Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Baby


__ADS_3

Azizah segera masuk ke dalam mobil.Sementara Satria sudah duluan di kursi kemudi,menunggu Azizah.


"Mas,kita enggak bawa oleh-oleh enggak enak rasa nya,datang berkunjung pertama kali"


"Udah tenang saja,Aku yang akan mengurus nya,soal hadiah bisa menyusul nanti untuk baby Tante Selly!"


Satria langsung melajukan mobil nya ke arah rumah Dika.Di sepanjang perjalanan,Azizah terlihat begitu gugup,karena setelah menikah ini pertama kali ini kembali ke desa gelap.


"Tenang lah,semua baik-baik saja"Satria memegang tangan Azizah,atap mobil Satria terbuka membuat Azizah melongo,bagaimana tidak semua orang akan melihat mereka saat melewati tempat itu.


"Mas,kenapa di buka?"


"Kenapa?kamu malu?bukan kah kita suami istri kenapa harus malu?"Tanya Satria,Azizah hanya terdiam saja.


Tak lama berselang waktu,mereka sudah tiba di depan supermarket purna,tentu saja banyak orang yang menatap iri ke arah Azizah.Bagaimana tidak,Satria adalah pria yang banyak digilai oleh wanita di desa gelap.


"Itu 'Kan mas Satria ya,ganteng banget 'kan ya,beruntung banget Azizah bisa menikah dengan nya"


"Dengar-dengar sih,Mas Satria menikahi Azizah karena kasian,dia batal nikah pas hari H,Kalian tau alasan dia batal nikah.Katanya udah nggak pera-wan lagi"


"Ih...Alim tapi kelakuan nya begitu ya"Sindir yang lain.Beberapa komentar dari tetangga dan juga pengunjung supermarket,mereka memakai dan menghina Azizah tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka hina.


Ke dua nya turun dari dalam mobil,telinga Satria sudah mulai memanas mendengar gosip murahan itu.Satria segera menggandeng tangan istri nya memperlihatkan kemesraan nya kepada semua orang,kalau dia menikahi Azizah tulus karena cinta,bukan karena terpaksa atau iba.


Azizah hanya tersenyum,saat melihat Satria menggandeng tangan nya dengan mesra.Azizah yakin Satria melakukan ini semua karena ia tidak ingin diri nya bersedih saat mendengar ucapan para tetangga yang sedang bergosip.


"Assalamualaikum Azizah"Seseorang memberi salam,Azizah dan Satria sama-sama menghentikan langkah kaki mereka,dan menoleh secara bersamaan kearah orang itu.


"Us-ustaz Zaky?"Gumam Azizah,Zaky mendekat,dan menyapa ke dua nya dengan sopan.


"Kalian berbelanja disini juga?"Tanya Zaky,Azizah tidak menjawab nya.Sudah sekian lama tidak bertemu akhirnya bertemu di tempat ini secara kebetulan.


"Bukan,kami datang kemari untuk bertamu.Kami permisi dulu"Satria segera membawa Azizah untuk masuk ke dalam rumah,tidak ingin membiarkan pria itu terlalu lama melihat dan memperhatikan sang istri,membuat Satria begitu cemburu.


Zaky hanya tersenyum pahit,saat melihat wanita yang ia cintai kini bergandeng tangan dengan Pria lain,yang berstatus suami dengan nya.Ada rasa penyesalan dalam diri Zaky.Namun,semua nya sudah berlalu,dan Zaky dengan Azizah bukan lah jodoh yang di pilihkan Tuhan.


"Assalamualaikum"Ucap Satria,

__ADS_1


"Waalaikumsalam "Jawab Dika dari dalam,dan berjalan ke arah pintu depan.


"Satria?"Dika terkejut saat melihat keponakan nya telah tiba,bersama dengan Azizah.


"Kamu disini?"Lanjutnya lagi,


"Iya,dimana Tante Selly?"Tanya Satria,


"Ada di dalam yang masih beristirahat.Ayo masuk dulu"


"Terimakasih "Ucap Azizah,mengikuti sang suami dari belakang.


Ceklek !


Dika membuka pintu kamar,dimana Selly sedang tertidur di atas ranjang nya.Di dalam box baby ada baby mungil anak Tante Selly yang baru berumur sepuluh hati.


"Lucu sekali sayang"Seru Satria,sembari memperlihatkan nya kepada Azizah.Sangat terlihat jelas dari raut wajah Satria kalau pria ini memang benar-benar menginginkan seorang anak,apalagi melihat baby Dika membuat Satria ingin cepat-cepat memiliki anak sendiri.


"Sat,Paman ingin bicara dengan mu"


Di luar kamar,Dika mengajak Satria ke ruang tamu.


"Bi,bikin minum untuk Satria nya,sekalian buatkan jus jeruk untuk istri Satria,dia ada di kamar"


"Baik Tuan"Bi Nur segera pergi ke dapur.


"Papa mu baru saja kembali ke Jakarta.Setelah mendapat kabar kalau ibu mu masuk rumah sakit!"


"Masuk rumah sakit?"Ulang Satria,yang memang dia tidak tahu apa-apa soal itu.


"Benar,kamu enggak tau?"Tanya Dika lagi,Satria menggeleng pelan.


"Kemarin,waktu kami mau pulang kesini,mama baik-baik saja,dia sehat tidak ada tekanan gula akhir - akhir ini,dia juga terlihat lebih sehat,enggak ada pertanda kalau Mama sakit?"


"Begitu lah Sat,kalau sudah sakit apa boleh buat,jadi kapan kamu pulang untuk melihat nya?aku dengar kamu juga pergi dari rumah?"


"Sebenarnya,aku tidak ingin pergi dari rumah,tapi paman tahu,Mama terus memaksa aku agar menikahi Bella,sedangkan Mama tahu,aku sudah beristri!"Pungkas Satria,

__ADS_1


"Saran ku Sat,cepat resmikan pernikahan mu,sebelum semua nya terlambat,daftar kembali saja pernikahan itu ke KUA,tidak apa-apa ijab dua kali,atau kamu bisa mengurus nya di kantor KUA disini,bawa surat nikah,nanti Paman bantu urus semua nya"Ujar Dika.


"Aku rencana nya juga begitu,terimakasih banyk paman sudah mau membantu.Seperti nya aku harus kembali pulang ke Jakart*,aku ingin melihat keadaan mama!"


"Lebih baik kembali dulu,bagaimana pun itu mama mu Sat,soal dia jahat pada kalian,biar itu urusan dia dengan Tuhan,yang penting kalian tidak durhaka pada Mama mu!"


"Makasih Paman,Aku akan memanggil Azizah di kamar"


"Eeemmm"


Satria segera bangkit dari sofa,berjalan ke arah kamar Dika,disaat Satria mau membuka pintu kamar,ternyata kamar itu duluan di buka oleh Azizah.


"Oh,Mas"


"Aku baru saja mau mengajak kamu pulang!"


"Mas,enggak mau pamit dulu sama Tante Selly?"


"Enggak usah sayang,kita harus buru-buru kembali,mama masuk rumah sakit!"


"Astagfirullah,Mama masuk rumah sakit?"Ulang Azizah yang terkejut.


"Benar,Aku juga baru tahu,kalau begitu kita pulang ke rumah ibu dulu,dan pamit sama ibu"


"Ayo mas"Satria dan Azizah pun pamit dengan Dika,untuk kembali ke rumah Sunarsih.


Di perjalanan,meskipun Satria sudah menyembunyikan rasa khawatiran nya kepada Astuti.Namun,Azizah masih dapat melihat nya dari raut wajah sang suami.


"Semoga Mama baik-baik saja ya mas"Ucap Azizah,memegang tangan Satria,dan menenangkan sang suami,agar tidak panik,agar pikiran nya tetap fokus menyetir.


"Apa ini semua terjadi karena aku terlalu keras sama mama?"Satria melirik ke arah Azizah,


"Tidak mas,ini semua terjadi karena kehendak Allah,kita sama-sama berdoa ya mas,semoga Allah mengangkat semua penyakit dalam tubuh mama"


"Amiin"Sahut Satria,ia kembali fokus menyetir.


Besok Grazy Up,di tunggu Kopi dan Mawar untuk Author,biar semangat bergadang♥️Terimakasih vote nya✌️

__ADS_1


__ADS_2