Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Gudang


__ADS_3

"Jadi Bi,dimana Nyonya?"Tanya Satria kembali begitu tiba di ambang pintu gudang.Rani pun keluar dengan membawa pakaian bekas milik Satria.


"Jadi gini Tuan,disaat anda pergi,Saya dan Nyonya pergi untuk membersih gudang setelah itu..."


Tiga jam yang lalu...


"Bi,dimana gudang nya?"Tanya Azizah,Bi Atun langsung menuju lorong belakang rumah Purna.


"Ini Nyonya gudang nya,sebenarnya ini layak untuk di jadikan kamar tidur!"Ujar Bi Atun,sembari tersenyum,lalu membuka pintu gudang.


Ceklek !


"Wah benar kata Bibi,ini terlalu bersih dan nyaman,kenapa ada ranjang disini?"Azizah melihat ranjang lajang di sisi kamar.


"Itu ranjang Tuan Satria waktu masih SMA,padahal Nyonya sudah menyuruh mang Kardi untuk membawa pulang,hanya saja mang Kardi tidak punya waktu!"Ungkap Bi Atun,Azizah hanya mengangguk nya saja.


Bi Atun langsung membereskan kotak-kotak yang isi nya pakaian lama milik keluarga purna.


"Bi,ini lemari masih bagus kenapa di letakkan disini?"Azizah menyentuh lemari jati yang begitu mewah dan cantik,masih layak pakai.


"Begitu lah Nyonya,kalau bosan dengan barang lama,langsung di simpan di gudang,orang kaya mah bebas atuh -Nya!"He..He..Bi Atun tertawa kecil,membuat Azizah juga ikut tersenyum.


Azizah langsung membuka lemari itu,dan penasaran dengan isi nya.Di dalam nya hanya ada beberapa pakaian bekas milik Astuti dan Adi,dan ada juga berbagai macam foto lama milik keluarga purna.


"Itu,album Nyonya,dari pernikahan Tuan dan Nyonya,bahkan ada foto Den Satria waktu bayi hingga besar!"


"Boleh aku melihat nya Bi,aku ingin tahu setampan apa suami ku waktu kecil"Ujar Azizah yang tanpa sadar,Bi Atun langsung tersenyum.


"Boleh atuh -Nya,kenapa harus meminta izin Bibi"


Azizah langsung mengambil album foto dan melihat satu persatu foto yang tertata rapi di dalam album itu.Ada banyak foto masa kecil Satria hingga dewasa,dan juga foto Astuti dan Adi,saat menghadiri berbagai macam acara di sekolah Satria dulu.


"Benar-benar keluarga yang harmonis!"Gumam Azizah menyimpan kembali foto itu.


"Bi,ini apa?apa ini album juga?"


"Iya -Nya,itu album waktu Den Satria Kuliah!"Ujar Bi Atun,yang membuat Azizah penasaran.


Azizah berusaha mengambil album yang berada di lemari atas.Namun,tangan nya tak sampai,membuat dia harus berjinjit untuk mengambil nya.


"Aah!"

__ADS_1


Pak !


Klang Plak!


"Nyonya!"Bi Atun pun terkejut saat melihat album itu terjatuh ke lantai bersama dengan sebuah kotak hitam.


"Nyonya enggak pa-pa?"Tanya Bi Atun yang memeriksa Azizah.


"Saya enggak apa-apa Bi!"Bi Atun pun melanjutkan membereskan beberapa kardus.


"Apa ini?"Gumam Azizah yang mengambil kotak hitam yang jatuh bersama dengan album tadi.


"Nyonya,Saya mau membawa ini ke tempat sampah dulu ya"


"Iya Bi!"Tanpa melihat ke arah Atun,karena rasa penasaran Azizah pun membuka kotak bewarna hitam itu,dan di dalam nya ada jam tangan bewarna merah maroon.


"Jam?"Gumam Azizah,lalu melihat jam itu dengan seksama.


"Seperti nya aku mengenal jam ini?"Lalu Azizah mulai memikirkan sesuatu.


Tap!


"Nyonya apa yang terjadi?"Tanya Bi Atun yang memungut jam di lantai.


Azizah langsung merebut jam di tangan Bi Atun,membuat Bi Atun terkejut.


"Nyonya menangis,apa yang terjadi?"Tanya Bi Atun yang begitu penasaran.


"Aku harus pergi!"Azizah langsung pergi meninggalkan gudang membuat Bi Atun bingung,begitu Azizah pergi,Rani pun masuk ke gudang.


"Bi,apa yang terjadi?kenapa Nyonya muda berlari sambil menangis?"Tanya Rani,yang penasaran.


"Bibi juga tidak tahu,tadi Nyonya hanya melihat album,terus Nyonya juga melihat jam tangan milik Tuan muda,setelah itu,Nyonya langsung berlari keluar!"Pungkas Bi Atun.


"Ayo kita liat Bi!"Rani mengajak Bi Atun untuk melihat keadaan Azizah.


Begitu tiba di dapur,Atun dan Rani melihat Azizah yang sedang menarik koper baju milik nya.


"Nyonya,apa yang Anda lakukan,kenapa Anda membawa koper?"Tanya Bi Atun memegang koper yang ada di tangan Azizah.


"Bi,bilang sama mas Satria,Dia tidak perlu mencari ku!"Setelah mengatakan itu,Azizah langsung menarik koper bersama dengan diri nya keluar dari rumah Purna.

__ADS_1


"Nyonya,jangan lakukan itu,kasian Tuan muda"Azizah tidak memperdulikan teriakan Bi Atun,ia terus berjalan menuju gerbang.


Setelah kepergian Azizah,Rani mengajak Bi Atun untuk membereskan gudang,karena mereka tahu hari ini Astuti akan pulang dari Inggris.


"Jadi begitu lah Tuan cerita nya,Nyonya pergi meninggalkan rumah Purna dalam keadaan mata memerah,bahkan Bibi sempat melihat kalau Nyonya menangis!"Ujar Bi Atun,


"Bi,aku akan pergi menjemput nya,tolong bilang sama Mama aku dan Azizah pergi berkunjung ke rumah Azizah,jangan cerita apapun selain yang ku katakan pada Mama!"


"Baik Den,Bibi mengerti!"Satria langsung pergi meninggalkan gudang.


Desa Gelap. . .


Tok..Tok..Tok..


"Assalamualaikum Bu!"Ucap Azizah dari luar.


"Wassalamualaikum "Sahut dari dalam,


Ceklek !


"Azizah?dengan siapa kamu datang?kenapa kamu membawa koper?"Azizah langsung masuk,dan Sunarsih menarik koper di tangan Azizah,membuat wanita ini menghentikan langkah nya.


"Hiks...Hiks..."Azizah memeluk Sunarsih,dan menangis di pelukan sang ibu.


"Nak,apa yang terjadi?"Tanya Sunarsih yang begitu penasaran,


Sunarsih menuntun Azizah menuju sofa,lalu meminta Azizah untuk menceritakan semua nya.Azizah pun me ceritakan semua apa yang telah terjadi,kenapa ia sampai kembali ke rumah ibu nya.


Bahkan mendengar pernyataan Azizah membuat Sunarsih terkejut,bahkan Sunarsih tidak dapat membayangkan perasaan sang anak saat ini.


"Jadi,Satria sudah tahu,kalau kamu korban nya dan dia sengaja menutupi nya?"Azizah mengangguk,itu malah membuat Azizah salam paham dengan Satria.


"Berarti dia menipu kita selama hampir setengah tahun ini!"Lanjut Sunarsih yang memegang dada nya.


"Bu,ibu jangan terlalu memikirkan Azizah,ibu harus beristirahat,Azizah tidak apa-apa!"Ujar Azizah,yang mencoba menenangkan Sunarsih.


"Ayo,Azizah antar ibu ke kamar!"Azizah melirik jam di dinding,sudah pukul 16:30 sore hari.


Azizah langsung membawa Sunarsih menuju kamar.Sunarsih menurut tanpa membantah ucapan sang Anak,ia tahu saat ini yang lebih terluka dan kecewa adalah anak nya.


Bagaimana tidak dengan perbuatan Satria itu,membuat Azizah batal nikah,dan di cibir oleh semua orang.Sampai saat ini bahkan tetangga masih saja memandang rendah Azizah.

__ADS_1


__ADS_2