
Di tempat parkir rumah sakit,tanpa sengaja,Aldo melihat Bella yang baru saja datang dan berbicara dengan seorang dokter.Gerak-gerik Bella membuat Aldo curiga.Namun,ia belum bisa memastikan apa yang sedang wanita itu lakukan di rumah sakit.
Drrt..Drrt..Drrt..
Ponsel Aldo bergetar,ia segera mengangkat nya.Panggilan itu dari Andara sang Papa.
"Iya Pa"
[Dimana Kamu do?]Tanya Andara,yang panik.
"Di rumah sakit Pa,baru siap menjenguk istri Satria"
[Bagaimana keadaan nya,apa semua baik-baik saja?]Tanya Andara lagi,
"Semua sudah membaik,apa yang ingin papa katakan ?"
[Kita bicara di kantor,cepat kemari!]
"Baik Pa"Setelah panggilan terputus,Aldo kembali mencari sosok Bella.Namun,pria itu tidak menemui nya.
"Apa yang kamu cari?"Tanya Bara,saat melihat Aldo seperti orang yang kebingungan.
"Tidak ada,ayo kembali ke kantor"Bara segera menyetir,sementara Aldo duduk disebelah nya.
'Apa yang perempuan ular itu lakukan di tempat ini,seperti nya ada yang tidak beres,aku harus bisa membantu Satria!'Batin Aldo,yang masih teringat dengan kehadiran Bella di rumah sakit.
"Do,apa yang membuat mu melamun sejak tadi?"
"Eeemmm,tidak ada.Kamu turun 'kan aku di rumah sakit purna,kamu kembali sendiri ke kantor,aku ada urusan dengan Mama!"Pungkas Aldo,
"Tumben?"Bara menaikan alis nya sembari melirik Aldo.
"Udah turutin saja,jangan banyak nanya!"
"Siap Bos!"Bara pun kembali menaikkan kecepatan kendaraan nya.
Di rumah sakit,Satria berjalan menghampiri sang istri yang berbaring di atas ranjang pasien.
"Sayang"Lirih Satria,yang berjalan mendekat,tapi Azizah tidak merespon nya.
"Sayang"Panggil nya lagi,memegang tangan Azizah,
"Lepaskan Aku!"Perkataan itu,justru membuat Satria terkejut,pria itu segera menjauh.
__ADS_1
Azizah menyembunyikan ke dua tangan nya di dalam selimut,bayangan-bayangan peristiwa kelam itu mulai menghantui nya lagi.
"Tidak,pergi!aku mohon lepaskan aku!"Teriak Azizah sembari menutup ke dua telinga dengan tangan nya.
"Sayang ini Aku,suami mu"Satria segera duduk di tepi ranjang,dan memeluk Azizah yang tengah takut.
"Orang itu,dia ma-mau me-mele..."
"Stttt...Jangan katakan itu lagi,orang itu sudah aku hukum dengan ke dua tangan ku,sekarang kamu aman,tenang ya sayang"Satria,mengelus kepala Azizah yang berada di dalam pelukan nya.
Satria mengepalkan tangan nya,rahang nya mengeras mengingat kejadian yang tidak bisa ia bayangan 'kan.Jika saja ia telat satu langkah semua nya tidak akan baik-baik saja.
"Sayang,kamu harus segera membaik,besok kita sudah bisa pulang,aku punya hadiah untuk kamu!"
"Hari ini kita juga sudah bisa pulang mas,aku bosan disini,bawa aku kembali kerumah,aku tidak ingin disini!"Azizah memohon kepada Satria,
"Kamu mau pulang ke rumah ibu?kata nya kamu ingin menelpon ibu,bagaimana kalau kita berkunjung ke tempat ibu saja?"Satria berusaha menyenangkan sang istri,ia tidak ingin Azizah berlarut - larut dalam ketakutan.
"Apa benar yang mas katakan ?mas mau menemani ku ke rumah ibu?mas tidak keberatan ?"
"Aku tidak keberatan sayang,apapun yang kamu ingin 'kan aku akan menuruti nya selagi aku bisa !"Pungkas Satria,yang memegang ke dua pipi Azizah,lalu ia mengecup kipas kening Azizah.
"Ada yang ingin kamu makan,aku akan membeli nya!"
"Baik lah,tunggu disini,mas akan kembali lagi!"
"Eeemm"Setelah membantu Azizah berbaring kembali,Satria segera keluar dari ruangan itu,dan melihat ponsel ada panggilan masuk dari Anita.
"Iya Nit!"
[Pak,Anda dimana?di perusahaan sedang ada masalah!]
"Masalah apa Nit,bisa kah kamu handle untuk sementara waktu,aku akan ke kantor besok!"
[Tidak bisa pak,anda harus ke kantor sekarang juga!]
"Baiklah,setengah jam lagi aku sampai!"
Sebelum pergi meninggalkan perusahaan,lebih dulu,Satria meminta perawat untuk menjaga dan menemani Azizah selama dia tidak ada di rumah sakit.Bahkan Satria meminta sang dokter untuk mengurus kepulangan Azizah.
Rumah sakit Purna. . .
Aldo segera mengikut suster yang mengantar nya keruangan Mela.
__ADS_1
"Ini rumahan Bu Mela, mas!"
"Terimakasih"Suster itu segera pergi,Aldo juga langsung mengetuk pintu tersebut.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk!"
Ceklek !
"Aldo"Seru Mela yang terkejut,tidak biasa nya Aldo datang berkunjung ke rumah sakit purna.
"Mama sibuk?"Tanya Aldo sembari mendekati meja Mela.
"Yah,begitulah kira-kira.Ada apa?"Aldo segera menarik kursi untuk ia duduk.
"Mama dulu 'kan Aldo pernah menyuruh mama untuk tes DNA dari rambut seseorang,tapi waktu itu kita tidak pernah lagi membahas tentang DNA tersebut.Tujuan Aldo datang kemari,Aldo ingin melihat hasil itu,dan Aldo ingin mama sekali lagi untuk mengecek hasil DNA dari seseorang "Ujar Aldo.
"Mama ingat,rambut itu milik wanita yang menjadi korban Satria.Apa kalian sudah menemukan orang nya?"
"Eeemm,tidak.Namun,Aldo mencurigai seseorang ma!"
"Siapa?apa kamu membawa sesuatu?"
"Aldo belum yakin,Aldo membawa rambut nya lagi,ini milik istri Satria!"Mela terkejut mendengar jawaban sang Anak.
"Is-istri Satria?"
"Iya benar,Istri Satria juga korban dua tahun yang lalu,dan dia berasal dari desa gelap,dan Aldo yakin jika mereka orang yang sama.Hanya saja,menurut pengakuan Satria,wanita itu tidak memakai cadar seperti istri Satria!"
"Mama akan melakukan sesuai yang kamu katakan,tapi Aldo.Satria tahu soal ini,kalau kamu akan melakukan tes ini?"Tanya Mela,Aldo ragu untuk menjawab nya.
"Sayang,mama tahu yang kamu lakukan demi mereka berdua,tapi jika tebakan mu salah,dan Satria mengetahui nya,bagaimana perasaan Satria?"
"Mah,aku bisa menjaga rahasia,mama pastikan jangan sampai ada yang tahu,Mama Satria juga jangan sampai ada yang tahu!"
"Eeemm"Mela mengangguk,Aldo memberikan plastik kecil berisi rambut Azizah yang ia ambil waktu di villa Putri.
"Ma,aku pamit dulu,ingat ya ma jangan sampai ada yang tahu!"
"Iya,kamu tenang saja,hati-hati sayang"Aldo segera pergi meninggalkan ruangan Mela.
Tiba di luar ruangan Mela.Aldo melihat Astuti yang baru saja tiba di rumah sakit.Aldo segera bersembunyi agar keberadaan nya tidak di ketahui oleh Astuti.
__ADS_1
"Kenapa aku bersembunyi?aku 'kan sedang tidak melakukan kejahatan?"Gumam Aldo,"Aah sudahlah,apapun itu,saat ini jangan sampai ketahuan sama Mama Satria!"Setelah Astuti melewati tempat itu,Aldo segera keluar dari tempat persembunyian nya,dan berjalan ke arah tempat parkiran mobil.