Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Beberapa bulan kemudian


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu,dalam tahun ini banyak sekali masalah yang terjadi,dan mereka masih bisa melewati nya satu persatu.


Terlihat Azizah yang sedang membangunkan Satria.Dia telah mengambil cuti selama satu Minggu untuk berada di rumah.


"Mas,ayo bangun,bukan kah hari ini kita akan mengantar Arkana ke bandara ?"bisik Azizah,sembari duduk di belakang Satria yang tertidur.


"Sebentar lagi sayang,aku masih ngantuk!"Satria menarik kembali selimut nya.


Cup ! Cup ! Cup ! Cup !


Ciuman itu mendarat bertubi-tubi menghujani wajah Satria.Membuat Satria mengukir senyum nya dalam tidur.


"Mas!"pekik Azizah,saat tangan kekar Satria melingkar di pinggang Azizah.


"Setelah menggoda ku,kamu berniat untuk pergi?"tanya Satria,yang kini membuka mata,ia pun melihat ke arah Azizah yang berada tepat di wajah nya.


"Arkana akan pergi ke bandara,cepat lah bangun dan mandi!"Titan Azizah yang berusaha memberontak.


"Sebentar.Sebentar lagi,biar 'kan aku memeluk mu lebih lama!"Satria pun semakin mempererat pelukan nya,Azizah membelai wajah sang suami dengan lembut,lalu ia mengecup pipi Satria berulang kali.


Tok ! Tok ! Tok !


Ketukan itu,mengagetkan Azizah dak Satria.


"Mas,itu Arkana pasti mencari kita,cepat bangun lah!"


"Iya-ya.Kamu bukalah pintu nya"Azizah pun turun dari ranjang,dan berjalan ke arah pintu.


Ceklek !


"Ma,dimana Papa? bukan nya aku semalam udah kasih tahu,kalau hari ini aku akan berangkat!"


"Tunggu sebentar ya sayang,papa mu sedang mandi,kenapa Anak mu sangat bersemangat untuk pergi,tidak mau melihat ibu nya lagi?"goda Azizah,Arkana pun mengerutkan dahi nya.


"Bagaimana bisa aku pergi meninggalkan mama sendiri,aku ingin meniti ilmu setinggi - tinggi nya,agar menjadi anak yang mama banggakan kelak!"


"Saat ini pun aku sangat bangga padamu,Ayo mama akan menyuapi kamu untuk yang terakhir kali!"tukas Azizah membawa Arkana ke meja makan.


Tiba di sana,Raka sudah pergi ke sekolah bersama dengan sopir.


"Makan yang banyak,mungkin ini terakhir kali mama bisa menyuapi mu!"


"Mama berjanjilah,kamu akan menyuapi ku lagi disaat kita bertemu,jangan berbicara begitu,kamu akan menyakiti hati ku mama!"Arkana menatap Azizah dengan mata berbinar-binar.


"Papa sudah siap,ayo berangkat!"


"Tunggu sebentar.Mas,aku sudah membuat kopi untuk mu,minum dan sarapan dulu!"titah Azizah,Satria pun segera duduk di kursi lain di dekat istri nya.


"Ini udah besar kepada mau disuapin?"


"Biarin,Papa iri ya?"goda Arkana,


"Eh,siapa yang iri,bahkan Papa bisa melakukan lebih dengan Mama mu!"


"Mas,itu pun kamu ladenin,habisi sarapan mu dulu"


Mereka bertiga pun melanjutkan sarapan.Begitu selesai,Azizah dan Satria pergi mengantar Arkana menuju bandara.


Inggris. . .


Albert dan Ge,baru saja keluar dari Villa ,menuju bandara.


"Sayang,kenapa Arkana baru pergi sekarang? bukan kah,Papa meminta dia untuk datang beberapa tahun yang lalu?"


"Itu keputusan Satria dan Azizah,kita sebagai orang luar tidak bisa membantah.Saat ini Arkana datang kemari itu keputusan dia,bahkan ia mengambil jurusan manajemen bisnis,dan sekolah nya termasuk sekolah disiplin,ia akan berada di sini selama tujuh tahun lama nya!"


Ge hanya mangut-mangut saja dengan apa yang di ceritakan sang suami.


Sampai di bandar udara,Arkana sudah menunggu Albert dan Ge dengan cemas,karena ini untuk pertama kali nya mereka akan bertemu secara langsung.


"Arkana!"panggil Ge,yang berjalan menghampiri Arkana,


"Tante,terimakasih sudah menjemput Arkana"Arkana menyalami tangan Albert dan juga Geisha.

__ADS_1


Tak lama kemudian,mereka pun telah tiba kembali di villa,milik Albert.


"Arkana,kamu akan tinggal disini,selama studi mu berlanjut,dan selama itu juga mereka yang disini,akan membantu kamu dalam bersosialisasi dengan orang di sekitar sini.Aku sudah mendaftar kamu di sekolah,dengan jurusan yang kamu pilih,dan satu lagi,dia akan mengajari kamu dalam berbahasa Inggris dengan fasih,agar kamu lebih mudah untum bergaul!"


"Terimakasih om"Albert hanya mengangguk.Setelah memperkenalkan tempat itu kepada Arkana dan juga orang yang ada di villa.Lalu,Albert dan Ge pun memutuskan untuk kembali ke LA,karena ia harus kembali secepatnya,ada banyak bisnis yang sedang menunggu dia disana.


Kini Arkana tinggal bersama dengan Asisten pribadi Albert,orang kepercayaan Albert,selain pintar dalam bidang apapun,pria itu juga pandai ilmu bela diri,dan Albert sudah memutuskan untuk menerapkan ilmu bela diri untuk Arkana.Karena tinggal di negar asing membuat Arkana supaya menjadi pria yang kuat.


* * *


Beberapa bulan setelah pernikahan nya dengan Zuhra.Zayn tidak pernah lagi mengubungi Aisyah,karena saat ini orang yang harus ia jaga dan di lindungi sudah ada disisi nya,yaitu istri tercinta nya.


"Mas,hari ini Kak Zaki akan datang,aku ingin memasak,namun aku tidak tahu apa yang mau aku jamukan untuk mereka!"Zuhra keluar dari arah dapur.


"Ayo kita pergi berbelanja,biar kita bisa sekalian jalan-jalan"goda Zayn,Zuhra tersenyum dan ia pun menurut saja dengan apa yang di katakan Zayn.Sungguh Zuhra sudah berubah begitu banyak,kali ini ia bersikap lebih sopan lagi,bahkan ia juga berbicara begitu lembut dengan Zayn.


Di tempat lain. . .


Azizah yang sedang menunggu Satria pulang kerja,ia pun memencet tombol remote,entah apa yang ingin Azizah nonton,ia terlihat begitu tak karuan.


"Assalamualaikum.Sayang aku pulang!"seru Satria,yang melangkah masuk ke dalam rumah,mendengar suara Satria,Azizah bergegas pergi menemui sang suami.


"Waalaikumslam mas"Azizah mengambil tas di tangan Satria,lalu Satria mengecup kening Azizah.


"Raka sudah tidur?"


"Sudah,hari ini saat ia pulang sekolah,ia terus-terusan mengeluh kalau dia kesepian,tidak Arkana yang bisa ia ajak ngobrol,Aku juga kesepian mas,aku kangen sama Arkana!"


"Dia baru saja pergi tadi pagi,dan kalian semua sudah sibuk membuat drama kerinduan?"cibir Satria,yang berjalan ke arah kamar.


"Memang nya kamu tidak rindu mas?"tanya Azizah,


"Aku rindu,bahkan aku sangat rindu,hanya saja,jika kita terlihat lemah,dan langsung menghubungi nya,itu akan membuat Arkana tidak bisa tinggal jauh dari kita.Kita akan menghambat proses belajar nya!"


"Iya -ya aku mengerti.Mas,mandi dulu,aku sudah siapin air hangat!"tukas Azizah,yang berjalan ke arah lemari,mengeluarkan baju ganti untuk Satria.


* * *


Sebulan kemudian. . .


Sopir sudah menunggu Raka di dalam mobil,setelah berpamitan dengan Azizah dan Satria.Raka pun segera pergi menuju sekolah.


"Mas,ini sudah beberapa Minggu,bahkan dah sebulan,selama Arkana disana,ia tidak pernah menghubungi kita.Apa dia baik-baik saja?"tanya Azizah dengan cemas,


"Jangan takut,aku mendapatkan email Arkana,dia baik-baik saja,bahkan ia sangat sibuk mempersiapkan diri untuk wawancara dalam berbahasa asing !"


"Semoga anak-anak ku menjadi orang yang sukses,aku menginginkan kebahagian untuk mereka dunia dan akhirat!"


"Amiin!"Satria merangkul pinggang Azizah dan membawa nya menuju mobil,karena Satria akan segera pergi kerja.


Tiba di perusahaan Purna. . .


Satria mendapat kabar dari Anita,jika Aldo datang berkunjung.


"Pak,Pak Aldo menunggu Anda di ruangan Anda!"


"Saya akan menemui nya!"Anita pun berlalu ke ruangan nya,begitu juga dengan Satria.


Ceklek !


"Sudah lama datang?"


"Baru menunggu beberapa menit!"


Satria langsung duduk di sofa single yang ada di depan Aldo.


Pak!


Aldo melempar sebuah map di depan Satria.


"Apa ini?"


"Itu berkas kerja sama dari Wiguna grup,malam ini Wiguna grup mengadakan meeting di restoran mewah,dan seluruh restoran itu sudah di sewakan oleh nya!"pungkas Aldo,

__ADS_1


"Tidak heran,Wiguna grup sangat berkembang pesat setelah jabatan Ceo di alihkan kepada anak nya yang baru saja kembali dari Inggris!"


"Seperti nya orang yang mengambil pendidikan di Inggris menjadi sangat hebat.Aku takut,ini satu saingan terberat kita"


"Apa kamu takut,Andara akan mengantikan posisi dengan Wiguna grup?"cibir Satria,


"Dalam bisnis estate tetap purna yang nomer satu,namun dalam bisnis entertainment,tetap Wiguna grup nomer satu dan itu tidak bisa di banding 'kan.Semua perusahaan memiliki tingkat nya sendiri!"


"Kenapa Wiguna grup ingin bekerjasama dengan kita?sebelum nya aku sudah bertemu dengan Tuan Wiguna,ia terlihat ramah dan tidak sombong.Namun,aku tidak menjamin pria yang satu ini,usia nya masih 28th,tapi karakter nya sangat keras dan dingin!"


"Dia masih junior kita,tidak perlu menanggapi nya dengan serius.Hal yang mengejutkan aku mendengar dia telah menikah,dan pernikahan itu di atur oleh keluarga nya.Dan banyak gosip yang menyebar kalau Tuan muda Rangga,memiliki kekasih yang berprofesi sebagai model,menurut berita yang ku dengar wanita itu,masa lalu Tuan muda Rangga!"


"Aku tidak masalah dengan siapa dia,dan bagaimana dia,selama dia menghormati Purna,maka aku tidak bermasalah bekerja sama dengan nya!"pungkas Satria,


"Eeemmm,sampai bertemu nanti malam,jangan lupa membawa pasangan,disana kita akan melihat apakah Tuan muda Rangga akan membawakan pasangan nya atau tidak!"


"Kamu yakin,pria itu akan membawa istri bernama dengan nya? apalagi ia sangat tidak senang dengan istri nya itu!"


"Bukan urusan kita,urusan ku mengantarkan undangan ini,aku akan kembali ke perusahaan dulu!"


Setelah Aldo pergi,Satria menatap undangan yang dikirim 'kan oleh Rangga kepada nya.Pasalnya Satria tidak senang dengan pria yang tak menghargai istri mereka.Meskipun dulu dia tidak mencintai Azizah,namun ia tidak pernah bersikap buruk kepada Azizah.


* * *


Malam pun tiba...


Acara makan malam dengan keluarga Wiguna atau sekalian rapat.


Aldo dan Satria tiba pada waktu yang sama,di tempat parkir mereka berempat berpas-pasan.


"Azizah!"panggil Putri,saat melihat wanita itu,


"Putri,lama tidak bertemu,tidak menyangka kami semakin cantik!"puji Azizah setelah memeluk untuk melepaskan rindu mereka.


"Kamu juga cantik,hanya saja itu tidak ada yang bisa lihat"bisik Putri,Azizah tertawa geli.


Mereka berempat segera masuk,dan di antar ke ruangan VIP.Dimana Rangga dan istri nya telah tiba dalam waktu sepuluh menit lebih cepat.


"Selamat malam,maaf membuat Anda menunggu kami !"seru Satria mengulurkan tangan nya ke arah Rangga,lalu menangkup ke dua tangan nya kepada Tania,Satria tidak akan bersalaman dengan wanita lain yang bukan muhrim nya.


"Tidak masalah,kamu juga baru tiba,silahkan duduk !"Rangga menyambut mereka dengan ramah.Tapi,tidak jauh dari gosip,wajah Rangga selalu datar,ia bahkan sangat jarang untuk tersenyum.


Di sisi lain,ada Tania yang berpenampilan begitu cantik dan elegan,meskipun gaun yang ia kenakan sedikit terbuka.Tapi,masih terlihat begitu sopan.Tania mengagumi penampilan Azizah dan Putri,dia tidak menyangka dua pengusaha ibu kota bisa memiliki istri yang begitu muslimah dan penampilan mereka membuat Tania kagum.


"Apa kamu menyukai penampilan mereka?"bisik Rangga,Tania mengerutkan dahi nya,dia tidak menjawab.Rangga,meremas jari jemari Tania yang berada di atas paha,Rangga tidak suka jika milik nya mengangguk milik orang lain,biar pun itu seorang wanita,Rangga hanya ingin yang di lihat Tania hanya dirinya seorang.


Setelah makan malam selesai,mereka pun melanjutkan membahas bisnis,dan tentu saja purna selalu mendapat dana yang lebih saat tanda tangan kontrak baru.


"Tuan Rangga,terimakasih atas kerjasama ini,saya harap kedepan nya bisa lebih maju lagi!"tukas Satria,menjabat tangan Rangga.


"Saya harap juga begitu,senang bertemu dengan Anda semua.Maaf,kami harus kembali lebih dulu,ada hal yang penting yang harus kami selesai 'kan"Rangga merangkul pinggang Tania.Aldo dan Satria dapat melihat itu,namun ia tidak mau ikut campur dengan rumah tangga orang lain.


Setelah Rangga dan Tania pergi,Putri yang sudah menahan diri sejak tadi pun bertanya kepada Aldo.


"Mas,itu istri nya?"


"Iya,kenapa?"


"Kok aku melihat wanita itu seperti tertekan sih mas,padahal Tuan Rangga 'kan termasuk pria tampan,mampan pulak,apa yang membuat wanita itu tidak bisa menerima nya?"


"Mereka di jodoh 'kan.Menikah yang tidak di dasari oleh rasa cinta memang begitu,padahal pernikahan mereka sudah lumayan lama,sudah tiga bulan,tapi masih saja Tuan Rangga bersikap begitu cuek kepada istri nya"


"Pantesan ya mas,istri Tuan Rangga terlihat lebih muda dari Tuan Rangga!"Putri melirik sang suami.


"Karena mereka hampir beda sepuluh tahun gitu,Tuan Rangga sekitar dua puluh delapan tahun,dan Istri nya baru sembilan belas tahun gitu kalau enggak salah!"


"What???"Putri melotot ke arah Aldo,Azizah dan Satria langsung tertawa kecil melihat tingkah Putri.


"Apa yang kamu lakukan,kenapa kamu begitu terkejut?"


"Eemmm,enggak apa-apa ayo kita pulang!"


"Iya!"

__ADS_1


Terlihat mereka berempat berjalan ke arah tempat parkir.Azizah dan Satria berpamitan kepada sahabat nya itu,dan segera masuk ke dalam mobil.


__ADS_2