Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Aldo


__ADS_3

Maaf kalau ada yang Typo✌️


Aldo semakin panik,saat mengetahui ruangan Astuti hampir dekat,bahkan ia terus mengubungi Satria.Namun,panggilan nya tidak terjawab.


'Sialan Satria!'Umpat Aldo yang kesal,karena harus dia lagi yang mencari akal untuk tidak membiarkan Azizah melihat Satria bersama dengan Bella.


"Azizah,biar aku saja yang ngasih roti itu kepada ibu mertua mu!"


"Oh iya Pak,nih.Jangan beri tahu ini dari aku ya,aku tidak mau dia membuang ini"


"Oke sip,tenang saja,kamu tunggu disini ya!"


"Kenapa disini?bukan kah,ruangan mama mertua ada di sebelah sana"Sembari menunjuk ke arah ruangan Astuti.


"Kamu tunggu disini saja,aku takut ada yang melihat mu,dan memberitahu Tante Astuti,nanti dia juga akan memusuhi ku!"


"Baiklah,Pak Aldo,tolong tanya 'kan bagaimana kabar nya,dan apa yang ia rasakan,aku ingin tahu keadaan nya!"


"Oke,tunggu disini ya,aku akan mengantar mu,setelah melihat Mama Satria"


"Iya Pak!"


Aldo segera pergi,dan menghela nafas lega nya.Maaf Azizah aku terpaksa berbohong!'Batin Aldo,Pria itu segera melangkah masuk ke dalam ruangan VIP.


Ceklek !


"Siang,Tante!"Mendengar suara Aldo,Astuti segera menoleh.Di dalam kamar,tidak ada siapapun,bahan Aldo tidak melihat adanya Satri dan Bella.Tapi,dia melihat kotak roti di beli oleh mereka tadi dan benar roti itu untuk Astuti.


"Aldo,kamu juga datang?Satria baru saja dari sini,tapi katanya ada hal penting,dia sudah pergi bersama dengan Bella!"Ungkap Astuti,Aldo hanya tersenyum saja mendengar pernyataan Astuti.


"Tante,bagaimana keadaan mu?"Tanya Aldo,


"Sudah membaik,mereka juga sudah menemukan pendonor untuk Tante!"


"Oh ya,bagus Tante,aku ikut senang,siapa pendonor nya Tante?"Tanya Aldo yang semakin penasaran.


"Tante tidak tahu,mereka menyuruh para dokter untuk merahasiakan itu,mereka juga menolak uang,tapi enggak tahu juga Tante siapa orang nya!"Ujar Astuti.


"Yang penting Tante bisa segera sembuh,dan cepat kembali pulang ke rumah.Tante,aku ada meeting sore nanti,aku hanya singgah sebentar saja,Aku pulang dulu,Aku juga membeli roti panggang untuk Tante!"

__ADS_1


"Terimakasih Aldo,tadi Bella juga membawa roti untuk Tante,dia sangat perhatian kepada Tante,berbeda sekali dengan wanita sialan itu,untung saja,Satria tidak membawa nya kemari,bisa- bisa aku ma-ti jika melihat nya!"


"Ehe..He..Tante bisa saja,Aku pamit dulu Tante"Mata Aldo melirik ke arah pintu,ia yakin jika Azizah pasti sudah menguping.


"Hati-hati Aldo"


"Iya Tante!"


Aldo berjalan ke arah pintu ruangan itu,sebelum ia membuka pintu ruangan tersebut,terlebih dulu ia menghela nafasnya.


"Heeemm,huff"


Ceklek !


"Pak !"


"Azizah"


"Bapak udah selesai?bagaimana ke adaan ibu mertua ku pak?"Tanya Azizah yang berpura-pura,padahal ia sudah mendengar semua nya.


"Mama Satria baik-baik saja,ia juga akan melakukan operasi dalam waktu dekat ini.Ayo aku antar kamu pulang!"


"Iya"Jawab Azizah singkat,lalu berjalan ke arah tempat parkir dengan kepala terus menunduk.Aldo memperhatikan sikap Azizah yang berubah,berbeda saat ia datang kesini tadi dia baik-baik saja.Namun,sekarang ia terlihat begitu sedih,dan kesedihan nya ia sembunyikan di balik cadarnya.


Di dalam ruangan dokter yang menangani Astuti,Bella dan juga Satria sedang berada di tempat itu.


"Jadi bagaimana dok?apa cocok?"


"Ia cocok,kemungkinan nya juga sembuh,Nona Bella sehat,dan ia bisa langsung di operasi jika Nona Bella sudah yakin mau mendonorkan ginjal nya untuk Nyonya Astuti!"


"Jawaban saya tergantung sama Satria dok"Dokter itu langsung melirik ke arah Satria,Pria ini hanya bisa menatap tajam ke arah Bella,lalu ia memalingkan wajah nya dari Satria.


"Senin depan bisa dok,Senin depan Aku pun tidak ada jadwal yang begitu padat,jadi aku bisa menemani mama ku!"


"Baiklah,saya setuju dengan Anda!"


"Dok,tapi tolong ini dirahasiakan ya,aku tidak ingin Tante Astuti sedih saat mengetahui aku pendonor nya,Aku melakukan ini karena dia calon mertua ku,jadi aku ikhlas dok"Pungkas Bella,


"Kalau begitu kami permisi dulu dok"Satria segera menarik Bella,dan membawa nya keluar dari ruangan dokter tersebut.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih,kenapa kamu mesti bilang kalau kamu itu calon mantu mama ku"


"Satria aku hanya mengatakan itu kamu sudah marah?aku melakukan hal berat untuk mama mu,bahkan aku mengorbankan ginjal ku satu untuk nya,tapi kamu masih tidak menghargai ku?"Bella menatap sedih ke arah Satria,berharap Pria itu mau bersimpati kepada nya.


"Aku ada meeting sore ini,kamu pulang sendiri saja!"


"Sat,Satria!"Teriak Bella,saat Satria sudah pergi meninggalkan Bella di depan ruangan dokter.


"Sialan,dia masih cuek kepada ku,padahal yang ku lakukan ini mengharapkan perhatian dari nya,sia-sia saja!"Dengan langkah yang kesal,Bella pun pergi meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain...


Aldo dan Azizah sudah tiba di depan rumah Satria.Satpam yang bertugas segera membuka gerbang untuk mereka.


"Azizah,apa kamu baik-baik saja?"Tanya Aldo,saat melihat Azizah yang hanya diam saja,bahkan Azizah tidak bertanya apapun lagi tentang Astuti.


"Iya aku baik-baik saja Pak.Terimakasih sudah mau mengantar saya!"


"Sama-sama"Azizah segera turun dari mobil,dan setelah itu,Aldo juga segera memutarkan arah mobil nya,pergi meninggalkan kediaman Purna.


Baru saja Aldo pergi,Satria pulang,bahkan Azizah belum masuk ke dalam rumah.


Tit..Tit..


Satria membunyikan klakson mobil saat melihat Azizah yang hendak masuk.Mengetahui Satria sudah pulang,Azizah segera menoleh,dan menunggu suaminya untuk turun dari mobil.


Blam !


"Sayang,sedang apa kamu di luar?"Tanya Satria,menghampiri Azizah.


"Aku juga baru sampai rumah"Jawab Azizah,membuat Satria terkejut,ia takut Azizah mengetahui jika dia tidak datang ke kantor hari ini.


"Kamu habis dari mana?kenapa pergi sendiri?"Satria merangkul pinggang ramping milik sang istri,dan mengajak Azizah untuk masuk.


"Aku tadi berencana pergi ke kantor,aku sudah libur kerja lebih dari sepuluh hari,jadi enggak enak libur lama-lama!"Ungkap Azizah,


"Ya enggak apa-apa,aku sudah mengambil cuti untuk mu"


"Aku juga tadi ketemu dengan Pak Aldo"Sambung Azizah,Langkah Kaki Satria terhenti,ia melirik sang istri,Azizah pun juga melirik Satria.

__ADS_1


"Kami hanya bertemu saja mas,itu juga kebetulan,dan Pak Aldo mengajak Aku untuk singgah di toko roti mawar"Mendengar itu,mata Satria kembali membulat.


"Mas,aku tadi juga jenguk Mama,maaf aku tidak ijin dengan mu"Lanjut Azizah,Satria memegang dada nya yang ikut sesak,mendengar pernyataan Azizah,Satria terus saja menatap Azizah yang melangkah ke arah kamar mereka.


__ADS_2