
Tok...Tok...Tok..
"Masuk!"
Ceklek !
"Anita kemari lah,tolong kamu lihat ini kertas milik siapa ?kenapa tidak ada paraf pemilik nya?"Anita mengambil kertas tersebut di tangan Satria,dan ia melihat nya dengan seksama.
"Pak,ini bukan milik kita.Aku ingat semalam tidak ada desain yang lembut seperti ini sentuhan nya,rata-rata milik purna yang begini"Tuk.Anita mengetuk kertas yang ada di depan Satria,yang lumanyan bagus diantara lain.
"Jadi ini punya siapa?"Tanya Satria,menatap Anita,
"Ini Bapak yang bawa kemari,apa ini milik Bapak?"Anita malah balik bertanya kepada Satria,
"Aku memang ingin menggambar nya semalam,namun Aku tidak memiliki ide yang sebagus ini?"Tukas Satria,menompang kepala nya dengan tangan kanan sembari berpikir.
Kriing..Kriing..
"Pak,permisi ada panggilan"
"Silahkan !"Anita mengangkat panggilan tersebut sedikit jauh dari meja Satria.
"Benar,kalau mau datang sekarang juga bisa kebetulan Pak Satria ada disini!"Panggilan terputus,Anita segera menghampiri meja Satria lagi.
"Pak,Sandrina sudah mendaftar,ia sudah melihat email lowongan kerja milik Purna!"
"Oke,kamu handle pendaftaran dia,jangan biarkan dia bertemu dengan ku,Aku takut Kakak nya juga datang !"
"Baik Pak,saya permisi!"Satria mengangguk,lalu mengambil ponsel yang ia simpan di saku jas.
"Hallo Bi!"
[Iya Tuan]
"Bi,Azizah ada?"
[Nyonya lagi di taman Tuan,apa perlu saya panggil?]
Ceklek !
__ADS_1
"Tidak usah Bi,Aku tutup dulu!"
[Baik Tuan ]Panggilan terputus,saat seseorang masuk ke dalam ruangan Satria tanpa mengetuk pintu.
"Pak maaf,Nona Sandrina memaksa masuk,saya sudah melarang nya"Tukas Anita sembari menundukkan kepala nya.
"Kamu boleh pergi!"Anita segera pergi meninggalkan ruangan Satria.
"Kenapa kamu datang ke ruangan saya?"
"Kak,Aku tidak mau di wawancarai kalau bukan Kakak sendiri yang wawancarai aku "Cetus Sandrina berjalan ke arah meja Satria.
"Anita dengan saya adalah orang yang punya tanggung jawab itu,tidak ada beda nya jika dia yang wawancarai sama saja!"Timpal Satria yang sedikit malas meladeni gadis yang ada di depan nya.
"Jadi bagaimana aku di terima atau tidak?"Tanya Sandrina kemudian,memberikan dua lembar kertas hasil desain tangan nya kepada Satria.Pria itu segera mengambil dan menilai desain milik Sandrina.
"Eemmm,kamu di terima,tapi kamu bekerja atas tanggung jawab Anita,dia atasan mu,kalau kamu tidak setuju aku pun tidak bisa berbuat banyak untuk menempatkan Kamu di kantor ini"Pungkas Satria,seraya menompang ke dua tangan nya di atas meja,dan menatap datar ke arah Sandrina.
"Baiklah Aku setuju!"Ketus Sandrina sedikit kesal.
"Ingat meskipun kamu adik nya Bella,dan Anak dari keluarga Argadana,kamu tetap karyawan biasa jika bekerja di purna,tidak ada hak istimewa untuk mu,semua nya sama disini!"
Blam!
Sandrina membanting pintu ruangan Satria.Satria hanya bisa menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah adik Bella yang tidak memiliki sopan santun.
Ceklek !
Pintu ruangan kembali terbuka,kali membuat Satria menaikan ke dua alis nya.
"Aldo?"Gumam Satria yang terkejut,yang ia tahu sahabat nya itu akan kembali satu minggu lagi.
"Kapan Lo pulang?"Tanya Satria,meskipun ia dapat melihat raut wajah Aldo yang sedang marah.
"Sial-an Lo!"Duagh.Aldo memukul wajah Satria begitu ia tiba di depan meja Satria,tentu saja membuat Satria bingung.
"Aldo,apa yang kau lakukan!"Bara menarik Aldo yang berdiri di depan Satria setelah memeluk wajah Pria itu.
"Apa-apaan sih Lo!"Teriak Satria yang bangun dari duduk nya.
__ADS_1
"Lo yang apa-apaan,nikah enggak ngabarin Gue,kalau bukan karena Papa Gue enggak akan tahu!"Aldo berbalik berteriak kepada Satria.Setelah itu,kedua nya saling pandang satu sama lain dan Satria baru tahu,karena pernikahan itu lah membuat Aldo memukul nya.
Mereka semua duduk di sofa yang ada di ruang Direktur,Anita datang membawakan minuman untuk mereka bertiga.Satria mengompres sudut bi-bir nya yang berdarah akibat pukulan dari Aldo.
"Jadi itu,alasan Lo menikahi wanita itu?"Tanya Aldo lagi,hanya di jawab dengan satu anggukan oleh Satria.
"Tapi Lo enggak seharusnya melakukan itu,bukan kah itu juga hanya kecelakaan,dan seandainya di masa depan Lo bertemu dengan wanita di masa lalu Lo,apa yang akan Lo lakukan?sementara Lo sudah menikah?"Aldo menatap nyalang ke arah Satria,ia menunggu jawaban dari pria itu.
"Itu hanya masa lalu,mana tahu wanita yang sekarang adalah jodoh nya"Timpal Bara.Aldo segera menatap Bara dengan tajam.
"Gue hanya beri pendapat apa salah nya sih!"Lanjut Bara yang kesal dipelototi begitu.
"Jangan ikut campur!kami lagi bicara serius!"Tegas Aldo lagi,Bara segera mengerutkan bi-bir nya lagi,lanjut memainkan game yang ada di ponsel nya.
"Jadi Sat,bagaimana tanggapan wanita itu,Lo sudah cerita sama dia alasan Lo nikahi dia?"
"Tidak,Gue hanya bilang,Gue lakukan ini karena satu kesalahan di masa lalu,Gue nggak pernah cerita soal kecelakaan itu!"
"Apa itu sakit?"Tanya Aldo,saat melihat Satria yang terus mengompres sudut bi-bir nya.
"Sial-an Lo,pertanyaan macam apa itu,kau pikir aku perempuan,hanya satu pukulan saja akan menangis"Ketus Satria yang kesal.Aldo hanya tersenyum geli melihat tingkah Satria yang sedang marah.
Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut secara bersamaan.Namun,tepat di depan ruangan Satria,mereka bertemu dengan Bella.
"Oh,kalian mau pergi?"Tanya Bella,Satria malah melirik ke arah Aldo,pasti meminta bantuan untuk mengusir wanita itu.
"Untuk apa kamu bertanya,kami akan pergi untuk makan siang!"Tukas Aldo,Bella hanya tersenyum menanggapi jawaban Aldo.
"Aku ikut!"Bella segera menempel pada lengan Satria.
"Lepas!ini di kantor,apa yang kamu lakukan!"Satria berusaha melepaskan tangan Bella dari lengan nya.
"Eh Nenek sihir,tolong kau lepaskan sahabat ku ini,mending aku saja yang mengandeng kamu!"Ujar Bara kemudian membantu melepaskan tangan Bella dari lengan Satria.
"Ih...Amit-amit,enggak sudi!"Ketus Bella,sambil mengedikkan ke dua bahu nya.
"Kau pikir aku sudi,hanya Satria aja yang bodoh mau pacaran sama Lo waktu SMA sampai kuliah,bodoh nya dia mau pertahankan hubungan nya dengan Lo!"Teriak Bara yang kesal,tidak memperdulikan tatapan sangar Satria akibat mengatakan nya bodoh.
"Sudah-sudah,ayo makan!"Aldo segera menarik tangan Satria,Bella juga ikut mengintil mereka dari belakang.
__ADS_1