
Satria dan Aldo berada di perusahaan Justin.Sementara,Putri dan Azizah serta anak-anak nya menunggu di hotel yang dekat dengan perusahaan Justin.
"Lois,coba kamu lihat sosmed seperti nya aku tadi membaca status Mentari?"seru Arkana yang berjalan ke arah Lois,yang tengah menikmati pemandangan di balkon kamar hotel nya.
"Tunggu"Lois pun membuka ponsel nya,lalu melihat benar saja ada status sedih yang di unggah oleh Mentari.
"Ini anak kenapa lagi,drama apa yang akan di main 'kan nya"
Mereka semua tahu,kalau mentari adalah anak yang aktif dan periang.Namun,di saat Mentari unggah status sedih,tak banyak orang beranggapan kalau ia sedang drama akan hal itu.
Lois,Raka dan Arkana,sudah menganggap Mentari sebagai adik perempuan mereka,karena sejak lahir,mereka sudah hidup dan berteman bersama.
"Coba VC!"saran Arkana,
"Lah,Lo kenapa jadi panik begitu? biasa itu lagi kumat!"
"Vc dulu!"titah Arkana memaksa.
"Kenapa enggak Lo aja!"
"Eeemmm,kalau Gue yang VC,Lo tau 'kan Mentari bagaimana respon nya?"
Lois pun berpikir sejenak,dan akhir nya Lois pun mau menghubungi Mentari,setelah di desak berkali-kali oleh Arkana.
"Dimana Raka?"gumam Arkana,yang tak melihat sosok Raka di sisi nya.
"Eh,Lo mau kemana?"teriak Lois,saat melihat Arkana akan pergi meninggalkan kamar nya.
"Tunggu,Gue cari Raka dulu!"
"Terus bagaimana dengan VC nya?"
"Lo aja yang ngobrol,oke!"Arkana pun segera keluar dari kamar Lois,lalu pergi mencari Raka di kamar mereka.
Ceklek !
"Ha..Ha..Ha..Kamu bisa aja,iya-ya kamu yang paling tampan!"
Arkana mendengar suara tawa Divia yang begitu renyah,lalu ia mengintip dari arah jendela kamar,ada Raka yang sedang VC bersama dengan Divia.
Arkana mendengar obrolan mereka yang cukup dekat,bahkan sangat akrab dari biasanya.Bahkan,Divia bisa tertawa lepas saat mengobrol dengan Raka.Namun,sangat berbeda ketika Arka dan Divia bertemu,pasti banyak diam nya dari pada ngobrol nya.
Setelah memastikan Raka baik-baik saja,Arka pun pergi dan kembali ke kamar Lois.
Blam!
"Arka,Lo kembali?"
"Eeemmm,bagaimana ? apa yang di katakan Mentari?"
"Katanya ia akan ikut ke dua orang tua nya ke Inggris.Om Bara,sama Tante Kejora akan pindah ke sana"
"Lah,bagaimana dengan perusahaan permata?"
"Itu nanti Oma Sella,yang akan gantiin!"
"Eemm"Arkana pun duduk disebelah Lois,dengan pemandangan yang fokus ke depan,dan Lois menyadari itu,kalau Arkana sedang melamun.
"Ada apa? Lo nampak gelisah atau sedang menahan sesuatu?"
"Enggak ada.Aku bosan,mau nya kita liburan gini 'kan habiskan waktu untuk main,bukan berdiam diri di kamar!"
"Gini lah,kalau kita ikut orang bisnis,pasti banyak diam nya dari pada jalan-jalan.Aku sudah terbiasa Arka!"
"Eeemmm,enggak lagi deh aku ikut mereka!"timpal Arkana,Lois hanya bisa tertawa mendengar jawaban Arkana.
Arkana kembali melamun,entah apa saat ini yang ada di pikiran nya.Namun,tak satu pun orang dapat menebak nya.Pasalnya,Arkana pria yang paling tertutup,dan jarang bergaul dengan orang lain.Bahkan,kadang Azizah sulit menebak isi hati anak nya itu.
Ceklek !
Pintu kamar Lois,terbuka,Putri dan Azizah baru saja kembali dari swalayan terdekat,pergi berbelanja beberapa cemilan untuk anak-anak nya.
"Anak-anak ayo kita makan,mama bawakan cemilan untuk kalian!"
Arkana dan Lois menoleh ke arah sumber suara,lalu beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi menemui Putri dan Azizah di dalam kamar.
"Loh,dimana Raka?"tanya Azizah,yang tak melihat ada nya Raka.
"Di kamar ma"sahut Arkana,
"Panggilin sayang,biar kita makan sama-sama"
"Biar aku telepon saja Tante"sambung Lois,
"Boleh juga"
Lois pun segera menghubungi Raka,namun sayang nya panggilan itu tidak masuk,karena Raka masih VC sama Divia.
"Enggak masuk,seperti nya Raka lagi ngobrol sama orang Tan"
__ADS_1
"Yasudah enggak apa-apa,Mama wa saja,entar kalau dia baca,dia bisa kesini"
Putri pun menyiapkan semua cemilan serta mie cup di atas meja.Terlihat Lois dan Arkana menyukai nya.
* * *
Perusahaan Justin,
Aldo dan Satria,baru saja selesai meeting.Kini Justin dan Jos mengantar mereka keluar dari ruangan itu.
"Apa sebaiknya kita mengopi dulu,di dekat sini ada restoran Indonesia,dan menu nya lumanyan enak!"
"Terimakasih,tapi seperti nya kami sedang terburu-buru.Anak dan Istri kami ada di hotel!"ungkap Satria,
"Kenapa enggak suruh mereka kesana saja,jadi bisa sekalian makan malam bukan?"saran Justin,
"Benar juga Sat,coba aku hubungi putri ya!"Aldo pun segera menghubungi sang Istri.
Tiba di lobi kantor,Jos sudah mengambil mobil untuk membawa mereka bertiga pergi ke restoran yang di sarankan oleh Justin.
"Aku sudah menghubungi Putri,mereka akan tiba sepuluh menit lagi"
"Kalau begitu,kita pun bisa berangkat juga,Jos sudah menunggu kita di depan "tukas Justin, seraya melihat ke arah mobil yang terparkir di depan kantor nya.
"Iya,mari!"
Mereka pun pergi meninggalkan perusahaan Justin,menuju restoran untuk makan malam.
Restoran Indonesia. . .
Benar-benar restoran Indonesia,hidangan nya juga semua menu Indonesia.Dadi nasi Padang,nasi kucing,dan menu lain nya semua sangat familiar.
"Dimana Mas Aldo?"gumam Putri,saat mereka sudah tiba di depan restoran yang telah di janjikan.
"Masuk saja dulu,mana tau mereka menunggu di dalam"saran Azizah,
"Benar juga!"
Mereka segera masuk ke dalam restoran tersebut.
"Raka,bisa lebih cepat!"titah Azizah,saat melihat Raka yang sibuk sama ponsel nya.
"Mana bisa cepat ma,orang lagi sibuk pacaran!"ketus Arkana,yang melewati Azizah,dan Arkana menyusul Lois dan Putri.
"Raka pacaran?"tanya Azizah,begitu Raka tiba di depan nya.
"Kamu pacaran Raka?"ulang Azizah,
"Pacaran? siapa yang bilang ma? Raka enggak pacaran!"bantah Raka,lalu menyusul Lois dan Arkana,sembari menyimpan ponsel di dalam saku nya.
Azizah mengerutkan dahi nya,lalu menggelengkan kepala nya pelan.
"Mereka sudah besar!"gumam Azizah,yang ikut menyusul mereka yang mungkin sudah tiba di meja di mana Satria dan Aldo menunggu.
"Sayang kesini!"teriak Aldo dengan keras,sehingga pengunjung lain melihat ke arah mereka.Aldo segera menunduk,dan meminta maaf.
"Dasar,ndeso!"cibir Satria,seraya berbisik,Justin hanya tersenyum melihat dua klien nya itu.Umur tidak menjamin akan merubah sikap mereka,nyata nya mereka masih bisa menikmati masa dimana mereka masih remaja,dan sampai kapan pun Aldo dan Satria akan tetap seperti itu,karena mereka tidak akan mengubahnya.
"Assalamualaikum"ucap Azizah,seraya menangkup ke dua tangan nya ke arah Justin.
"Waalaikumsalam.Silahkan duduk!"
Putri dan Azizah,serta anak-anak mereka langsung duduk pada kursi masing-masing.
"Dimana Jos? Aku tidak melihat dia? bukan kah,tadi dia ada disini?"tanya Satria,saat tidak melihat adanya asisten Justin bersama dengan mereka.
"Itu dia!"seraya menunjuk ke arah Jos yang datang bersama dengan Aisah istri Justin.
Semua orang menoleh termasuk Azizah dan Putri.Pasalanya di saat acara pernikahan mereka keluarga Azizah dan Putri tidak hadir.
"Assalamualaikum"ucap Aisah,begitu tiba di meja mereka.
"Waalaikumsalam"Putri,Azizah langsung berjabat tangan dengan Aisah,dan memeluk wanita itu,sebagai wanita Indonesia,dan mereka langsung terlihat begitu akrab.
Setelah berkenalan,mereka pun menikmati makan malam,terlihat Justin yang begitu memuliakan Aisah,bahkan pria ini senantiasa menunjukkan kasih sayang nya di depan orang lain,tidak takut akan di katakan lebay atau sejenis nya.Karena bagi Justin menyayangi istri sendiri bukan lah hal yang salah.
Aldo dan Satria di buat malu sama sikap Justin yang begitu romantis,pasalnya mereka sangat jarang romantis di luar rumah.Aldo dan Satria langsung melirik ke arah Azizah dan Putri.
Namun,Putri sama Azizah,tidak mempermasalahkan hal itu.Ada Lois dan Raka serta Arkana di meja mereka yang sedang menikmati makan malam juga.Tapi, Jos malah memilih meja yang lain,dia segan bergabung dengan Justin dan rekan bisnis nya.
* * *
Setelah satu Minggu berlibur di Thailand,kini mereka semua telah tiba kembali di Indonesia.
"Akhir nya sampai juga di rumah!"teriak Arkana,sembari merentang 'kan ke dua tangan nya.
Ting...Tong...
Ceklek !
__ADS_1
"Tumben,cepat!"tukas Arkana,Rani malah terkekeh.
"Aden bisa aja,tadi bibi kebetulan lagi bersih-bersih di ruang tamu,jadi pas tahu Aden pulang,langsung gercep!"
"Nih Bi,aku bawa pulang oleh-oleh buat Bibi ku yang cantik!"goda Raka,
"Wah,makasih banyak Den,tapi enggak usah repot-repot deh,Aden dan Tuan pulang saja Bibi dah senang!"Rani langsung mengambil paperbag di tangan Raka,dan spontan itu membuat Arkana tertawa.
"Enggak usah,tapi langsung di ambil"cibir Arkana seraya tertawa geli.
"Rejeki Aden mah enggak boleh di tolak!"timpal Rani lagi,
"Apa kalian berencana mengobrol disini saja,dan tidak ingin masuk ke dalam?"
Mendengar suara itu,Raka dan Arkana langsung menoleh ke belakang,ada Satria yang sedang memegang tiga koper di tangan nya.
"Maaf Pa,Raka bantu!"Raka langsung mengambil alih koper yang ada di tangan Satria.
"Arka juga pa!"Mereka semua langsung membawa masuk barang bawaan nya.
Di ruang keluarga,baik Arka dan Raka.Azizah dan Satria pun terlihat begitu melelehkan dengan perjalanan mereka.
"Nih,bibi buatkan es halilintar!"Rani meletakan nampan di atas meja,yang berisi minuman dingin.
"Awas bi,ke samber sama petir nya!"goda Raka,Ha..Ha..Ha..Raka dan Arka pun terkekeh.Azizah hanya bisa tersenyum melihat anak-anak nya yang terus-terusan menggoda Rani.
"Rani kau enggak berencana kawin? enggak bosan kau tengok bocah dua itu menggoda kau saja tiap hari?"tanya Satria,yang ikut menggoda Rani,
"Iih,Papa apaan sih,Papa enggak diajak ya,iya 'kan Arka!"
"Ho'oh"sahut Arka,yang mengambil minuman yang baru saja di buat oleh Rani.
"Anak durhaka!"ketus Satria yang kesal,
"Nih,minum dulu,redakan emosi mu"timpal Azizah,yang meletakkan gelas di pipi Satria.
"Dingin sayang!"ia pun mengambil gelas yang di tangan Azizah.
"Rani,oke ya.Rani enggak marah 'kan mereka sering menggoda kamu?"tanya Azizah,karena Azizah orang nya sedikit segan bila anak-anak nya sering menganggu Rani.
"Enggak kok Nya,malah Rani semakin betah ada Aden raka dan Aden Arka yang selalu mengajak Rani bercanda.Jadi,Rani tidak merasa sepi.Satu Minggu Tuan dan Nyonya pergi,rumah ini malah sangat sepi!"pungkas Rani yang berdiri di depan mereka sembari nampan masih dalam genggaman nya.
"Alhamdullilah kalau kamu senang Ran,kalau ada apa-apa beri tahu aku ya,Kamu enggak boleh pendam sering,ada masalah cerita oke!"tukas Azizah dengan ramah.
"Terimakasih Nyonya,Tuan"Rani sedikit menundukkan kepala nya.
Tak lama kemudian,Azizah segera mengeluarkan amplop berisi uang,dan ia memberikan nya kepada Rani.
"Apa ini Nyonya?"tentu saja itu membuat Rani,karena satu Minggu lalu,sebelum mereka berangkat ke Thailand,Rani baru saja menerima gaji dari Azizah dan Satria.
"Itu bonus untuk kamu,belikan apa yang kamu perlu,kalau kurang segera beritahu Tuan mu!"Azizah melirik ke arah Satria.Pria itu hanya mengangguk saja.
"Terimakasih banyak Tuan,Nyonya"
"Iya sama-sama"Rani pun kembali ke dapur,dan membawa gelas kotor bersama dengan nya.
Setelah Rani pergi,Satria terlihat begitu lelah,ia hampir saja terlelap di sofa ruang keluarga.
"Papa!"teriak Raka,sehingga membuat Satria kaget.
"Apa sih?"Satria pun terpaksa duduk tegak kembali,demi mendengar ocehan anak bujang nya itu.
"Kapan Papa pergi ambil formulir untuk kami,bukan nya kami akan masuk sekolah menengah Atas!"
"Besok Papa ambil,Arka sekolah disini juga atau di Inggris?"
"Disini saja Pa,biar bisa sama Raka terus,kalau ada apa-apa Arka bisa menjaga nya"timpal Arka,
"Yeee emang aku anak kecil,Aku juga mau kali hidup tanpa membebankan kalian semua"ujar Raka,yang langsung raut wajah nya berubah menjadi muram.
"Kami sedang di repotin oleh kamu,malah kami takut kalau kalian tidak membutuhkan bantuan kami lagi,iya 'kan pa?"
"Iya benar ma"
"Tuh dengar,makanya jangan ambil kesimpulan sendiri"sambung Arka.
Begitu keluarga cemara ini,setiap hari ada saja yang mereka cerokin.Entah soal sekolah atau hal lain,tapi selalu Arkana yang harus mengalah sama Raka.Karena mereka tidak ingin membuat Raka stres dan terbeban oleh pikiran nya sendiri.
"Sayang,obat mu masih ada?"tanya Azizah,saat Raka akan beranjak ke kamar.
"Dua kali minum lagi ma"
"Besok kita ke rumah sakit,sekalian periksa!"
"Iya ma"
Azizah tersenyum.Raka dan Arka langsung pergi menuju kamar,untuk membersihkan diri dan sekalian istirahat.
Begitu juga Satria dan Azizah pun bergegas,ke kamar,dan membawa koper berisi baju koper ke belakang,agar segera di cuci oleh Rani.
__ADS_1