Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kondisi Azizah


__ADS_3

Brak!


Aldo mendorong pintu tersebut,lalu mendapati Azizah yang terendam dalam bathub tanpa sadarkan diri.


"Astagfirullah!"Ucap Aldo,dan segera masuk.


"Azizah !"Panggil Aldo,namun terlihat wajah Azizah yang begitu pucat,dan tidak bertenaga,entah berapa lama ia sudah berada di dalam tempat itu.


Untuk pertama kali,Aldo telah melihat raut wajah Azizah,dan itu termasuk kecelakaan dengan kondisi nya yang begitu mengkhawatirkan.


Aldo segera mengangkat tubuh Azizah yang berada dalam bathub,mengingat Azizah yang sedang hamil,Aldo tidak membuang waktu nya untuk meminta pertolongan sama yang lain,ia segera mengeluarkan Azizah dalam bathub yang berisi air.


Dengan langkah yang cepat,Azizah berada salam gendongan Aldo,pria itu melewati tempat dimana mertua Azizah yang sedang di Yasin 'kan oleh warga.


Beberapa mata memandang melihat aneh ke arah Aldo yang mengendong Azizah.Tidak ada satu pun warga disana yang tahu apa yang telah terjadi kepada Azizah.


"Mas,bagaimana keadaan nya?"Tanya Putri,


"Aku juga tidak tau sayang,kita harus segera membawa Azizah ke rumah sakit!"


"Iya Mas!"Putri dan Aldo segera membawa Azizah ke rumah sakit,sementara Mella membantu mengurus pemakaman Astuti.


Hampir sore hari,Andara baru saja kembali ke rumah duka.Dia melihat seisi rumah terlihat sepi.Ada Rani yang sedang menangis di dapur.


"Ran,apa yang terjadi?kemana semua orang?"Tanya Andara.


"Tuan Andara,Nyonya Mella sudah pergi ke pemakaman yang ada di komplek ini!"


"Saya akan menyusul nya!"Andara segera pergi,meninggalkan Rani di dapur yang masih terlihat begitu berduka,kehilangan Astuti.


Rumah sakit Purna. . .


Aldo telah menghubungi Sella,dokter yang merawat Azizah sebelumnya.Mengetahui Aldo telah tiba di rumah sakit.Sella segera datang menemui nya.


"Aldo!"Panggil Sella,dengan membantu perawat mendorong hospital bed,kearah Aldo.


Aldo pun segera membaringkan tubuh Azizah di atas hospital bed.


"Bagaimana bisa ini terjadi,bawa pasien ke ruangan operasi,aku akan memeriksa nya!"Titah Sella,kepada perawat tersebut.


"Baik Bu!"Mereka segera mendorong hospital bed tersebut.

__ADS_1


"Dok,lakukan yang terbaik,selamat 'kan istri dan ke dua anak Satria,aku mohon,jangan biarkan apapun terjadi kepada mereka!"


"Tenang Aldo,kita berdoa kepada Allah,kita hanya bisa berusaha.Namun,segala keputusan ada pada sang pemilik kekuasaan!"Ujar Sella,


Dokter Sella pun berlalu ke ruangan operasi,semetara Aldo dan Putri menunggu di depan ruangan tersebut.


"Tenang mas,kita doakan yang terbaik untuk mereka!"Tukas Putri,


"Bagaimana aku bisa tenang,ada tiga nyawa yang berada di dalam sana!"Aldo terlihat begitu khawatir akan kondisi Azizah dan anak-anak nya.


"Kamu sangat mengkhawatirkan mereka mas,aku yakin semua akan baik-baik saja!"Putri mencoba menenangkan Aldo.


Drrt...Drrt...Drrt...


Ponsel Aldo bergetar,saat pria itu melihat layar ponsel nya,Mr.Alex.Tertera di layar handphone.


"Iya Tuan!"


[Bagaimana?apa Azizah baik-baik saja?]


"Saya sudah membawa nya ke rumah sakit.Saya juga berharap itu baik-baik saja.Tuan,terimakasih untuk hari ini,jika bukan karena proposal kerjasama kita,mungkin kita tidak akan bertemu hari ini"


"Sekali lagi,terimakasih Tuan!"


[Sama-sama.Segera kabar 'kan kondisi Azizah kepada Saya!]


"Baik Tuan!"


Panggilan pun terputus,Aldo menyimpan kembali ponsel ke dalam saku jas nya.


"Mas,kenapa mas bisa kenal orang kejam seperti itu?"Bisik Putri,


"Huss..Apa yang kamu katakan,jika bukan karena bantuan nya,kita tidak akan menemukan Azizah,kamu tau,Sandrina itu lebih licik dari Bella,ia tidak akan segan-segan membunuh seseorang asal itu bisa membuat ia senang!"


"Maaf.Aku hanya takut itu akan menimbulkan masalah untuk kita semua.Aku tidak ingin kehilangan mu mas,apalagi dengan kondisi ku begini!"Lirih Putri,sembari mengelus perut datar nya.


"Tenang saja,Tuan Alex,adalah orang baik,ia bisa mengatasi semua nya.Dan juga Aku percaya takdir Tuhan yang mengirim nya kemari,padahal sebelumnya aku tau,dari Satria kalau Tuan Alex,dan istri nya pergi umrah!"Ujar Aldo kemudian.


Ke dua nya sesekali melirik ke arah lampu yang ada di atas pintu ruang operasi masih lampu merah menyala disana.


Ceklek !

__ADS_1


Pintu terbuka,dokter Sella keluar dari sana,Aldo dan Putri segera bangkit dan menghampiri dokter Sella.


"Bagaimana dok?"Terlihat Sella yang sedang membuka sarung tangan dan masker nya.Wanita itu,menggelengkan kepala nya,membuat Aldo dan Putri terkejut.


"Heeemm,Azizah sudah di suntikan obat,dan sekeras apapun kita coba merang-rang dan membangun 'kan nya,dia tidak akan bangun,jantung dan nadi nya sudah kembali normal,hanya saja ia terlihat seperti orang yang koma!"Pungkas dokter Sella.


"Bagaimana dengan bayi nya dok?"


"Ke dua bayi nya mengalami gangguan pernafasan,saat Azizah terendam terlalu lama di dalam bathub,apalagi kondisi nya yang pingsan!"


"Lakukan yang terbaik,apapun itu,selamatkan ke dua nya!"Tegas Aldo,


"Saya bisa berusaha semampu saya,namun keputusan itu ada pada maha yang kuasa!"Ujar Sella,


"Dimana Satria?"Lanjut Sella lagi,saat tidak melihat ada nya Satria disana.


"Anda belum melihat berita tentang kecelakaan pesawat tadi pagi?"Aldo kembali bertanya kepada Sella,wanita itu menggelengkan kepala nya.


"Pesawat On Adi dan Satria mengalami kecelakaan,dan titik lokasi peristiwa itu belum kami ketahui,karena yang datang kesana Papa,dan Aku belum bertemu dengan Papa!"


"Berikan tanda tangan mu disini!"Titah dokter Sella kepada Aldo,Pria itu melirik sang istri.Dia tahu,keputusan itu yang paling berat,jika sesuatu terjadi kepada Azizah,Aldo lah yang bertanggung jawab.


"Mas!"Putri terlihat begitu khawatir.


"Semua akan baik-baik saja sayang!"Aldo menyakinkan sang istri.


Tap...Tap...Tap...


Terdengar suara langkah kaki Bara dan Kejora yang baru tiba di rumah sakit.


"Bagaimana kondisi Azizah?"Tanya Bara,


"Sangat memperihatinkan,kami butuh tanda tangan segera,namun terlihat Aldo yang ragu-ragu!"Dokter Sella berbicara dengan calon menantu nya.


"Biar Aku saja!"Timpal Andara yang baru saja tiba,


"Papa!"Bara menoleh,melihat Mella dan Andara yang baru tiba dengan wajah lesu mereka.


Setelah bertanda tangan di kertas yang di berikan Sella,Andara pun segera pergi ke tempat di mana Mella sedang berbicara dengan dokter lain.


Sella telah kembali lagi ke ruangan operasi,sementara mereka menunggu dengan panik di depan ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2