
"Lantas apa yang pantas disebut untuk aku yang tidak ada saat kamu sedang berjuang untuk melahirkan mereka ke dunia ini?"
Mendengar ucapan itu,Azizah melirik.Azizah mengenal suara itu,dan Azizah tidak pernah lupa akan wajah pemilik suara tersebut.
"M-Mas!"lirih Azizah dengan bibir yang gemetar,Rani sendiri ikut kaget melihat Satria yang berdiri tak jauh dari tempat mereka.
Satria segera menghampiri Azizah dan memeluk sang istri dengan erat.Tak terasa air mata ke dua nya tumpah,tangisan Azizah pecah,ia menangis begitu tersedu-sedu.
Azizah tidak menyadari,jika diri nya tak sadar yang berdiri dari kursi roda saat memeluk Satria,yang menghampiri nya.
"Sudah ku katakan,kalau kamu mas akan segera pulang,dan kembali pada kami!"Azizah masih mempererat 'kan pelukan nya.
"Maaf,maafkan aku yang meninggalkan kalian,aku tak sengaja,aku tak berniat untuk meninggalkan kamu dan anak-anak kita,maafkan aku yang telah mengingkari janji ku!"
"Sstt!jangan katakan itu,bukan kah mas sudah kembali?"Azizah menarik kembali jari nya yang membungkam bibir Satria.
Satria segera mengecup kening dan ke dua pipi Azizah,serta ke dua mata sang istri.Kain cadar sudah basah dengan air mata kebahagian.
"Rani,kamu boleh pergi!"titah Satria.
"Nyonya !"panggil Rani,yang tersadar dengan kaki Azizah yang kini bisa berdiri.
"Sayang!"Satria pun melihat kaki sang istri yang pasal nya ia tahu,jika Azizah tadi sempat duduk di kursi roda,tapi ia tidak pernah tahu apa yang telah di lewati sang istri.
"Ka-kaki ku!"Azizah pun melihat ke dua kaki nya yang kini sudah mampu menompang berat tubuh nya itu.
"Mas,aku bisa berdiri"ucap Azizah lagi,yang segera memeluk Satria kembali.
"Aah!"Azizah masih merasa sakit saat ia akan berusaha melompat,berarti kaki nya belum sembuh total.
"Rani bawa masuk baby twin,aku akan bawa Nyonya masuk"
"Baik Tuan!"
Rani segera mendorong stroller baby,sementara Satria mengendong Azizah dalam pelukan nya.
"Mas,apa yang kamu lakukan,aku bisa jalan sendiri!"Azizah merasa malu,apalagi sudah lama tidak bertemu dengan sang suami,rasa nya seperti pengantin baru saat melihat nya lagi.
__ADS_1
"Kaki mu belum sembuh,biarkan aku membawa mu masuk ke dalam"
Azizah pun pasrah di dalam gendongan Satria.Dan membawa nya menuju kamar.
"Eh!"Sunarsih terkejut saat melihat Azizah dalam gendongan Satria di depan kamar mereka.Satria segera menurunkan Azizah,lalu menyalami tangan ibu mertua nya.
"Satria,akhir nya kamu kembali nak,ibu sudah lama berharap kalau kamu kembali kepada istri dan anak-anak mu.Jangan pernah meninggalkan mereka lagi,sudah cukup penderitaan yang di rasakan sama istri mu"
"Maafkan Satria Bu.Satria berjanji tidak akan pernah meninggalkan mereka lagi.Satria akan selalu membuat mereka bahagia Bu!"
"Ibu percaya pada mu"Sunarsih menepuk pelan punggung Satria,sebelum pria ini berpamitan untuk membawa Azizah pergi beristirahat.
Rani juga sudah meniduri baby twin di kamar mereka.Lalu keluar untuk membantu Atun yang sedang masak.
* * *
Aldo dan Bara,baru saja mendapatkan kabar kepulangan Satria,saat melihat email yang di kirim oleh Satria.
Pagi-pagi sekali mereka datang untuk bertamu.Saat ini Satria dan Azizah baru saja selesai sarapan.
"Biar Bibi saja Den!"ucap Atun,yang berjalan ke arah pintu utama.Satria pun kembali duduk,lalu membantu sang istri untuk bangkit.
"Mas,aku bisa sendiri!"
"Biar aku bantu"Azizah pun mengalah,karena tidak ingin berdebat,membiarkan apapun yang ingin Satria lakukan,asal Satria tetap berada di sisi nya.
"Tuan,Den Aldo dan Den Bara disini!"
"Baik,saya segera menemui mereka"Satria langsung menuntun sang istri menuju ruang tamu,dimana Aldo dan Bara menunggu mereka.
"Aldo,Bara!"seru Satria begitu tiba di rumah tamu,Azizah segera duduk di sofa.Sementara,Aldo dan Bara segera menghampiri Satria dan memeluk pria itu.
"Akhir nya Kau kembali bro!"
"Kami tidak bisa bayangkan,kalau Lo enggak segera kembali,istri dan Anak Lo tiap hari menunggu kepulangan mereka.Lo enggak tau,bagaimana cemas dan gelisah nya Azizah saat tau pesawat kalian kecelakaan!"pungkas Aldo,
"Aku juga kaget begitu tahu,Mama telah tiada,itu juga baru tahu,saat aku akan kembali kesini.Aldo,aku tau bagaimana rasa nya kehilangan orang yang kita sayangi dalam waktu yang bersamaan!"tukas Satria,kini Aldo dan Bara melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
"Aku tidak akan meninggalkan anak dan istri ku lagi"lanjut Satria yang duduk di sebelah Azizah.Atun,datang mengantar minuman untuk tamu.
"Jadi Bara,kapan acara pernikahan mu dan Kejora?"tanya Satria,
"Dalam waktu dekat ini,setelah semua nya selesai.Apa kamu sudah tau,purna mengalami penurunan statistik?"
"Iya,aku mengetahui itu dari Tuan Justin,ia bahkan mengirim seseorang untuk membantu perusahaan kami!"tukas Satria,
"Seperti nya Tuan Justin pria yang baik.Enggak seperti rumor yang beredar!"sambung Aldo,
"Aku juga kaget,saat mengetahui pengobatan ku selama di Thailand,Tuan Justin yang bertanggung jawab!"
"Beruntung kamu mas,bisa bertemu dengan pria baik seperti Tuan Justin"timpal Azizah.
"Aku dengar dari Asisten Tuan Justin.Kata Jos,Tuan Justin berubah semenjak kenal warga Indonesia,Tuan Justin jatuh cinta kepada wanita itu.Namun,wanita itu menolak lamaran Tuan Justin,saat wanita itu ke Thailand,sepeti nya Tuan Justin akan ke Indonesia dua bulan lagi!"pungkas Satria.
"Ke Indonesia?"ulang Bara,
"Aldo ini kesempatan kita untuk mengajak Tuan Justin bekerja sama dengan perusahaan kita!"lanjut Bara,
"Tidak semudah itu Bar,kamu tau,Tuan Justin sudah pernah menolak perusahaan kita dua kali.Sebelum ia memutuskan bekerjasama dengan purna!"
"Dia juga pernah menolak purna sekali di tahun 2020.Seperti rumor yang beredar,Tuan Justin orang yang dingin dan tegas,serta kejam ia enggak banyak bicara,dan tidak suka berbasa -basi yang bisa bekerja dengan nya adalah sebuah keberuntungan sih!"timpal Satria.
"Berarti di tahun 2022 ini,dia banyak perubahan dong,boleh ini kita coba Bara,mana tau,kita beruntung seperti Satria"
"Aku setuju"
"Tunggu dia datang ke Indonesia dua bulan lagi,aku akan membawa kalian bertemu dengan nya.Dia juga pernah mengatakan akan berkunjung ke purna"
"Aku tunggu kabar nya bro"
"Eeemmm.Di minum dulu"Satria pun ikut mengambil teh yang ada di cangkir untuk sang istri.
"Seperti biasa,teh Bi Atun yang paling enak,di banding di Thailand"Satria tersenyum.
Rani baru saja keluar dari kamar Baby,dan membawa mereka keluar dari kamar.
__ADS_1