
Pagi-pagi buta Satria dan Azizah sudah pergi meninggalkan rumah Purna.Tanpa sepengetahuan Astuti,mereka hanya pamit kepada Adi saja.
"Dimana Satria?kenapa jam segini belum keluar untuk sarapan,memang nya Satria tidak ke kantor?"Tanya Astuti sembari memberikan teh kepada Adi,mereka sedang sarapan bersama.
"Satria sudah pergi setelah subuh,dia pergi bersama dengan Azizah"Jawab Adi santai,namun berbeda dengan Astuti,ia menatap geram kearah sang suami.
"Kenapa aku tidak tau?mas kenapa kamu tidak memberitahukan aku?"
Brak!
Astuti mengebrak meja,sembari duduk di kursi nya,Adi tidak menggubris sang istri yang terus mengoceh.
"Kemana mereka pergi"Astuti melirik Adi yang mengabaikan pertanyaan nya."Mas,katakan,kemana mereka pergi?"Ulang,Astuti yang sudah mulai kesal.
"Kenapa aku harus memberitahu kamu?bukan kah kamu senang,kalau mereka pergi kamu bisa duduk tenang dirumah?"Cibir Adi,
"Memang benar,tapi tidak dengan Satria,kalau pergi,ya seharusnya yang pergi Azizah mas,kemana mereka pergi?"
"Pergi berbulan madu!"Pungkas Adi,Astuti membulatkan matanya.
"Mas,apa kamu gila,kamu membiarkan mereka pergi begitu saja,kamu tahu,aku dari awal tidak setuju dengan pernikahan itu,tapi kenapa kamu membiarkan mereka pergi berbulan madu!"
"Cukup!"Adi berdiri dari tempat duduk nya."Kenapa sih ma,setiap hari harus memperdebatkan mereka,Satria sudah besar,ia tahu apa yang harus di lakukan nya,berhenti ikut campur masalah rumah tangga Satria,aku mau pergi kantor,kamu mau ikut?"Tanya Adi,tapi langsung pergi meninggalkan Astuti di meja makan.
"Mau ikut?"Ulang Adi,yang menoleh ke arah Astuti,dengan perasaan yang kesal,Astuti pergi menyusul sang suami yang sudah sampai ke pintu depan.
* * *
Di rumah sakit purna,Mela juga sudah tiba,Astuti dari jauh melihat Mela,dan mempercepat 'kan langkah nya agar bisa menyusul wanita itu.
"Mela!"Panggil Astuti dengan keras,Mela segera terkesiap dan menghentikan langkah nya,Mela menoleh dan melihat Astuti yang mengejar nya.
"Bu manggil saya?"
"Tidak,aku manggil setan!"Ketus Astuti dengan raut wajah yang masam,Mela mengelus dada nya,memang wanita ini tidak pernah berbicara baik dengan siapapun.
"Ikut aku keruangan,ada yang ingin ku tanyakan padamu"Astuti segera pergi menuju ruangan nya,Mela mengikuti nya dari belakang.
Sampai di dalam ruangan,Astuti segera duduk di kursi nya,begitu juga dengan Mela.
"Berikan aku nomer Aldo"Astuti memberikan ponsel nya kepada Mela,meminta Mela untuk menulis nomer Aldo.
"Untuk apa Bu?"Mela juga penasaran,karena ia tahu pagi ini anaknya pergi bersama dengan Bara liburan ke Bali.
"Begini saja,katakan pada ku,kemana mereka pergi?"Astuti menyimpan kembali ponsel nya saat Mela tidak kunjung memberikan nomer Aldo.
"Aku juga tidak tahu,mereka pergi sesudah subuh,aku cuma tau,mereka berdua pergi liburan!"
__ADS_1
"Mela,katakan yang sejujurnya!"Astuti menekan Mela,agar memberitahu yang sebenarnya.Melihat netra Astuti yang menatap nya dengan tajam,membuat Mela tidak dapat berbohong lagi.
"Mela!"Panggil Astuti lagi,wanita ini sedikit ragu,tapi ia pun harus mengatakan yang sejujurnya.
"Bali Bu!"
"Bali?"Ulang Astuti,Mela mengangguk,
"Kamu boleh keluar!"
"Baik Bu!"Melas segera pergi meninggalkan ruangan Astuti.
Blam!
Mela mengambil ponsel yang ada di dalam saku jas dokter nya,ia segera menghubungi Aldo.
[Iya ma]
"Aldo,kamu sudah tiba nak?"
[Sudah ma,kami sudah di resort teman Papa]
"Sayang,tadi Mama Satria bertanya sama mama,dia ingin tau kemana kalian pergi!"
[Terus apa yang mama katakan,mama enggak bilang kita pergi ke Bali 'kan?]
"Maaf sayang,mama terpaksa mengatakan nya,kamu tahu,Mama Satria,atasan mama,mama tidak bisa berbohong,sayang maaf"
"Baik sayang,selamat bersenang-senang Sayang"Panggilan terputus,Mela menyimpan kembali ponsel nya.
Di tempat lain,Aldo sedang berada di dalam kamar penginapan bersama dengan Bara.
"Mama?"Tanya Bara,yang berbaring di sebelah Aldo,
"Eeemmm,Nyonya Andara,Ha..Ha..Ha.."Ledek Aldo,
"Berhenti menertawakan ibu Ku!"Geram Bara,yang melemparkan bantal ke arah Aldo.
"Oh,Kau berani memukul atasan mu ya,awas kamu ya"Aldo segera melompat ke ranjang dan ingin menghajar saudara nya itu.
Tok..Tok..Tok..
Suara ketukan dari luar menghentikan Bara dan Aldo sedang berkelahi saling melempar bantal sehingga ranjang itu terlihat berantakan.
"Ada orang"
"Buka gih"Titah Aldo,
__ADS_1
"Males,Kakak saja"Bara segera berpura-pura tidur dan menarik selimut dengan sprei terlihat begitu kacau.
Dengan kesal,Aldo turun dari ranjang,dan berjalan ke arah pintu,dengan pakaian nya yang berantakan.
Ceklek !
"Cari sia..."Ucapan Aldo terputus,saat melihat wanita berpakaian muslimah yang berdiri di depan kamar Aldo,wanita itu memakai gamis bewarna pink muda dengan hijab yang senada,mengukir senyuman indah ke arah Aldo.
"Pak Aldo Andara?"Ucap Perempuan itu,
"Siapa Do"Teriak Bara dari dalam kamar,Wanita itu mengintip dari celah pintu kamar yang terbuka sedikit,lalu membulatkan matanya,melihat seisi kamar yang berantakan,wanita itu menyapa Aldo lalu beralih melihat Bara yang juga melihat dirinya.
"Kalian ..."Sembari menggerakkan jari nya,membuat Aldo menaikan alis nya,awal nya Aldo belum paham yang di maksud wanita itu,setelah lima menit kemudian dia baru menyadari nya.
"Bu-bukan!"Aldo langsung membantah nya,sembari melayangkan ke dua tangan nya ke depan.
"Dia adik ku,kami berdua menyewa kamar ini untuk liburan.Tunggu Anda mengenali saya?"Tanya Aldo,
"Eeem,saya Putri Ayu,anak yang punya resort ini,tadi papa menyuruh saya untuk menyambut Pak Aldo,hanya saja saya terlambat tiba disini!"Pungkas wanita itu,
"Nama mu?"
"Nama?"Ulang Putri,'Bukan kah tadi aku sudah mengatakan nya ya?'Batin Putri,
"Aku Bara,Kamu putri bukan?"Bara mengulurkan tangan nya,menyenggol Aldo yang sedari tadi melamun di depan pintu.
"Benar,Kamu Bara Andara,saudara tiri Aldo!"
"Iya" Sahut Bara yang tersenyum
"Aku Aldo!"Ke dua nya saling berjabat tangan,saling melempar senyuman,Bara menatap Aldo lalu menatap putri,pria ini mengulum senyuman nya melihat dua orang yang saling pandang satu sama lain.
"Eeheem"Bara berdehem,Aldo berdecak kesal,melirik sang Adik.
"Kalian berapa lama disini,aku hari ini ada pekerjaan yang tidak bisa ku tinggalkan,jadi besok baru bisa bergabung dengan kalian!"Tukas Putri,
"Kami seminggu disini,tidak masalah,kamu bisa datang besok kemari,kami dengan hati menunggu mu"Ujar Bara,Aldo menaikan ke dua bahu nya melihat Bara yang selalu semangat kalau soal perempuan.
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Baik"
"Bye..Bye"Bara melambaikan tangan nya ke arah Putri,
Plak!
Aldo memukul kepala Bara.
__ADS_1
"Apa-apaan sih Kak"
"Masuk,beresin kamar,nanti ada yang datang salah paham lagi!"Ujar Aldo,yang meninggalkan Bara di depan pintu.