Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
NY.Keluarga Xander


__ADS_3

Terlihat suasana rumah utama begitu adem karena masih pagi,dan tentu nya saja semua orang belum ada yang bangun.


"Oek..Oek..Oek.."Suara tangisan mengejutkan Maryam,yang tengah terlelap menanti subuh,ia segera membuka matanya dan melihat jam di dinding,sepuluh menit lagi subuh.


Itu adalah suara tangisan anaknya Aisyah dan Al.Semenjak Aisyah melahirkan,Maryam meminta mereka untuk tinggal bersama di dalam rumah utama.


"Oek..Oek..Oek.."


Terdengar lagi satu kamar lagi,itu dari kamar nya El.Semenjak ada baby di dalam rumah itu,tiap hari tidak perlu menghidupkan alarm.


"Mas,pindahkan tangan mu,aku akan pergi melihat keadaan cucu ku"


"Sayang,tenanglah,ada mama dan Papa mereka yang siap menjaga anak-anak nya.Kita harus beristirahat sebentar lagi"Alex tidak mau melepaskan tangan nya di pinggang Maryam,membuat wanita ini terus berbaring di tempat tidur.


Dari lantai dasar,juga terdengar suara tangisan baby,itu anak Ge dan juga anak Ayin berada di lantai dasar.


Pak Kim yang mendengar mereka nangis segera bangun,dan turun ke dapur.Karena,semenjak semua keluarga berkumpul pasti itu akan membuat Pak Kim lebih sibuk dari biasa nya.


* * *


Jam 07:30,Mereka sedang sarapan bersama,yang bikin author terharu,bok Baby mereka tersusun begitu rapi di samping meja makan,seperti orang yang mau pergi berlomba.


Ada baby Yusup,Umar dan juga Fatimah,anak dari Aisyah dan Al.


Ada baby Aminah,Zulaikha dan baby Muhammad Alfaruk,anak dari El dan Atika.


Di sebelah kiri ada Baby Uwais,Baby Hasan dan Baby Husen,anak dari Ge dan Albert.


Tentu saja ada baby cantik dan mungil idola dalam rumah itu,Baby Ayin yang bernama,Victoria Caston.


Kebayang enggak sih,setiap hari ada suara tangisan baby,dan itu enggak pernah membuat mereka kelelahan bahkan mereka semua senang merawat anak mereka,tanpa bantuan baby sister,hanya di bantu pelayan rumah saja.


Tentu saja yang paling bahagia adalah Alex dan Maryam,mendapat sembilan cucu sekaligus.


Setelah Alex selesai sarapan.Al dan El serta Albert,bangkit dari tempat duduk nya dengan di susul oleh Caston.

__ADS_1


"Kita akan pergi rapat"Seru Alex mencium kening sang istri.


"Mas,bukan kah,Satria juga ikut rapat?apa Azizah akan ikut?kalau ia aku mau menemui nya"


"Aku belum tau,tapi kalau benar aku akan meminta Satria untuk membawa istri nya kemari untuk menemui mu,kamu tidak perlu keluar rumah!"Tegas Alex.Maryam hanya bisa patuh.


Alex dan yang lain langsung pergi meninggalkan rumah utama,Caston juga ikut bersama dengan mereka.


Kantor Xander. . .


Satria sudah menunggu rapat itu di lobi,ia duduk dan mengopi sebentar sembari menunggu Alex tiba.


"Sudah lama?"Mendengar suara itu,Satria segera bangkit,dan melihat ke empat pria yang ikut bersama dengan Alex.


"Baru sebentar"


"Sendiri?"


"Iya!"


"Ayo ke ruangan rapat!"Satria langsung mengikuti Alex dan yang lain,menuju ruangan rapat.Alex menerima kedatangan Satria dengan begitu ramah.Apalagi kinerja Satria, begitu bagus dalam bekerja,membuat Alex puas.


Rumah sakit Purna,Azizah menatap layar ponsel nya,hari ini Satria tidak menghubungi nya atau menanyakan kabar tentang dirinya.Azizah tidak tahu jika sang suami sudah pergi bertugas.Bahkan sudah dua hari Satria tidak menanyakan kabar Azizah.


Ceklek !


Pintu ruangan Azizah terbuka.Dokter Anwar datang untuk memberikan obat suntikan kepada Azizah.


"Bagaimana keadaan mu hari ini apa sudah membaik?"Tanya dokter Anwar


"Alhamdulillah dok,semua nya sudah membaik,bahkan luka ini sudah terasa mendingan dari sebelum nya!"


"Tentu saja,pelayanan rumah sakit sangat bagus,kami memberikan obat yang terbaik untuk mu!"


"Terimakasih dok"

__ADS_1


"Sama-sama"Azizah ingin sekali bertanya tentang Bella.Namun,ia tidak ingin gegabah,Azizah ingin melakukan sesuatu yang tak bisa di bayangkan oleh orang lain,jika perbuatan baik nya di manfaatkan oleh orang lain.


Setelah dokter Anwar keluar,Mela datang untuk melihat Azizah.


Ceklek !


"Tante!"Azizah menyambut kedatangan Mela dengan begitu bahagia.


"Sayang,bagaimana keadaan mu?"


"Tentu saja,aku sudah membaik Tan,aku sudah bisa pulang besok!"


"Mereka melakukan yang terbaik untuk mu,agar kamu tidak merasa sakit saat berada di rumah nanti!"


"Iya Tante.Tante bagaimana keadaan ibu mertua ku?"


"Kamu masih ingin tahu keadaan nya itu? dia bahkan tidak pernah bertanya tentang mu,padahal kamu yang mendonor ginjal untuk nya!"


"Tidak apa-apa Tante,Azizah tidak masalah!"


"Astuti sudah membaik,dia akan pulang hari ini,dan rawat jalan di rumah!"Ungkap Mela,Azizah tersenyum,dan bahagia mendengar kesehatan mertua nya sudah membaik.


"Tante,apa Tante bertemu dengan Ma Satria?"


"Hari ini aku tidak bertemu dengan Satria,tapi kemarin iya,aku melihat dia merawat dan menjaga Bella!"Air mata Azizah menetes,harusnya yang di rawat oleh Satria dirinya bukan wanita itu.


"Harusnya aku tidak mengatakan itu,maaf Azizah!"


"Tidak masalah Tante,Aku baik-baik saja,titip salam sama Papa Adi dan yang lain!"


"Iya sayang,kamu istirahat lah,Aku akan kembali bekerja!"Mela pun pergi meninggalkan ruangan Azizah.


Setelah Mela pergi,baru lah,Azizah meluapkan tangisan nya,ia menangis begitu tersedu-sedu,bahkan Azizah tidak bisa membayangkan saat mengingat Satria merawat Bella dengan begitu baik,karena yang Satria tahu Bella penyelamat ibu nya.


'Aku hanya manusia biasa,melakukan apa yang bisa ku lakukan,aku ikhlas lillahi ta'ala melakukan ini semua,semata karena aku mencintai semua keluarga ku.Tapi,jika kebaikan ku disalahpahami oleh orang dan di manfaatkan oleh orang lain,Ya Rabb,satu pintu ku,bukan 'kan hati mertua ku,biarkan rasa simpati sedikit dia menganggap ku,meskipun hanya seujung kuku nya aku rela,aku ridho,jangan biarkan aku berlarut -larut dalam kesedihan ini,sesungguhnya aku hanya manusia biasa nya tak luput dari dosa dan khilaf!'

__ADS_1


"Eeem..Emm..Hiks..Hiks.."Azizah sengaja menutupi wajah nya dengan selimut,menangis di bawah selimut itu,meratapi nasib nya,ia berjuang untuk semua orang yang ada di dekat nya.Hanya satu harap Azizah semoga buah dari kesabaran Azizah adalah kebahagian untuk nya.


Ponsel Azizah bergetar,itu adalah Satria yang melakukan panggilan video call dengan Azizah.Namun,sekali lagi,Azizah mengabaikan nya ia tidak ingin berbicara dengan Satria dalam keadaan diri nya yang tengah bersedih.Azizah hanya berharap,kalau Satria tidak akan berpaling dari nya.Azizah hanya meminta Satria adalah jodoh dunia akhirat nya.


__ADS_2