Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Tiga hari kemudian


__ADS_3

Astuti masih berbaring lemah di ranjang pasien,semakin hari kesehatan nya semakin buruk.Bahkan ia terlihat begitu lesu raut wajah nya tidak memperlihatkan keceriaan.


Satria sedang menemani sang ibu yang tengah sakit.Namun,Azizah tidak di perbolehkan ikut oleh Satria,apalagi mengingat Astuti yang tak pernah suka kepada Azizah,membuat Satria tidak ingin menyakiti sang istri.


Ceklek !


"Selamat siang Tuan Muda"


"Siang dok"Ke dua nya saling tersenyum.


"Alhamdulillah Tuan muda,akhir nya kita mendapatkan pendonor yang cocok untuk Nyonya Astuti"


"Alhamdulillah,benar kah begitu dok,siapa orang,berikan data pasien pendonor kepada Saya.Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada nya,sekalian ingin memberikan hadiah untuk orang itu"Satria sangat senang,apa yang di katakan dokter.


"Mohon maaf Tuan muda,pendonor meminta agar pihak rumah sakit merahasiakan semua data pasien,karena pasien tidak ingin ada orang lain yang tau!"Ungkap sang dokter.


"Oh bisa begitu ya,padahal kami sangat ingin berterimakasih,kalau begitu,aku akan menitipkan sebuah cek untuk pasien itu,dan tolong berikan kepada nya setelah hari Mama di operasi!"


"Baik Tuan muda!"


"Ma,mama akan segera di operasi,kami sudah mendapatkan pendonor untuk Mama"Ujar Satria,yang begitu senang.


"Mama yakin Satria,pasti bakal ada yang mau mendonor asal kita bayar mahal"


"Ma,ini bukan soal uang,bahkan orang itu tidak ingin kita tau siapa yang jadi pendonor.Seperti nya dia tidak melakukan untuk uang,tapi dia benar-benar ikhlas untuk membantu mama!"


"Alah mana ada orang jaman sekarang mau mendonorkan ginjal nya kalau bukan karena uang!"Timpal Astuti lagi,Satria hanya bisa menghela kasar nafas nya,lalu berpamitan untuk kembali pulang.


Ceklek !


"Bella"Seru Astuti saat melihat Bella yang datang,"Kebetulan sekali kamu datang,Tante jadi punya teman,karena Satria mau pulang!"


'Yah,niat nya mau godain Satria tapi malah pulang dia'


"He..He..He..Bella tadi kebetulan lewat jadi mampir kesini,untuk menjenguk Tante,bagaimana kabar Tante,dengar-dengar dari dokter,Tante sudah mendapatakan pendonor nya?"


"Sudah,tapi kita tidak tau siapa pendonor nya"


"Jangan terlalu di pikirin Tante,yang penting sembuh saja dulu"


'Semoga saja Tante Astuti tidak akan pernah tau,pendonor nya!'Batin Bella yang menatap Astuti,sembari tersenyum paksa.


"Ma,Satria pulang dulu"

__ADS_1


"Hati-hati sayang,nanti malam,kalau Papa mu datang kemari,suruh bawakan makanan kesukaan mama"


"Iya"


Setelah mengecup pipi Astuti,Satria segera keluar dari tempat itu,bahkan Bella yang sejak tadi tersenyum ke arah Satria di abaikan oleh Satria begitu saja.


* * *


Satria baru saja sampai ke rumah setelah magrib.Melihat rumah sepi,karena mang Kardi hanya datang seminggu sekali untuk membersihkan kolam renang dan taman.


Rani dan Atun juga tidak terlihat,entah kemana semua orang,Satria mencari nya setelah membuka pintu dengan kunci cadangan.


"Sayang..."Panggil Satria,tapi tidak ada jawaban.


"Tuan,anda cari Nyonya?"Tanya Rani,yang tiba-tiba muncul dari pintu belakang.


"Iya,mana Azizah Rani?"


"Nyonya Muda,ada di taman belakang,setelah sholat,Nyonya dan Bi Atun pergi ke taman belakang!"


"Ngapain malam -malam di taman?"Tanya Satria,yang begitu penasaran,tapi langkah nya sudah menuju ke arah pintu belakang.


"Entah,tadi Nyonya meminta Mang Kardi untuk membawakan beberapa tanaman,yang akan di pelihara sendiri!"Ungkap Rani yang mengikuti Satria.


Satria langsung keluar,dan menuju taman,dari jauh dia melihat Azizah dan Bi Atun yang sedang menanam beberapa tumbuhan di plastik hitam.


"Mas"Azizah segera berdiri,dan ia sesekali melihat ke arah tanaman itu,dan juga melihat ke arah Satria,yang penuh tanda tanya di raut wajah nya .


"Azizah apa yang kamu lakukan disini?"


"Eeemm,A-aku..Aku..."


"Iya apa yang Kamu lakukan malam-malam disini?"Ulang Satria lagi,saat melihat Azizah yang gemetaran,Satria sedikit memperkecil suara nya,dan bertanya kembali kepada Azizah.


"Sayang,aku bertanya,apa yang kamu lakukan disini?Satria kini memegang bahu Azizah.


"Aku menanam tumbuhan Kumis kucing Mas,katanya bagus untuk kesehatan!"Ungkap Azizah,


"Tumbuhan Kumis kucing,itu untuk pengobatan orang yang gagal ginjal 'kan?"Azizah mengangguk.


"Sayang,kamu tidak perlu repot-repot.Mama sudah mendapatkan pendonor nya.Itu juga berkat do'a mu sayang,Aku bahagia bisa melihat Mama sembuh,terimakasih sayang"Satria langsung memeluk sang istri,sudah sejak dari tadi ia ingin segera pulang dan berbagi berita bahagia itu kepada istri nya.


"Alhamdulillah ya mas,aku ikut senang"

__ADS_1


"Ayo kita masuk"Satria langsung membawa sang istri masuk ke dalam.Dan meminta Rani dan Atun untuk menyelesaikan pekerjaan itu.


Tiba di dalam kamar,Azizah terus saja memperhatikan Satria yang terus tersenyum sembari melepas baju nya.


"Hari ini mas terlihat begitu bahagia ?"


"Alhamdulillah mas bahagia,akhir nya Mama akan sembuh.Sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur memikirkan itu,dan Alhamdulillah hari ini aku sudah lega mendengar berita bagus dari dokter!"Ungkap Satria.


"Aku ikut bahagia mas,semoga Mama selalu dalam lindungan Allah!"Sahut Azizah yang berjalan ke arah Satria.


"Aku mandi dulu,Sayang ambilkan baju ganti ku!"


"Iya mas!"Satria berlalu ke kamar mandi,sementara Azizah berjalan ke arah lemari untuk menyiapkan baju ganti untuk Satria.


Ting!


"Semoga Tante baik-baik saja ya,dan segera sembuh,dan juga semoga operasi Tante lancar!"Sebuah pesan masuk ke ponsel Satria.Pesan dari Bella sang mantan,Azizah tidak membuka nya,ia hanya membaca yang terlihat di layar saja.


"Heeem"Azizah hanya menghela nafas nya,lalu beralih mengambil Kerancang baju kotor.


Azizah membawa keranjang baju itu keluar dari kamar.


"Nyonya,biar saya saja"Ucap Rani saat melihat Azizah yang membawa keranjang baju kotor.


"Terimakasih Rani!"Setelah menyerahkan keranjang tersebut kepada Rani.Lalu Azizah pergi ke dapur untuk melihat Bi Atun.


"Nyonya ada yang bisa saya bantu?"


"Bi,makan malam nya udah siap belum?"


"Sudah -Nya,ini sedang Bibi ambilkan sayur!"


"Bi tolong buatkan jus alpukat ya,tidak usah pakai susu cukup satu sendok gula saja"


"Baik -Nya!"


Azizah segera kembali ke kamar untuk melihat Satria.


Ceklek !


"Mas,ayo kita makan"Ajak Azizah,


"Iya tunggu sebentar,seperti Aldo mengirim pesan"Ujar Satria yang sedang memegang ponsel nya.

__ADS_1


"Aldo mengirim pesan?,kenapa enggak telpon saja mas"Saran Azizah,Satria segera melihat ke arah Azizah.


"Enggak usah,nanti saja kita makan dulu!"Satria segera mengajak Azizah untuk keluar dari kamar,menuju ruang makan.


__ADS_2