
Tiga tahun telah berlalu,bukan lah waktu yang singkat.Sudah tiga tahun waktu yang di lewati Arkana tanpa ke dua orang tua nya.Bukan tidak rindu bukan juga tidak mencintai Mama dan Papa nya.Hanya saja,Arkana telah belajar banyak hal selama tiga tahun di Inggris.Saat ini ia sudah menjadi pria yang begitu banyak di kagumi oleh semua orang,tidak dari kalangan pria saja,yang mengidolakan sosok Arkana.
Bahkan ada banyak para wanita yang setiap hari berusaha untuk mendekati pria itu.Kinj Arkana sudah berumur 18th.Arkana sudah melewati hari -hari nya tanpa orang tua disisi.Bahkan Arkana telah merayakan ultah nya selama tiga tahun tanpa ada nya Satria, Azizah dan juga Raka.
Hari ini adalah hari lahir nya Arkana dan Raka.
"Tuhan,aku tidak pernah meminta apapun dari mu selama aku berada disini,kali ini aku ingin meminta sesuatu pada mu,yang mungkin mustahil bagi ku,namun tidak bagi-Mu.Aku ingin bertemu dengan Mama,Papa dan juga Raka!"ucap Arkana,setelah selesai berdoa ia pun menyimpan sajadah nya,dan menggantikan pakaian nya.
Hari ini adalah hari libur Arkana,karena ia baru saja melewati masa wisuda nya di sekolah.Arkana telah lulus menjadi siswa terbaik tahun ini,dan itu berasal dari Indonesia,sungguh mengejutkan semua orang.
Tok ! Tok ! Tok !
"Tuan Arkana, Tuan Besar Albert,menunggu Anda di bawah!"
Suara itu mengejutkan Arkana,pasalnya ia tidak tahu,jika Albert datang menemui nya.
"Baik,saya segera turun!"
Mendengar jawaban dari Arkana,pelayan pun pergi meninggalkan kamar tersebut.
Tak lama kemudian,Arkana turun,dan beberapa pelayan menunggu nya di bawah.
"Dimana Tuan besar?"
"Tuan besar ada di luar!"
Arkana mempercepat 'kan langkah kaki nya menuju pintu utama.Begitu tiba disana,pelayan segera membuka pintu tersebut.
"Om Albert!"Arkana memeluk pria itu dengan erat,seraya mendengar berbagai macam kata pujian yang keluar dari mulut Albert untuk Arkana.
"Kamu memang pantas mendapatkan nilai terbaik!"tukas Albert lagi,masih memegang ke dua bahu Arkana dengan erat.
__ADS_1
"Apa hadiah yang ingin kamu minta,kali ini Om akan mengabulkan semua keinginan kamu"tegas Albert,Arkana langsung terkejut,pasalnya Albert tidak pernah sebahagia itu.Tapi,hari ini terlihat Albert yang begitu semangat,ia telah berhasil menjadikan Arkana pria yang sukses menuju masa depan nya kelak.
"Arkan rindu Mama,Papa dan Raka!"lirih Arkana dengan suara nya yang pelan,bahkan Albert hampir tidak mendengar nya.Arkana teman menahan diri selama tiga tahun,ia tidak pernah meminta papan kepada Albert,tapi kali ini ia memberanikan diri.
"Kenapa kamu merindukan mereka,bahkan mereka tidak pernah menghubungi mu?"pertanyaan itu,membuat Arkana terkejut,ia menatap lekat ke arah Albert.
"Selama tiga tahun,aku tidak melihat ponsel ku,semua adalah peraturan om,bisa saja mereka menghubungi ku,hanya saja aku tidak bisa melihat atau membaca nya.Namun,mereka sering mengirim pesan melalui email.Om,bagaimana pun mereka keluarga ku,aku tidak bisa mengabaikan mereka,atau melupakan mereka"pungkas Arkana yang kini menundukkan kepala nya.
Pak!
Seseorang menepuk bahu Arkana,dan itu membuat ia terkejut,dan segera menoleh.
"Mama,Papa !"teriak Arkana saat ia melihat seseorang yang memegang bahu nya tadi.
Arkana langsung memeluk Satria dan Azizah secara bersamaan,dan pelukan hangat itu,sudah lama tidak di rasakan oleh Arkana.Bahkan Azizah sudah menangis sejak tadi saat melihat Arkana pertama kali keluar dari pintu.
"Dimana Raka? apa dia tidak ikut?"tanya Arkana,
"Bagaimana kabar mu? apa kamu bahagia tanpa ku? kamu pasti senang tidak ada orang yang menyusahkan mu lagi!"tanya Raka,namun itu membuat Arkana marah,
"Jangan berkata begitu,aku sudah kesepian selama tiga tahun ini"ungkap Arkana,saat pelukan itu terlepas.
Ceklek !
Seseorang turun dari mobil,dan itu membuat Arkana terkejut,dan ia melepaskan tangan Raka yang dari tadi di pegang oleh nya.Arkana menatap Divia dengan lekat,melihat netra yang berbinar-binar itu Divia nampak nya sangat bahagia terlihat dari senyuman nya.
"Hai,apa kabar?"sapa Divia,setelah keluar dari mobil.
"Baik!"jawaban Arkana singkat padat dan jelas.Arkana lalu mengajak Raka dan yang lain untuk masuk.
"Satria,aku tidak bisa menemani kalian disini,aku akan segera kembali ke LA,ada urusan penting yang tidak bisa ku tinggalkan!"
__ADS_1
"Terimakasih banyak Tuan Albert,sampai bertemu di lain waktu!"
Setelah menitip keluarga Satria kepada Edward,Albert pun pergi meninggalkan villa nya.
Di meja makan,beberapa pelayan sedang menata menu untuk makan malam,dan ada Raka dan Divia yang duduk berdampingan.
"Bagaimana sekolah mu?"tanya Arkana.
"Sekolah kami lancar,dan kami juga sudah lulus,aku ingin mengambil jurusan kedokteran di university,tapi Papa tidak mengijinkan aku!"Raka terlihat murung.
"Tentu saja Papa punya alasan!"timpal Arkana,
"Arka,seperti nya hidup mu disini jauh lebih baik,ada banyak pelayan yang merawat dan melayani mu,jadi kamu tidak akan kesepian disini!"ujar Raka,
"Semewah-mewah nya tempat orang,tetap lebih enak gubuk sendiri.Ayo kita makan malam dulu,setelah itu,kita bisa mengobrol lagi"Arkana pun mengalihkan pembicaraan nya dengan Raka,karena ia tidak ingin ada perdebatan antara mereka berdua.
Namun,Raka mengerti dengan ucapan Arkana ,sepanjang waktu mereka berada di meja makan,tak ada satu pun orang yang berbicara,semua orang terlihat sedang menikmati malam malam mereka.
Satu jam berlalu. . .
Mereka semua segera bangkit dari tempat duduk nya,ada Pelayan yang membereskan meja tersebut.
Arkana meminta Edward untuk mengantar mereka ke kamar tamu,karena Arkana tahu,mereka butuh tempat untuk istirahat segera setelah perjalanan jauh.
Raka tidur di kamar Arkana,sementara Divia tidur sendiri,Satria dan Azizah mendapat kamar di lantai bawah.
'Apa iya aku tidak kesepian?'batin Arkana yang melirik Raka,yang tertidur di sebelah nya.
'Ya kamu benar Raka,semenjak aku tinggal disini,dan tau betapa penting nya waktu,aku pun tidak pernah merasa kesepian,saat hari-hari ku hanya di sibukkan oleh belajar- belajar dan belajar saja,tidak ada hal lain,malah aku iri dengan kehidupan mu yang bisa menikmati masa muda mu'Arkana menarik selimut untuk menutupi tubuh ke dua nya.
Arkana sangat bahagia,dapat tidur satu ranjang lagi,bersama dengan saudara kembar nya itu.
__ADS_1