamu mau,aku selalu siap"


"Hari Minggu"Sahut Putri,


"Lamaran atau nikahan?"


"Siap nya apa?"Putri selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Nikah!"Tegas Aldo,


"Kalau nikah,alangkah baik nya hari Senin atas Kamis,berikan waktu untuk kami untuk menyiapkan segala nya!"


"Oke,Put,sampaikan permohonan maaf ku kepada Papa mu,karena aku tidak datang melamar dengan layak!"


"Ini juga sudah layak"Ke dua nya kembali tersenyum.Dan pada akhir nya,Aldo memilih untuk menikahi wanita itu,yang ia anggap baik dan telah membuat nya begitu kagum,saat pertama kali bertemu di Bali.


* * *


Aldo baru saja tiba di depan perusahan purna,tepat jam 16:20.


Aldo melihat keadaan kantor telah sepi.Aldo melihat Anita yang baru saja keluar dari lift,Aldo segera menghampiri wanita itu.


"Satria ada?"


"Pak Satria,baru saja pergi ke bandara,karena ada pekerjaan penting ke NY!"


"Aapa?"Teriak Aldo dengan lantang,semua mata melihat nya,apalagi Anita yang ikut terkejut.

__ADS_1


"Pak,kenapa anda berteriak,bukan kah,hari ini tidak ada janji apapun dengan Pak Satria?"


"Tentu saja aku berteriak,jawaban mu membuat aku terkejut!"Timpal Aldo,lalu berdiri sembari berkacak pinggang.


"Pak,apa ada yang bisa aku bantu?"


"Tidak ada.Kapan dia kembali?"


"Sepeti nya satu Minggu lagi Pak!"


"Eemmm,aku akan kembali satu Minggu lagi!"Aldo langsung berbalik untuk meninggalkan Anita di depan lift.


Di dalam mobil,Aldo mencoba mengubungi Satria.Namun,nomer nya tidak aktif ia tahu,Satria sudah berada di dalam pesawat.


"Eemm,bukan rejeki mu Sat,yang penting aku sudah mengetahui nya!"Gumam Aldo,yang segera memutarkan arah mobil nya.


Di rumah sakit purna,Bella meminta perawat untuk membawa nya ke ruangan Astuti.


Ceklek !


"Siapapun yang masuk,biasa 'kan mengetuk pintu"


"Maaf Tante"


"Eh sayang,masuk lah"Sambut Astuti dengan ramah.Perawat mendorong kursi roda Bella lebih dekat dengan ranjang Astuti.


"Kenapa kamu kemari?kenapa tidak beristirahat?"


"Bella bosan Tan,apalagi hari ini Satria tidak menemani Bella"Ngadu Bella dengan raut wajah yang memelas,


"Hari ini Satria ada tugas ke NY.Dan dia sudah berangkat tadi siang,kamu harus sabar menunggu nya!"


"Pasti sabar Tante.Bagaimana keadaan Tante,Aku senang Tante sudah membaik?"


"Bagaimana keadaan mu sayang,Tante sangat berterimakasih kepada mu,telah memberi ginjal mu satu untuk Tante.Katakan apa yang kamu mau dari Tante?"


'Waah,kesempatan aku ini!',Bella tersenyum bahagia kearah Astuti,saat pertanyaan itu tertuju kepada nya.


"Bella tidak menginginkan apapun,Bella hanya ingin Tante sehat-sehat saja!"Pungkas Bella.


"Kamu memang baik sayang,Tante tidak salah memilih mu sebagai menantu Tante!"


"Bella sangat berharap Bella bisa menjadi istri Satria,apa itu mungkin Tan?"Tanya Bella memegang tangan Astuti.


"Tentu mungkin,Tante akan meminta Satria untuk menikahi mu,apapun yang kamu mau,Tante akan mewujudkan nya!termasuk menikahi dengan Satria!"


"Tapi,bagaimana dengan istri Satria?"


"Kalau dia tidak mau di madu,Tante akan menyuruh Satria untuk menceraikan nya!"Tegas Astuti,sekali lagi,Bella telah memegang kemenangan di tangan nya,wanita ini tertawa terbahak dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2