
Setelah menyelesaikan masalah di kantor.Satria kembali ke rumah sakit untuk menemui sang istri,dan untuk melihat keadaan istri nya.
Ceklek !
"Sayang Aku kemba...."Tangan masih di handle pintu,mata Satria melebar,saat melihat ruangan itu kosong,tanpa seorang pun yang berbaring disana.
"Azizah!"Teriak Satria dengan lantang,saat sudah memasuki ruangan tersebut.
"Dokter,suster!"Teriak nya lagi setelah keluar kembali dari ruangan pasien.
"Iya Tuan"Dokter yang menangani Azizah,berlari ke arah Satria,dengan nafas yang masih naik turun,pria itu berdiri di depan Satria.
"Dimana Istri saya?"
"Nyonya Purna ada di taman,tadi Nyonya meminta perawat untuk membawa nya jalan-jalan,karena ia merasa bosan di kamar terus!"
"Huufff"Satria menghela nafas lega,saat mendengar pernyataan sang dokter.
"Kamu boleh pergi"Dokter langsung berpamitan dengan Satria,ia itu berjalan ke arah taman,sembari berkacak pinggang.
Dari jauh,Satria berdiri di sisi tembok rumah sakit,memantau sang istri dari jauh,yang duduk di atas kursi roda.
Satria dapat melihat perubahan dalam diri Azizah,meskipun wajah itu tertutup cadar,ia tahu saat ini sang istri pasti sedang tersenyum,melihat kupu-kupu yang berterbangan di atas bunga.
"Tu.."
"Sssttt"Satria mendekat dan menyuruh perawat itu untuk pergi.
"Sus,apakah aku bisa meminta satu tangkai bunga mawar itu?"Tanya Azizah,
"Jangan 'kan satu,bahkan aku bisa membeli lahan bunga mawar untuk mu"Azizah segera menoleh ke belakang,dan melihat Satria yang tersenyum ke arah nya.
"Mas,sejak kapan kamu disini?"Satria memegang ke dua bahu Azizah,wanita ini juga menyentuh tangan sang suami.
"Aku baru saja tiba,aku sudah mengurus kepulangan mu,kita akan pulang sore ini"
"Iya mas,bagaimana kalau sore ini langsung ke tempat ibu?"Sebelum menyetujui permintaan Azizah lebih dulu Satria berpikir.
Satria berjalan ke arah depan Azizah,dan dia berjongkok tepat di depan sang istri.
"Sayang dengar!"Satria memegang ke dua tanah Azizah yang putih mulus itu.
"Kita akan tinggal di rumah yang berbeda dengan keluarga ku,aku sudah menyediakan rumah baru untuk kita,aku harap kamu tidak akan marah!"
__ADS_1
"Kenapa Aku harus marah,tapi kenapa mas mau tinggal pisah dengan Mama?bagaimana dengan orang tua mas Satria,apa mereka setuju?"Bukan nya senang,Azizah malah memperlihatkan rasa khawatir nya kepada orang tua Satria.
"Aku sudah mengatasi semua nya,mereka akan setuju.Ayo kita kembali ke kamar,biar bisa beberes untuk pulang!"
"Iya mas"Satria segera mendorong kursi roda Azizah menuju ruangan Azizah.
* * *
Astuti yang mendapatkan kabar,bahwa Neotoch sudah di ambang kebangkrutan,membuat Astuti sedikit khawatir.
"Bagaimana ini bisa terjadi?kenapa mereka begitu bodoh,melakukan hal itu saja mereka tidak bisa!"Astuti mondar-mandir di dalam ruangan nya.
Tak lama kemudian sebuah pesan masuk dari Bella.Bella juga meminta bantuan Astuti untuk mencabut laporan dari Perusahaan Purna.
Kriing...Kriing...
"Hallo,sayang"
[Tan,aku butuh bantuan Tante!"Suara Bella terdengar sedikit panik.
"Ada apa ?katakan!"
[Satria melaporkan Sandrina ke pihak yang berwajib,dia tidak bisa bebas dengan jaminan,Satria sudah menekan nya,kecuali Satria mau mencabut laporan nya!]
"Bagaimana bisa?bukan kah itu hal yang mudah.Bella maaf,kali ini Tante tidak bisa membantu mu,jika Tante membantu mu,bukan kah Satria akan menunduk Tante terlibat dalam kasus ini,Tante tidak ingin Satria semakin membenci Tante!"
[Tante,Sandrina itu adik Ku,bagaimana bisa Tante berkata begitu.Kalau Tante tidak mau membantu ku,Aku bisa saja memberitahu Satria,kalau Tante lah yang membantu Jordan untuk menjebak Azizah,aku yakin Satria akan mempercayai nya]
'Sialan,aku tidak bisa menganggap remeh wanita ini,ternyata dia lebih licik dari yang ku kira'
[Tante,apa kamu mendengarkan ku!]
"Iya aku dengar,katakan apa yang mau ku bantu?"Tanpa pilihan lain,Astuti terpaksa membantu Bella.
"Kalau begitu aku akan membebaskan Sandrina,aku akan mengirim pengacara purna ke kantor polisi!"
[Baik Tante,Aku menunggu nya]Astuti segera memutuskan panggilan itu.
"Sialan!"Umpat Astuti,setelah panggilan itu terputus.
"Masalah satu belum selesai,sudah ada masalah yang lain,Adi masih bisa belum bisa di hubungi,entah dimana Pria itu saat ini"Geram Astuti yang kembali menekan layar ponsel nya,dan mengubungi pengacara yang ia janji dengan Bella.
Satu jam berlalu,Satria memarkirkan,mobil nya di parkiran rumah sakit purna.
__ADS_1
"Untuk apa kita kesini mas?"
"Aku ingin menemui mama,kamu tunggu aku disini,jangan kemana-mana!"
"Cepat kembali mas"
"Iya"Setelah mengecup sekilas kening sang istri,Satria segera turun dari dalam mobil.
Masih dengan baju yang sama,dan wajah yang sama,bahkan Satria belum makan sejak dari tadi pagi,dan mandi ia baru mandi sekali hari ini.
Ceklek !
"Satria"Seru Astuti yang bangkit dari duduk nya,ia terkejut melihat sang Anak datang untuk menemui nya di rumah sakit.
"Mama 'kan yang bebasin Sandrina!"Teriak Satria,bahkan terdengar begitu jelas dari luar ruangan.
"Satria pelan 'kan suara mu,ini rumah sakit,bukan rumah kita!"Astuti berdiri dari tempat duduk nya.
"Mah,kenapa sih mama itu selalu berpihak kepada mereka yang sudah jelas mereka orang jahat.Mereka sudah memfitnah menantu mama,istri Satria,dan mama membela nya?"
"Bukan begitu,mama kasihan sama Bella,mereka hanya tinggal berdua disini,kalian tau 'kan Bella tidak memiliki siapapun disini,selain keluarga kita.Papa nya saja sudah lama tinggal di luar negeri dengan istri muda nya,kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka.Lagian Bella 'kan calon mantu mama,wajar mama membela mereka!"Pungkas Astuti,
"Ck"Satria berdecak kesal melihat sikap mama nya itu,yang selalu berpihak kepada orang jahat.
"Oke,fine.Mama boleh sekalian menganggap mereka anak mama,Satria tidak peduli,Satria tidak akan kembali ke rumah sebelum mama berhenti memikirkan pernikahan ku dengan Bella"Setelah mengatakan itu,Satria langsung pergi.
"Satria!"
Blam!
Satria membanting pintu ruangan Astuti.Membuat wanita ini menutup mata nya.Lalu duduk kembali di kursi kerja milik nya.
"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu,Azizah aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang dengan Anak ku,aku akan merebut nya kembali dari mu.Wanita sialan!"Teriak Astuti.Namun,Satria sudah pergi begitu jauh dari ruangan itu.
Dari dalam mobil Azizah melihat Satria yang baru saja keluar dari tempat itu,dan menghampiri mobil nya.
Ceklek !
"Sudah mas?"
"Sudah,ayo kita pulang ke tempat ibu mu"
"Terimakasih mas"
__ADS_1
"Kenapa harus berterimakasih,bukan kah ibu mu adalah ibu ku juga"Satria mengelus kepala sang istri,sebelum ia kembali menyetir mobil.
Tak lama kemudian,mobil Satria pun pergi meninggalkan tempat parkiran rumah sakit Purna.