
Mereka baru sadar,jika jari-jari Satria terluka,
"Sat,kenapa tangan mu?"Tanya Astuti,yang ingin memegang tangan Satria.Namun,segera mungkin Satria menarik nya kembali.
"Sampai kapan kamu akan mempertahankan kebohongan mu?Kamu sudah menipu banyak orang.Tapi,kamu juga ingin melakukan kejahatan yang lebih parah lagi dari ini?setelah kamu mencoba memanfaatkan kebaikan orang lain,kamu juga ingin merenggut nyawa orang lain,atas keegoisan mu Bella!"Teriak Satria di ujung perkataan nya.Membuat Wanita itu sontak terkejut,dan menatap ke arah Satria.
"Sat,apa yang kamu katakan!hentikan omongan kosong mu,Bella belum sembuh,kamu bisa menyakiti hati nya!"Tukas Astuti,Satria langsung menoleh ke arah Astuti dan memberi peringatan kepada Astuti agar tidak melibatkan diri dalam masalah yang sedang di selesaikan oleh Satria dengan Bella.
'Jangan-jangan Satria sudah mengetahui kebenaran yang sebenarnya,bukan aku pendonor untuk Mama nya.Tidak,aku tidak boleh membiarkan ini terjadi,bagaimana pun pernikahan ku harus berhasil kali ini!'Batin Bella yang menghampiri Satria.
"Apa kamu begitu benci sama aku sampai kamu tidak percaya padaku?"Tanya Bella memegang tangan Satria,Pria yang dulu sangat mencintai nya,bertahan hingga hampir lebih dari enam tahun menjalin kasih antara ke dua nya.
"Jangan menguji kesabaran ku,Aku sudah tau semua nya,yang ternyata bukan kamu pendonor untuk Mama!"
"Aagrrh,sakit Sat,kau mematahkan tangan ku!"Pekik Bella,saat lengan nya di cengkram kuat oleh Satria,
"Satria apa maksud dari perkataan mu?"Tanya Astuti yang memang belum bisa mencerna dengan betul ucapan Satria barusan.
"Ti-tidak Tante,jangan percaya ucapan Satria,dia hanya mencari alasan agar tidak menikahi ku.Tante,kalau memang pernikahan ini harus batal aku sudah terima sebab ikhlas!"Ujar Bella,dengan air mata penuh sandiwara untuk menipu Astuti.
"Terserah mama mau percaya aku anak mu,atau perempuan ular ini,yang jelas orang luar disini!"Satria menatap datar Astuti,membuat wanita tua ini dilema akan ucapan sang anak.
"Tante,aku tidak keberatan jika Satria membatalkan pernikahan ini.Aku juga tidak keberatan jika harus hidup dalam keadaan cacat!"Lanjut Bella,Astuti menatap Bella,lalu melirik Satria.
Astuti berjalan ke arah Bella.
"Tante,percaya padaku,aku tidak membohongi Tante,dan benar aku yang mendonorkan ginjal untuk Tante,karena bagaimana pun Tante sudah aku anggap sebagai ibu ku!"Pungkas Bella,
"Mah,Kamu harus percaya dengan ucapan ku,yang ku katakan adalah kebenaran.Yang mendonor ginjal untuk mama adalah Azizah,menantu yang selalu mama hina dan mama maki,yang selalu mama anggap rendah.Dimana letak hati nurani mama.Mama selalu memperlakukan nya tidak baik.Tapi,dia memberikan ginjal satu nya untuk mama agar mama bisa hidup normal,itu juga tanpa sepengetahuan ku,Azizah ikhlas melakukan itu semua untuk mama.Tapi,mama malah memilih wanita ini untuk ku nikahi ?pernah enggak mah,sekali saja mama menghargai dan memikirkan perasaan Azizah?"Mendengar ucapan Satria,Astuti tersentak,ia memegang pinggiran mobil,dan memegang dada sendiri.
"Tante,jangan dengarkan omongan Satria,dia hanya berbohong,agar Tante mau menerima Azizah !"Teriak Bella lagi.
"Terserah mama mau percaya atau enggak,tapi yang ku katakan adalah kebenaran.Yang lebih sadis lagi,dia menyuruh dokter Anwar untuk menyuntik obat ke rahim Azizah,agar istriku tidak bisa hamil untuk selama nya.Padahal yang ia kandung nanti nya adalah pewaris purna,dimana letak kehormatan purna?Bella tidak menghargai nya ma,ini yang Mama maksud calon istri idaman?"
"Hentikan !"Teriak Bella,kini berjalan ke arah Astuti yang masih terdiam.
"Tante,kamu harus percaya pada ku,aku tidak melakukan itu semua,aku tidak membohongi Tante,percaya padaku!"Ujar Bella,untuk membela diri agar tidak menjadi tersangka dalam kasus ini.
__ADS_1
"Kamu masih tidak mau mengaku,dasar ja-lang!"
Plaak!
Satria menampar Bella dengan begitu keras setelah menahan emosi yang begitu lama.Bella memegang pipi nya yang memerah akibat bekas gambaran dari tangan Satria.
Bella menatap Astuti untuk mencari pembelaan.Tapi,sejak dari tadi Astuti tidak bergeming,yang ia ingat hanya perlakuan buruk nya terhadap Azizah,padahal wanita itu tidak pernah membenci nya.
"Tante,percaya pada ku!"Bella meraih tangan Astuti,Wanita tua itu melirik ke arah Bella yang mencoba untuk memanipulasi semua masalah yang ada.
Plaak!
Tamparan ke dua yang di berikan oleh Astuti membuat Bella atau pun Satria terkejut.
"Ini yang kau mau?"Tanya Astuti,memegang lengan Bella.Wanita itu masih membulatkan mata nya menatap Astuti,terlihat raut wajah Astuti yang penuh dengan emosi.
"Tante,Aku ti...."
Plaak!
Tamparan ke dua pun tidak meleset,mengenai pipi kanan Bella.
Dugh!
"Tante,aku mohon jangan katakan itu,jangan batalkan pernikahan ku dengan Satria,aku tidak bisa hidup tanpa Satria!"Ungkap Bella,yang memohon dan berlutut di depan Astuti.
"Bukan karena Satria,tapi ku rasa kamu tidak bisa hidup jika kamu tidak berhasil merebut harta warisan dari keluarga Purna!"Tukas Astuti,Bella membulatkan mata nya yang sedang menunduk.
"Ti-tidak Tante,aku benar-benar mencintai Satria,Aku tidak bisa hidup tanpa Satria!"Bella masih mencoba memohon kepada Astuti.
"Sudah cukup drama mu,Kau harus ikut aku ke kantor polisi!"Ujar Satria,menarik lengan Bella yang sedang berlutut di depan Astuti.
"Tidak,Tante aku tidak mau di penjara,Tante Aku tidak mau,tolong biarkan aku pergi!"Teriak Bella lagi,yang berusaha di tarik paksa oleh Satria menuju taxi.Astuti mengabaikan teriakan Bella,ia terlanjur sakit hati dengan kebohongan Bella.
Bugh!
Bella mendorong Satria dengan kuat,ia berusaha melarikan diri.Melihat suasana yang tak terkendalikan Azizah pun keluar untuk melihat mereka dari dekat.
__ADS_1
Ceklek !
"Pak tunggu sebentar ya"
"Baik,Nyonya"Azizah,segera berjalan ke arah pintu gerbang rumah Purna yang terbuka.
Astuti mencoba memegang tangan Bella yang berusaha untuk kabur dari sana.
"Tante lepas,aku tidak mu masuk penjara!"Teriak Bella.
"Azizah?"
"Azizah!"
Astuti dan Bella menoleh ke arah Azizah yang berdiri di ambang pintu.
Bella kembali menodong Astuti,dengan sisa tenaga yang di miliki nya.Satria berlari menolong Astuti yang hampir terjatuh karena di dorong oleh Bella.
Disaat Bella mau keluar,Azizah kembali mencegat nya.
"Kamu tidak bisa keluar dari sini,kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang kamu lakukan!"Tegas Azizah,Bella tersenyum miring ke arah Azizah,sembari melihat sebuah mobil yang berjalan ke arah mereka.
"Kamu yakin?"Tanya Bella,lalu menghampiri Azizah.
"Kamu sudah cukup melakukan kejahatan,kamu harus mempertanggung jawabkan nya!"
"Kalau aku enggak mau?"Bella berusaha mendorong tubuh Azizah ke arah mobil yang ia rasa sudah semakin dekat dengan tempat mereka berdiri.
Azizah yang merasa Bella dengan sengaja mendorong nya,dia segera memegang tangan Bella,dan kedua nya serasa tarik menarik,dalam keadaan itu,dan tentu saja tangan ke dua nya terlepas.
Tit...Tit..Tit...Suara klakson mobil,yang berjalan ke arah mereka,dengan kecepatan lumanyan tinggi,padahal di perumahan itu,jarang orang mengemudi dengan kecepatan tinggi.
"Azizah!"
"Sayang!"Satria dan Astuti berteriak secara bersamaan disaat melihat Azizah yang akan terjatuh.
"Agggrrrhh"
__ADS_1
Braak!