
Terlihat Satria yang sedang mondar-mandir di UGD.
"Sat,apa yang terjadi?kenapa kamu disini?"Tanya Mela,yang baru saja keluar dari ruangan nya.
"Azizah Tan,tiba-tiba ia pingsan!"
"Pingsan?apa selama ini ia pernah mengeluh sakit bagian bekas operasi nya?"
"Oh iya,Tan,Aku lupa,aku benar-benar lupa,bagaimana jika sesuatu terjadi dengan nya?"Gumam Satria,
"Semoga saja,semua nya baik-baik saja Sat,Bara juga di rawat disini!"
"Apa yang terjadi dengan Bara?"Tanya Satria,yang baru mengetahui akan hal itu,
"Cerita nya panjang,dia ada di kamar melati,jika kamu ingin menjenguk nya,kamu bisa pergi!"
"Aku akan melihat nya nanti setelah Azizah siuman!"
"Eeemmm,semoga semua nya baik-baik saja,Tante pamit dulu ya Sat,Tante masih ada pekerjaan yang belum siap!"Pungkas Mela,Satria hanya mengangguk saja,Mela pun berlalu dari hadapan Pria itu.
Ceklek !
"Dok,bagaimana keadaan istri saya,apa yang terjadi?"Tanya Satria,dengan raut wajah yang begitu panik.
"Tenang Tuan,Saya mengerti anda sangat khawatir dengan keadaan Istri Anda,mari ikut keruangan saya!"
"Baik dok!"Satria mengikuti dokter itu,menuju ruangan nya,yang tak jauh dari sana.
Tiba di dalam ruangan dokter,Satria langsung duduk di depan meja dokter.
"Jadi dok,apa yang sebenarnya terjadi?kenapa tiba-tiba istri saya pingsan?"
"Nyonya Azizah,hanya kecapean saja,dia tidak apa-apa,untuk tekanan darah juga normal,hanya saja mungkin dalam beberapa hari ini ia sering mengalami stres atau banyak pikiran,itu sangat berpengaruh sama ibu hamil muda!"Ungkap dokter,
"Ha-hamil?"Satria mengulang kata-kata itu,dengan mata melebar,
__ADS_1
"Benar,istri Anda hamil,apa Anda tidak tahu apa-apa?"Dokter tersebut,berbalik bertanya kepada Satria,
"Saya tidak tahu istri saya hamil,karena dua hari yang lalu baru saja kami melakukan tes,dan hasil nya negatif!"
"Bisa jadi, itu ada kesalahan pada alat tes nya,malah usia kehamilannya sudah memasuki bulan tiga,memang tidak terlalu terlihat,karena dengan bentuk tubuh yang seperti itu,jarang orang dapat melihat nya,jika tidak terlalu memperhatikannya!"Pungkas sang dokter.Terkihat raut wajah Satria yang begitu ceria,ia bahagia akhir nya Azizah bisa hamil,dan itu adalah hasil dari doa dan usaha mereka selama ini.
"Tapi Tuan,ada kabar buruk,yang harus saya sampai 'kan kepada Anda!"Raut wajah dokter terlihat begitu serius,sehingga membuat Satria takut untuk mendengar,kabar apa yang akan disampaikan dokter ini.
"Apa yang terjadi dok?katakan !"Satria menatap datar dokter itu,ia ingin tahu,apa yang akan di sampaikan dokter tersebut,kepada nya.
"Ada dua kemungkinan yang akan terjadi,yang pertama hamil dengan kondisi satu ginjal,bisa di bilang itu berbahaya untuk kesehatan janin dan si ibu.Namun,bisa juga di katakan jika hamil dalam keadaan satu ginjal aman,bagi kesehatan kedua nya.Hanya saja,meskipun kehamilan dengan satu ginjal bisa dikatakan aman dengan pemeriksaan terlebih dahulu, hidup dengan satu ginjal dapat menempatkan si ibu pada resiko komplikasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan jika tetap ada dua ginjal.Ini karena kehamilan kerap dikaitkan dengan berbagai perubahan fisiologis ginjal, termasuk peningkatan aliran plasma ginjal dan GFR"
Deg !
Detak jantung Satria berdetak lebih kencang dari sebelum nya,seluruh tubuh nya terasa kaku,mata nya melebar,bagaimana tidak,harapan nya selama ini agar Azizah bisa secepat nya hamil.Namun,pada kenyataan nya,banyak resiko yang harus di terima oleh Azizah jika hamil dalam keadaan satu ginjal.
"Dok,apa ada cara lain?"Tanya Satria,
"Ada,dengan menerima donor ginjal dari orang lain,hanya saja,resiko nya tinggi,karena si ibu dalam keadaan hamil, dan resiko nya adalah kematian!"Ungkap sang dokter,air mata Satria menetes,bagaimana tidak,Satria menginginkan ke dua nya tetap selamat,tapi itu semakin memperburuk kondisi si ibu.
"Sebelum semua terlambat,alangkah baik nya,kita harus melakukan pengangkatan janin,setelah itu,anda bisa melakukan operasi donor ginjal untuk istri Anda!"Saran dokter,Satria tidak merespon,ia segera berdiri.
"Tuan..."Panggil dokter itu,Satria tidak menjawab,
Blam!
Satria membanting pintu ruangan dokter,lalu ia berjalan ke arah ruangan UGD,dimana Azizah berada.
'Kenapa ini semua terjadi!'
Dugh!
Satria memukul dinding,saat ia mengingat kondisi sang istri,baru juga bahagia dengan kehamilan Azizah,tapi ia sudah mendengar saran dari dokter untuk mengangkat janin itu.
'Aku belum melihat wajah nya,tapi dokter sudah menyuruh Aku untuk membuang nya,bagaimana bisa?'Batin Satria yang terus meronta-ronta mengingat keadaan Azizah dalam kondisi yang tak baik-baik saja.
__ADS_1
Satria terus menghadap dinding rumah sakit,air mata nya menetes,ia bahkan tidak dapat membayangkan jika Azizah tahu,kondisi nya.
"Hiks..Hiks.."Satria menyeka air mata nya,lalu ia berjalan ke arah pintu ruangan Azizah,Satria menatap pintu ruangan itu,bahkan ia tidak mampu untuk melihat raut wajah sang istri saat ia akan bertemu dengan Azizah.
Ceklek !
Setelah menyeka air mata nya,dan Satria bersikap biasa saja,seolah-olah tidak ada yang terjadi.Satria segera melangkah masuk ke dalam ruangan,dan benar saja,Azizah sudah siuman.
"Mas!"Lirih Azizah,saat melihat Satria masuk ke dalam ruangan itu,
"Sayang"Satria mengembangkan senyuman nya kepada Azizah,Pria ini langsung menghampiri sang istri.
"Sayang,bagaimana keadaan mu?"Tanya Satria,begitu sampai di dekat Azizah,wanita ini berusaha untuk duduk dan Satria membantu nya.
"Kamu berbaring saja sayang,kamu 'kan masih sakit?"
"Aku baik-baik saja mas,apa yang dokter katakan?kenapa aku ada disini?"Tanya Azizah yang memegang tangan Satria,duduk di pinggir ranjang pasien milik nya.
"Tadi aku menemukan mu pingsan di taman,dan aku membawa mu kesini!"Satria tidak berani menatap netra Azizah,bahkan Satria tidak kuasa menahan air mata nya.Tangan Satria langsung bergerak menghapus buliran yang akan lolos dari pelupuk mata nya.
Ceklek !
Pintu terbuka,ke dua nya langsung menoleh,dan itu seorang perawat yang datang membawakan obat suntikan untuk Azizah.
"Permisi Tuan,Nyonya,saya ijin ya!"Ucap Perawat itu dengan ramah,Satria hanya mengangguk saja.
"Nyonya banyak - banyak lah istirahat,agar cepat sembuh,apalagi sedang hamil muda,jangan kecapean,atau stres berlebihan,saya permisi dulu!"Perawat itu langsung keluar.Namun,Azizah masih dengan posisi yang sedang syok,ia kaget mendengar berita bahwa dirinya tengah hamil.
"Mas,apa benar aku hamil?"Tanya Azizah,Satria tidak langsung menjawab nya,ia masih terdiam,entah apa yang ada di pikiran Satria saat ini.
"Mas!"Panggil Azizah lagi,
"Iya sayang"Satria menyentuh pipi Azizah, "Benar yang di katakan perawat itu,kamu memang sedang hamil,tadi aku berencana untuk memberi kejutan pada mu,tapi perawat itu malah memberitahu mu lebih dulu!"Pungkas Satria,menyembunyikan kesedihan nya,Azizah langsung memeluk Satria,karena ia bahagia akhir nya ia bisa memberikan keturunan untuk keluarga Purna.
"Mas,akhir nya Allah menjawab semua doa-doa kita mas,Mama dan Papa pasti senang,ibu juga pasti sangat bahagia!"Ucap Azizah dalam keadaan yang masih memeluk Satria.
__ADS_1
Pelukan Satria,semakin lama semakin erat,bahkan Pria ini,tiba-tiba meneteskan air mata nya.
"Mas,aku ingin segera pulang!"Lanjut Azizah,Satria hanya diam saja,dia memikirkan ucapan dokter tadi.