
Satria pun mulai memperlihatkan layar proyektor yang telah di atur oleh Anita.
"Saat saya hilang dan tidak ada kabar,purna bukan tidak mampu mengatasi masalah nya sendiri.Namun,hanya saja ini kesempatan bagi purna untuk menyingkirkan orang - orang yang mencari keuntungan tanpa mau rugi sedikit pun.Sebelum proyek ini berjalan dengan lancar,Anita telah menyimpan semua data-data proyek,dia bisa saja melakukan itu sesuai dengan yang semestinya.Namun,Anita tidak melakukan itu,ia tetap percaya kalau saya akan kembali untuk memegang proyek ini,dan begitu saya tiba benar saja banyak yang telah pergi dari purna"penjelasan Satria membuat Albert begitu kagum.
Albert kagum dengan apa yang di presentasikan oleh Satria dalam rapat.Albert tidak menyesal telah mendengar kata Alex untuk membantu purna beberapa bulan yang lalu.
"Jadi,apa pendapat Tuan Alex dan Tuan Justin,apakah ada pendapat saya yang mungkin masih kurang menurut Anda?"
Satria kembali duduk,Albert pun melihat layar laptop yang ada di depan nya,begitu juga dengan Justin.Terlihat Albert yang sedang berbicara dengan Justin mengenai berlangsung proyek itu.
"Kamu tidak perlu ragu,aku yakin presentasi mu kali ini sangat hebat"bisik Aldo,Satria tersenyum.
"Semoga proyek ini berjalan dengan lancar"
"Eeemmm"Aldo dan Satria pun menunggu keputusan dari dua orang yang sedang berdiskusi.
Setelah beberapa menit berlalu.Albert pun berdiri dan memberi pendapat nya.
"Saya sangat kagum dengan hasil presentasi anda hari ini.Benar-benar di luar perkiraan saya.Saya pikir anda akan membatalkan proyek ini karena waktu telah banyak terbuang.Namun,ternyata anda masih berharap proyek ini akan berjalan dengan lancar.Jadi hasil akhir,kami tidak akan mundur walau satu langkah sampai proyek ini selesai"tegas Albert.
Seluruh dewan direksi dan dewan pemasaran ikut bahagia,semua orang bertepuk tangan atas keputusan dari Albert.
Rapat pun selesai.Satria dan yang lain,saling berjabat tangan dan berpelukan untuk rapat yang berjalan begitu lancar.
"Terimakasih banyak Tuan Albert Anda sudah banyak membantu purna,selama saya tidak berada disini"
"Anda harus berterimakasih kepada Papa mertua saya,karena papa mertua lah,saya tidak menyesal telah memilih perusahaan anda untuk bekerjasama "ungkap Albert,wajah Albert masih sama seperti dulu,datar dan jarang tersenyum.Mantan militer jarang bisa bersosialisasi dengan orang lain.
"Terimakasih Tuan"Satria berjabat tangan dengan Justin.
"No problem.Anda senang saya senang,semoga kedepannya dapat bekerjasama dalam jangka waktu yang lebih lama"
"Amiin"
Setelah berbincang cukup lama.Albert dan Justin pun berpamitan dari hadapan Satria.Karena Albert harus segera kembali ke LA.Sementara Justin,ia masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan di Thailand dalam waktu dekat ini.
"Aku bilang juga apa,kamu hebat,dan sekarang purna telah kembali"ucap Aldo,mereka berjalan ke arah ruang CEO.
"Eeemmm.Sabar"Aldo menepuk pelan bahu Satria,saat ia menatap ruangan itu,tentu saja yang pertama terlintas di pikiran Satria adalah Adi,orang yang berusaha payah membangun perusahaan itu.
__ADS_1
"Aku harus kembali ke kantor,Bara sudah mengambil cuti,jadi aku harus menggantikan semua posisi dia"
"Baiklah,hati-hati"
"Iya"
Aldo pun pergi meninggalkan perusahaan Purna.
* * *
Bara baru saja tiba di tempat perhiasaan.Mereka akan membeli beberapa perhiasan untuk mahar pernikahan mereka.
"Kamu mau yang gimana sayang?"tanya Bara,sudah berdiri di depan lemari perhiasan dengan di temani oleh beberapa pelayan.
"Terserah"jawab Kejora singkat.
"Eemmm.Tolong ambil yang ini"
Pelayan pun mengambil perhiasan yang di minta oleh Bara.Kejora menatap nya dengan kesal,selain norak perhiasaan itu juga model lama.
"Bar,apa kamar enggak bisa bedain mana barang baru mana barang lama,ini 'kan udah model yang lama"tukas Kejora,sembari melipatkan ke dua tangan nya di dada.
"Tuh 'kan,giliran untuk aku kamu mah cuek.Coba wanita lain,pasti kamu akan dengan senang hati melayani mereka sampai kamu lelah"cibir Kejora,Bara pun membulatkan mata nya,mendengar ucapan Kejora yang tak masuk akal.
"Heeemmm"Bara menghela nafas nya,lalu mencoba tersenyum paksa kearah Kejora.
"Enggak usah senyum kalau kamu enggak ikhlas"ketus Kejora lalu pergi kearah rak perhatian yang lain.
"Benar-benar ya wanita satu ini.Untung saja aku cinta,coba kalau enggak udah ku telan hidup-hidup"gumam Bara yang mengikuti Kejora dari belakang.
"Jadi kamu mau yang mana sayang?"tanya Bara dengan lembut,sembari tersenyum dengan begitu ikhlas.
"Terserah"jawab nya lagi,seperti orang yang sedang menahan sesuatu.
'Mulai lagi'batin Bara,pria ini berusaha mengelus dada nya untuk menghadapi calon istri nya yang sedang bad mood.
"Pelayan,tolong bawakan semua barang baru di bulan ini,aku mau yang baru yang paling bagus!"tegas Bara kepada pelayan,karena bertanya kepada Kejora pasti tidak ada akhir nya.
"Baik Tuan"beberapa pelayan terlihat sedang mengambil beberapa kotak perhiasan untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Bar,kamu apa-apaan sih,kenapa meminta semua nya di bawa kemari,kamu ini niat enggak sih untuk nikah?"tanya Kejora yang kini menatap Bara,pria ini menaikan alis nya,yang bingung dengan ucapan sang calon istri.
"Harusnya aku yang bertanya,kamu niat enggak sih,mau nikah dengan aku? atau kamu sudah ada pria lain yang ingin kamu berjuang 'kan?"balas Bara lagi,Kejora mengerucutkan bibir nya,lalu berbalik karena kesal dengan Bara.
"Terserah kamu deh"Kejora pun berlalu dari hadapan Bara.
"Ck"Bara berdecak kesal.
"Kirimkan semua kotak perhiasan ini ke rumah Andara,aku akan membayar disana"
"Baik Tuan"toko perhiasaan itu adalah langganan keluarga Andara.
Bara segera menyusul Kejora yang sudah pergi menuju tempat parkir mobil.
"Kejora!"panggil Bara,namun wanita itu tidak menoleh apalagi menatap sang calon suami.
Blam!
Kejora membanting pintu mobil,Bara yang melihat itu meremas rambut yang yang kesal.
Blam!
Bara juga ikut masuk ke dalam mobil,melihat Kejora dengan raut wajah yang masam.
"Kamu apa-apaan sih,kenapa tidak jadi pilih perhiasan nya"tanya Bara,Kejora tidak menjawab nya.
"Aku tidak mau nikah"
"Haah?"Bara membulatkan mata nya mendengar jawaban Kejora.
"Apa sih masalah mu? bukan kah ini keputusan kita berdua,kenapa kamu malah memutuskan sebelah pihak begini?"bingung Bara,Kejora tidak menjawab,ia memegang perut nya yang sakit.
"Ada apa?"tanya Bara lagi yang panik,saat melihat Kejora semakin menekan perut nya.
"Aku lagi PMS,tolong antar 'kan aku ke klinik mama!"titah Kejora.
"Haah?"Bara terkejut,pantesan saja mood nya suka berubah-ubah ternyata lagi PMS.
Bara pun segera memutarkan arah mobil nya menuju klinik Sella.
__ADS_1