
Entah siapa yang menjemput Sandrina di depan kantor polisi.Sandrina sendiri tidak tahu,namun ia di beri tahu teman bebas atas jaminan dari seseorang.
"Apa kamu di mintai untuk menjemput mu?"Tanya Sandrina kepada seseorang yang sedang menyetir,Pria tersebut mengenakan topi serta jaket kulit.
Pria tersebut hanya mengangguk saja,saat Sandrina bertanya.
Setelah perjalanan begitu lama,hampir memakan waktu satu jam lebih.Akhirnya mobil yang membawa Sandrina berhenti tepat di depan gedung.
Pria misterius itu segera turun dan membuka pintu mobil untuk Sandrina.Wanita ini segera turun dari dalam mobil dengan raut wajah yang begitu sombong dan bangga.
"Apa kamu membawa ku bertemu dengan bos mu?"Tanya Sandrina,Pria itu mengangguk nya .
"Heeeh"Sandrina hanya tersenyum miring,lalu berjalan mengikuti pria misterius itu.
Ceklek !
Setelah pintu terbuka,seseorang duduk di kursi di depan meja,dengan membelakangi Mereka yang baru saja tiba.
"Tuan,kami telah tiba!"Tanpa menjawab,Pria yang duduk di kursi menggerakkan tangan nya,menyuruh Pria yang mengantar Sandrina barusan untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Baik!"Pria itu segera pergi,dan mengunci nya dari luar.
"Siapa anda?kenapa anda membantu saya untuk bebas?"Tanya Sandrina yang cukup penasaran.Disaat kursi itu berputar,Sandrina terkejut,melihat sosok Pria tua,tapi masih terlihat begitu gagah.
Bahkan rahang nya masih mengeras,urat -urat di punggung tangan nya terlihat begitu jelas,saat pria itu mengepalkan tangan nya.
"Siapa Anda?apa kita pernah bertemu sebelumnya?"Sandrina terlihat begitu gemetar,ia tahu saat ini pasti seseorang telah menjebak nya.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku.Namun,ada satu pertanyaan,dan aku butuh jawaban itu dari mulut mu.Ingat,aku tidak akan bertanya dua kali,karena aku bukan tipe orang yang suka basa-basi!"Pungkas Pria itu berjalan ke arah Sandrina dan kini hanya berjarak lima langkah saja.
"Dimana Azizah?"
"Aku tidak tau!"
Plaak!
"Aaagrrhhh"Sandrina menyentuh pipi nya,bahkan tubuh nya terhempas ke lantai,begitu kuat tamparan yang di berikan pria itu kepada nya.
"Siapa kamu?kita tidak pernah bertemu,dan aku tidak pernah punya masalah dengan orang seperti mu!"Tegas Sandrina,dengan posisi tangan yang masih memegang pipi nya.
"Eeegrrh!"Sandrina berusaha melepaskan tangan Pria itu dari leher nya,cengkraman itu cukup kuat,bahkan Sandrina sangat sulit untuk bernafas.
"A-ak-an Ku ka-takan!"
Dugh!tubuh Sandrina kembali terhempas ke lantai.
__ADS_1
"Haaah,uhuk...uhuk...!"Sandrina memegang leher nya yang sakit,netra nya menatap ngeri ke arah Pria yang berdiri di depan nya.
"Kamu tau,aku membebas mu untuk membu-nuh mu!"Tegas Pria itu,dengan senyum smirk di wajah nya.
"Ampun Tuan,Aku tau salah,tapi aku benar-benar tidak punya masalah dengan anda.Bahkan kita tidak pernah bertemu sebelumya,tolong biarkan saya pergi dari sini!"Mohon Sandrina yang kini ngesot menghampiri pria itu untuk memohon agar di bebaskan.
"Kamu tau,siapapun orang yang sudah sampai ke tangan ku,tidak akan pernah pergi hidup-hidup!"Tukas Pria itu,lalu berbalik kembali ke arah meja nya.
Brak!
"Dimana Azizah?"Teriak Pria itu lagi,setelah mengebrak meja,dan membuat Sandrina terkejut.
"Dia ada di rumah keluarga purna!"
"Bohong!"Teriak pria itu,Sandrina mulai tidak bergeming,bahkan nyali nya kian menciut.
Dugh !
Sandrina berdiri dengan lutut,memohon ampun sama Pria itu.
"Yang ku katakan adalah kebenaran nya,ia ada di rumah Purna,tepat nya di dalam kamar sendiri !"Pungkas Sandrina,Pria itu tersenyum smirk.
"Hallo,Tuan Aldo,apa kamu mendengar nya?"Tanya Pria itu,kepada Aldo,dengan panggilan yang sudah terhubung sejak tadi.
[Iya Tuan Alex,Aku mendengar nya!]
[Kirim dia untuk menemui saudara kandung nya!]
"Anda serius?"
[Ya]
Panggilan pun terputus,meskipun Aldo tergolong orang yang cuek dan santai.Namun,sifat nya tidak kalah kejam dari keluarga Alex.
"Bagaimana mas?"Tanya seseorang yang duduk di samping nya.
"Sial,ternyata Azizah ada di rumah Purna,Sandrina menyekap nya disana,dan sengaja memanipulasi kita semua!"Pungkas Aldo,memutar balik 'kan mobil nya,untuk kembali ke kediaman Purna.
"Apa kamu takut?"Tanya Aldo,saat ia melirik sang istri yang hanya diam saja. Putri hanya menggelengkan pelan kepala nya.
"Dia hampir saja mencelakai kamu dan calon baby kita,mengirim dia untuk bertemu dengan saudara kandung nya adalah hal yang paling ringan,apalagi Tante Astuti adalah korban nya!"Aldo segera menaikan kecepatan mobil nya,agar bisa segera tiba di rumah Purna.
Tiga puluh menit telah berlalu,jarak yang di tempuh oleh Aldo lumanyan jauh.
Blam!
__ADS_1
Ke dua nya membanting pintu mobil,Aldo bergegas berlari ke arah pintu utama rumah Purna.
Terlihat banyak orang yang datang untuk melayat ke kediaman purna,karena Astuti telah sampai ke rumah duka.
Aldo melihat Mela yang mondar mandir di depan pintu rumah,menunggu Andara tiba.
"Aldo,kamu di sini?"
"Ma,kita bicara nanti aku sedang terburu-buru!"Aldo segera berlari dan masuk ke dalam rumah tersebut.Meskipun banyak warga sekitar yang datang melayat,Aldo tidak memperdulikan itu.
"Put,Putri,apa yang terjadi sayang,Aldo terlihat panik?"Mela memegang tangan menantu nya.
"Ma,ternyata Azizah ada di rumah ini,ia disekap di dalam kamar sendiri,oleh Sandrina"Pungkas Putri,Mella syok.
"Ya Allah, itu manusia hati nya terbuat dari apasih,tega sekali melakukan itu kepada Azizah!"Ucap Mella,
"Putri juga tidak tau ma,tapi semoga saja,Azizah dan calon baby nya baik-baik saja ma!"
"Iya sayang"
Tap...Tap...Tap...
Terdengar suara langkah kaki Aldo yang berlari menuju kamar Satria.
Ceklek!
Begitu pintu kamar terbuka,Aldo terkejut,karena tidak mendapati adanya Azizah di dalam kamar tersebut.
"Azizah!"Teriak Aldo,yang sudah masuk ke dalam kamar tersebut.
"Azizah !"
"Azizah!"Tidak ada jawaban dari panggilan itu,lalu Aldo memeriksa semua tempat yang ada di dalam kamar tersebut.
Aldo mendengar suara keran yang menyala,
"Kamar mandi"Gumam Aldo,berjalan ke arah kamar mandi.
Brak!
Aldo mendorong pintu tersebut,lalu mendapati Azizah yang terendam dalam bathub tanpa sadarkan diri.
"Astagfirullah!"Ucap Aldo,dan segera masuk.
"Azizah !"Panggil Aldo,namun terlihat wajah Azizah yang begitu pucat,dan tidak bertenaga,entah berapa lama ia sudah berada di dalam tempat itu.
__ADS_1
Untuk pertama kali,Aldo telah melihat raut wajah Azizah,dan itu termasuk kecelakaan dengan kondisi nya yang begitu mengkhawatirkan.