Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kolam Renang


__ADS_3

Sepuluh hari telah berlalu.Keadaan Azizah tentu saja sudah lebih baik,ia sudah banyak berbicara meskipun belum ingin mendekati sang Anak.


Sungguh,waktu berjalan begitu cepat,Azizah tidak pernah mendengar kabar Satria.Begitu juga dengan Satria,setelah hari itu dia tidak pernah lagi menelpon ke rumah Purna,karena Justin begitu sibuk,Satria tidak ingin merepotkan pria itu,ia memilih untuk menunggu sesuai apa yang telah di janjikan oleh Justin.


Satria tau,Justin memiliki dua perusahaan di bawah tanggung jawab nya.Dan jadwal Justin pasti sangat sibuk,tidak mungkin Satria merepotkan terus-terusan pria itu.Satria sangat berterimakasih karena Justin telah banyak membantu nya selama ini.


Di taman di rumah Purna,terlihat Sunarsih yang sedang menemani Azizah untuk bersantai di sore hari.


"Azizah,ibu mau masuk ke dalam dulu,apa enggak apa-apa kamu ibu tinggal dulu?"


"Enggak apa-apa Bu.Azizah mau disini dulu,lagian Azizah sudah lama tidak menghirup udara segar!"


"Iya sayang,udara sore bagus untuk kamu,disana juga ada Rani yang sedang mengajak baby twin untuk jalan-jalan!"


Azizah melirik ke arah kolam renang,yang memang tidak begitu jauh dengan tempat dia duduk saat ini.


"Kenapa Rani membawa mereka keluar?"


"Tadi Baby Twin nya nangis,jadi Rani mengajak mereka jalan-jalan,hanya sebentar!"


"Eeemmm"


Sunarsih pun pergi meninggalkan Azizah di depan taman bunga.Sementara Azizah sangat menikmati suasana di sore hari,apalagi bunga mawar sedang bermekaran di sana,terlihat begitu indah.


Entah kenapa perasaan Azizah tiba-tiba ia mengingat akan sosok Satria.Azizah sangat merindukan sang suami,ia ingin segera bertemu dengan Satria,jika memang dia masih hidup,dan hanya itu saat ini harapan terbesar Azizah.


'YaAllah,pertemukan lah suami hamba,jika memang dia selamat dan masih hidup.Jika memang dia sudah mendahului ku,maka berikan lah petunjuk nya kepada ku agar aku tidak banyak berharap!'


Tak terasa air mata Azizah terjatuh,ia sesekali menyeka nya.Cadar nya basah,Azizah merasakan itu.


Dari jauh terlihat Rani yang sedang sibuk menemani Ar dan R.Wanita ini merawat anak Azizah begitu baik.Padahal usia nya masih tergolong begitu muda.

__ADS_1


"Mimik cucu dulu ya sayang"ucap Rani,sembari mengambil botol susu yang ada di atas meja dekat kursi dia duduk.


Kriing...Kriing...Kriing...


Telepon dari ruangan tamu,terdengar begitu jelas.Namun,tidak ada satu pun yang pergi untuk mengangkat nya.Sunarsih,sedang berada di kamar mandi,sedangkan Azizah ada di taman,dan Rani sedang menemani baby twin.


Kriing..Kriing...


"Siapa sih,yang nelpon jam segini ganggu saja!"ketus Rani yang kesal.Karena tidak tahan dengan suara itu,Rani pun pergi untuk mengangkat telepon itu.


Melihat baby Ar dan R sedang minum susu,Rani segera pergi untuk mengangkat panggilan itu.


Rani lupa mengunci roda stroller baby,dia buru-buru pergi untuk mengangkat panggilan itu.


"Oek...Oek..."botol susu milik Raka terjatuh dari bibir nya sehingga membuat Raka menangis.Azizah langsung melirik saat mendengar suara sang anak menangis.


"Dimana Rani?"gumam Azizah,saat melihat tidak ada Rani sama baby twin.Tangisan Raka terdengar semakin kencang,sehingga membuat Rani tidak jadi mengangkat panggilan itu,padahal saat ini ia baru saja tiba di ruang tamu.


"Kenapa Raka menangis?"gumam Rani,menarik kembali tangan nya yang akan menyentuh telepon tersebut.Lalu,bergegas pergi meninggalkan ruang tamu,untuk melihat baby twin yang ia tinggalkan di kolam renang.


"Loh,kenapa itu stroller jalan sendiri,apa Rani tidak mengunci nya!"gumam Azizah yang panik.


"Bu,Rani!"teriak Azizah,namun suara Azizah tidak begitu jelas terdengar oleh mereka.


Azizah yang sedang duduk di atas kursi roda pun berusaha untuk menghampiri sang anak,dengan menggunakan kursi roda elektrik nya.


Semakin lama,stroller itu semakin dekat dengan kolam renang,membuat Azizah semakin panik.


"Rani!"teriak Azizah lagi,namun tidak terlihat Rani kembali ke tempat itu.


"Kenapa roda nya tidak jalan!"Azizah melihat kursi roda milik nya kehabisan baterai sehingga sulit untuk berjalan,ia pun berusaha turun dari kursi roda nya.

__ADS_1


"YaAllah,berikan lah kekuatan kepada hamba,jangan biarkan Raka dan Arkana terjatuh!"Azizah semakin panik,saat diri nya tidak bisa berdiri menompang tubuh nya.


Dari arah ruang tamu,Rani baru saja keluar.Dan semakin mendengar suara tangisan Raka.


"Iya sayang,Rani segera kesana!"ucap Rani yang sedikit berlari untuk melihat baby Raka.Pasal nya,Rani tidak mengetahui jika stroller baby twin sudah mendekat ke arah bibir kolam renang.


"Rani cepat,selamat 'kan baby twin!"teriak Azizah lagi,Rani mendengar teriakan Azizah,lalu mempercepat lari nya agar segera tiba di tempat itu.


Azizah dapat melihat kalau Rani sudah berlari ke arah baby twin.


"Haaah,hampir saja!"ucap Rani,yang berhasil menahan stroller milik baby twin.Azizah pun merasa lega,karena anak-anak nya selamat dan jatuh ke dalam kolam renang.


Azizah terduduk di tanah,ia meratapi nasib nya yang begitu buruk.


"Ibu macam apa aku,menyelamatkan anak ku sendiri saja aku tidak bisa,apa aku masih pantas di sebut seorang ibu?"ucap Azizah,memaki diri sendiri.


Rani mendorong stroller baby twin ke arah Azizah,sembari ingin membantu Azizah yang terjatuh.


"Nyonya anda tidak apa-apa?"Rani membantu Azizah untuk duduk kembali di kursi roda.


"Aku tidak apa-apa,biarkan aku melihat twin!"pinta Azizah.Rani langsung mendorong stroller baby lebih dekat dengan Azizah.


"Maafkan mama sayang,mama tidak menjaga mu dengan baik.Mama hampir saja mencelakakan kalian"ucap Azizah.


"Nyonya,ini salah ku,aku yang lalai merawat mereka,maafkan aku Nyonya.Aku pantas di hukum"Rani berlutut di depan Azizah.


"Ran,apa yang kamu lakukan,cepat berdiri.Ini bukan salah mu,tapi salah ku yang enggak pernah becus menjaga anak sendiri,aku ibu yang buruk bagi anak-anak ku"Azizah menyentuh ke dua pipi anak nya secara bergantian.


"Lantas apa yang pantas disebut untuk aku yang tidak ada saat kamu sedang berjuang untuk melahirkan mereka ke dunia ini?"


Mendengar ucapan itu,Azizah melirik.Azizah mengenal suara itu,dan Azizah tidak pernah lupa akan wajah pemilik suara tersebut.

__ADS_1


"M-Mas!"lirih Azizah dengan bibir yang gemetar,Rani sendiri ikut kaget melihat Satria yang berdiri tak jauh dari tempat mereka.


Mohon maaf belum bisa crazy up,author nya lagi sakit mata๐Ÿ™๐Ÿ™ˆ


__ADS_2