Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Satu Hari kemudian


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari Aldo,kalau rapat antar perusahaan di batalkan dua hari ke depan,membuat Azizah sedikit senang karena memiliki waktu dua hari lagi untuk memperbaiki desain yang salah.


Bahkan Satria membelikan sebuah meja belajar untuk Azizah,dan meja itu terletak di dalam kamar mereka.Azizah bisa memanfaatkan meja tersebut untuk menyelesaikan desain nya.


Azizah melirik ke arah jam di dinding sudah menunjukkan pukul 21:45,malam.Namun,Satria belum kembali,seharusnya Satria sudah tiba dua jam yang lalu ke rumah.Terakhir kali Satria berpamitan untuk pergi menemui Aldo,tapi sampai saat ini Pria itu tidak juga kembali.


Terdengar suara mobil Satria masuk ke dalam halaman rumah,Azizah segera bangkit dari duduk nya dan mengintip dari celah jendela.Benar saja,itu Satria yang sudah pulang,Azizah kembali ke kursi nya dan melanjutkan untuk menyelesaikan desain nya.


Tak lama kemudian,suara pintu kamar terbuka,Satria melihat punggung Azizah yang duduk menghadap dinding,wanita ini tidak menoleh atau pun menyambut kepulangan Satria.


Satu hari telah berlalu,ke dua nya saling berjauhan,bahkan berbicara sedikit saat bertemu dan bertatap muka,meskipun tinggal dalam satu rumah dan satu kamar,ke dua nya lebih menjaga jarak setelah pulang dari kantor polisi satu hari yang lalu.


"Waalaikumsalam"Ucap Azizah,saat Satria kembali menutup pintu kamar,membuat Satria menghela nafas nya.


"Assalamualaikum"Ucap nya kemudian,setelah ke sindir dengan jawaban salam dari Azizah.


"Waalaikumsalam"Sahut Azizah masih fokus melukis kertas putih yang ada di depan nya.


Setelah meletakkan semua barang-barang nya,tanpa basa basi lagi,Satria segera pergi ke kamar mandi,tercium aroma menyengat dari pakaian nya,Azizah tahu,Satria pasti habis minum-minun bersama dengan sahabat nya.


Namun,wanita ini memilih bungkam,ia tidak ingin ikut campur terlalu dalam masalah dan urusan pribadi Satria.


Tiba di dalam kamar mandi,Satria mengusap kasar wajah nya,terlihat pipi nya sedikit memerah dan mata nya mulai sayu,ia sadar kalau malam ini dia telah banyak minum.


Meskipun kadar al-kohol nya rendah,Satria bukan lah pria yang kuat akan minuman beral-kohol.


Flashback!


Satu jam yang lalu,Aldo mengajak Satria untuk bertemu di club dragonfly,Bara tidak ikut,karena ia menemani sang ibu untuk pergi ke kondangan saudara nya yang ada di Palembang.


Dragonfly merupakan club malam yang


Dragonfly menawarkan keseruan menghabiskan malam sembari menikmati musik ber-genre house yang dimainkan oleh DJ profesional baik dalam maupun luar negeri.

__ADS_1


Ke dua nya berada di room VIP,dengan berbagai minuman beral-kohol yang tersusun rapi di atas meja mereka,dan ada beberapa pelayan wanita yang siap menemani malam mereka.


"Tinggalkan ruangan ini,kami tidak butuh pelayan!"Tegas Satria,yang tak seperti biasanya.


"Apa yang terjadi?bukan kah kamu paling senang mereka melayani kita minum?"Tanya Aldo yang penasaran.


"Life needs change!"Sembari meneguk minuman yang ada di tangan nya.


"Oho..."Aldo menggelengkan kepala nya,melihat Satria yang lain dari biasanya.


"Life is a challenge!jadi apa yang membuat mu berubah?"Aldo menuangkan minuman untuk Satria lagi.


"Heeh!"Satria tersenyum miring,mendengar pertanyaan Aldo.


"Kalau aku tebak,seperti nya tentang istri mu!"Tukas Aldo.


Tap!


Satria meletakkan gelas di atas meja,lalu menatap Aldo dengan tajam.


"Gue enggak tau,harus mulai dari mana,satu hari ini dia mulai bersikap dingin sama Gue,yang biasa nya selalu menyiapkan pakaian kerja Gue,terus ngambilin sarapan untuk Gue,dan setiap bertemu pasti menyapa,hanya saja satu hari ini,kami berdua seperti orang asing,padahal tinggal satu atap dan satu kamar!"Pungkas Satria.


Gluk..Gluk...


Satria menghabiskan minuman nya lagi,Aldo kembali menuangkan minuman untuk Satria.


"Bukan kah,itu yang Lo harap?Lo bisa berpisah dari dia tanpa ada rasa apapun,dan yang pasti kalian berdua tidak sama-sama saling menyakiti!"


"Berpisah?"Satria melirik ke arah Aldo,"Memang nya Gue bisa?Gue yang terbiasa di layani dengan baik oleh dia,sampai Gue lupa kalau Gue punya dua pembantu di rumah,biasa nya setiap pagi pasti minta bantu Bi Atun untuk menyiapkan baju kerja, sarapan,dan hal lain,tapi semenjak ada dia hidup Gue kek bergantung kepada nya,seakan-akan dia itu anugrah untuk Gue tau enggak lo !"Sambung Satria,Aldo menggeleng 'kan kepala nya lagi.


"Untuk Lo anugrah,mana tau bagi dia musibah!"Cibir Aldo yang nahan tawa,langsung netra mematikan keluar dari dalam diri Satria menatap Aldo.


"Oke-Oke,Gue bisa simpulin,dari cerita Lo itu,Lo sudah jatuh cinta bukan sama istri dadakan Lo itu!"Tebak Aldo,

__ADS_1


"Tidak !"Secepat kilat Satria membantah nya.


"Lo nggak usah ngebantah,Gue bisa liat!"


"Lo bisa liat,tapi yang rasain Gue!"Tegas Satria lagi,


"Gue mau nanya,Lo berdua udah itu belum..?"Tanya Aldo yang cukup kepo dengan urusan pribadi Satria,


"Belum!"Sahut Satria,


"Bodoh!"Cibir Aldo,sembari meneguk minuman nya.


"Kalau Lo memang jatuh cinta sama itu perempuan,kenapa enggak Lo pepetin terus,kalian berdua itu,suami istri,sah buat Lo menyentuh dia,dan juga sah buat Lo minta hak batin ke dia!"


Satria terdiam,entah apa yang ada di pikiran nya saat ini,yang pasti pria itu sedang memikirkan ucapan Aldo yang terakhir.


"Gue pria yang punya pertimbangan,Gue enggak akan menyentuh dia sebelum dia nyaman dan menganggap jika Gue ini benar-benar suami dia!"


"Eeemmm"Aldo hanya mangut-mangut,"Lo mau kemana?"Lanjut nya,saat melihat Satria yang bangkit dari duduk nya,dengan tubuh yang sedikit pusing akibat pengaruh minuman.


"Gue mau pulang,mau istirahat,untuk desain Lo,besok Gue akan kirim ke kantor Lo!"


"Oke Gue tunggu,Gue juga mau pulang!"Aldo dan Satria segera keluar dari room VIP tersebut.


Flashback Selesai !


Setelah selesai mandi,dengan handuk masih melilit di pinggang nya,dalam keadaan rambut masih basah.


"Mas,coba kamu periksa apa ada yang salah?"Seru Azizah,yang sudah tahu jika Satria sudah selesai mandi,merasa jika Azizah sudah mulai mengajak nya bicara.Satria segera berjalan mendekati Azizah.


"Coba aku liat!"Satria memegang kursi Azizah dengan posisi tubuh yang sedikit membungkuk.


"Nih!"Azizah menyodorkan lembaran hasil desain nya kepada Satria,dengan posisi wajah mereka yang dekat saat Azizah menoleh,Satria sudah berada di samping nya.

__ADS_1


Ke dua nya saling pandang satu sama lain,wajah mereka sangat dekat,bahkan deru nafas pun masih terasa.


__ADS_2