Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Azizah


__ADS_3

Pak!


Azizah langsung menahan nya,


"Jangan sekali-kali menyentuh ku dengan tangan kotor mu ini,kita berdua beda kelas!"Ucap Azizah,menepis tangan Sandrina,membuat wanita itu semakin geram,lalu Azizah pergi meninggalkan Zuhra yang terkejut melihat Azizah,dan juga mendengar rahasia yang tidak pernah ia tahu tentang Sandrina.


"Bagaimana bisa kamu membiarkan dia pergi!"Teriak Sandrina kepada Zuhra,


"Maaf San,kalau soal ini aku enggak mau ikut campur!"Zuhra pun pergi meninggalkan Sandrina yang kesal.


"Sialan!"Teriak Sandrina yang begitu marah.


Di dalam toko pakaian,Azizah sedang memilih baju untuk ia beli.


"Nyonya sangat hebat,tapi bagaimana Nyonya bisa tau,tentang Non Sandrina,begitu mendetail?"Tanya Rani yang penasaran,


"Tentu saja aku tau"Azizah hanya tersenyum,lalu teringat gosip Anita dan Laura di kantor dulu,yang sering bergosip tentang Sandrina.


"Sebenarnya,aku tidak ingin membalas perbuatan nya itu,hanya saja aku tidak tahan melihat dia yang terus-terus menghina masa lalu ku!"Pungkas Azizah,lalu memberikan beberapa baju yang telah ia pilih kepada Rani.


Mereka berdua langsung pergi ke kasir,untuk membayar.Namun,sebelum Azizah membayar nya,tanpa sengaja ia melihat dasi yang begitu cantik sehingga menarik perhatian nya.


"Ran,kamu tunggu disini sebentar,aku akan pergi membeli sesuatu untuk mas Satria!"


"Baik Nyonya"Rani menunggu dengan patuh di dekat kasir,masih banyak yang mengantri ingin membayar belanjaan mereka.


Ketika Azizah ingin mengambil dasi dengan corak maroon dan hitam,bahkan itu sangat cantik di mata Azizah.Namun,seseorang juga menginginkan itu.

__ADS_1


"Aah,maaf!"Ucap Azizah,yang tangan nya hampir bersentuhan dengan orang itu.


"Azizah!"Seru Pria itu,Azizah langsung menoleh.


"Us-ustaz Zaki?"Azizah melihat pria yang dulu meminang nya dengan penuh keyakinan,bahkan pria yang siap menerima diri nya meskipun dalam keadaan trauma waktu itu.


Tapi,mimpi tak seindah kenyataan,melihat ustaz Zaki Azizah langsung membalikkan tubuh nya dan pergi,justru ustaz Zaki yang berusaha mengejar Azizah.


"Ukhti!"Panggil Ustaz Zaki yang tidak di respon oleh Azizah,"Ukhti Azizah,tunggu!"Pria ini berusaha mengejar Azizah dan kini berdiri tepat di depan Azizah,


"Ada apa ustaz berteriak,tidak elok di liat oleh orang lain!"Tukas Azizah yang tak ingin memandang Pria itu.


"Kenapa Ukhti menghindar,apakah ada Ukhti masih marah kepada saya?"Azizah tidak menjawab,bahkan ia ingin segera pergi dari sana.


"Maaf!"Ucap ustaz Zaki,yang tak sengaja,tangan nya menyentuh tangan Azizah,"Saya minta maaf,jika waktu itu keluarga saya menyakiti anda,maafkan saya,karena tidak dapat melakukan apapun.Saya tidak membenci,bahkan waktu itu,saya tidak berniat untuk menolak pernyataan dari Anda.Namun,hari itu sebuah kebenaran baru saja terungkap,sehingga membuat seluruh keluarga saya dan saya syok,maafkan saya Azizah!"Pungkas Ustaz Zaki.


"Saya sudah memaafkan Ustaz,bahkan saya tidak membenci Anda atau pun keluarga Anda.Permisi!"Azizah segera berlalu,


Pandangan Azizah yang tak biasa,justru itu membuat Ustaz Zaki terkejut,semula nya Azizah menundukkan pandangan.Namun,kali ini tatapan nya begitu tajam ke arah Pria berpakaian Koko dengan celana bahan.


"Ustaz,dari segi ilmu,mungkin Anda lebih hebat dari saya,Anda mengerti semua nya,sedangkan saya,hanya lah manusia yang tak luput dari dosa.Namun,dalam hal ini saya terangkan kepada Anda.Kalau saya ini bukan pakaian yang bisa Anda buang lalu anda pungut kembali!"Tegas Azizah,lalu pergi meninggalkan Ustaz Zaki,Azizah pun mengurungkan niat nya untuk membeli dasi tersebut untuk Satria.


"Nyonya,siapa pria itu,sepertinya dia seseorang yang alim,tampan juga,dia tidak kalah dari Tuan kita!"


"Ssstt,jangan sembarangan berbicara kalau Tuan mu mendengar ia akan memotong gaji mu"Goda Azizah yang berjalan ke arah kasir.


"Jangan sampai tau ya Nyonya"Rani mengikuti langkah kaki Azizah menuju kasir.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja,Satria menunggu Azizah tepat di depan mall,padahal Azizah tidak meminta Satria untuk menjemput nya,hanya saja Satria sendiri ingin menjemput Azizah,karena khawatir akan kesehatan sang istri.


Di depan pintu masuk utama mall,Ustaz Zaki kembali mencegat Azizah,ia berharap Azizah mau kembali pada nya,karena memang Azizah adalah cinta pertama Ustaz Zaki.


"Maaf Ustaz,diantara kita sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi"


"Ukhti,dengarkan Saya.Saya ingin berbicara dengan Anda,masih banyak hal yang belum ku jelaskan kepada Anda!"


"Aku tidak mau tahu,dan tidak ingin tahu!"Tegas Azizah,melewati tempat Ustaz Zaki berdiri.


"Ukhti Azi..."


"Seperti nya sudah jelas apa yang di katakan istri saya barusan.Tidak mengurangi rasa hormat saya.Saya meminta kepada Anda berhenti menganggu hidup kami!"Tegas Satria.Pria ini langsung membawa Azizah menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.


Di dalam mobil,jangan 'kan Rani,bahkan Azizah sendiri tidak berani bertanya apapun kepada Satria,wajah nya datar seperti papan selancar,bahkan aura nya begitu dingin,sehingga membuat Azizah dan Rani memilih untuk diam.


"Rani!"Panggil Satria,yang melihat Rani melalui spion depan.


"Iya Tuan!"Wanita itu terkejut,lalu melihat ke arah Satria.


"Hari ini apa saja yang terjadi di mall?"Azizah memberi isyarat kepada Rani,agar tidak memberitahu kejadian Sandrina kepada Satria.


"Eemm,Anu Tuan,tidak ada yang terjadi,bahkan hari ini Nyonya terlihat begitu menikmati waktu nya untuk berbelanja,banyak sekali baju yang di beli Nyonya,dan itu semua brand terbaru!"Ungkap Rani.Namun,jawaban Rani tidak membuat Satria puas,pria itu memberikan tatapan mematikan kepada Rani.


"Aku bertanya,apa saja yang terjadi di dalam mall?"Satria mengulang kembali pertanyaan itu,saat jawaban tidak sesuai dengan apa yang ia tahu.


"Eeemm,ti-tidak ada yang terjadi Tuan !"Rani gagap membuat Satria semakin tidak ingin berlalu dari pertanyaan nya,ia kembali melirik Rani.

__ADS_1


"Mas,kenapa Kamu menatap Rani begitu?aku ada di sebelah mu,apa aku tidak cukup terlihat untuk mu?"Goda Azizah,wanita ini melirik Rani melirik Rani yang sedang menghela nafas nya.


"Sayang,jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan !"Azizah menaikan alis nya,lalu segera duduk dengan tenang,pikirnya tidak ada gunanya menyembunyikan itu semua kepada Satria,kalau pada akhirnya dia akan tahu.


__ADS_2