Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Ruang Kerja


__ADS_3

Ceklek !


Anita datang untuk bertemu dengan semua desainer yang ada di dalam ruangan itu,terlebih lagi Laura.


"Ada apa Anita?"Laura bangkit dari tempat duduk nya,menghampiri Anita yang berdiri di ambang pintu.


"Pagi ini,Pak Adi pergi untuk mengikuti rapat di perusahaan tetangga.Pak Adi juga ada tender Minggu depan,dengan syarat perusahaan kita harus mencapai statistik desain harus meningkat,dan tidak boleh kalah dalam pemilihan desain terkemuka.Ada sepuluh perusahaan yang bergabung,salah satu nya perusahaan Pak Aldo,dan juga perusahaan Argadana!"Ujar Anita.


"Pak Aldo dan Argadana ?"Ulang Laura,


"Benar,tapi bukan kah,Sandrina Putri dari Pak Argadana ?"Bisik Anita yang melirik ke arah Sandrina,yang sedang fokus pada pekerjaan nya.


"Eemm.Bukan kah,Aldo mengambil desain dari purna?menurut informasi sih,Pak Adi akan bekerjasama dengan Pak Andara,kedua nya 'kan sahabat !"Ujar Anita kemudian,


"Jadi,apa yang bisa ku bantu?"


"Kamu perlu memilih beberapa orang yang menurut kamu berbakat dalam hal ini!"Tukas Anita memberikan lembaran desain yang di minta oleh penyelenggara.


"Aku mengerti,Aku akan memilih Azizah,Kinan dan Juga Lastri,mereka bisa di andalkan !"


"Kenapa tidak dengan Sandrina?"


"Tidak ada yang cocok bekerjasama dengan dia,Aku takut itu akan menghambat semua nya!"


"Baiklah,Kamu bisa menghandle semua nya,semua pekerjaan itu,aku serahkan kepada mu!"


"Oke!"Anita segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Laura membagikan satu persatu lembaran tema desain yang di berikan oleh Anita barusan.


"Punya ku mana?"Tanya Sandrina,


"Kita hanya punya tiga orang saja,dan itu semua sudah lengkap!"Pungkas Laura yang kembali ke meja nya.


"Tapi dia orang baru,bagaimana bisa kamu mempercayai nya?"Sandrina menatap geram ke arah Azizah,semakin besar kebencian nya terhadap Azizah.


"Tapi kerja keras dia membuahkan hasil,tidak penting dia orang baru atau orang lama.Tapi,apa yang dia lakukan sudah menunjukkan kalau dia berbakat,dan saya sudah putuskan kalau dia berhak mendapatkan kesempatan ini!"


"Terserah Kamu saja,jangan menyesal di kemudian hari!"Cibir Sandrina yang kembali duduk,lalu menatap layar ponsel mendapatkan pesan masuk dari sang kakak.


"Mau kemana kamu?ini belum waktu nya jam istirahat!"


"Aku pergi untuk menemui seseorang !"


Blam!


Sandrina membanting pintu,Laura hanya menghela nafas,lalu ia melirik ke arah Azizah yang nampak diam saja menanggapi perkataan Sandrina.


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Eeemm,Bu,apa tidak seharusnya tugas ku di berikan kepada Sandrina saja,Saya merasa tidak pantas untuk menerima kesempatan ini!"

__ADS_1


"Kamu jangan terlalu memikirkan nya,Aku sudah putuskan kalau Kamu yang aku pilih,kinerja mu baik,apa salah nya kamu mengambil kesempatan ini"


"Akan saya usahakan yang terbaik Bu!"


"Semangat!"Azizah tersenyum,saat melihat Laura memberi semangat kepada nya.


Di lobi kantor Purna,Bella datang untuk menemui Sandrina.


"Kak,kamu baru tiba?"


"Iya,Aku mengambil penerbangan malam,dari LA kesini tidak lah lama!"Bella menyeruput kopi yang ada di tangan nya.


"Bagaimana ?"Tanya Bella kemudian,setelah Sandrina duduk.


"Bagaimana apa nya,Istri Kak Satria kerja disini,satu ruangan dengan ku,menyebalkan sekali!"Geram Sandrina yang duduk dengan kaki menyilang,menampakan hampir seluruh pa-ha mulus nya terlihat.


"What??"


"Telat!"Ketus Sandrina,meledek sang Kakak yang terkejut nya sudah melewati notasi yang seharusnya.


"Aku sudah tau,Tante Astuti yang beri tahu,makanya Aku kembali,aku punya permintaan khusus untuk mu!"


"Apa?"Sandrina melihat sang kakak yang tersenyum licik,sembari meletakkan cangkir kopi milik nya.


* * *


Satria sedang menerima panggilan dari seseorang yang di yakini klien baru,orang itu mengajak Satria untuk bertemu sore itu juga,karena mereka sama-sama akan bersaing dalam tender yang akan datang.


Ceklek !


"Baik,kita bisa bertemu di jam 16:20,jadwal saya kosong!"


"Baiklah,selamat siang!"lanjut Satria,lalu menyimpan kembali ponsel di atas meja nya.


"Berikan"Anita memberikan berkas yang ada di tangan nya kepada Satria,pria itu segera memeriksa nya.


"Bagaimana?apa tanggapan Laura tentang tema desain?"


"Belum ada tanggapan,tapi mereka sudah menerima nya,dan seperti nya saat ini mereka sudah membentuk tim"


"Bagus,pastikan semua berjalan dengan lancar,jangan biarkan mereka terkendala dengan apapun!"


"Baik Pak!"Setelah Satria menanda tangani berkas itu,Anita mengambil kembali berkas tersebut dan membawa bersama dengan nya.


Jam istirahat tiba,karena Laura memiliki pekerjaan lain,jadi dia tidak bisa pergi bersama dengan Azizah saat jam istirahat.Terpaksa Azizah pergi sendiri,ia merasa nyeri di bagian sen-sitif nya,karena bagi nya ini pertama kali setelah kejadian dua tahun yang lalu.


Azizah berjalan dengan begitu pelan,ia melewati ruang makan siang CEO dan Direktur.Dari dalam ruangan itu,Satria melihat ke arah Azizah,pria itu ingin memanggil nya.Namun,ia mengurungkan niat nya saat melihat Anita datang menemui nya.


Azizah melewati lobi,dan juga keluar dari tempat itu.


"Azizah,mau pergi sama?"Ajak Kinan,saat melihat Azizah yang celingak-celinguk melihat sekitaran tempat itu.

__ADS_1


"Boleh!"Sahut Azizah,


"Kita makan siang di restoran depan itu,disana menu nya enak-enak !"Tukas Kinan,Azizah hanya nurut saja.


Tiba di depan restoran itu,Kinan langsung masuk untuk mencari tempat duduk yang sudah hampir penuh.


Meow...Meow...Meow...


Langkah kaki Azizah terhenti,saat mendengar suara kucing,wanita ini segera menoleh dan mencari sumber suara kucing.


Meow...Meow..


Suara itu mulai terdengar lagi,sampai tiba Azizah menemui kucing itu,benar saja,kucing tersebut sedang meminta tolong,dengan kaki nya yang masuk ke lobang aliran air kotor yang ada di pinggir jalan.


"Sayang"Ucap Azizah,sembari membantu kucing yang tersangkut,di dalam lobang itu,dan ia segera menolong nya.


"Maaf,itu kucing saya!"Seru seseorang yang berdiri di belakang Azizah,wanita ini segera menoleh nya.


"Saya hanya menolong nya,tadi kaki nya masuk lobang itu"Sembari melihat ke arah samping,


"Terimakasih "Ucap Pria itu dengan ramah,Azizah memberikan kucing tersebut kembali kepada pemilik nya.


"Saya permisi dulu"


"Tunggu!"Pria itu kembali menghentikan Azizah,


"Saya Johan,Kamu?"Pria itu mengulurkan tangan nya,Azizah menangkup ke dua tangan nya,


"Saya Azizah,permisi"Azizah segera masuk ke dalam restoran itu,dan menghampiri meja Kinan.


"Dari mana saja kamu,aku pikir kamu sudah kembali ke purna!"


"Maaf"Azizah langsung duduk di depan Kinan,


"Aku tidak tau selera mu,tapi aku sudah memesan nasi kuning untuk mu!"


"Terimakasih,aku bisa memakan nya"Ujar Azizah yang langsung melahap makanan yang sudah di pesan oleh Kinan.


"Hai,kita bertemu lagi,bisa kah aku gabung?"


"Tentu saja silahkan!"Kinan langsung menyuruh Johan untuk duduk,padahal Azizah keberatan dengan hal itu,


"Hallo Bu,baik Bu,saya segera kesana!"Kinan menyimpan kembali ponsel di dalam saku blazer nya.


"Azizah aku tinggal enggak pa-pa 'kan,Bu Laura memanggil ku,ada hal penting yang mau ia bahas !"


"Iya tidak apa-apa,aku juga sudah mau selesai!"


"Aku duluan!"Kinan langsung pergi meninggalkan restoran tersebut.


Azizah yang merasa canggung duduk berdua dengan Pria asing,akhirnya memilih untuk pergi juga.

__ADS_1


"Maaf,Pak Johan,saya harus pergi!"Ujar Azizah yang langsung bangkit dari tempat duduk nya,tanpa sengaja Azizah menjatuhkan map milik Johan,Azizah segera mengutip dan memberi nya kepada Johan.Setelah itu,Azizah segera pergi meninggalkan restoran tersebut.


__ADS_2