
Perasaan gelisah,dari sejak meninggalkan rumah,hingga kini berada dalam pesawat aku masih memikirkan keadaan istri ku.Apalagi tadi malam,aku tidak bisa memejamkan mata ku,seolah-olah aku takut untuk tidur,takut tidak dapat melihat dunia ini lagi.
Wajah pulas Azizah yang tidur begitu nyenyak,masih terngiang di pikiran ku,apalagi saat membayangkan perut besar nya.Aku yakin Azizah akan melahirkan dalam waktu dekat ini.Oleh sebab itu,aku memutuskan menghubungi keluarga Om Andara,bukan aku tidak percaya akan Mama,hanya saja mereka berdua adalah wanita lemah yang kami tinggal untuk bertugas.
Aku takut,jika sesuatu terjadi dengan istri ku,bukan aku tidak percaya sama Mama,hanya saja aku tak ingin Mama terbebani dengan kondisi Azizah,meskipun ia sudah sangat profesional dalam mengatasi dan merawat ibu hamil.
Ada waktu dua puluh menit lama nya sebelum pesawat lepas landas,aku mencoba menghubungi Aldo,aku yakin dia lah orang yang bisa ku percaya saat ini.
[Satria,kau menelpon ku?]
"Iya,ada yang ingin ku katakan,hari ini aku akan berangkat ke Thailand,ada bisnis baru yang di terima oleh Papa ku.Aku ingin menitipkan Azizah dan ibu ku kepada mu.Tolong kamu periksa selalu kondisi mereka saat aku tidak ada,dan tolong kamu hubungi istri ku,jika ada sesuatu yang dia inginkan,aku takut mungkin ibu ku tidak bisa sepenuh nya melakukan hal itu,namun kamu bisa,aku takut ia ngindam tengah malam,hanya kamu yang bisa membantu ku!"Pungkas Satria,panjang lebar.
[Sat,tenang.Kenapa kamu begitu gelisah,seakan - akan kamu pergi dan tak kembali.Pergi lah dengan tenang,urusan Azizah biar aku yang urus,aku akan merawat nya!kalau kamu mau aku dan Putri bisa menginap di rumah mu selama dua hari,apalagi Putri seorang dokter,dan itu malah lebih baik!]
"Thanks banget,aku titip istri ku.Aldo ingat pesan ku,aku tutup telepon dulu,seperti nya kami akan segera berangkat!"
[See you!]
Panggilan terputus,setelah mengaktifkan modus pesawat di ponsel,lalu Aku menyimpan kembali ponsel tersebut.Dan Papa baru saja kembali dari toilet.
"Papa merasa sangat ngantuk,dan ingin segera tidur,agar bisa beristirahat!"Itu yang Papa katakan,sebelum ia kembali duduk,aku pun melihat raut wajah papa yang sedikit pucat seperti orang sakit,padahal tadi pagi Papa itu baik-baik saja,dan selama ini kesehatan nya sangat baik tidak seperti hari ini.
"Eeem,tidur saja Pa,tiba disana,kita juga akan segera menemui Tuan Justin!"Aku pun berkata begitu,ku lihat Papa yang langsung duduk di kursi nya.
Setelah perjalanan selama dua jam lebih,dan kurang lebih satu jam setengah lagi,kami akan tiba di Thailand.Namun,aneh nya aku tidak bisa memejamkan mata ku,seperti yang Papa ku lakukan,ku lihat Papa yang tidur begitu nyenyak,bahkan wajah nya seperti orang yang tersenyum bukan orang yang tertidur.
Brak!
__ADS_1
"Aaagrh!"
Suara yang begitu keras,dengan teriakan histeris dari penumpang lain,membuat aku sendiri juga ikut kaget dan berteriak.Namun,beda nya kenapa Papa tidak bergerak dan terbangun,apa ia benar-benar sangat lelah dan tidur nya begitu nyenyak? pikir ku saat itu.
"Semua nya harap tenang,ada gangguan teknis,jangan ada yang berdiri atau bangkit dari tempat duduk!"Suara Pramugari terdengar sedikit tenang,meskipun suasana sudah mulai tegang.
Terdengar suara angin yang begitu kencang,entah apa Aku juga tidak tahu,banyak penumpang yang mulai terlihat panik dan khawatir,di dalam pesawat itu ada puluhan warga Indonesia,dan sekitar sepuluh orang turis yang ikut penerbangan kami.
"Pah,bangun,bangun Pa!"Panggil Aku,sedikit menggoncang 'kan tubuh Papa.Namun,aneh nya papa tidak bergerak,dan bergeming,ia tetap diam,melihat keadaan Papa begitu membuat aku panik.Aku langsung memegang nadi nya dan benar saja,aku baru menyadari jika Papa telah mendahului aku.
Satu tetesan air bening lolos dari mata ku,namun aku tetap diam dan tidak memberitahu pramugari,seluruh penumpang sudah mulai panik dengan keadaan pesawat yang tak terkontrol 'kan lagi.
Pramugari memberitahu kami untuk memakaikan pelampung,untuk antisipasi dan seandainya jika pesawat jatuh ke laut.
Aku terduduk lemas,dan mendongakkan kepala ku atas,pelampung ada di tangan ku.Seketika mata ku bisa terpejam,dan aku merasa jika papa dan mama sedang menunggu ku,entah di pintu mana aku juga tidak tahu,ke dua nya menatap ke arah ku dan tersenyum.
"Aku datang untuk melihat Papa dan Mama,kenapa Mama disini?dimana Azizah,apa dia juga disini?"Aku bertanya kepada ke dua orang tua ku.
Aku melihat senyuman Mama yang begitu tulus kepada ku.
"Kami akan pergi jauh dari mu dan hidup mu,kami tidak akan pernah kembali sayang,ingat jaga anak dan temani istri mu,mereka sedang menunggu mu kembali,Kamu harus segera pulang,Anak dan istri mu menunggu mu!"
"Agggrrrhhhh"Teriakkan itu kembali terdengar oleh ku,hingga membuat ku segera tersadar dari mimpi singkat itu.
Aku merasakan goncangan yang begitu hebat,tidak ada seorang pun yang duduk di kursi mereka,kecuali aku dan Papa,semua nya sudah siap untuk terjun ke air,sampai di detik yang telah di tentukan.
Pesawat terlihat masih bisa di kendalikan oleh pilot,Pesawat sudah hampir jatuh,namun gerak jatuh nya pesawat terlihat begitu lamban,entah apa penyebab nya aku juga tidak tahu.
__ADS_1
Namun,aku mendengar dari seorang pramugari yang mengatakan jika ekor pesawat mengeluarkan asap hitam.Aku menggunakan pelampung yang ada di tangan,setelah ku peluk dan ku cium papa ku untuk terkahir kali,aku pun bergegas berkumpul dengan yang lain.Terlihat pesawat yang semakin oleng,ke kiri dan ke kanan,sudah hilang keseimbangan nya.
Satu detik,dua detik,dan di detik ke tiga...
Brrruuuummmm.....
Pesawat itu terjatuh ke laut,dan menghantam lautan yang luas itu.Sayap dan ekor terpisah,aku merasa diri ku sempat tenggelam,karena tertimpa oleh suatu benda aku tidak mengingat benda apa yang tertimpa di atas ku,padahal aku memakai pelampung.
Merasa sudah kehabisan tenaga,aku pun pasrah,aku ikhlas.
Papa...Papa Ar dan R menunggu Papa!
Mas...Pulang mas...!
Iya suara itu yang membuat aku kembali bersemangat.Entah tenaga dari mana aku berhasil menyingkir benda itu,dan aku mulai mengapung.
Aku melihat orang di sekitar aku banyak yang tidak bernyawa,karena akibat ledakan ekor dan sayap pesawat.Bahkan yang di bagian badan pesawat juga banyak yang mengalami cedera dan sedang berteriak meminta tolong.
Aku sempat kehilangan kesadaran sekitar dua puluh menit.Setelah aku sadar,aku menyadari tidak ada lagi mayat atau penumpang lain yang ada di sekitar aku,aku bersembunyi di balik badan pesawat,aku merasa jika tim penyelamat telah tiba,dan aku mengumpulkan tenaga ku untuk berteriak.
Aku meminta pertolongan,dan berharap Tuhan mengirimkan penyelamat untuk menyelamatkan ku.
"Pak disebelah sini!"
Saat aku mendengar suara itu,aku lega ada harapan hidup untuk ku,dan kembali pulang untuk menemui istri dan Anak-anak ku.
"Tol.....!"
__ADS_1
"Korban pingsan,tolong angkat dan bawa dia ke tenda pengungsian!"Titah Ketua petugas,dan segera menyelamatkan Satria yang sudah pingsan.