Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Terbongkar


__ADS_3

Setelah perjalanan yang begitu membosankan,kini Satria telah tiba di Jakart* sekitar jam 22:30,malam.


Aldo telah menunggu nya di tempat biasa,melihat Satria turun dari Bis,Aldo segera menghampiri sahabat nya itu.


"Sudah lama ?"


"Enggak baru juga tiba!"


"Lo kenapa nyuruh Gue ke rumah sakit,bukan kah,kalau Lo mau ngomong bisa disini !"Ke dua nya masuk ke dalam mobil Aldo,


"Tadi waktu aku telepon Kamu katanya pulang dari desa gelap untuk menjemput istri mu?"


"Benar!"Satria melirik Aldo,yang sedang menyetir.


"Azizah tidak di desa nya,dia ada di rumah sakit Purna!"Tukas Aldo,segera membulat mata Satria mendengar pernyataan itu.


"Rumah sakit?bukan kah Mama sudah kembali ke rumah?"


"Benar,Tante memang sudah kembali ke rumah,bahkan dia membawa pulang Bella tinggal di rumah,semenjak Paman Adi pergi ke Korea!"


"Hentikan mobil nya!"Teriak Satria,membuat Aldo harus ngerem mendadak mobil yang sedang melaju begitu kencang.


ckiiitttt!


"Apa yang kau lakukan,kau bisa membuat kita kecelakaan!"


"Aku tidak peduli,sekarang Kau harus menceritakan semua nya kepada ku!"Titah Satria dengan tangan mencengkram kuat kerah kemeja Aldo.


"Apa Kau gila,lepaskan tangan mu"Aldo menghentakkan tangan Satria,dengan kuat,lalu ia membenarkan baju nya yang berantakan.


"Kalau kau mau marah,sana marah sama Mama mu,bukan sama aku.Kalau kau mau menghajar seseorang bukan Aku,tapi Bella orang yang tepat kau hajar,lebih tepat lagi,kalau kau bisa membu-nuh dokter Anwar juga sekalian!"Ungkap Aldo tidak kalah emosi dari Satria.

__ADS_1


"Bisa Kau ceritakan tanpa berbelit-belit,aku sudah tidak memiliki banyak waktu untuk mendengar ceramah mu!"Aldo kembali menghela nafas,saat melihat sahabat nya sudah semakin marah.


"Orang yang mendonorkan ginjal untuk Tante Astuti,Azizah bukan Bella!"Satria menatap Aldo penuh dengan kemarahan,bahkan seakan-akan retina akan pecah saat itu juga.Namun,Satria mencoba untuk tidak menyela ucapan Satria,dia ingin mendengar semua nya hingga habis.


"Tante Astuti tidak terlibat dalam kasus ini,karena memang Tante tidak tahu apa-apa.Hanya saja,Bella sangat berpengaruh dalam kasus ini,dia lah dalang di balik masalah yang ada,dia memanfaatkan kebaikan Azizah dengan dia yang berpura-pura sebagai pendonor.Terlebih lagi,orang yang membantu Bella adalah dokter senior Purna dokter Anwar"


Sekali lagi,adrenalin Satria terpacu begitu kencang,ketika mendengar nama dokter Anwar,pria yang sangat di percayai oleh nya di rumah sakit purna.Bahkan dokter Anwar adalah dokter senior dan juga asisten pribadi Astuti.


"Setelah lima hari dengan hasil pemeriksaan yang di katakan kalau kondisi Azizah membaik,di hari ke enam,Bella datang ke rumah sakit,mengatur siasat kejam nya.Dia meminta dokter Anwar untuk menyuntikkan beberapa obat ke dalam rahim Azizah,agar dia kesulitan untuk memiliki momongan ke depan nya"Satria mengepalkan tangan nya,dia tidak merespon satu pun kata-kata dari Aldo.Namun,seluruh tubuh nya merasakan hawa panas dan juga hati nya begitu terbakar saat rahasia satu persatu di bongkar oleh Aldo.


"Satu lagi,obat yang di minta Bella untuk menyuntikkan kedalam rahim Azizah,bisa menyebabkan kangker,dan itu tentu saja nyawa Azizah sebagai taruhan nya!"Pungkas Aldo,kini menghela nafas nya,dan menunggu respon dari Satria.


"Bawa aku segera ke rumah sakit purna.Sekarang !"Satria tidak melihat atau pun melirik pria yang duduk menyetir di sebelah nya.Aldo pun tidak banyak bertanya,saat merasakan hawa panas di dalam mobil yang ia kemudi,padahal jelas-jelas AC nya menyala.


Kurang lebih tiga puluh menit perjalanan mereka berdua, ke dua nya kini tiba di rumah sakit.Purna milik keluarga Satria


Brak!


Satria membanting pintu mobil,sehingga membuat Aldo terkesiap dan melihat ke arah Satria yang sudah berjalan begitu cepat menuju lorong rumah sakit.


"Satria"Panggil Mela yang tak sengaja melihat Satria di depan lorong.


"Tante,dimana kamar Azizah?"Pertanyaan itu berhasil membuat Mela membulat 'kan mata nya serta wanita ini melirik anak nya yang sedang berusaha mengejar Satria.


"Mah"Mela menoleh,"Maaf ma,aku terpaksa memberitahu Satria !"Lanjut Aldo,Satria menatap tajam ke arah Aldo,


"Aku tidak tahu,apa yang membuat kalian begitu tega membohongi ku,menyembunyikan semua ini dari ku.Tanpa kalian sadari,Azizah istri Ku!"Teriak Satria di ujung ucapan nya,membuat Aldo dan Mela saling lirik satu sama lain.


"Satria,maaf 'kan Tante,Tante tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua dari kamu.Tapi,Azizah yang meminta Tante,agar tidak memberitahukan kepada mu soal siapa pendonor untuk Mama mu!"Tukas Mela,yang berusaha meraih tangan Satria untuk meminta maaf.


"Dimana Azizah!"Tanya Satria,tanpa melihat ke arah Mela atau pun Aldo.

__ADS_1


"Azizah ada di lantai atas,tadi aku melihat dokter Anwar,membawa dua suntikan dan dua botol obat ke lantai atas,seperti nya ada sesuatu yang tidak beres!"Ujar Mela lagi,


Tap...Tap...Tap...


Satria berlari menaiki lantai dua rumah sakit itu setelah mendengar pernyataan Mela,Aldo juga ikut mengejar Satria.


"Aku akan menemui Azizah,hubungi kantor polisi!"Titah Satria,


"Oke!"Aldo pun segera menghubungi pihak yang berwajib.


Tiba di depan kamar Azizah,Satria berusaha mengatur nafas nya yang tak beraturan,bahkan tangan nya serasa begitu gemetar,Satria benar-benar sudah tersulut emosi,bahkan ia tidak bisa berpikir positif saat mengingat apa yang telah orang lain lakukan kepada istri nya.


Flashback selesai!


Brak!


Pintu ruangan terbuka,Azizah atau pun dokter Anwar sama-sama terkejut,apalagi suster itu,obat di tangan nya terjatuh,dan berhamburan ke lantai.


"M-Mas Satria!"Lirih Azizah,Pandangan Satria tertuju kearah jarum suntik yang ada di tangan Anwar.Netra Satria memerah,rahang nya mengeras,tangan nya mengepal,ia berkali-kali menggertak gigi nya melihat pemandangan itu,di dalam ruangan yang asing di rumah sakit purna.


Dengan langkah besar,Satria melangkah ke arah dokter Anwar.


"Tu-Tuan muda,se-sedang apa An-anda disini?"Tanya dokter Anwar dengan terbata-bata.


Duaackk!


"Aagrh"


Dugh Dugh !Duacckk!


Tanpa menjawab ucapan dokter Anwar,Satria sudah melayangkan beberapa kali pukulan nya kepada dokter tersebut.

__ADS_1


"Mas,hentikan apa yang kamu lakukan"


Satria tidak memperdulikan teriakan Azizah,yang Satria tahu saat ini adalah meluapkan emosi nya kepada pria yang memakai seragam dokter ini.


__ADS_2