Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Sebulan Kemudian


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu,kesehatan Azizah pun berangsur-angsur membaik.Kini Azizah sudah berada di rumah keluarga Purna bersama dengan Sunarsih,dan ke dua bayi nya.


Azizah duduk di depan jendela yang terbuka,menatap indah nya pemandangan taman dari arah kamar nya.


Air mata tak henti-henti nya menetes di pipi lembut nya.Sudah sebulan penuh ini Azizah hanya bisa mengandalkan kursi roda untuk membantu nya jalan.


Kejahatan yang di lakukan oleh Sandrina,membuat kaki nya lumpuh,entah obat jenis apa yang telah ia suntikan sehingga membunuh banyak saraf,sehingga membuat kaki Azizah lumpuh.


Meskipun bukan lumpuh permanen,dan dokter masih sudah mengatakan jika itu masih bisa kembali normal,asal dari Azizah sendiri memiliki keinginan untuk berjalan lagi.


"Azizah,kalau kamu ingin keluar,ibu bisa membawa mu jalan - jalan di sekitar taman,kenapa terus memendam diri dan menangis sepanjang hari di kamar ini!"


Azizah tidak menanggapi ucapan sang ibu,dia hanya diam dan membiarkan ucapan sang ibu berlalu begitu saja.


"Bagaimana bu?apa sudah ada kabar tentang mas Satria dan Papa Adi?"Hanya pertanyaan itu yang selalu di tanyakan Azizah,selama sebulan,siapapun yang datang berkunjung Azizah tidak lupa menanyakan perihal kecelakaan pesawat sebulan yang lalu.


"Azizah,sampai kapan kamu akan berhenti menanyakan itu,kamu tahu,kita semua tahu,kalau Papa mertua dan suami mu,telah mendahului kita semua!"Tukas Sunarsih,yang kini berdiri di belakang Azizah.


"Aku akan berhenti bertanya,kalau aku sudah melihat jasad ke dua nya!"Lirih Azizah,sembari memejamkan mata nya,tetesan demi tetesan kembali menetes dari netra Azizah,yang kini sudah memerah akibat tak henti menangis.


"Tidak ada guna menunggu hal yang tak pasti,yang pergi tak akan kembali.Lupakan lah nak,kamu sudah seharusnya melanjutkan hidup mu,masih ada Raka dan Arkana yang harus kamu rawat,memang nya kamu tidak sayang pada mereka?selama sebulan ini Kamu tidak pernah datang untuk melihat mereka di kamar mereka,kamu hanya memberikan asi mu saja secara tak wajar sebagai seorang ibu,harus nya kamu menyusui ke dua nya secara langsung !"Pungkas Sunarsih.


Azizah terdiam,ia tidak merespon,bahkan ia tidak memperdulikan ucapan Sunarsih.


"Aku ingin sendiri Bu!"Ujar nya kemudian,membuat Sunarsih harus menghela berat nafas nya.


"Istirahat lah,ibu tinggal dulu,ibu akan ke kamar twin.Ibu nanti datang lagi untuk mengambil asi nya!"Setelah mengatakan itu,Sunarsih keluar dari kamar Azizah,dan meninggalkan wanita itu sendiri.


Sekuat apapun seorang wanita,dan setegar apapun dia melawan keras nya cobaan hidup,tetap saja air mata tempat pelampiasan yang terakhir yang ia pilih.


"Hiks..Hiks..Hiks...Apa arti hidup ini,jika hanya penderitaan!dari segi mana Allah melihat aku mampu menjalani semua cobaan berat ini?sedangkan aku hanya manusia yang rapuh,aku mudah lelah,mudah menyerah,bahkan aku mudah sekali pasrah dengan keadaan.Astaqfirullah!"Azizah mengusap wajah dengan ke dua tangan nya.


Setelah merasa ia sudah lama berada di tempat itu,lalu Azizah berbalik dengan bantuan kursi roda elektrik nya.

__ADS_1


* * *


Sore hari,Aldo,Bara,Putri dan Kejora,datang berkunjung ke rumah purna.Mereka semua datang untuk melihat ke adaan baby twin dan Azizah.


Ting..Tong...


Ceklek !


Atun,membuka pintu utama,setelah bunyi bel dua kali,kebetulan ia berada tak jauh dari tempat itu.


"Oh,Den Aldo,Den Bara,silahkan masuk Den!"Ajak Atun,mempersilahkan mereka semua.


"Bi,keliatan nya sepi,apa mereka semua masih disini?"Tanya Aldo,


"Masih Den,biasa lah Den sepi,Nyonya muda tidak mau keluar kamar,setiap hari selalu menanyakan Tuan Muda,dan Tuan Besar,kalau kami datang untuk melihat,bahkan Nyonya muda menolak untuk bertemu dengan baby twin,sebelum ia melihat jasad Tuan muda,seperti nya jiwa Nyonya sedikit tergoncang oleh peristiwa itu.Karena,berita itu Nyonya ketahui dalam waktu yang bersamaan,sehingga akal sehat nya tidak bisa menerima sepenuh nya!"Pungkas Atun,panjang lebar.


"Jadi Bi,sekarang Azizah ada di kamar nya?"


"Nak Aldo,baru tiba?"Seru Sunarsih,yang baru saja keluar dari kamar Baby Twin.


"Den,silahkan duduk,Bibi akan buatkan minum dulu!"


"Terimakasih Bi!"Aldo dan yang lain,langsung bersalaman dengan ibu nya Azizah.


"Bagaimana bu,apa ada perkembangan tentang Azizah?"


Sunarsih menggelengkan kepala nya,lalu menghela nafas nya.


"Ibu tidak tahu Nak,ibu malah lebih sedih saat melihat Anak dan cucu ibu yang seperti itu,saat ini Raka dan Arkana membutuhkan kasih sayang ke dua orang tua nya.Namun,Azizah tidak mau melihat Baby Twin!"


"Ibu yang sabar ya,mungkin saat ini Azizah belum sepenuh nya sembuh,kita semua yakin dia akan kembali lagi seperti dulu Bu!"


"Ibu juga berharap seperti itu,karena ibu sudah tidak tahan melihat Azizah begitu menderita!"

__ADS_1


Setelah berbincang begitu lama,Aldo pun meminta izin kepada Sunarsih untuk melihat Azizah,bersama dengan Putri.


Aldo dan Putri bangkit dari tempat duduk nya,lalu berjalan ke arah kamar Azizah.


Tok...Tok...Tok..


Tidak ada jawaban,Aldo berpikir kalau Azizah sedang tidur atau sedang tidak ingin di ganggu.


"Boleh di buka saja mas!"Bisik Putri,


"Tidak boleh sayang,kita tidak mendapatkan ijin!"Ujar Aldo,


Tak lama kemudian,Aldo dan Putri kembali ke ruang tamu.


"Bagaimana Do?"Tanya Bara,Aldo menggelengkan kepala.


"Azizah tidak menjawab,seperti nya dia sedang istirahat!"


"Kenapa kita enggak liat baby twin saja,semenjak dirumah aku belum melihat nya!"


"Bu,boleh kami lihat baby twin?"Tanya Bara,dengan sopan.


"Tentu boleh,mana tau,dengan kehadiran kalian Baby Twin jadi senang!"Pungkas Sunarsih yang tersenyum.Lalu,pergi mengantar mereka semua menuju kamar baby twin.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Rani langsung menoleh yang sedang menjaga baby twin.Wanita itu,segera berdiri dari tempat duduk nya.


"Rani,ambilkan Asi Baby Twin di kamar Nyonya ya!"Titah Sunarsih,


"Iya Bu!"Rani pun pergi meninggalkan kamar itu.


Aldo dan yang lain,langsung mendekat ke arah baby twin yang sedang tertidur.Mereka semua terlihat begitu senang saat melihat dua bayi itu yang itu begitu pulas,dan terlihat menggemaskan,sehingga membuat Putri dan Kejora tidak tahan untuk tidak menganggu mereka.

__ADS_1


__ADS_2