
Satria dan Azizah sedang memberi ucapan selamat kepada pengantin baru yang sedang berfoto di pelaminan.Acara itu terlihat begitu mewah,bahkan lebih mewah dari pernikahan Satria dulu.
"Selamat ya Bro!"
"Terimakasih Bro!"Ke dua nya berpelukan.
"Selamat ya Pak Aldo,Putri,semoga menjadi keluarga yang samawa!"Ujar Azizah,
"Terimakasih banyak Nyonya muda Purna"Goda Aldo,yang tersenyum kepada Azizah,membuat Satria langsung mengeluarkan jurus tatapan kilat ke arah Aldo.
"Sebentar lagi Putri juga akan menjadi Nyonya Muda Andara!"Ujar Azizah,mereka semua tertawa kecil.
"Selamat ya Aldo"
"Terimakasih Paman,Tante!"
"Azizah?"Gumam wanita tua itu,membuat Azizah langsung menoleh ke arah mereka.
"Ummi Salamah,Abah Adam?"
"Kamu kenal?"Bisik Satria,
"Mereka orang tua Ustaz Zaki!"
"Oh,pantesan saja,wajah nya enggak asing!"Satria langsung mengajak Azizah untuk menikmati hidangan,karena tidak ingin terlibat dengan ke dua orang yang baru saja menyapa Azizah.
"Kalau mereka ada disini,anak nya yang alim itu sudah pasti ada disini!"Ketus Satria yang kesal,berjalan ke arah meja hidangan.
"Ayo kita makan dulu,setelah itu kita pulang!"Ujar Azizah,Satria mengangguk nya.
Setelah mengambil nasi mereka langsung duduk di meja tidak jauh dari pelaminan.
"Mas,bukan nya tadi mas juga ikut mengambil piring?dimana nasi nya?"Azizah melihat ke arah meja yang ada di depan Satria kosong melompong.
"Ini!"Sembari menunjuk ke arah piring nasi yang ada di depan Azizah.Wanita ini langsung menaikan dua alis nya,sembari menggerakkan tangan,Satria pun mengangguk kalau ia ingin di suapi oleh Azizah.
Satria menarik kursi nya agar lebih dekat dengan Azizah,dan tanpa menolak Azizah pun menyuapi Satria.
"Mas,apa enggak malu,semua orang melihat kita"Bisik Azizah,
"Aku enggak peduli!"Ujar Satria yang makan begitu lahap,Aldo dari jauh menggelengkan kepala melihat sahabat nya yang begitu manja sama Azizah.
"Mereka terlihat begitu rukun!"Bisik Putri,
"Harus dong,mereka sudah melewati hujan badai halilintar.Jadi,wajar kalau sekarang mereka begitu manja dan mesra,banyak sekali rintangan yang di lewati Azizah hingga dia sampai seperti ini,dan dia layak mendapatkan kasih sayang dari Satria!"Pungkas Aldo,
__ADS_1
"Beruntung Azizah memiliki suami seperti Satria!"
"Kamu apa kurang?Kamu juga beruntung memiliki aku,seperti aku beruntung memiliki mu!"Aldo menyenggol lengan Putri,membuat wanita ini tersipu malu,dengan memakai baju pengantin adat Jawa.
"Aku dulu!"
"Enggak boleh Aku dulu!"Suara itu terdengar dari samping pelaminan,siapa lagi,kalau bukan Kejora sama Bara yang sedang berebutan untuk berfoto bersama pengantin.
"Bara!"Teriak Kejora,saat Bara dengan sengaja mendorong Kejora,hampir saja membuat wanita ini terjatuh.
"Kejora,ayo kita foto berempat,kata orang pamali foto bertiga!"Tukas Putri,
"Alah,itu hanya mitos!"Celetuk Bara.
Pak!
Aldo memukul kepala sang saudara tiri nya dari belakang membuat Bara segera menatap nya dengan tajam.
Kejora pun melangkah 'kan kaki nya menuju pelaminan,dan berdiri di sebelah Bara,sesuai arahan dari Aldo.
Setelah sesi foto berlalu,Satria,Azizah dan beberapa orang lain nya,sedang mengobrol dengan Andra dan Mela.
"Tuan Andara,kami pamit pulang dulu!"Seru Abah Adam dan Ummi Salamah.Saat mereka disana,langsung raut wajah Satria berubah masam,apalagi melihat ke dua orang itu yang terus memperhatikan Azizah.
"Aku enggak menyangka kalau kalian juga mengenal dengan Azizah!"Ummi Salamah terus saja memandangi Satria yang tangan nya terus melingkar di pinggang Azizah.
"Tuan AdiPurna ?"Abah Adam terlihat begitu terkejut,"Apa Tuan Adi tidak datang?"
"Tidak,karena mereka harus mengunjungi keluarga nya yang sedang sakit!"
"Paman,Tante,kami pamit dulu"Ucap Satria,
"Terimakasih Satria,Azizah sudah datang"
"Sama-sama Tante!"Sahut Azizah,yang memeluk Mela,dan menyalami tangan Andara.Namun,mereka berdua melewati Adam dan Salamah.
"Aku tidak menyangka keluarga Purna bisa memilih menantu yang seperti itu?"
"Maksud anda?"Andara bertanya kepada Salamah.
"Iya,Azizah itu,wanita yang di tinggalkan oleh Anak saya,Ustaz Zaki,karena dia wanita yang tak suci lagi!"Pungkas Salamah.
"Ummi,apa yang kamu katakan,tidak baik membicarakan orang lain!"Adam memarahi istri nya.Mela yang tahu kebenaran itu hany diam saja,tidak menanggapi ucapan Salamah.
"Maaf ya Tuan Andara,istri saya kadang bicara suka asal-asalan,kami permisi dulu!"Adam langsung membawa Salamah pergi dari hadapan Andara dan Mela.
__ADS_1
"Mah,apa benar yang di katakan Ummi Salamah itu?"Bisik Andara,
"Papa percaya?"
"Enggak sih!"Andara terlihat bingung dengan jawaban istri nya.
"Itu masalah orang lain,kita tidak perlu ikut campur,apalagi di hari pernikahan anak kita!"Ujar Mela,Andara mengangguk mengerti dengan ucapan sang istri.Lalu,pandangan mereka teralih kepada Bara dan Kejora.
"Sejak kapan,anak Sella dekat dengan Bara Pah?"Mela melirik sang istri.
"Papa sendiri tidak tahu,karena tidak pernah melihat Bara dekat dengan siapapun!"Mereka menghampiri Bara dan Kejora.
"Awww.."Pekik Bara,sembari kepala nya memutar melihat orang yang menjewer telinga nya.
"Mama,sakit!"Ketus Bara kesal,lalu segera menarik tangan Mela.
"Kenapa kamu memarahi Kejora,kamu enggak tau,dia itu anak dari teman mama?"Mela menatap tajam Bara,sembari memberi peringatan.
"Dia juga karyawan magang di Andara Mah"Bisik Andara,
"Mah,Pah,kalian itu salah paham,dia ini selalu saja mencari masalah dengan ku.Papa tau,dokumen yang aku siapkan untuk klien kita yang di inggris sudah di hilangkan sama dia,tapi dia tidak mau mengaku nya!"Pungkas Bara,
"Om,Tante,aku tidak menghilangkan nya,justru itu dokumen sudah Kejora kasih sama Pak Bara ini!"Cetus Kejora yang membantah tuduhan Bara.
"Tunggu dulu,dokumen apa Bara?"Andara melihat ke arah Bara yang berdiri sembari berkacak pinggang.
"Dokumen persetujuan investasi dari Inggris Pah!"
"Dokumen Eurore?"
"Eeemm,dokumen itu!"
Pak!
Andara memukul kepala Bara,
"Papah"Pekik Bara lagi,membuat Aldo dan Putri melihat kearah mereka semua dan segera menghampiri mereka.
"Dokumen itu bukan nya sudah kamu berikan sama Papa,dan itu sekarang ada sama Papa,jadi kenapa kamu malah memfitnah Kejora?" Langsung saja mata Kejora membulat,mendengar ucapan Andara.
"Tuh 'kan,Om benar kata ku,dia nya saja yang pikun,tapi malah menyalahkan orang,dia senang sekali mencari masalah dengan ku!"Cetus Kejora,lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Eh Kejora!"Panggil Mela.Namun,wanita itu segera pergi meninggalkan acara pernikahan Aldo.
"Kejar gih,minta maaf,sudah nuduh anak orang,Kau enggak bisa di bilang lelaki gentle kalau begitu!"Cibir Aldo.
__ADS_1
"Males!"Bara pun pergi meninggalkan mereka,entah kemana pergi nya,yang jelas rasa gengsi nya terlalu besar untuk meminta maaf.