Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Ketahuan


__ADS_3

Memang tidak terlihat adanya orang yang tinggal disana.Bahkan Aldo berusaha mengintip dari balik jendela.


"Sedang apa kamu disini?"Tanya seseorang membuat Aldo kaget,apalagi saat melihat Putri ada di tangan orang tersebut.


"Sandrina,dimana Azizah?"Tanya Aldo,mendekat.


"Kamu masih ingin tahu keadaan wanita lain,sementara wanita mu ada disini,di tangan ku!"Tukas Sandrina,mendekatkan pi-sau ke arah Putri.


"Jauhkan benda itu dari Putri!"Teriak Aldo,yang mendekat.


"Berani mendekat,akan ku pastikan istri mu tidak akan membuka mata nya lagi!"Pungkas Sandrina.


"Mas,cepat cari Azizah,aku tidak apa-apa!"


"Diam!"Teriak Sandrina dengan keras,Putri sampai menjauhkan telinga nya yang berasa dengung.


"Kalau kau sampai menyakiti Putri,kau akan tau akibat nya,Aku tidak akan melepaskan mu!"Tegas Aldo,


"Kamu pikir Aku tidak berani?hah?"Sandrina semakin mendekatkan pi-sau di tangan nya ke arah perut rata Putri.


Dugh!


"Aagrrh!"Sandrina terhempas sedikit jauh dari tempat semula ia berdiri,saat Bara menendang nya dari belakang.


"Kamu enggak apa-apa?"Tanya Aldo,


"Aku enggak pa-pa mas!"


"Mau di apakan ini manusia? Tanya Bara,yang memegang lengan Sandrina.


"Heeh,sampai kapan pun kalian tidak akan bisa menemukan Azizah!"Teriak Sandrina.


Plak!


Aldo menampar wanita itu,sembari menarik kasar dagu Sandrina.


"Katakan,dimana kau sembunyikan Azizah,jika tidak kau akan tahu,apa yang bisa ku lakukan terhadap mu!"Aldo menyeringai ngeri,namun Sandrina sedikit pun tidak takut telah di ancam begitu.


"Heeh,Kalian pikir aku akan takut?kalian bu-nuh pun aku,aku juga tidak kan mengatakan dimana Azizah berada!"Sandrina berbalik berteriak kepada Aldo.


"Mas,hentikan,percuma bertanya kepada wanita ini,dia tidak akan membuka mulut nya.Kita harus berusaha mencari nya sendiri!"Saran Putri,


"Kamu benar sayang.Bara,serahkan wanita ini ke kantor polisi,dan kamu tau apa yang seharusnya wanita ini dapatkan !"Tegas Aldo,sembari menunjuk ke arah Sandrina.


"Kami sudah mengerti,Aku dan Kejora akan membawa nya ke kantor polisi!"


"Eeemmm"Aldo dan Putri pun pergi meninggalkan rumah tersebut.Begitun juga dengan Bara dan Kejora,yang berjalan ke arah mobil mereka.


* * *

__ADS_1


Sudah hampir sore hari,namun Aldo belum menemukan keberadaan Azizah yang di sembunyikan oleh Sandrina.


"Hallo ma!"


[Aldo,dimana kamu?kenapa belum tiba?Bu Astuti sudah mau di antar 'kan kediaman purna!]


"Aldo belum menemukan keberadaan Istri nya Satria ma!"


[Bagaimana bisa?jadi kalian juga tidak tahu keadaan Azizah saat ini?]Terdengar suara Mella yang begitu panik,mengetahui menantu Astuti belum di temukan.


"Ma,tenang lah,aku akan berusaha semampu ku untuk menemukan Azizah.Tapi ma,apa benar pesawat Satria mengalami kecelakaan ?"


[Benar,saat ini Papa mu sedang pergi menuju bandara untuk mencari informasi lebih lanjut.Mama akan mengirim jenazah Bu Astuti kerumah duka]


"Baiklah ma,jika kami menemukan Azizah,kami akan segera menyusul mama ke rumah duka!"


[Hati-hati sayang]


Aldo segera memutuskan panggilan tersebut.


"Mas,jadi kemana lagi kita harus mencari keberadaan Azizah?"


"Aku juga belum tahu.Saat ini,aku juga bingung,di tambah lagi dengan berita kecelakaan pesawat,Satria dan Om Adi belum di temukan!"Ujar Aldo,yang menghela kasar nafas nya.


"Serahkan semua nya pada Allah,aku yakin Allah akan mempermudahkan kita mas!"


"Eemmm"Aldo segera melajukan mobil nya.


Terlihat tangan Sandrina yang di borgol,dan juga ada dua petugas kepolisian yang sedang memintai keterangan kepada pelaku.


"Katakan,dimana kamu menyembunyikan korban?"


"Aku tidak akan mengatakan nya!"Teriak Sandrina.


Brak!


Polisi tersebut mengebrak meja nya.


Plak!


Satu tamparan melayang ke arah Sandrina,


"Katakan,dimana keberadaan korban ?"Tanya polisi itu lagi,kali ini mencengkram kuat dagu Sandrina.


"Heeh,kalian bu-nuh aku,aku juga tidak akan mengatakan nya!"Ha..Ha..Ha..Sandrina tertawa begitu keras,Bara yang memperhatikan itu dari arah jendela membuat nya geram.


"Mau kemana kamu?"Tanya Kejora,saat Bara akan pergi dari tempat itu,


"Aku akan bertanya sendiri kepada wanita itu!"Tukas Bara,

__ADS_1


"Apa kamu gila,biarkan polisi melakukan tugas nya!"Kejora mengedipkan mata nya,membuat Bara kesal.


"Kau masih bercanda saat sedang ginting begini?"Ketus Bara,yang kesal,lalu Kejora berbisik sesuatu kepada Bara,membuat Bara menyeringai.


"Boleh juga ide kamu"Ujar Bara kemudian,lalu merangkul pinggang Kejora.


Blam!


Polisi yang tadi bertugas menginterogasi Sandrina pun keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana pak?"Tanya Bara,petugas itu menggelengkan kepala nya.


"Tidak ada jawaban,terakhir kali ia mengatakan kalau ia bersikukuh tidak menculik korban.Namun,atas rekaman cctv di mall,dia memang melakukan tindakan tabrak lari,terhadap Nyonya Astuti!"Ungkap petugas tersebut.


"Pak,lakukan sesuatu agar pelaku membuka suara,kami ingin segera mengetahui keberadaan korban!"


"Kami tidak bisa memaksa korban jika tidak ada pelaku lain nya.Bahkan,ia bisa saja di bebaskan dengan jaminan!"


"Ini kasus pembu-nuh berencana bagaimana ia bisa mendapatkan jaminan?"Tanya Bara lagi,dengan raut wajah yang menahan emosi nya.


"Kami juga tidak tahu,ada seseorang yang berada di balik kasus ini,bahkan menjamin pelaku kalau kasus tabrak lari itu tidak di sengaja oleh nya!"


Ceklek !


Sandrina di bawa keluar dari ruangan interogasi,dan wanita itu menatap Bara dengan raut wajah yang mengejek.


"Kenapa dia bisa bebas?"Tanya Kejora,saat melihat borgol di tangan Sandrina sudah di lepaskan.


"Tentu saja aku bisa bebas,Aku tidak melakukan kejahatan apapun!"Tegas Sandrina,tersenyum mengejek ke arah Bara dan Kejora.


Sandrina langsung berjalan ke arah pintu keluar,sementara Bara dan Kejora hanya menatap satu sama lain,sembari mengangguk.


"Target sudah keluar!"Ucap Kejora,melalui ponsel nya,lalu mereka berdua ikut keluar.


"Kamu yakin sayang?"Tanya Bara,mendengar kata-kata sayang dari bi-bir Bara membuat Kejora terkejut.


"Apa?coba katakan sekali lagi"Suruh Kejora yang ingin menggoda Bara,


"Eeemm,maaf sudah lewat!"Cetus Bara,Kejora langsung menahan tawa melihat raut wajah Bara yang kesal.


Ke dua nya memang tidak pernah bersikap manja atau berbicara begitu lembut.Bahkan,untuk waktu akur saja kadang bisa di hitung waktu saat mereka bersama,selalu berdebat satu sama lain,ada saja masalah yang di perdebatan oleh mereka berdua.


Kejora dan Bara,melihat ke arah mobil yang menjemput Sandrina,ke dua nya tersenyum smirk,lalu tanpa sadar berpelukan.


"Akhirnya target masuk ke dalam perangkap!"


"Benar!"Ke dua nya masih berpelukan.


"Eh,ngapain peluk-peluk Gue,geli Gue!"Cetus Kejora,yang sadar,begitu juga dengan Bara.

__ADS_1


"Idih,Gue juga ogah!"Bara pun keluar dari tempat itu menuju parkiran mobil,dengan di ikuti oleh Kejora dari belakang yang senyum-senyum sendiri melihat tingkah calon suami nya itu.


__ADS_2