
Setelah semua korban di evakuasi,yang masih bernyawa dan hanya cedera saja,akan di rawat di rumah sakit Bangkok.
Justin,adalah salah satu orang yang bertanggung jawab,dan pemberi amal untuk perawatan penumpang kecelakaan pesawat,meskipun ada kompensasi dari pihak maskapai itu sendiri.
"Tuan,biarkan urusan disini dokter yang urus,Anda harus kembali pulang,bukan kah,Oma menunggu Anda dirumah?"
"Eeemmm,kita pulang sekarang,perintahkan dokter untuk memberi perawatan khusus untuk Tuan Satria,berikan ruangan VIP untuk nya atas perintah ku!"
"Baik Tuan!"Jos pun segera pergi menemui dokter yang bertanggung jawab di rumah sakit itu.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya Jos pun membawa Justin untuk kembali ke rumah Orlando.
* * *
Belum ada perubahan dari Azizah,dia masih berbaring lemah di ranjang pasien.Sunarsih menatap nya dengan sedih,anak semata wayang nya bisa mengalami hidup yang begitu tragis.
"Bu Sunarsih mau disini saja atau kembali ke desa gelap?"Tanya Dika yang baru kembali dari makam Astuti.
"Aku akan tinggal disini beberapa waktu,untuk menemani Azizah,apalagi saat ini cucu ku masih dalam pengobatan!"
"Baik lah,kalau begitu,Bu kalau butuh apa-apa segera hubungi saya atau suami saya!"Sambung Selly,
"Terimakasih nak Selly!"
"Tidak perlu sungkan,kita adalah keluarga!"Sunarsih tersenyum,lalu mengantar Dika dan Selly menuju tempat parkiran mobil.
Setelah mobil Dika dan Selly pergi meninggalkan rumah sakit.Sunarsih kembali ke ruangan Azizah.
"Siapa kamu?"Tanya Sunarsih,saat melihat Aldo yang ingin masuk ke dalam ruangan Azizah.
"Ibu,pasti ibu nya Azizah?"
"Iya benar,Kamu kenal saya?"Tanya Sunarsih lagi,
"Iya,saya Aldo,teman Azizah dan Satria.Bu,bagaimana keadaan Azizah,apa kata dokter?"
"Begitu lah nak Aldo,seperti yang kamu liat,dia belum membuka mata nya walaupun hanya sesaat,ibu tidak tahu,bagaimana keadaan Anak-anak nya nanti,kalau Azizah masih belum sadar 'kan diri!"Pungkas Sunarsih,yang menyeka air mata nya.
"Ibu harus banyak-banyak sabar ya,saya dan keluarga saya akan berusaha untuk menyembuhkan cucu ibu,dan juga anak ibu,saya yakin Azizah akan segera tersadarkan !"Aldo memeluk Sunarsih,layaknya ia memeluk Mella sang ibu nya.
__ADS_1
Ke dua nya masih berdiri di depan ruangan Azizah,dan belum berniat untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Di saat Aldo dan Sunarsih sedang membicarakan Ar dan R.Mereka di kejutkan dengan suara teriakan dari dalam ruangan Azizah.
"Mas Satria!"Teriak Azizah dengan begitu keras,bola mata melotot menatap langit kamar itu,dan tangan nya ikut bergerak,bahkan hampir saja membuat infus terjatuh.
"Azizah!"Gumam Aldo dan Sunarsih secara bersama,terkejut dengan teriakan itu.Ke dua nya pun masuk dalam ruangan itu.
"Azizah,ini ibu Nak!"Sunarsih memegang tangan Azizah,namun tidak ada respon dari Azizah,tatapan nya kosong,ia tidak merespon ucapan Sunarsih.
"Bu,saya akan panggil Mama!"Aldo pun pergi meninggalkan ruangan itu.Selang beberapa menit ia kembali lagi dengan Mella dan dokter Sella.
"Biar saya periksa dulu!"Sella segera memeriksa Azizah.Begitu juga dengan Mella,yang ikut membantu Sella.
"Bagaimana Ma?apa yang terjadi?"
"Semua nya normal,mungkin ini awal yang baik.Semoga Azizah bisa segera merespon kita semua.Kasian Anak-anak nya,Ar tidak mau minum susu formula,seperti nya ia butuh Asi.Namun,R sebagai Kakak mau minum susu formula!"Pungkas Sella.
"Dok,apa ada cara lain untuk mendapatkan Asi?apa kita perlu melakukan terapi pada Azizah,agar ia juga bisa menghasilkan asi?"Mella meminta pendapat Sella,wanita itu ragu untuk menyetujui nya,namun ia juga memikirkan kondisi Anak Azizah.
"Kalau itu memang harus di lakukan,tidak apa dokter,saya setuju,bagaimana pun Anak-anak nya butuh Asi!"Timpal Sunarsih.
Di luar ruangan,Sunarsih terus saja memperhatikan Aldo,ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Aldo.Namun,terlihat Sunarsih yang nampak ragu untuk bertanya.
"Ada apa Bu?apa ada yang ibu tanyakan ?"Aldo mendekat lalu,memegang bahu Sunarsih.
"Nak Aldo,boleh kah ibu bertanya?"Masih terlihat keraguan di wajah Sunarsih.
"Eeemm"
"Apa sudah ada kabar dari Nak Satria?ibu ingin tau kabar nya,mungkin dengan kembali nya Satria dapat membuat Azizah sembuh!"
"Belum Bu,tapi Papa sedang mencari informasi mengenai rekan bisnis yang ada di Thailand,kalau Kami sudah mendapat kabar,itu akan mudah bagi kita untuk mendapatkan informasi tentang korban kecelakaan pesawat itu Bu.Dari pihak maskapai juga sudah mengeluarkan data-data korban,namun tidak begitu valid!"
"Ibu sangat yakin,kalau Nak Satria masih hidup dan ia baik-baik saja!"
"Iya Bu,aku juga begitu Bu,sangat yakin,kalau Satria itu baik-baik saja"
Ceklek !
__ADS_1
Pintu ruangan Azizah terbuka,Mella dan Sella baru saja keluar dari ruangan Azizah.
Tap...Tap...Tap...
Seorang Perawat laki-laki berlari ke arah Sella dan Mella.
"Dok,baby twin salah satu nya kejang-kejang!"
"Kita akan pergi kesana untuk melihat nya!"Mereka bertiga pun pergi untuk melihat keadaan bayi Azizah.
Sementara Sunarsih dan Aldo menunggu di depan ruangan Azizah sembari berdoa.
"Apalagi ini ya Allah,berikan kesembuhan untuk anak dan cucu ku Ya Allah"Ucap Sunarsih,Aldo hanya menatap nya dengan sedih,tidak tega melihat ibu Azizah yang begitu sedih.
Di dalam ruangan rawat bayi....
"Bagaimana ini dok?"Tanya Mella,
"Sudah tidak apa-apa,dokter Mella tolong bawa bayi ini ke lab,aku ingin memeriksa nya lebih lanjut!"
"Baik dok!"Mella segera mendorong tabung bayi keluar dari tempat itu,dengan di ikuti oleh perawat.Sementara Sella,memeriksa kondisi baby Ar sang adik.
"Baby ini begitu tenang,dan dia terlihat yang paling diam dan mengerti keadaan,hanya saja dia tidak suka dengan susu formula"Gumam Sella,telah menggantikan kain milik baby Ar.
Setelah keluar dari tempat itu,Kejora datang menjemput Sella.
"Kamu datang,untuk menjemput mama?"Tanya Sella,saat melihat anak nya.
"Iya,apa mama sudah selesai?"
"Belum,tunggu lah dulu,Mama akan kembali sekitar setengah jam lagi!"
"Baiklah ma!"
Kejora pun pergi menuju ruangan Azizah,dimana Sunarsih dan Aldo masih di tempat itu.
"Oh,Kejora?"Seru Aldo,yang bangkit dari tempat duduk nya.
"Bagaimana keadaan Azizah?"
__ADS_1
"Alhamdulillah,dia sudah membaik,tapi belum bisa merespon ucapan kita semua!"Kejora mengintip Azizah dari kaca pintu,ia dapat melihat ruangan yang sepi dan juga sunyi.Namun,menyimpan sejuta kesedihan di dalam ruangan itu.