Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Rumah sakit Purna


__ADS_3

Tepat jam 06:30,Satria dan Azizah sudah tiba di rumah sakit purna.Bahkan Satria sudah menghubungi Adi untuk mengetahui ruangan Astuti.Tentu saja kelas VIP,dan juga sudah di jaga dua puluh empat jam oleh perawat di sana.


"Sudah sampai mas?"Azizah mengucek mata nya,saat melihat mobil Satria sudah berhenti di tempat parkiran Purna.


"Ayo kita turun sayang,setelah ini bisa kembali ke rumah untuk beristirahat!"Pungkas Satria,hanya di balas anggukan oleh Azizah.


Dari jauh,sudah terlihat kalau Adi baru saja keluar dari ruangan Astuti.


"Papa,bagaimana keadaan mama?"


"Belum membaik,seperti nya akan di rawat lama disini"Azizah mengulurkan tangan nya untuk menyalami Adi.


"Satria mau masuk dulu,sekalian ingin melihat keadaan mama"


"Masuk lah,Papa harus pergi ke kantor,Andara menelpon,kalau kita menang tender.Sekali lagi,desain Azizah membawa keberuntungan untuk kita semua "


"Alhamdulillah,pa Azizah ikut senang!"


"Papa pulang dulu.Sat,papa titip mama"


"siap Pa!"Adi segera pergi dari hadapan mereka berdua,dan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit purna.


Ceklek !


Satria masuk bersama dengan Azizah.Mengetahui ikut datang bersama dengan Satria,langsung membuat Astuti marah.


"Mama tidak ingin melihat dia,usir dia!"Teriak Astuti,Azizah memegang dada nya yang terkejut.


"Sat,kalau kamu masih peduli sama mama usir dia,mama tidak ingin melihat wajah nya!"Tegas Astuti,


"Mas,biar aku tunggu di luar saja.Semoga Mama cepat sembuh"Ucap Azizah,lalu berbalik meninggalkan ruangan itu.


Satria menghampiri Astuti di atas ranjang,dan berusaha membantu Astuti untuk duduk dan harus menggunakan pengganjal bantal,agar tidak membuat tubuh nya sakit.


Ceklek !


"Tuan muda,saya mau memeriksa ulang Nyonya Astuti"Seru dokter spesialis,


"Silahkan dok,kalau boleh tau mama saya sakit apa ya dok"Tanya Satria,saat dokter itu sedang memeriksa denyut nadi dan tekanan darah Astuti.


"Heeem"Terlihat dokter itu menghela nafas berat nya,mendengar pertanyaan dari Satria.

__ADS_1


"Hasil nya sudah keluar,setelah saya lihat ternyata Nyonya Astuti mengalami gagal ginjal,dan itu harus segera di lakukan operasi,jika tidak itu akan berbahaya untuk kesehatan nya"


"Gagal ginjal ?"Satria melirik ke arah Astuti yang ikut terkejut.


"Bagaimana mungkin,hidup saya sangat sehat,tidak mungkin itu terjadi!"Teriak Astuti dengan lantang,


"Tenang ma,mama harus tenang!"Satria menenangkan Astuti.


"Kami juga berusaha melakukan yang terbaik,kami tidak akan melakukan kesalahan sedikit pun dalam memeriksa,apalagi memeriksa Nyonya Astuti kami semua sangat berhati-hati!"Pungkas dokter itu,


"Dok,jadi bagaimana dengan operasi nya,apa dokter sudah menemukan pendonor yang cocok untuk mama?"


"Saat ini sangat langka,belum ada yang cocok,padahal kita semua sudah mengirim informasi ini sampai ke luar rumah sakit.Namun,belum ada tanggapan dari rumah sakit luar!"


"Lakukan yang terbaik dok,saya ingin Mama segera melakukan operasi itu!"


"Saya mengerti,Saya permisi dulu"


Dokter tersebut segera keluar dari ruangan Astuti.


"Kenapa semenjak ke hadiran Azizah hidup kita semua menjadi sial.Benar-benar pembawa sial !"Umpat Astuti.


"Tidak akan,Sat mama ingin istirahat,mama harap kamu segera menemukan pendonor yang cocok untuk mama.Mama tidak mau hidup seperti orang cacat!"


"Satria akan berusaha ma,Satria yakin,semua nya akan bak-baik saja.Dan mama akan hidup normal setelah kita mendapatkan pendonor yang cocok"


"Mama pegang janji-janji mu Sat!"Satria mengangguk pelan,lalu membantu membenarkan selimut Astuti.Setelah melihat sang ibu terlelap.Satria pun keluar untuk melihat keadaan istri nya.


Ceklek !


"Mas,bagaimana keadaan ibu?"Tanya Azizah yang khawatir.


"Mama sudah membaik.Tapi,kesehatan nya memburuk,ia harus segera di operasi mama gagal ginjal.Sampai saat ini pihak rumah sakit belum menemukan pendonor yang cocok!"Ungkap Satria,dengan wajah lesu nya.


"Yang sabar ya mas,serahkan semua nya pada Allah,semoga ada jalan untuk kita semua!"


"Amiin.Ayo kita pulang,kita berdua belum beristirahat,dari semalam,Aku juga merasa sangat ngantuk!"


"Iya mas!"Azizah dan juga Satria segera pergi menuju tempat parkiran.


Di kediaman Bella. . .

__ADS_1


Sandrina sudah tidak bisa leluasa untuk berpergian,setelah kejadian kemarin,karena pihak kepolisian sudah memberi peringatan kepada nya.


"Kakak kenapa sih mondar mandir!"Ketus Sandrina yang melihat Bella dari tadi tidak bisa diam di depan nya.


"Tante Astuti sekarat,aku mendengar berita dia gagal ginjal,kalau dia ma-tu sekarang bagaimana nasib kita berdua,belum juga rencana ku sukses!"Ujar Bella,yang kini duduk di depan Sandrina.


"Keluarga dia kaya,pasti dia akan segera mendapatkan pendonor,Kakak tidak ketemu khawatir sampai segitu nya!"


"Gimana Kakak enggak khawatir,untuk membeli mobil baru belum kesampaian,kakak ingin berlian banyak dan mobil banyak,ini hanya bisa kita dapat dari keluarga itu!"Pungkas Bella,


"Jadi,kapan Kakak berencana datang untuk menjenguk Tante Astuti?"


"Ogah!"Sahut Bella,singkat,Sandrina membulatkan mata nya.


"Kak,walaupun kamu membenci wanita itu,tapi ini lah waktu yang pas untuk Kakak mencari perhatian keluarga itu,Kakak ingat waktu Kakak pacaran sama Kakak Satria,saat Kak Satria sakit 'kan Kakak juga yang merawat nya!"


"Ingat dong,sebagai hadiah nya waktu itu,Satria membelikan Kakak mobil yang sampai saat ini masih Kakak pakek!"


"Jadi,apa yang Kakak tunggu.Mana tau,kali ini Kakak di belikan pesawat sama mereka.Ha


.Ha...Ha..


"Kamu ngeledek ya?"menunjuk ke arah Sandrina dengan jari telunjuk.


"Enggak aku berkata jujur kak"Sandrina hanya bisa menahan tawa saat melihat raut wajah Bella yang sedang berpikir begitu keras.


"Kalau begitu,kakak akan pergi ke rumah sakit purna untuk melihat keadaan nenek lampir itu"Cibir Bella,Sandrina hanya bisa tersenyum miring,melihat Bella menghina Astuti.


"Calon mertua,bukan nenek lampir"


"Iya tapi itu 'kan hanya di depan dia saja.Di belakang dia lain cerita.Kamu juga harus tau dia juga tidak mudah untuk ditindas!"


"Memang terlihat kok dari raut wajah nya.Tante Astuti sangat cerewet,terus jahat sama menantu nya terlebih lagi,menantu seperti Azizah"


"Kamu belum tau 'kan kalau Tante Astuti sudah pernah menampar Azizah"


"What?"Sandrina kaget,"Berarti,Tante Astuti sangat membenci menantu nya itu.Jadi,ini kesempatan buat kamu kak,buat Tante Astuti selalu berpihak kepada mu!"


"Pasti!"Bella mengembangkan senyuman licik nya,sembari memikirkan rencana baru untuk kejahatan nya.


Vote+hadiah+like+Coment,terimakasih yang sudah setia menunggu kelanjutan kisah ini✌️😘

__ADS_1


__ADS_2