Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
The End


__ADS_3

Sebulan kemudian. . .


Tepat di hari ini,sudah sebulan kepergian Azizah dalam hidup mereka.Tidak ada lagi tawa di pagi hari atau pun canda di siang hari.Setiap hari mereka lewati dengan rasa sedih atau pun kesepian,terlebih lagi Satria yang sangat merasa kehilangan,bahkan dengan terpaksa,Arkana membantu Anita di perusahaan setelah Satria pun mogok untuk bekerja.


Arkana mendapat peringatan dari Edward menyangkut wisuda nya dua bulan lagi,ia pun bertekad akan membawa piagam tersebut untuk ke dua orang tua nya.


Kini Satria dan Raka serta Arkana berada di pusara Azizah.Setelah berdoa,dan meletakkan bunga,Arkana dan Raka berdiri dan ingin kembali ke rumah.


"Kalian,kembali lah lebih dulu ke mobil,aku akan menyusul,beri waktu untuk Papa sepuluh menit lagi"


"Baik pa,segera kembali"


Satria tidak menjawab,ia terus mengusap papan yang menulis nama sang istri,seakan-akan bayangan Azizah berdiri di tempat itu dan tersenyum kepada nya.


"Sebulan yang lalu,aku mengantar kepergian mu,dengan keyakinan penuh aku berharap akan bertemu dengan mu suatu hari nanti di keabadianNya.Belajar menguatkan diri ku sendiri,agar tidak bersedih sepanjang waktu.Namun,rasa sepi ini tidak dapat ku lewati begitu saja,ku kira aku akan tegar setelah kamu berpamitan tanpa lambaian tangan,tapi aku salah,aku hanya berpura-pura untuk bahagia agar aku terlihat baik-baik saja.Aku pikir aku mampu melewati hati tanpa rasa sakit,namun nyatanya aku menipu diri ku sendiri,mengingkari segala sunyi yang bersemayam di dalam dada.Sayang,aku tidak sanggup,bawa aku pergi!"


Satria pun menangis di atas pusara sang istri.Di sisi lain ada Raka dan Arkana yang menunggu Satria di mobil.


"Kenapa Papa lama sekali!"tanya Raka,


"Tunggu disini,aku akan pergi melihat nya!"


Arkana pun turun dari mobil,dan berjalan ke arah pusara Azizah,dari jauh ia melihat Satria yang tertidur di sisi pusara Azizah.


"Papa pasti habis menangisi!"gumam Arkana mendekat,


"Pa,ayo pulang"ajak Arkana,namun tidak ada pergerakan dari dalam diri Satria,


"Papa!"panggil nya lagi kini menyentuh Satria,dan tubuh itu telah kaku,ternyata Satria telah mendahului anak-anak nya.


"Papa!"teriak Arkana.


Ternyata hari itu terulang lagi,hari dimana ia mulai merasakan sakit lagi,hari dimana mereka akan melewati tanpa sosok orang tua yang akan menemani mereka.


Sebulan setelah kepergian Satria,kini mereka telah belajar hidup tanpa ke dua orang tua mereka.


Delapan puluh hati telah berlalu,banyak rintangan yang di lewati oleh Arkana dan Raka.Arkana harus membantu perusahaan sang papa,Raka seperti biasa harus melewati hair nya dengan tegar,tetap mengikuti kegiatan kampus agar dapat lulus segera.


Raka mengambil surat untuk semester akhir nya,karena ia akan berhenti di dua tahun saja,Raka memilih untuk tidak lanjut di tahun berikut dengan alasan,perusahaan Purna membutuhkan pimpinan.


Arkana sudah kembali ke Inggris satu Minggu yang lalu,untuk mengikuti wisuda,dengan catatan ia akan segera kembali untuk hadir di pernikahan sang kakak dengan wanita pujaan hati nya.


Hari ini Arkana telah kembali lagi ke Indonesia setelah mengikuti wisuda nya,dan Raka akan pergi menjemput Arkana di bandar udara.


Arkana telah berjanji akan menghadiri pernikahan Raka dan Divia,dan sebulan lagi,pernikahan itu akan berlangsung.


Tiba di bandara,Arkana sudah mendapat pesan dari Raka,ia segera berjalan ke arah tempat parkir dimana Raka menunggu.


Mereka berpelukan melepaskan rindu mereka.


"Kamu menyetir?"tanya Arkana dengan lantang,


"Please lah Arka,ini hanya sekali saja!"

__ADS_1


"Tapi kamu tidak boleh menyetir,kenapa tidak mengajak sopir?"


"Sudah lah Arka,ayo kita pulang"


"Aku yang menyetir!"tukas Raka,


"Aku saja.Jangan membantah!"tegas Arkana yang langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah mereka siap,dan segera memutarkan mobil nya.Mereka berdua segera keluar dari area bandara.


Dan tiba di jalan,baru saja Arkana berbelok dan hendak menyeberang,sebuah truk besar dengan rem yang tidak berfungsi menghantam mobil Arkana,ke dua nya tidak mengetahui akan hal itu,dan itu membuat Raka atau pun Arkana sontak kaget.


Brak!


Dugh!


prang!


Arkana masih setengah sadar ia sempat melirik ke arah sang Kakak yang berada di dekat nya.


Braaak!


Setelah mobil terhantam begitu jauh dari tempat kejadian,Arkana yang masih siuman dan setengah sadar,mencoba keluar dari mobil tersebut,Setelah berhasil,ia juga membantu mengeluarkan Raka dari dalam sana.


Banyak orang yang datang berlari ke arah mereka,untuk menolong mereka.Setelah ke dua nya berhasil di selamat 'kan mobil tersebut pun mengeluarkan bensin dan bakar seketika itu di depan Arkana dan Raka.


Arkana langsung memeluk Raka dengan erat.


"Arka..."lirih Raka,Arkana langsung melihat ke arah Raka,yang wajah nya sudah di lumuri dengan darah.


Arkana begitu khawatir dengan kondisi Raka,meskipun ia sendiri juga terluka.


"Arka..."lirik nya lagi,Arkana memegang tangan Raka,lalu ia mendekatkan telinga nya kepada Raka,dan Arkana terkejut mendengar bisikan Raka.


Seketika tubuh Raka dalam pelukan Arkana terlepas,dan genggaman nya juga ikut terlepas.Ambulance pun sudah tiba,Raka menatap sendu ke arah Arka dan penuh harap.


Raka dan Arkana di larikan ke rumah sakit,agar kedua nya dapat tertolong.


Setelah seminggu menjalani pengobatan intensif, Arkana kini mulai membaik,dan Arkana terlihat sudah sehat kembali.


Arkana dan Raka merahasiakan kecelakaan mereka berdua,sesuai yang di minta oleh Raka,karena ia tidak ingin Divia cemas dan khawatir.


Setelah kesehatan nya berangsur-angsur membaik, Arkana sudah bisa beraktivitas kembali dan sudah boleh kembali ke rumah.


* * *


Sebulan kemudian. . .


Raka berdiri di depan jendela kamar,ia terlihat sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel nya.


Hari ini adalah pernikahan nya.Rani sudah menunggu di depan pintu.


"Den apa anda sedang berbicara dengan Den Arka?"tanya Rani,

__ADS_1


"Iya,katanya ia tidak bisa kembali,ia akan mengikuti beberapa prosedur di university nya,dan akan kembali setelah semua selesai"Pungkas Raka,


Rani tersenyum,lalu meletakkan mangkuk sop di atas nakas.


"Apa mereka sudah tiba?"


"Sudah Den,dan sebentar lagi ijab kabul nya akan di mulai"Raka tersenyum ke arah Rani,lalu menghabiskan sop nya.


Di ruangan tamu,semua orang telah menunggu ke dua membelai untuk maju ke altar pernikahan.


Aldo dan Miranti mengantar Divia dan Raka menuju altar pernikahan.Ke dua nya terlihat begitu bahagia,dan Raka sangat senang karena hari ini adalah hari pernikahan nya.


Bapak penghulu pun memulai acara nya dan ijab Qabul itu berjalan dengan begitu lancar.


"Sah!"


"Sah"


"Sah!"


"Alhamdulillah "


Semua orang terlihat begitu senang acara pernikahan itu berjalan dengan begitu lancar.Bahkan Raka meminta Divia untuk berfoto agar bisa mengirim ke Arkana yang berada di luar negeri.


Malam pernikahan. . .


Setelah semua orang pergi meninggalkan mereka,kini hanya ada Rani dan Raka serta Divia tamu baru di rumah itu.


Terlihat Divia dan Raka melakukan sholat bersama.Dan setelah selesai sholat,Divia mengulurkan tangan nya kepada Raka.Namun,Raka segera berdiri dan menyimpan sajadah nya.


Divia menatap heran ke arah Raka yang sudah rapi dengan pakaian nya.


"Kamu mau kemana?"tanya Divia,


"Aku mendapat email dari Om Al,katanya perusahaan Papa mengalami krisis karena sudah lama Arkana tidak berkunjung kesana,aku akan berangkat malam ini untuk pergi kesana!"


Tentu saja jawaban itu membuat Divia terkejut,bagaimana tidak,malam ini adalah malam pernikahan nya dan Raka akan pergi,tentu itu membuat Divia sedih.


"Raka,malam ini malam pernikahan kita,apa tidak sebaik nya kamu pergi besok?"


"Divia,kamu jangan cemas,tunggu aku kembali aku akan segera kembali"Raka mengusap kepala Divia,dan berpamitan kepada sang istri.Raka menarik koper nya keluar dari kamar,di luar sang sopir telah menunggu.


Setelah malam itu,Raka pergi ke NY.Divia tidak pernah lagi berbicara dengan Raka,karena Raka sangat sibuk dan jarang memegang ponsel,Divia hanya mendapat pesan singkat dari Raka,kalau ia akan segera pulang.


**END ! ! !


"Nantikan di season dua kisah Divia dan Raka.


Dengan judul baru, RakaArkana"


See you** !


*Terimakasih sudah mendukung author sejauh ini,mohon maaf bila banyak typo,dan segala kekurangan author,jika ada kisah mereka yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian author memohon maaf,ayo kita bertemu lagi,di kisah mereka dengan judul yang baru 🙏

__ADS_1


Salam hangat Author♥️*


__ADS_2