Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Pantai


__ADS_3

Azizah baru pertama kali datang ke Bali,sebelumnya ia tidak pernah keluar dari desa tempat ia tinggal.Azizah sedang memilih kerang yang ada di tepi pantai,Satria hanya bisa tersenyum saat melihat kebahagian sang istri sesederhana itu.


"Azizah kemarilah!"Panggil Satria,Wanita itu segera mendekat,saat suami nya memanggil.


"Ulurkan tangan mu"Pinta Satria.Namun,Azizah malah bengong,dan terus melihat Satria,


"Cepat ulurkan tangan mu!"Titah nya lagi,Azizah segera mengulurkan tangan sesuai yang di minta oleh Satria.


Pria itu mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan dari dalam saku celana nya.Sebuah benda pipih,iPhone keluaran terbaru,Azizah membulatkan mata nya melihat benda yang di berikan Satria kepada nya.


"Apa ini?"Azizah masih belum menyadari nya.


"Bukan kah ponsel mu rusak?aku membeli nya yang baru,hanya saja kotak nya sudah di buang oleh Aldo"Timpal Satria,


"Kenapa harus di beli yang baru padahal yang lama kalau di perbaiki masih bisa di pakai !"Ujar Azizah,


"Sudah,jangan protes,cepat pakai,dan Aku mau kita Selfi,jadikan foto kita wallpaper Hp mu!"


"Siap mas suami"Satria tersenyum mendengar panggilan mesra dari sang istri.


Satria bersama dengan Azizah mengambil beberapa lembar foto Selfi,dari jauh Aldo melihat kemesraan ke dua nya.


"Seperti nya,Tuan Satria sangat mencintai istri nya ya,beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkan nya!"Tukas Putri,ia mengaduk jus yang ada di dengan nya itu,


"Itu hasil dari kesabaran Azizah,mereka itu menikah tanpa ada rasa cinta,bisa di bilang menikah karena suatu alasan saja.Tapi,karena sering bersama,akhir nya timbul lah,rasa cinta "Pungkas Aldo,


Di sisi lain ada Bara yang sedang berjemur bersama dengan beberapa wanita Bule yang berkunjung ke pantai itu.


"Seperti nya Bara akan melangkahi mu!"Cibir Putri yang tersenyum,Aldo langsung melirik ke arah Bara,


"Kamu tidak perlu heran,itu sudah ada dalam diri nya sejak SMA.Tapi,fakta nya belum ada satupun perempuan yang ia kenakan kepada kami semua,Bara tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun,meskipun terlihat ia banyak mendekati perempuan,sebenarnya Bara termasuk orang yang suka memilih pasangan!"Mendengar pernyataan itu,Putri hanya manggut-manggut saja.


Beberapa jam telah berlalu,terlihat wajah mereka yang sudah bosan berada di tempat itu.


"Mau pulang?"Tanya Satria,yang menghampiri mereka di tempat duduk.Bukan nya menjawab pertanyaan Satria,Aldo malah fokus ke tangan Satria yang terus menggenggam tangan Azizah.

__ADS_1


"Eheem.Pegang terus biar enggak hilang!"Sindir Aldo,Azizah segera melepaskan tangan Satria.Tapi,pria itu langsung memegang nya kembali,sembari menatap Azizah dengan tajam,tidak membiarkan tangan itu terlepas.


"Mau pulang atau enggak?"Tanya Satria,semua nya kaget melihat ekspresi Satria,


"Ayolah pulang,aku sudah lapar !"Sahut Bara,


"Bagaimana kalau malam ini kita bakar - bakar,aku akan meminta orang resto untuk mengirim satu box ikan ke villa ku,aku tinggal disana,tapi villa nya kosong,karena pelayan udah ambil cuti dua hari yang lalu,kalian tidak masalah 'kan melakukan nya sendiri?"


"Tentu tidak masalah,free 'kan?"Tanya Bara sambil nyengir,Aldo hanya menggelengkan kepala nya.


"Tentu saja free,kalian bisa main sepuas nya disana,aku juga sudah menyediakan baju renang untuk kalian yang mau berenang di villa!"


"Oke,ayo cepat pergi"Bara menarik tangan Aldo,Satria dan Azizah juga ikut bersama dengan mereka.


Kali ini yang mengemudi adalah Aldo,karena mereka telah berjanji saat pulang akan bergantian.


Entah karena terlalu capek,baru juga sepuluh menit di dalam mobil,Azizah sudah tertidur,dan Satria membiarkan istri nya tidur.


* * *


"Ini villa mu?"Aldo melirik putri,


"Bukan,ini punya Papa ku,aku mah belum mampu!"Ujar Putri,Aldo menaikan alis nya,wanita itu hanya tersenyum smirk melihat ekspresi Aldo.


Mereka semua sudah turun,Satria melihat Azizah yang masih tertidur,lalu membiarkan dia untuk tidur sebentar lagi.


"Masih tidur?"Tanya Aldo,saat Satria mengendong Azizah,


"Iya.Put,dimana kamar kami?"


"Eh,baru juga sampai sudah tanya kamar ?"Ledek Bara,Satria segera memberikan tatapan maut kepada Bara,untuk membungkam mulut nya yang asal ceplos.


"Ada di lantai atas,ayo Aku antar,di bawah hanya ada satu kamar,jadi kalian semua tinggal di atas saja,lagian hanya satu malam 'kan nggak pa-pa"


"Masih mending dari pada tidur di empang!"Ketus Bara,semua orang tertawa,Satria segera mengikuti Putri dari belakang.Sementara Aldo,di minta untuk menyiapkan alat pemagang untuk nanti malam.

__ADS_1


"Ini kamar kalian,istirahat lah dulu,aku akan mempersiapkan semua nya,seperti nya dia terlalu lelah!"


"Terimakasih Putri!"


"Sama-sama,aku tinggal ya"Satria hanya mengangguk,dan Putri segera pergi meninggalkan Satria di depan kamar.


Ceklek !


Kamar nya cukup luas dan bersih,meski jarang di tempati.Satria membaringkan Azizah di atas ranjang,baru juga Satria berdiri,Azizah sudah menguap sembari mengucek ke dua mata nya.


"Mas"Azizah langsung terduduk saat mengetahui dia sudah berada di dalam sebuah kamar,yang asing.


"Apa yang salah?kenapa Kamu begitu terkejut?"Satria duduk di samping Azizah.


"Kenapa aku bisa disini?bukan kah tadi kita masih di dalam mobil,dan seperti nya ini bukan kamar kita?"


"Kita sedang berada di villa milik Putri,malam ini Kita menginap disini,di luar juga terlihat gerimis!"Pungkas Satria,


"Mas,jam berapa sekarang?"Satria langsung melihat jam yang ada di tangan nya.


"Jam 17:11 sore"


"Aku mau mandi dulu,sebentar lagi magrib!"


"Ikut"Satria menarik tangan Azizah yang mau turun dari ranjang.


"nggak aah,mas harus mandi sendiri!"


"Mau di mandiin kamu!"Satria segera menarik tangan Azizah sehingga membuat wanita itu jatuh dalam pelukan nya.


Tangan Satria bergerak melepaskan tali cadar yang melekat di wajah Azizah,sehingga kini terlihat dengan jelas wajah mulus sang istri yang terus menatap nya,sehingga membuat Satria tidak dapat menahan diri.


Satria mengecup sekilas kening Azizah,dan berlanjut menci-um pipi kiri dan kanan Azizah,membuat wajah Azizah memerah.Tanpa menunggu lama,Satria menuntun bi-bir nya agar lebih dengan bi-bir ranum milik sang istri,yang kini ke dua nya sudah menempel satu sama lain.


Satria segera menggantikan posisi,sehingga tubuh Azizah saat ini berada tepat di bawah nya,degup jantung ke dua nya terdengar begitu jelas.Satria hanya tersenyum smirk saat mengetahui nya tapi berbeda dengan Azizah yang nampak malu-malu.

__ADS_1


__ADS_2