
Setelah tiga puluh menit berlalu,Satria mendapat panggilan dari Anita kalau dia ada meeting nanti malam.
"Bella,aku harus kembali,aku ada meeting nanti malam"
"Aku ikut!"
"Tidak bisa,ini meeting tertutup,kamu tidak bisa ikut.Aku akan mengantar kamu pulang lebih dulu"
"Oke!"Sahut Bella dengan wajah penuh kemenangan.
* * *
Sampai di depan rumah,Satria segera menyuruh Bella untuk turun.
"Bella!"Teriak Satria,saat wanita ini ingin menci-um pipi Satria.
"Oke-oke Gue turun.Besok Lo jemput Gue,kalau enggak,jangan harap Gue akan datang ke rumah sakit!"
"Iya!"
Setelah Bella turun,Satria segera memutarkan arah mobil nya dan kembali ke kantor.
"Wah,ada kemajuan kak"Seru Sandrina yang baru saja keluar dari dalam rumah nya.
"Iya dong!mau aja di boongin "
"Kakak yakin mereka akan tertipu?"
"Yakin!"Bella mengajak Sandrina untuk masuk.Dan ingin berbagi barang berbelanja nya dengan sang adik.
Di sepanjang jalan,Satria terus menatap layar ponsel nya yang belum mendapatkan kabar dari Azizah.Karena merasa cemas dan khawatir,Satria pun menepi mobil nya segera,Satria langsung menghubungi Azizah.
Awal nya panggilan Satria tidak terhubung,dan panggilan kedua baru saja terhubung.
[Assalamualaikum mas!]
"Waalaikumsalam.Sayang,bagaimana kabar mu?apa kamu sudah sampai?"
[Kabar ku baik - baik saja mas,sebentar lagi aku sampai!]
"Aku merindukan mu,kapan kamu kembali?"
[Mas,kita baru saja berpisah li-ma jam yang lalu,dan mas sudah bahas soal rindu?]
"Sayang,ini sudah li-ma jam,bahkan aku tidak dapat menahan walaupun hanya satu detik!"
[Gombal]
__ADS_1
"Sayang,cepat lah kembali!"
[Kalau ibu sudah membaik,aku akan segera kembali mas]
"Aku menunggu mu sayang,Assalamualaikum"
[Waalaikumsalam]
Panggilan pun terputus,Satria menyimpan kembali ponsel nya.Satria melirik jam di tangan nya,masih ada waktu beberapa sebelum meeting,ia segera menggunakan waktu itu,untuk mengingat sang istri.
Tit..Tit..Suara klakson mobil mengagetkan Satria,Pria ini sudah tidur dua jam lebih di dalam mobil,dengan mimpi indah nya bersama sang istri.
"Maaf,silahkan lewat !"Ucap Satria,menurunkan kaca mobil nya.Waktu untuk meeting tinggal dua puluh menit lagi,Satria segera menancap gas mobil kembali,agar segera tiba di kantor.
* * *
Setelah meeting selesai,Satria duduk di kursi kerja nya,sembari mengingat tentang Azizah,dari awal dia menikahi Azizah,hingga sampai sekarang.Satria belum bisa menyatukan Astuti dengan Istri nya,itu lah salah satu keinginan Satria,dia ingin Astuti dan Azizah akur.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk"
Ceklek !
"Pak,ini dokumen yang Bapak minta tadi,aku sudah membawa nya kemari!"
"Letakkan di atas meja.Dan kamu sudah boleh pulang!"
Satria mengangguk,Anita segera pergi meninggalkan ruangan Satria,setelah memeriksa dokumen yang di berikan Anita,Satria pun bangkit dari tempat duduk nya,berencana untuk pulang.
Bukan pulang ke rumah,Satria memilih pergi ke rumah Aldo dan Bara.Satria ingin menemui dua sahabat nya itu.
Sudah sampai di depan rumah Aldo,bahkan Satria ragu untuk turun dari dalam mobil.
Tok..Tok..Tok..
Seseorang mengetuk kaca mobil Satria,dan orang itu adalah Mela,ibu dari Bara.Satria segera turun dari mobil.
"Satria,kenapa tidak masuk?"Tanya Mela,saat pria itu turun dari dalam mobil.
"Seperti nya tidak enak kalau menganggu malam-malam.Aku hanya terlalu sepi di rumah,jadi datang kemari untuk menemui Aldo dan Bara!"Ungkap Satria.
"Ayo masuk,seperti nya mereka sedang menunggu ku untuk makan malam,kita bisa makan sama!"
"Terimakasih Tante!"Mela membawa Satria masuk ke dalam rumah.
Benar saja Aldo dan Bara sedang berada di meja makan,menunggu Mela.
__ADS_1
"Oh,Satria!"Aldo segera bangkit dari tempat duduk nya,dengan piyama motif animal membuat Satria menahan tawa nya,apalagi saat melihat piyama yang di pakai oleh Bara,itu sama dengan milik Aldo.
"Apa yang kau ke tawakan ?"Tanya Aldo geram,
"Tidak,itu imut!"Sembari menunjuk ke arah piyama yang di kenakan Aldo.
"Begitulah mereka kalau di rumah,anak kembar yang tak terpisahkan "Ujar Mela,Mereka duduk di meja makan sama,disana juga ada Andara.
"Tidak heran lagi Tante,bahkan mereka pernah membuat teman mereka di Bali salah paham saat melihat mereka berada dalam satu kamar "
"Oh ya,enggak heran sih,sampai saat ini mereka belum memiliki pasangan,Tante curiga mereka enggak normal !"
"Ma!"
"Ma!"Teriak Aldo dan Bara secara bersamaan,Satria ikut tersenyum.Betapa bahagia nya keluarga ini,dan selalu ada candaan,berbeda dengan keluarga Satria,setiap di meja makan selalu berdebat soal Azizah dan pernikahan nya itu.
"Satria,apa kamu baik-baik saja?"Tanya Andara,saat melihat raut wajah Satria yang begitu tertekan.
"Satria baik-baik saja Om"
"Ayo makan,kita bisa berbicara setelah makan"Ujar Mela,lalu mereka semua melanjutkan makan malam bersama.
Seperti biasa,di kantor Aldo adalah Direktur nya,dan Bara tentu bawahan dia.Namun,di rumah mereka berdua seperti saudara kembar yang tak terpisahkan,apalagi memperebutkan ayam goreng seperti anak kecil,itu bisa membuat orang tertawa melihat tingkah mereka dalam mood lucu nya.
Aldo mengajak Satria ke kamar dan memberi baju ganti untuk teman nya itu.
"Kamu mandi saja dulu,setelah itu baru pulang!"
"Kamu mengusir ku?"Satria mengerutkan dahi nya.
"Bukan begitu,yasudah kamu enggak usah pulang nginap disini saja"
"Do,katakan pada mama mu aku ingin berbicara dengan Tante Mela"
"Eeemm,aku akan memberitahu mama,setelah mandi temui kami di taman"
"Oke"Satria segera pergi menuju kamar mandi,dan Aldo pergi menemui Mela di ruang keluarga.
Seperti yang di katakan Aldo,Satria pergi menemui Mela dan Aldo di taman,samping rumah.
"Kalian mengobrol saja dulu,aku akan melihat Bara"Ujar Aldo,yang bangkit dari tempat duduk nya.Mela menatap Aldo,sebelumnya Aldo sudah memberitahu Mela untuk merahasiakan tentang DNA yang di suruh oleh Aldo.
Aldo berharap jika hasil itu sesuai yang ia pikirkan,agar Azizah dan Satria dapat menjalani rumah tangga yang bahagia.
"Ada apa Satria,katakan?Tapi sebelum nya Tante mau bilang,Tante cukup prihatin dengan keadaan mama mu!"
"Terimakasih Tante.Besok adalah hari dimana Mama di operasi,aku ingin Tante mencari tau,siapa pendonor nya!"
__ADS_1
"Bukan kah,kamu sudah tau pendonor Mama mu?"
"Iya,tapi aku ragu Tante,aku ragu jika itu hanya lah siasat Bella saja.Karena,aku yakin dia pasti memanfaatkan orang lain,yang menutupi data pribadi pasien pendonor!"Ungkap Satria.