Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Satu Minggu telah berlalu


__ADS_3

Satria dan Azizah baru saja keluar dari rumah sakit.Satria melihat Azizah yang begitu lelah untuk mengatur posisi duduk nya.


"Sayang,apa begini nyaman?"Tanya Satria,setelah memberikan bantal di punggung Azizah.


"Lumayan mas"Azizah tersenyum,Satria pun segera melaju 'kan mobil nya,untuk kembali ke rumah,sebelum pergi ke kantor,Satria terlebih dulu pergi mengantar Azizah pulang.


"Mas,aku ingin makan es krim rasa coklat!"


"Nanti kita beli,tapi kurangi porsi nya ya sayang,jangan seperti yang kemarin terlalu banyak!"


"Iya mas!"


Begitu melihat swalayan Satria langsung menepikan mobil nya,karena ia sudah janji akan membelikan es krim untuk istri nya.


"Sayang,kamu tunggu disini,aku akan turun untuk membelikan es krim untuk mu!"


"Iya mas,aku mau rasa pisang ya mas!"Tukas Azizah,Satria yang sudah ingin membuka pintu mobil,kembali menoleh ke arah sang istri.


"Sayang,bukan nya kamu tadi minta rasa coklat ya sayang?"


"Enggak,aku bilang,aku mau makan es krim rasa blueberry!"Tegas Azizah,semakin membuat Satria bingung.


"Sayang,kamu sebenarnya mau rasa apa sih sayang!"Satria masih sabar untuk menghadapi bumil yang satu ini.


"Eeemmm,kalau ada mau rasa semangka deh mas,seperti nya lebih segar!"


Blam!


Satria kembali menutup pintu mobil nya,lalu duduk tegak sembari mengatur nafas nya yang sudah naik turun sejak tadi.


"Sayang"Satria mengelus pipi Azizah,membuat Azizah sedikit bingung.


"Kamu mau makan es krim?"


"Iya mas,'kan tadi aku sudah katakan mau makan es krim!"


"Mau rasa apa istri ku yang cantik?"Tanya Satria dengan suara yang begitu lembut sehingga membuat Azizah sedikit merinding.


"Eeemm,terserah mas aja deh!"


"Haah?"Satria melongo mendengar jawaban sang istri.


"Heeemmm..huft!"Satria menghela nafas nya Sembari tersenyum paksa ke arah Azizah,


"Baik sayang,kamu tunggu disini ya,aku akan segera kembali!"Satria pun segera turun dari mobil.Karena sangat sulit bagi nya mengontrol emosi di depan bumil.


Ting !


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Satria,yang di simpan di dekat jok mobil.Azizah tidak melihat nya,karena ia tahu,itu adalah privasi Satria.

__ADS_1


Drrrt...Drrt...Drrtt...


Setelah suara pesan masuk,kini ponsel nya bergetar,tanda ada panggilan masuk.


Ceklek !


"Maaf ya sayang,agak lama,tadi ngantri di kasir!"Satria memberikan kantong di tangan nya kepada Azizah,


"Mas ini apa?"Tanya Azizah,


"Es krim,bukan kah,tadi kamu bilang mau makan es krim?"


"Iya benar,tapi ini kenapa banyak sekali!"


"Mas tau,kamu tidak bisa mengurangi porsi nya 'kan?makanya setiap di tanya rasa es krim selalu berubah-ubah!"Cetus Satria,yang kembali menyalakan mobil nya.Mendengar itu,Azizah hanya tersenyum saja,karena Satria tahu yang di maksud Azizah.


"Makasih ya suami ku!"Cup.Azizah mengecup pipi Satria,tapi terhalang cadar,dengan cepat,Satria langsung menyibak cadar Azizah dan menci-um bibir sang istri sekilas tentu saja itu membuat Azizah terkejut.


"Mas!"Azizah nampak malu dengan perbuatan Satria barusan.


"Ini baru benar!"Ujar Satria yang nyengir.Azizah pun segera membuka kotak es krim yang di belikan Satria barusan.


Drrt...Drrt...Drrt...


Ponsel Satria kembali bergetar,kali ini membuat Azizah penasaran.


"Eeemm"Satria pun melihat layar ponsel nya,dan ternyata yang menelpon nya adalah nomer tidak di kenal.


"Siapa mas?"


"Entah!nomer tidak di kenal!"


"Coba di angkat mana tahu penting!"


"Eeemm"Satria pun nurut dengan saran Azizah,


"Hallo!"


[Sayang,kamu lagi dimana?]Spontan suara itu membuat Azizah dan Satria terkejut,bahkan Satria langsung menoleh ke arah istri nya,begitu juga dengan Azizah yang menatap Satria dengan tajam.


Tut..


Satria langsung memutuskan panggilan itu.Namun,nomer tersebut kembali menelpon Satria.


Drrt..Drrtt...


"Sayang,aku tidak tahu itu nomer milik siapa,dan aku rasa itu pasti salah sambung,kamu percaya pada ku 'kan?"Pungkas Satria yang panik,dan khawatir,takut Azizah marah.


"Heeem"Sahut Azizah cuek,dengan posisi duduk yang berbeda,kali ini Azizah duduk menatap jendela mobil,tidak mau melihat ke arah Satria.

__ADS_1


"Sayang"Panggil Satria,yang sudah tahu dengan mood sang istri.Namun,Azizah tidak merespon nya.


"Sayang,jangan duduk seperti itu,nanti pinggang mu sakit!"Azizah masih tidak mau merespon nya,ia masih fokus menghabiskan es krim di tangan nya.Meskipun ada rasa kesal dan marah kepada Satria,namun es krim yang di tangan nya lebih menggoda sehingga Azizah tidak bisa membuang nya begitu saja.


"Sayang,aku benar - benar tidak tahu itu nomer siapa,aku tahu kamu pasti marah,dan menuduh aku main belakang 'kan?Sayang,aku tidak seperti itu!"Satria masih berusaha membujuk sang istri yang tidak mau merespon ucapan nya.


Drrt...Drrt...Drrtt...


Ponsel Satria kembali bergetar,Satria langsung mengambil dan melihat nya,Azizah pun segera menoleh ke arah Satria,saat tahu Satria akan mengambil ponselnya.


Dugh!


Satria membuang Ponsel di tangan nya begitu saja,saat melihat tatapan netra yang tajam yang di pancarkan oleh Azizah.


Ckkiitt!!


Satria menepikan mobil nya di pinggir jalan,karena ia tidak tenang melihat sang istri yang terus merajuk.


"Sayang,kamu marah ya?"Tanya Satria,kini memegang ke dua bahu Azizah dari belakang.


"Enggak!"Sahut Azizah singkat.


"Sayang,ayolah,aku juga tidak tahu itu siapa!"Cetus Satria yang mulai kesal.


"Aku juga tidak mau tahu mas,itu siapa,jadi mas tidak perlu menjelaskan nya kepada Ku!"Tegas Azizah.Satria menggaruk kepala nya yang enggak gatal,saat mendengar ucapan Azizah.


Satria kembali memungut ponsel nya yang terjatuh tadi,lalu menghubungi nomer yang yang tadi menelpon nya.Azizah melirik ke arah Satria dengan ujung ekor matanya,Satria langsung meraih tangan Azizah dan menci-um berkali-kali,seraya berucap kata maaf kepada sang istri.


[Hallo Sat!]Terdengar suara Aldo.


"Aldo?"


[Iya ini aku,kenapa kamu menelpon?]


"Tunggu,jadi tadi yang menelpon ku dengan suara perempuan siapa?"


[Oh itu,Bara,dia yang ingin menggoda mu,kamu macam enggak kenal dia aja!]Pungkas Aldo,


"Ini nomer siapa ?"


[Nomer putri,tadi Bara pinjam untuk ngerjain kamu]


"Sialan dia,tunggu saja pembalasan ku!"Satria langsung memutuskan panggilan nya.


"Sayang,kamu sudah dengar 'kan?itu Bara sialan,yang mencoba main-main dengan kita!"Satria terlihat kesal,


"Jadi,itu bukan selingkuhan mas?"Tanya Azizah dengan polos,dengan posisi es krim masih di tangan nya yang hampir meleleh.


"Tentu saja bukan,mana mungkin aku mengkhianatimu,tidak ada yang seperti dirimu sayang!"Satria memegang tangan Azizah,lalu menji-lat es krim yang ada di tangan Azizah membuat Azizah terkejut,dan terpaku,melihat sang suami yang enggak pernah jijik menji-lat es krim yang meleleh di tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2