
Tanpa sengaja,ponsel Kejora tertinggal di meja mereka,lalu Aldo melihat nya.
"Ini ponsel siapa?"
"Pasti milik wanita itu!"
"Bara kamu antar gih,kasian mungkin dia membutuhkan ini"
"Ogah"Bara membuang wajah nya yang masih kesal.
"Ayolah Bar,kamu enggak boleh gitu sama perempuan,kasian Lo,mana tau dia membutuhkan ponsel nya,gara -gara kamu Lo dia di pecat dari kerjaan nya !"
"Oke,Gue bakal kasih ini ponsel sama itu cewek!"Bara langsung bangkit dari tempat duduk nya berniat ingin mengejar Kejora agar bisa memberikan Ponsel milik kejora.
Tiba di luar restoran,Bara melihat kejora yang sudah berlalu begitu jauh.
"Sialan,merepotkan sekali"Gumam Bara yang langsung masuk ke dalam mobil nya dan mengejar Kejora yang sudah jauh.
Sampai di persimpangan jalan ,Kejora berbelok ke arah rumah nya.Rumah itu terlihat begitu mewah dan besar.Kejora memarkirkan motor nya di depan rumah lalu ia segera masuk ke dalam rumah.
Seperti biasa,rumah nya seperti,tidak ada pelayan atau pun orang lain.Ibu Kejora sedang bekerja di rumah sakit.Sementara Papa tiri nya tidak tahu apa perkejaan nya.Keluarga Kejora memiliki penghasilan dari perusahaan Almarhum Papa nya kejora,yang memang Kejora terlahir dari keluarga kaya.
Kejora berjalan ke arah dapur dan menyiapkan minuman untuk dirinya sendiri.Dari belakang,sebuah tangan melingkar di pinggang Kejora,membuat wanita itu langsung menghindar.
"Om Tio,apa yang Om lakukan disini?"Tanya Kejora,Tio adalah Papa tiri Kejora,yang lebih muda dari ibu nya.Pria me-sum itu selalu menggoda dan menganggu Kejora.
"Jangan begitu naif sayang,aku tahu,kamu juga menginginkan aku 'kan?katakan saja!"Tio berjalan ke arah Kejora,
"Katakan apa yang kamu mau,Aku akan menuruti mu,asalkan kamu mau mem-uaskan aku!"lanjut Tio.
Plak!
Sebuah tamparan berhasil mengikis muka tebal milik Tio,yang berani menggoda anak tiri nya itu.
"Kamu berani menampar ku?"Tio mencengkram kuat tangan kanan Kejora,wanita ini meringis kesakitan.
"Lepas Om sakit!"Teriak Kejora.Namun,pria itu tidak mau melepaskan nya,Tio berusaha menjalankan aksi be-jat nya itu.
Bara yang sudah kelelahan mencari rumah wanita itu,akhirnya ia terparkir setelah melihat motor milik kejora yang terparkir di depan rumah.
"Mewah juga,apa dia bekerja disini,sebagai pembantu"Gumam Bara,yang turun dari dalam mobil,lalu membuka pintu gerbang.
"Permisi!"Teriak Bara,tapi tidak ada tanggapan lain,ia segera mendekat kearah motor tersebut,dan berjalan ke arah pintu depan.
Disaat Bara ingin mengetuk pintu rumah Kejora,ia mendengar suara ribut dari dalam.
__ADS_1
"Tolong..."Suara teriakan Kejora semakin kencang.
Ceklek !
Bara langsung menerobos masuk,dan mencari arah suara ribut itu,rumah kejora lumanyan besar dan luas.
Disaat Bara berada di dapur,dia melihat Tio yang ingin memper-ko-sa Kejora,Bara segera bergegas untuk menolong wanita itu.
Duacckk!
Bara menendang pria itu.
"Sialan,siapa kamu?"Teriak Tio,Bara membantu Kejora untuk berdiri,dan Bara segera melepaskan jas nya,dan ia memakaikan itu kepada Kejora.
Dugh..! Bugh!
Dugh! "Aah!"
Setelah Bara menghajar nya beberapa kali,Pria itu pun pergi meninggalkan ruangan dapur.Setelah memastikan Tio pergi,Bara mendekati Kejora.
"Kamu enggak pa-pa?"Tanya Bara,
"Aku baik-baik saja!terimaksih!"
"Sama-sama,dimana kotak obat nya"Kejora menunjuk kotak obat kepada Bara,dan pria itu segera mengambil nya.
"Aww..pelan!"Pekik Kejora yang menahan rasa sakit.
"Cengeng,sabar,,sebentar lagi selesai!"
"Terimakasih sekali lagi"Ucap Kejora,
"Apa itu tulus?"Tanya Bara,langsung membuat Kejora bad mood.
"Aku hanya bercanda"Ujar Bara,yang melihat perubahan wajah Kejora.
"Kenapa kamu bisa disini?"Tanya Kejora.
"Kamu meninggalkan,Ponsel mu di restoran,jadi aku berniat untuk mengantar nya pada mu!"
"Sekali lagi terimakasih!"Kejora bangkit dari tempat duduk nya,
"Kamu tunggu disini,aku akan pergi menggantikan baju ku"
Bara hanya mengangguk ,semetara Kejora bejalan masuk ke dalam kamar nya.Bara melihat seisi rumah Kejora,ada foto keluarga Kejora dengan Papa nya dulu.
__ADS_1
Tak lama,Kejora siap berganti pakaian,dan ia pun pergi menemui Bara kembali.Kejora memberikan jas milik Bara kepada Pria itu,dan kedua nya berkenalan kembali.
"Kejora!"Wanita itu mengulurkan tangan nya ke arah Bara.
"Bara Andara!"
"Senang berkenalan dengan mu,dan lain kali aku akan mentraktir kamu karena sudah menolong ku!"
"Tidak masalah,kalau pun di posisi itu bukan kamu,aku juga akan menolong nya.Jadi,siapa pria yang tadi?"
"Dia suami ibu ku!"
"Suami ibu mu?"Bara sedikit bingung dengan jawaban Kejora.
"Suami ibu ku,Papa Tiri ku.Ini bukan sekali atau dua kali,bahkan hampir tiap hari,aku berhasil lolos,dulu di rumah ini ada pengawal dan pelayan,tapi semua di pecat,mungkin ini tujuan Papa tiri ku itu!"Ungkap Kejora,Bara bersimpati mendengar curhat Kejora.
"Kamu enggak pa-pa Aku tinggalin?atau mau ikut dengan ku,aku bisa mengantar kamu,mungkin ada tempat yang ingin kamu tuju?"
"Bisa antar 'kan aku ke makam Papa ku,aku ingin ke makam Papa,karena kalau ke tempat Mama percuma Mama enggak akan percaya padaku!"Ujar kejora.
"Ikut dengan ku!"Kejora pun bangkit dari tempat duduk nya,dan mengikuti Bara,yang sudah ia anggap sebagai teman nya.
Di dalam mobil,Bara hanya diam saja,begitu juga dengan Kejora.
"Maaf sebelum nya,atas keributan di jalan tadi "
"Tidak apa-apa,maaf juga aku sudah menabrak mu,karena aku terburu-buru !"
"Tidak apa-apa"
"Tapi,kenapa kamu bekerja,padahal menurut pandangan ku kamu bukan orang yang kekurangan uang?"
"Aku melakukan itu semua untuk menghindari Papa tiri ku,dengan begitu aku punya alasan untuk keluar dari rumah,setiap hari!"
"Apa dia akan begitu terus?"Tanya Bara,
"Ia semenjak aku lulus SMA,dulu aku tinggal dengan nenek ku di desa,karena Papa ku waktu itu baru meninggal,jadi aku di titipkan pada nenek!"
"Owh,aku turut berduka ya atas apa yang menimpa diri mu"
"Terimakasih,tolong belok ke kanan!"
"Oke"
Bara pun menghentikan mobil nya,saat Kejora mengatakan kalau mereka sudah tiba,dan Kejora segera turun,Bara juga ikut turun.Membuat Kejora heran.
__ADS_1
"Kenapa kamu turun?kamu enggak pulang?"
"Aku akan mengantar mu ke tempat lain yang menurut mu aman setelah dari sini,takut pria itu datang lagi!"Ujar Bara,Kejora hanya mengangguk lalu pergi ke arah makam Papa nya