
Aldo berharap jika hasil itu sesuai yang ia pikirkan,agar Azizah dan Satria dapat menjalani rumah tangga yang bahagia.
"Ada apa Satria,katakan?Tapi sebelum nya Tante mau bilang,Tante cukup prihatin dengan keadaan mama mu!"
"Terimakasih Tante.Besok adalah hari dimana Mama di operasi,aku ingin Tante mencari tau,siapa pendonor nya!"
"Bukan kah,kamu sudah tau pendonor Mama mu?"
"Iya,tapi aku ragu Tante,aku ragu jika itu hanya lah siasat Bella saja.Karena,aku yakin dia pasti memanfaatkan orang lain,yang menutupi data pribadi pasien pendonor!"Ungkap Satria.
"Ragu bagaimana ?bukan kah,kamu yang menemani dia untuk bertemu dengan dokter?"
"Benar Tante,tapi dia tidak mengisi data-data nya di pasien pendonor,bahkan dokter melarang dia untuk berpergian selama beberapa hari.Satu.lagi,dia tidak pergi memeriksa kondisi kesehatan tubuh nya,apa itu masih bisa di bilang aku tidak perlu ragu atau curiga?"Mela menghela nafas nya,apa yang di katakan Satria masuk akal.
"Jadi,apa yang kamu mau dari Tante?"
"Aku ingin Tante memeriksa data pasien yang mendonor untuk mama besok"
"Tapi itu bisa melanggar aturan rumah sakit,karena kami tidak dapat membocorkan indentitas pasien tanpa persetujuan pasien itu sendiri!"Ujar Tante Mela.
"Aku mohon Tante,ini semua demi kebaikan aku juga,karena Tante pasti mengerti,jika benar Bella pendonor nya,selama nya aku akan diperalat oleh mama dan Bella!"
"Eeeemm,Tante akan berusaha,tapi Tante tidak bisa berjanji,jika punya kesempatan Tante akan mencari tau nya besok,dan segera memberitahu kamu!"
"Terimakasih banyak Tante,aku bisa menjaga rahasia nya"Tukas Satria,dan bangkit dari duduk nya.
"Loh,kamu sudah mau pergi?"Tanya Aldo,yang datang kembali ke taman.
"Aku mau pulang,biar tidur di rumah saja"
"Kenapa enggak nginap disini saja,ini sudah larut malam"Sahut Mela,yang ikut berdiri.
"Tidak apa - apa Tante,aku laki-laki,jadi enggak apa-apa pulang larut malam"
"Kalau begitu hati-hati di jalan,kabarin aku kalau sudah sampai rumah"
"Oke Bro,aku pamit dulu,Tan,aku pulang dulu"
"Hati-hati"
"Eeemm"
Satria segera berlalu ke arah mobil.Sementara,Aldo mengajak Mama nya untuk masuk ke dalam.
"Mama enggak cerita soal DNA itu 'kan?"
"Enggak,aku tidak ingin membuat dia salah paham padamu!"
__ADS_1
"Jadi,kapan hasil nya akan mama berikan padaku?"
"Setelah operasi Bu Astuti aku akan mengurus nya,selama ini Mama sibuk,karena kita kekurangan tenaga kerja!"
"Oke lah,kalau semua sudah selesai,segera beri tahu Aku,karena aku sudah enggak sabar ingin mengetahui hasil nya"
"Iya"Mereka segera masuk ke dalam rumah.
* * *
Keesokkan pagi nya. . .
Satria sudah berpakaian dengan begitu rapi,karena ia tahu,hari ini adalah jadwal operasi ibu nya.
"Den Satria,mau Bibi temani ke rumah sakit?Bibi bisa bantu Nyonya nanti?"
"Tidak perlu Bi,di rumah sakit banyak perawat,Bibi cukup di rumah saja,Bibi sendiri sudah capek dengan perkejaan rumah.Bi aku pergi dulu"
"Hati-hati Den"
"Baik Bi"Satria pun pergi meninggalkan kediaman Purna.
Sampai di rumah sakit,semua perawat atau pun dokter yang menangani kasus Astuti sudah berkumpul di depan ruangan Astuti.
"Tuan muda,untung saja Anda datang,ini Nona Bella belum tiba ke rumah sakit!"
"Belum Tuan"
"Kalau begitu aku akan menjemput nya"
"Baik Tuan,kami akan menyiapkan ruangan operasi,dan membawa pasien ke ruangan oeprasi!"
"Baik"Disaat Satria mau berbalik dan pergi,Bella pun tiba.
"Maaf aku telat"Ujar Bella yang di temani Sandrina.Pandangan Satria tidak biasa melihat wanita yang menjebak sang istri.
Tante Mela pun baru juga sampai,dan ia melihat Satria,ke dua nya saling memberi kode satu sama lain.
"Nona Bella ikut kami"
"Baik dok"Sementara Bella mengikuti dokter itu,Satria segera mengeluarkan ponsel milik nya,ia ingin mengubungi Azizah.
Tut..Tut..
Panggilan tidak terhubung,nomer Azizah tidak aktif,tentu saja itu membuat Satria cemas dan khawatir dengan kondisi istri nya.
"Sayang,kamu dimana?"Gumam Satria,
__ADS_1
"Satria,dimana Azizah?"Suara itu mengejutkan Satria,ternyata Adi yang baru saja keluar dari ruangan Astuti.
"Azizah sudah pulang ke desa nya pa,ibu nya sakit,jadi dia meminta izin untuk menjenguk sang ibu"
"Kamu tidak keberatan ?"
"Tidak,karena aku tahu,kalau pun dia kesini,mama enggak akan mau bertemu dengan Azizah,jadi biarkan Azizah merawat ibu nya dulu"
"Ayo kita tunggu disana"
"Baik Pa"
"Semoga saja Bella dan Mama mu baik-baik saja"
"Iya Pa"
Satu jam berlalu,Operasi ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga atau sampai lima jam.Mereka sudah menunggu selama satu jam di depan ruangan operasi,tapi belum ada tanda-tanda kalau oeprasi itu akan selesai.
Di luar ruangan operasi baik Adi atau Satria terlihat begitu cemas,terlebih lagi,Satria belum mengetahui keadaan sang istri,karena sejak tadi pagi ponsel Azizah mati.
Di dalam ruangan operasi,suana begitu tegang,berbagai macam suara mulai terdengar.Ada dua orang yang sedang berbaring lemah tanpa sadar di atas ranjang pasien.
Dokter sedang berjuang untuk melakukan operasi dengan baik,begitu juga dengan pasien yang sedang berjuang agar kedua nya dapat selamat dan membuka mata secara bersama dan melewati masa yang kritis ini.
"Dok,denyut nadi pasien pendonor melemah!"
"Berikan oksigen yang cukup,serta awasi terus detak jantung nya"
"Baik dok "
Tiga jam telah berlalu,semua nya terlihat baik-baik saja sekarang,meskipun pasien pendonor melemah,dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan kedua nya.
Di luar ruangan operasi,Satria mencari sosok Sandrina,ia tahu anak itu pasti cemas menunggu Kakak nya di luar ruangan,tapi Satria tidak menemukan adanya Sandrina di sana.
"Satria?"Panggil seseorang Pria itu segera menoleh.
"Ada apa Tante?"
"Aku tidak bisa masuk ke ruangan operasi,karena aku bukan bagian dari mereka.Tapi,aku bisa membantu kamu satu hal,aku akan mencari tahu,data pasien yang mendonorkan ginjal nya untuk mama mu,aku akan berusaha"
"Terimakasih banyak Tante.Tante apa kamu melihat Sandrina,adik Bella?"
"Sandrina,seperti nya aku melihat nya di kantin rumah sakit yang sedang bersantai"
"Baiklah Tante,jika Tante sudah mendapatkan data itu,mohon segera beri tahu aku Tante,dan terimakasih banyak atas bantuan Tante"
"Sama-sama"Satria langsung berjalan ke arah kantin,dari jauh Satria memperhatikan Sandrina yang sedang bersantai,bahkan ia terlihat biasa - biasa saja,tanpa ada rasa panik atau pun cemas.Padahal saat ini Bella ada di dalam ruangan operasi.
__ADS_1