
"Kami hanya bertemu saja mas,itu juga kebetulan,dan Pak Aldo mengajak Aku untuk singgah di toko roti mawar"Mendengar itu,mata Satria kembali membulat.
"Mas,aku tadi juga jenguk Mama,maaf aku tidak ijin dengan mu"Lanjut Azizah,Satria memegang dada nya yang ikut sesak,mendengar pernyataan Azizah,Satria terus saja menatap Azizah yang melangkah ke arah kamar mereka.
'Jadi Aldo tau?dan Aldo pasti melihat Aku dan Bella?Apa Azizah juga melihat nya?atau Azizah tau aku pergi menemui Bella?'Satria semakin panik,ia takut Azizah akan marah.
Setelah selesai mandi,Azizah duduk di tepi ranjang,sembari mengeringkan rambut nya.Satria terus saja memperhatikan Azizah,dia menunggu pertanyaan dari Azizah.Namun,terlihat jika wanita itu tidak bertanya apapun kepada suami nya.
"Azizah apa kamu baik-baik saja?"Satria memegang bahu Azizah,Wanita ini menoleh,dengan netra yang memerah,Azizah seperti orang habis menangis.
"Sayang,kamu nangis?kalau ada sesuatu yang mau di katakan,katakan kepada ku,jangan menangis seorang diri,aku juga ikut terluka!"Ujar Satria,yang menarik Azizah dalam pelukan nya.
'Jika Azizah bertanya,kenapa aku bersama dengan Bella pagi ini,aku akan menjelaskan nya,dan mengatakan kalau itu semata hanya untuk mama,Bella udah berniat mendonor 'kan ginjal nya untuk mama' Satria tidak henti-henti nya bergelut dengan hati nya.
"Mas"
"Iya sayang,katakan apa yang ingin kamu bicarakan,jangan pendam sendiri"Satria menatap manik Azizah,ia sudah mempersiapkan diri dengan segala pertanyaan dari istri nya.
"Apa aku seburuk itu di mana mama Astuti,sehingga ia begitu membenci ku?"Pertanyaan itu bukan yang di tunggu Satria,Azizah malah bertanya tentang hal lain yang membuat Satria terkejut.
"Mama tidak membenci mu sayang,Mama hanya belum mengenal mu,jangan terlalu di bawa perasaan,suatu saat Aku yakin Mama akan menyayangi mu,sama dengan dia menyayangi aku!"Pungkas Satria menyeka air mata Azizah.
"Hari ini,aku mendengar sendiri,jika mama sangat membenci ku,bahkan jika dia melihat ku,itu membuat dia langsung ma-ti"
"Sstt.."Satria meletakan jari nya di bibir Azizah."Apa yang Kamu katakan,itu tidak benar sayang,Mama sayang pada mu,hanya saja dia belum tahu untuk memperlihatkan rasa sayang nya itu!"Ungkap Satria,yang kembali menenangkan Azizah.
"Sekarang kamu istirahat ya,aku akan pergi ke ruang kerja,ada beberapa Proposal yang harus ku siapkan.Jika ini lolos dan berhasil,aku akan berkunjung ke NY.Aku akan membawa mu bersama,bukan kah Kamu sudah dekat dengan keluarga Xander!"
"Mas mau ke NY?"Tanya Azizah yang bahagia.
"Benar,tapi jika pekerjaan ini di terima,kamu akan ikut bersama"Sambung Satria,
"Semoga semua pekerjaan mas,berjalan dengan lancar!"
"Amiin"Satria mengecup kening Azizah.Lalu ia meminta sang istri untuk beristirahat.
__ADS_1
* * *
Di dalam ruang kerja nya,Satria sedang membuat Proposal untuk Xander.Tapi,pikiran nya selalu saja di penuhi dengan masalah yang terjadi hari ini.Satria juga menunggu panggilan dari Aldo,ia yakin kalau sebentar lagi,Aldo akan menghubungi nya.
Drrt...Drrt...
"Akhir nya "Gumam Satria,ia segera mengangkat panggilan tersebut.
[Aku pikir,kamu tidak akan mengangkat panggilan ku!]Ujar Aldo,
"Aku sudah menunggu sejak dari tadi"
[Bisa kita bertemu,ada yang ingin ku tanyakan,dan satu hal lagi,aku perlu penjelasan mu mengenai apa yang ku liat!]
"Tentu,kita bertemu di Bar,di tempat biasa,ajak Bara sekalian!"
[Oke,Aku tutup]
Panggilan pun terputus,terlihat Satria yang sedang menyimpan semua barang-barang nya,serta menutup kembali laptop yang dari tadi menyala.
Ceklek !
"Den,ada yang bisa bibi bantu?"Tanya Atun,begitu melihat Satria masuk ke area dapur.
"Tidak Bi.Bi kalau nanti Nyonya bangun,katakan aku pergi untuk menemui Aldo ya,ada urusan pekerjaan!"
"Baik Tuan.Tuan malam ini mau makan apa?Rani baru siap belanja mingguan!"
"Apa saja Bi,tanya Nyonya saja,aku bisa makan apa saja yang di siapkan Nyonya!"
"Baik Tuan"
Satria pun berlalu menuju pintu depan.Tiba di dalam mobil,ia melihat jam di tangan nya,sekitar pukul 17:00 sore hari.
Tak berapa lama di perjalanan,Satria pun tiba di Bar yang sudah di janjikan dengan Aldo dan Bara.
__ADS_1
"Tuan muda"Sapa pengawal yang berjaga di depan pintu,Satria memberikan senyum ramah kepada Pria bertubuh kekar.
Satria langsung di antar ke ruangan VIP oleh Pelayan,seperti biasa wanita penghibur selalu mengekor Satria dari belakang,jika ia datang ke tempat itu.
Ceklek !
"Kalian semua boleh pergi,kami tidak ingin di ganggu!"Titah Satria,lalu melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.
Semua minuman sudah di siapkan oleh Aldo dan Bara,Satria segera duduk di sofa yang ada di sebelah mereka.
"Nih"Aldo memberikan minuman untuk Satria.
"Hari ini jus saja,aku lagi enggak mau minum!"Timpal Satria.
Aldo pun memesan sesuai yang di katakan Satria.
"Katakan apa yang terjadi?"Tanya Bara,yang sudah penasaran sejak dari tadi.
"Hari ini Aku membawa Bella ke toko roti,dan menemani nya bertemu dengan mama"
"Kamu gila?"Umpat Bara,tanpa mendengar ucapan Satria sampai selesai.
"Bar,duduk dulu,enggak perlu terlalu barbar begitu,cukup nama mu saja yang Bara,kelakuan mu enggak usah!"Cetus Aldo,dengan raut wajah yang kesal,Bara pun duduk diam,sembari melipat ke dua tangan dan kaki ikut menyilang.
"Aku pun tidak berniat untuk membohongi Azizah.Kalian tau,aku benaran sayang dan cinta sama istri ku.Tapi..."Satria tidak melanjutkan ucapan nya.
"Tapi kamu merasa khawatir sama Bella,setelah mengetahui kalau pendonor ginjal untuk mama mu adalah Bella?"Tanya Aldo,Satria menoleh dan menatap pria yang sedang menyindir nya.
"Enggak,bukan begitu,aku tidak ingin terlibat lagi dengan dia,kamu tahu,aku hanya ingin orang lain yang jadi pendonor,dengan begitu kami tidak harus terlibat dengan Bella!"Ujar Satria.
"Apa jaminan nya Bella mau mendonorkan ginjal satu nya untuk Tante?kalau uang seperti nya dia tidak kekurangan uang!"Timpal Bara,
"Dia hanya minta waktu sama aku tiga hari untuk berkencan dengan dia ke Bali.Setelah dia sembuh,aku harus menemani dia liburan ke Bali!"Ungkap Satria,dengan raut wajah nya yang frustasi.
"Kamu yakin?"Tanya Aldo,
__ADS_1
"Enggak!"Satria meletakkan gelas jus di depan nya,lalu melihat Aldo dengan intens.