
Mobil yang membawa Kejora berhenti di sebuah rumah minimalis.Terlihat dari luar rumah nya sepi dan tidak berpenghuni.
Ceklek !
"Cepat Turun!"Titan Pria itu menarik tangan Kejora.
"Aku enggak mau!"Kejora memberontak saat Pria itu menarik paksa tangan Kejora.
"Tolong..."Teriak Kejora.
"Diam!kalau enggak pi-sau ini akan melukai wajah mu!"Ancam Pria misterius yang belum di ketahui siapa Pria di belakang topeng itu.
Karena tidak ingin terluka,Kejora pun turun dari mobil tersebut.
"Cepat jalan!"Perintah Pria berbeda besar tersebut.
"Siapa Kamu?apa mau mu?"Tanya Kejora menoleh ke arah Pria yang menodong pi-sau ke arah nya.
"Cepat hubungi calon suami mu,suruh dia datang kemari,maka kamu akan aman!"Pungkas Pria tersebut.
"Calon suami apanya?aku tidak memiliki calon suami!"Kejora pun melangkah masuk ke dalam rumah tersebut,setelah di buka kan pintu Kejora langsung masuk.
"Hubungi Pria yang melamar mu tadi pagi,kalau tidak kamu tidak akan bisa pergi selama nya dari tempat ini!"
"Tidak.Aku tidak akan melibatkan dia dalam masalah ini!"Tegas Kejora,menolak perintah Pria bertopeng yang telah menculik nya.
"Oh,kalau kamu tidak ingin memanggil Pria ini tidak masalah,aku tau,kamu lebih senang berdua dengan ku 'kan?"Ha...Ha..Ha..Gelak tawa pria itu membuat Kejora merinding,akhirnya ia memilih untuk menghubungi Bara.
"Nih!"
Kejora langsung mengambil ponsel di tangan pria tersebut,dan ia segera menekan nomer Bara,setelah melihat di ponsel nya.
Tut..Tut..Tut...
Panggilan tak terjawab,Kejora mencoba menghubungi nya lagi,namun masih tidak ada jawaban,sehingga membuat Kejora sedikit kesal.
"Sudah ku katakan Pria itu tidak akan mengangkat nya!"
"Coba kamu hubungi dengan nomer mu!"Titah Pria itu,membuat Kejora membulatkan mata nya.
"Yang benar saja?"Tanya Kejora menaikan alis nya.
"Memang nya aku sedang bercanda dengan mu?"Sembari mengarahkan pi-sau ke arah Kejora.
"Oke-oke,turunkan itu!"Pria tersebut langsung menurunkan pi-sau di tangan nya.
Tut..Tut...Tut..
[Lo dimana]"Begitu tersambung panggilan nya,Bara langsung bertanya,dan ponsel di tangan Kejora di rebut oleh Pria yang menculik nya tadi.
"Calon istri Lo ada sama Gue,kalau mau dia selamat temui Gue di jalan mawar,lorong lurus nomer 56!"
__ADS_1
[Lo siapa?Lo apain Kejora bang-sat!]Teriak Bara,sehingga Pria itu menjauhkan ponsel nya dari telinga.
"Ini calon suami Lo atau singa sih,suara nya keras banget!"Cetus Pria itu sembari melirik ke arah Kejora.
"Ba-bi utan!"Ketus Kejora.
[Kejora,Lo ngatain Gue?]
"Enggak !"
[Udahlah,Gue enggak mau jemput Lo!]Ancam Bara,langsung saja wajah Kejora berubah mulai panik.
"Eh,Lo enggak bisa gitu,Gue masih tanggung jawab Lo,Gue ilang nya di kantor Lo!"Tegas Kejora.
[Bukan urusan Gue!]
Tut...Tut...Tut...
'Sial di matiin?'Pria itu langsung menatap ke arah Kejora.
"Di matiin?sudah ku katakan dia bukan Pria yang bisa di ajak bicara!"Cetus Kejora,sembari menyilang 'kan kaki nya duduk di sofa
Pria yang memakai topeng itu pun bingung,dan mondar mandir di depan Kejora.
"Dari pada Lo mondar - mandir di depan Gue,mending Lo cari makan deh,Gue lapar!"Ujar Kejora.
"Lo nyuruh Gue?"Pria itu menatap Kejora dan sedikit membungkuk.
"Oke,Lo tunggu disini!"Pria itu langsung pergi menuju pintu utama.
Braak!
Kejora atau pun Pria bertopeng terkejut saat menatap Bara yang sudah datang dengan menendang pintu tersebut.
"Heeh!Lo disini lagi nyantai?mending Gue enggak usah datang ya,seperti nya Lo betah disini!"Cibir Bara.
"Eh,siapa yang nyuruh Lo datang,dasar Nobita Lo!"
"Lo yang Doraemon!"Ketus Bara,yang tidak mau mengalah.
"Ba-bi utan!"
"Induk ayam!"
"Stooopp!"Teriak Pria bertopeng yang berdiri di tengah - tengah mereka.
"Lo diam!"Ketus Kejora,sembari menunjuk kesal ke arah Pria bertopeng.
"Dan Lo juga diam"Lanjut Kejora sembari menunjuk ke arah Bara.
"Gue datang kesini mau jemput Lo,kok malah Lo yang nyolot sih!"Bara semakin kesal melihat sikap Kejora.
__ADS_1
"Gue enggak nyuruh Lo datang!"
"Gue juga ogah sebenarnya datang kemari!"
"Pergi sono!"
"Oke!"
"Diiiaam..."Teriak Pria bertopeng itu lagi,membuat Bara dan Kejora kaget,segera terdiam,
"Lo dan Lo diam,jangan bergerak,apalagi bicara,kalau enggak...."
"Enggak apa?"Tanya Bara,
"Kalau enggak,Gue akan tu-suk ini cewek!"
"Eeemm"Seseorang meletakkan pi-sau di pinggang Kejora,Pria bertopeng satu lagi pun datang dari arah belakang Kejora.
"Hentikan,jangan sakiti dia,aku akan melakukan apapun yang kamu mau,aku bisa memberi uang berapapun yang kamu mau!"Bara terlihat begitu panik.
"Bar,Gue enggak mau ma-ti muda!"Teriak Kejora.
"Diam!"Kejora kembali terkejut saat mendengar suara bas dari pria yang menodong nya.
"Berapa jaminan yang kalian mau,aku akan memberikan nya!"Ujar Bara dengan enteng,langsung saja tatapan Pria itu tajam melihat ke arah Bara.
"Kami enggak butuh uang Lo,mending Gue aja yang bayar buat Lo untuk menyerahkan perempuan ini kepada kami berdua,Ha...Ha..Ha..."Gelak tawa pria itu semakin membuat Bara kesal.
"Apa yang Lo mau!"Bara mulai menarik kerah baju pria itu.Membuat Pria bertopeng mengangkat ke dua tangan nya.
"Tenang bro,santai,tidak perlu menggunakan emosi,kita bisa bicara baik-baik!"Tukas pria ini yang takut di tonjok sama Bara.
"Lepasin dia!"Titah Bara sama pria yang menyandera Kejora.
"Tidak semudah itu!"Sahut Pria tersebut.
"Bang-sat!"Teriak Bara,sembari mendorong pria yang ia pegang kerah baju nya,lalu berlari kearah Kejora.
"Aaaaaggrhhh"Teriak Kejora,saat pi-sau di tangan Pria itu menu-suk pinggang Kejora.
Bugh!
Bara menangkap tubuh Kejora yang terjatuh.Kejora terus saja memegang pinggang nya menahan rasa sakit yang menurut nya tidak bisa di jelaskan.
"Kejora bangun!"Teriak Bara,dengan keras,saat Kejora menutup mata nya.
"Kejora,aku mohon,jangan tinggalkan Aku,Aku mohon,bangun lah"Bara berusaha memanggil wanita yang beberapa jam yang lalu sudah ia pinang,meskipun tidak di sambut hangat oleh wanita itu.
"Percuma kau berteriak wanita itu tidak akan bangun!"Cibir salah satu pria yang bertopeng,Bara menatap nyalang ke arah mereka berdua.
"Bang-sat,siapa sih kalian,apa mau Kalian,apa kalian mau uang Hah?"Teriak Bara,yang tidak bisa menahan amarah nya lagi.Netra nya memerah,serta buliran bening mulai tergenang di pelupuk mata.
__ADS_1