Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Dua bulan kemudian


__ADS_3

Kehilangan adalah memang hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini.Apalagi hilang nya orang yang kita sayangi dalam waktu yang bersama pula.


Setelah kepergian ke dua mertua nya.Kini Azizah sudah mulai terbiasa dengan hidup tanpa mereka berdua di sisi nya.


Usia baby twin kini sudah beranjak lima bulan.Mereka sudah mulai bisa mengenali ke dua orang tua mereka.


"Anak siapa ini ganteng sekali?"ucap Satria sedang bermain dengan ke dua baby nya di atas tempat tidur.


"Anak mu lah mas,anak siapa lagi,jangan buat baby twin bingung.Entar mereka pikir mas bukan bapak nya"sahut Azizah yang baru saja keluar dari kamar mandi.Satria pun melongo mendengar ucapan sang istri.


"Sayang,aku hanya bercanda"tukas Satria,yang tak ingin Azizah salah paham.


"Tuh liat Raka lagi liatin mas,dia pun mikir mas benaran bapak nya atau bukan"ledek Azizah.


"Ya benar lah,mereka 'kan tampan kayak aku"Satria pun segera mengendong baby Raka.Arkana tak mau kalah,ia pun sibuk melayangkan tangan nya ke arah Satria.Baby Arkana juga ingin di gedong sama Ayah nya.


"Arkana juga mau Papa gendong ya,entar ya Papa gendong Kakak dulu"


"Mammamama"rewel Arkana,sembari merangkak ke arah Satria yang duduk di dekat nya.


"Mas,ambil lah dulu Arkana,kasian tuh,dia mau juga di gendong"


"Ya sabar sayang,Raka bobok dulu ya,Papa mau gendong adik mu dulu,cemburu aja dia"


"Mereka saling cemburu itu juga karena kamu mas,gendong nya 'kan harus dua mana boleh satu-satu"cibir Azizah yang sedang memasang hijab di kepala nya.


"Mana bisa aku gendong dua sayang,kamu ambil lah Raka dulu sayang"


"Iya bentar lagi.Jadi 'kan mas ke makam mama ?"tanya Azizah,namun lama sekali Satria tidak menjawab nya.


"Mas"Azizah duduk di sebelah sang istri.


"Kamu masih mikirin Papa?"


Satria mengangguk nya,mata nya berkaca-kaca saat pertanyaan itu di tanyakan oleh istri nya.


"Mas,kita bisa mengirim doa untuk Papa dimana pun kita berada,yang penting doa kita tulus mu,yakin saja Papa sudah tenang di alam sana"


"Iya sayang"


"Ayo kit pergi"


Setelah memakai cadar nya pun.Azizah segera mengendong Raka,dan kini Arkana ada dalam gendongan Satria.


* * *

__ADS_1


Setelah berziarah,ke makam ke dua orang tua Satria.Mereka segera kembali ke mobil.Di tengah perjalanan nya,Satria mendapat pesan dari Aldo,kalau mereka mengajak Azizah sam Satria untuk bertemu di restoran biasa.


"Loh mas,kita enggak jadi pulang?"tanya Azizah saat Satria memutarkan arah mobil nya.Ada Raka dan Arkana dalam pangkuan Azizah.


"Aldo dan Bara ajak ketemuan sayang,udah lama kita enggak ngopi bareng mereka 'kan?"


"Eeeemm.Tapi,Raka sama Arkana bentar lagi mau bobok siang mas"


"Sebentar aja sayang"


"Yasudah"


Satria pun segera melajukan mobil nya ke arah restoran di mana Aldo dan Bara menunggu.


Tiba di depan sebuah restoran mewah,disana juga ada ruangan VIP yang bisa untuk bersantai khusus nya untuk keluarga yang memiliki baby.


Ceklek !


Satria membuka pintu mobil untuk Azizah.


"Sini mas bantu gendong Raka sayang"Satria pun segera mengambil Raka dalam gendongan Azizah yang masih melek,bedanya dengan Arkana yang sudah tidur sejak kembali dari makam orang tua Satria.


"Selamat datang "sapa pelayan restoran yang menunggu pelanggan di pintu masuk.


"Untuk berapa orang Tuan?"tanya pelayan lain nya.


"Aldo Andara,sebelah sini Tuan"


Satria dan Azizah di antar ke ruangan dimana Aldo dan Bara menunggu.


Ceklek !


"Silahkan Tuan dan Nyonya"pelayan itu membuka pintu ruang VIP.


"Akhirnya kalian sampai juga"Aldo dan Bara segera menyambut Satria dan Azizah.


"Sini biar aku yang gendong Arkana"pinta Aldo yang ingin mengendong Raka.


"Ini Raka,Arkana ada sama Mama nya"


"Oh,he he he"Aldo pun kembali mendekat ke arah Azizah,sembari mengulurkan tangan nya.Azizah tanpa ragu memberikan Arkana kepada Aldo.Terlihat Aldo yang sangat senang bermain dengan baby Twin.


"Jadi Bara,kapan yang udah pasti acara pernikahan mu?"Satria membuka topik pembicaraan mereka,agar tidak terlihat begitu canggung.


"Minggu depan "jawab Bara,sembari mengambil minuman yang sudah di siapkan oleh pelayan.

__ADS_1


"InsyaAllah.Kami akan datang"


"Pasti dong,harus datang tidak boleh tidak datang ingat itu"tegas Bara,Satria dan Azizah hanya tersenyum saja.


"Iya-ya kami pasti datang,dan membawakan kado spesial untuk mu"


"Apa itu?"


Satria segera berbisik kepada Bara,membuat pria itu cenges-cengesan.Tentu saja reaksi Bara membuat Aldo penasaran.


"Apa yang kalian bisikan?tanya Aldo,melihat ke arah Satria dan Bara.


"Ada deh rahasia!"jawab Bara,yang tak ingin Aldo tahu.Azizah hanya menggelengkan kepala nya saja.Dia sudah tahu kelakuan suami nya pasti sedang ingin mengerjai Bara.


"Loh mas,apa yang terjadi,kenapa Raka kejang- kejang?"Azizah terlihat begitu panik,saat mendapati sang anak yang kejang-kejang.


"Ini pasti sakit waktu dia masih bayi kambuh lagi"cetus Aldo yang ikut panik.


"Cepat bawa ke rumah sakit,dan segera minta perawatan,kasian Baby Raka"


Mereka berempat pun segera keluar dari restoran itu.Sejak bayi, Raka sudah mengalami kejang-kejang.Namun,itu belum sembuh,kata dokter sampai besar pun ia akan mengalami hal itu,akibat obat suntik yang di berikan oleh Sandrina.Membuat Raka mengalami kejang-kejang,serta jantung nya juga sedikit bermasalah.


"Mas,bagaimana ini?"tanya Azizah yang memangku Raka,sedangkan Arkana ada pada Aldo di mobil lain.


"Kamu tenang ya sayang,jangan panik.Kalau kamu panik,aku juga ikut panik dan akan sulit untuk menyetir!"tukas Satria yang melirik sang anak.


"Mas,bisa lebih cepat,aku enggak tega melihat Raka begini"pinta Azizah,


"Iya sayang,iya"Satria pun menaikan kecepatan mobil nya.


Satria merogoh ponsel yang ada di dalam saku celana nya.Lalu ia pun segera menghubungi dokter Sella.


"Dok,aku membutuhkan bantuan mu,Raka mengalami kejang-kejang lagi"


[Segera bawa ke rumah sakit,aku akan tiba di sana sepuluh menit lagi]


"Baik dok"


[Satria tolong speaker ponsel mu.Azizah kamu mendengarkan saya?]


"Iya dok"


[Tolong miring 'kan posisi tidur baby Raka,lalu longgarkan baju yang ia pakai,usahakan dia tidak sesak]


"Baik dok"

__ADS_1


[Oke,saya tunggu di rumah sakit]


Panggilan pun terputus,Azizah sudah melakukan apa yang di minta oleh dokter Sella.Pertolongan pertama sangat penting bagi baby yang mengalami kejang-kejang.


__ADS_2