Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
RakaArkana


__ADS_3

Hari Minggu telah tiba,baik Raka atau Arkana masih terlelap dalam tidur mereka,padahal tadi subuh masih sholat berjamaah dengan Satria dan Azizah.Tapi,malah tidur kembali karena hari minggu.


"Mas,enggak kerja?"bisik Azizah,mencoba membangunkan Satria yang masih terlelap.


"Eemmm,tapi anak-anak ngajak ke Dufan hari ini"


"Dufan?"ulang Azizah,sembari melirik jam di dinding kamar nya.


"Eeemm"Satria masih enggan membuka mata nya yang memeluk guling.


"Tapi ini sudah jam setengah sebelas mas,kalau mau ke Dufan aturan kita berangkat jam tujuh tadi"


"Setengah sebelas?"Satria langsung terbangun dan duduk menatap jam di dinding.


"Papa!"teriak Raka dan Arkana dari arah kamar mereka,Satria dan Azizah pun segera menoleh ke arah pintu.


"Nah tuh dah di panggil"Azizah segera turun dari ranjang.


"Pasti ini Raka bakal marah"cetus Satria yang ikut turun dari ranjang,berjalan ke arah kamar Anak nya.


Ceklek !


"Mama kenapa enggak bangunin kami"tanya mereka begitu Azizah tiba di kamar ke dua nya.


"Mama enggak tau,kalau kalian mau pergi"


"Tuh,tadi kami dah minta papa untuk bangunin kami di jam tujuh!"


"Papa kalian?"Azizah menatap ke arah Satria yang sedang nyengir sembari menggelengkan kepala Meraka.


"Papa kalian itu,tidur nya kayak orang mati,mana bisa ingat jam kalau enggak mama yang bangunin"


"Tuh 'kan aku bilang juga apa,kamu sih nyuruh nya sama Papa"cetus Raka yang kesal,tapi malah nyalahin Arkana.


"Kok jadi aku,Kakak lah,sebagai Kakak harus nya bisa lebih dewasa,kenapa kakak enggak setel alarm saja?"


"Sudah-sudah!"Azizah pun melerai perdebatan antara ke dua anak nya.


"Bagaimana kalau kita pergi ke rumah om Aldo saja?"ajak Satria yang duduk di tepi ranjang.


"Ogah!"Arkana langsung cemberut,pasalnya ia kesal dengan anak Bara yang berumur dua tahun yang suka nempel sama dia.Sedangkan anak Aldo berusia empat tahun.


"Ayolah dek,kita 'kan bisa main sama Lois nanti disana"ajak Raka memaksa Arkana.Melihat Raka yang terus mendesak nya Arkana pun mengalah,karena tidak ingin membuat Raka bersedih.


"Jadi,mau pergi kerumah om Aldo?"tanya Satria lagi,memastikan jika keputusan mereka berdua sudah final.


"Iya Pa!"jawab mereka serentak.


"Yasudah kalian mandi dulu,mama akan siapin baju kalian oke"


"Oke ma!"Raka dan Arkana pun turun dari ranjang menuju kamar mandi.


"Aku juga akan mandi dulu"Satria segera pergi meninggalkan kamar anak nya.Sementara Azizah menyiapkan pakaian Raka dan Arkana,setelah selesai baru pergi melihat Satria.


Di meja makan,mereka semua menikmati roti selai yang ada di atas piring,padahal mereka berencana akan sarapan ikan panggang saos cabe,namun karena terlambat bangun jadi hanya bisa menikmati sarapan pagi dengan roti selai.


"Sudah siap?"tanya Satria,disaat mereka semua sudah masuk ke dalam mobil.


"Sudah pa,lets go!"teriak Raka yang lebih bersemangat.Namun,berbeda dengan Arkana,memiliki sifat dingin dan cenderung lebih cuek.


Di tengah-tengah perjalanan,Raka melihat Divia bersama dengan ibu nya yang sedang berboncengan baru kembali dari pasar.

__ADS_1


"Divia!"teriak Raka,membuat Arkana terkejut,pasalnya ia baru saja terlelap.


"Raka,apa yang kamu lakukan nak,kamu bisa membahayakan orang lain,siapa tahu ada yang terkejut mendengar suara mu,dan membuat kendaraan lain kecelakaan!"


"Iya ma,maaf!"


Divia menoleh saat Raka memanggil nya dan tersenyum,berbeda dengan Arkana yang selalu cuek menanggapi senyuman Divia.Mobil Satria pun berlalu pergi,dan berbelok ke arah rumah Aldo.


* * *


Tit...Tit...


Satria sengaja membunyikan klakson mobil nya saat tiba disana,agar pemilik rumah mengetahui kedatangan mereka.


Satria langsung membuka pintu mobil,untuk anak dan istri nya.Terlihat Aldo dan istri nya serta ada Lois yang sedang dalam gendongan Aldo.


"Assalamualaikum"ucap Azizah,


"Waalaikumsalam"


Setelah berpelukan,dan melepas rindu.Kedatangan Satria dan Azizah di terima 0dengan baik oleh keluarga Andara.


"Dimana Bara?"tanya Satria saat mereka sudah di ruang tamu.


"Nginap di rumah mama Sella!"jawab Aldo,yang ikut duduk bersama dengan mereka.


"Tunggu aku akan ke dapur dulu,untuk mengambil minum ya"tukas Putri yang bangkit dari duduk nya untuk pergi ke dapur.


"Tunggu put,biar aku ikut bersama mu"


"Eh,enggak usah,kamu tamu duduk saja"


Lois dan dua si kembar lagi main robot-robotan,terlihat mereka yang begitu akrab.


"Sepi Do,mana Om sama Tante?"


"Mama sama Papa udah pergi ke Palembang,ada acara"


"Oh,pantesan,kemarin enggak ada di kantor mu"


"Loh,kamu ke kantor? kok aku enggak tau?"


"Iya cuma sebentar,ketemu sama Asisten mu,titip berkas aja sih,lalu aku langsung pulang"


"Oh,pantesan enggak jumpa kita"


"Ya begitu lah"


Azizah dan Putri pun datang,dengan membawa minuman dan cemilan di atas nampan.


"Silahkan di minum"Putri meletakkan nampan di atas meja.


"Terimakasih"Azizah menjawab sembari tersenyum,membuat Aldo dan Satria ikut tersenyum.


"Bagaimana cerita nya tamu malah bikin minum sendiri"cibir Satria,


"Ha ha ha,kamu ngeledek,maklum saja lah,begini lah kondisi kami di tinggal para Bibi"pungkas Aldo.


"Kamu masih mending Aldo,ada yang lebih parah,nih Aku ya tiap pagi,harus mendengar tiga orang ini berteriak,kadang yang mau pergi kerja,yang mau ke sekolah,ada aja tiap pagi yang mereka recokin"


Mereka semua pun tertawa mendengar cerita satu sama lain,dan tidak ada yang mengeluh baik putri atau pun Azizah,saat mereka di sibukkan oleh pekerjaan ibu rumah tangga,malah itu membuat mereka senang karena bisa melayani keluarga kecil mereka dengan senang.

__ADS_1


"Assalamualaikum"ucap Bara dari luar,yang baru saja kembali bersama dengan kejora dan Mentari.


"Waalaikumsalam"jawab mereka serentak.


"Tuh 'kan pa atu bilang ugak apa,ada Kak Alcana dicini"ujar Mentari sembari melirik ke arah Bara,


"Arkana bukan Alcana"ketus Arkana yang kesal,lalu berdiri menghampiri sang ibu,Arkana memilih untuk duduk di samping Azizah.


Melihat kelucuan anak-anak,membuat mereka tidak berhenti untuk tertawa.


"Dimana mama mu Tari?"tanya Putri,


"Mama lagi ada keljaan di cantol"jawab Mentari yang bikin Putri selalu ingin mencubit pipi embul nya.


"Ayo Kak Alcana kita main"ajak Mentari menarik paksa tangan Arkana.


"Enggak mau"Arkana mencoba melepaskan tangan Mentari.


"Papa,cenapa kak Alcana enggak mau main cama aku "Mentari pun mengadu sama Bara.


"Kak Arkana lagi capek,main sama Kak Raka dulu ya"bujuk Raka,tapi Mentari terlihat tidak begitu tertarik untuk main dengan Raka.


"Gak,mau nya sama kak Alcana.Hiks hiks hiks"Mentari pun menangis,


"Mulai lagi drama nya"gumam Arkana,


"Sayang enggak boleh begitu.Sayang,sana main sama Mentari dulu ya,entar kita baru pulang"Azizah pun membujuk Arkana agar mu main sama Mentari.


Tanpa pilihan lain,Arkana pun nurut saja,dan akhir nya Mentari berhenti menangis saat Arkana mau main dengan nya.


Arkana,Raka,Lois dan Mentari pun main bersama,sementara para orang tua,sibuk membahas pekerjaan mereka.


"Jadi Sat,bagaimana cabang bisnis mu yang di NY,bukan kah,kamu harus ke sana dalam enam bulan sekali!?"tanya Aldo,


"Iya Aku juga berencana buka cabang disana"timpal Bara,


"Cabang apa?"Aldo pun melirik ke arah Bara,


"Cabang pabrik tahu kali"Ha Ha Ha


Mereka pun tertawa saat mendengar candaan Satria.


"Boleh juga sih itu"Bara malah membenarkan ucapan Satria,


"Serius lah,mau buka cabang apa?"tanya Aldo lagi,


"Kejora ingin membuka bisnis cabang entertainment di NY,katanya sih bagus kalau kita memulai bisnis disana"


"Kenapa enggak disini aja?"tanya Azizah,


"Aku juga enggak tahu,katanya mau kerjasama dengan Om nya,aku juga enggak tahu banget,tentang rencana dia yang ini"pungkas Bara,


"Eeemm,apapun itu lah,aku mendukung nya,jika kalian butuh apa-apa kabarin aku aja"ujar Aldo,sembari menepuk pelan bahu Bara,


"Iya,kamu juga boleh menghubungi ku,karena bisnis disana sudah lumanyan berkembang pesat"


"Siap,kalian memang teman ku yang paling baik"


"Kita 'kan keluarga"timpal Satria,


Waktu pun terus berlalu,kini jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua siang,dan Azizah mengajak Satria untuk kembali.Setelah berpamitan dengan tuan rumah,Satria dan keluarga kecil nya pergi meninggalkan kediaman Andara.

__ADS_1


__ADS_2