Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Makan siang bersama


__ADS_3

Setelah mereka pergi,Lois mendekat ke arah Arkana yang sudah di ujung kolam renang.


"Arkana bukan kah,kamu bilang Raka akan pulang satu Minggu lagi?"


"Eemmm iya benar.Mungkin dia tidak betah di rumah sakit,Kamu tau Raka termasuk orang yang keras kepala"


Mereka berdua lalu melanjutkan renang nya,dan beberapa saat kemudian Arkana naik ke pinggir kolam,lalu duduk disana.


"Aden,Nyonya menyuruh kalian untuk masuk,makan siang nya sudah siap!"ujar Rani yang berdiri tak jauh dari tempat mereka.


"Iya Bi,kami akan segera masuk!"Rani pun berlalu ke dalam,dan meninggal 'kan mereka berdua.


Lois dan Arkana segera memakai baju mandi dan berjalan masuk ke dalam dengan baju ganti ada di tangan Lois.


"Sayang,ayo makan sama"ajak Azizah,


"Sebentar lagi Ma,kami akan ganti baju dulu,masak ia makan seperti ini?"terlihat Arkana yang tidak mengikat baju mandi nya,sehingga terlihat tubuh nya yang bagus meskipun tidak terlalu menonjol otot perut nya,tapi masih terlihat begitu bagus.


"Cepat lah pergi,bawa Lois juga"


"Iya ma"Lois dan Arkana pun pergi ke kamar Arkana.


Tak lama kemudian,Arkana dan Lois keluar dari kamar,dan berjalan ke arah meja makan.


"Bi,ambilkan nasi untuk Arka dan Lois"titah Azizah,


"Enggak usah Bi,kami ambil sendiri"sahut Lois,Azizah tersenyum.Mereka langsung makan siang bersama.Azizah melirik jam yang ada di tangan nya.


"Mama harus pergi,hari ini mama janji antar makan siang untuk Papa"


"Hati-hati ma"


"Tante Aku boleh ikut Tante? aku mau sekalian pulang,entar Aku turun di persimpangan jalan"


"Loh,kenapa buru-buru,kami disini saja,lagian nasi mu belum habis 'kan,nanti minta Arkana antarin kamu ya"mendengar itu,Arkana langsung mengerutkan dahi,pasal nya ia benci dengan orang yang merepotkan nya.


"Mama pergi dulu"setelah mengambil kotak makan yang di kasih oleh Rani,Azizah pun pergi meninggalkan mereka semua di meja makan.


"Kenapa makan nya sedikit sekali,coba ini pasti enak!"Raka meletakan hati ayam di piring Divia.Lois dan Arkana menjadi saksi kebucinan dua orang itu.


Lois melirik Arkana,begitu juga Arkana,lalu mereka tersenyum smirk sembari menggelengkan kepala mereka berdua.


Setelah selesai makan,Lois pun bangkit dari tempat duduk nya.


"Aku harus pulang,seperti nya dari tadi Kakek menelpon,karena aku akan kembali ke Bali hari ini"


"Hari ini?"ulang Arkana,


"Iya,sudah daftar sekolah baru kok"


"Yasudah,hati-hati"


"Eh tunggu!"teriak Raka,saat Lois akan pergi,Lois menoleh.


"Seingat aku arah rumah mu dan Divia searah,bisa kah sekalian kamu antar Divia?"tanya Raka,Lois melirik ke arah Arkana,sehingga Arkana menaikan alis nya.


"Bisa enggak? aku takut merepotkan Arkana lagi!"tukas Raka,Arkana menyempitkan matanya.


"Bi-bisa sih,tapi bagaimana dengan Divia,dia mau atau tidak"mereka melihat ke arah Divia,gadis ini tersenyum.


"Iya enggak apa-apa kok.Raka aku pulang dulu ya,semoga cepat membaik,agar bisa bermain bersama lagi"


"Iya.Hati-hati,kabarin aku kalau kamu sudah sampai di rumah ya"


"Siap!"


"Kami pulang dulu"Lois dan Divia pun pergi meninggalkan rumah Purna.


* * *

__ADS_1


Azizah berjalan ke arah ruangan Satria.Anita juga baru keluar dari sana.


"Anita,Pak Satria ada?"


"Ada Bu,masuk aja"jawab Anita sembari tersenyum,wanita yang dulu jadi teman kerja,kita malah jadi orang yang sangat menghormati Azizah sebagai istri dari bos nya.


Tok ! Tok ! Tok !


"Sudah waktu makan siang,nanti lagi kerja nya!"sahut Satria dari dalam ruangan.


"Oh,Bapak sedang sibuk ya,kalau begitu saya pulang saja"mendengar suara Azizah,Satria langsung bangkit dari tempat duduk nya,dan berlari kearah pintu ruangan nya.


Ceklek !


"Sayang!"panggil Satria,saat melihat Azizah yang tengah berpura-pura ingin pergi.Azizah menoleh dan tersenyum saat melihat suaminya kini berdiri di depan pintu.


"Ayo masuk,aku sudah menunggu mu sejak tadi,kenapa begitu lama"Satria menarik tangan Azizah untuk masuk ke dalam ruangan nya.


"Aku tadi menjemput Raka,lalu di rumah ada Divia,ada Lois ya temani mereka makan dulu"


"Eemmmm,mama makan siang ku sayang"


"Nih,aku bawa mas"Azizah pun membuka kotak makan siang milik Satria,dan meletakkan nya di meja.


"Divia?"gumam Satria yang teringat akan gadis yang kemarin mereka temui di rumah sakit.


"Eeemmm.Aku rasa Raka menyukai gadis itu!"


"Suka? Raka masih umur lima tahun sayang,apa itu bisa di bilang suka,paling cinta monyet"cetus Satria,dengan nasi di dalam mulut nya.


"Lagi makan enggak boleh bicara mas,makan dulu sampai selesai,baru bicara lagi"


"Eeemm....eemmm"Satria mengangguk,sembari tangan meraih minuman yang ada di dalam botol Aqua.


Beberapa menit kemudian,Azizah membereskan kotak makan milik Satria.Lalu,ia duduk di samping sang suami.


"Setuju? bukan kah sebelumnya ia menolak untuk melanjutkan bisnis di NY? Dia ingin menjadi seorang pebisnis tapi bukan bisnis keluarga katanya"


"Aku juga tidak tahu,pokonya itu pesan dari Arkana tadi pagi.Entah apa yang sedang di pikirkan anak itu!"


"Aku akan bertanya sama Arkana saat aku pulang nanti"


"Eemmmm.Bawa pulang formulir ini untuk mereka"


"Iya mas"


Setelah selesai mengobrol,Satria masih ada beberapa jadwal meeting dengan klien nya,ia pun bergegas untuk mengikuti Anita ke ruangan rapat.Sementara Azizah memilih untuk kembali ke rumah.


Sampai di kediaman Purna...


Azizah tidak melihat adanya mobil Lois,berarti Lois telah pulang.


"Assalamualaikum"ucap Azizah begitu pintu terbuka,


"Waalaikumsalam"jawab Rani,yang berjalan ke arah Azizah.Rani mengambil alih kotak makanan di tangan Azizah,lalu membawa nya ke dapur.


Rumah terlihat begitu sepi,tidak ada Raka atau pun Arkana.


Tok ! Tok ! Tok !


"Masuk!"sahut Raka dari dalam kamar.


Azizah langsung masuk,dan melihat Raka yang sedang bersandar di ranjang,sembari membaca buku.


"Dimana Arkana?"tanya Azizah,saat tidak melihat adanya Arkana di kamar,


"Arkana ada di ruangan gym ma"


"Nih,mama bawakan formulir pendaftaran sekolah baru kamu"

__ADS_1


"Kok cuma satu ma?"


"Arkana katanya mau lanjut di Inggris"


"Inggris?"ulang Raka yang terkejut,lalu segera duduk dengan tegak di depan Azizah,


"Bagaimana bisa? katanya mau sama-sama disini,lain Arkana tidak bilang apa-apa soal itu?"


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Azizah dan Raka menoleh bersama,itu adalah Arkana yang baru saja selesai nge-gym.


"Oh,mama sudah pulang?"tanya Arkana yang melepaskan kaos nya,lalu melempar ke arah ranjang baju kotor.


"Iya"


"Arka,kamu enggak jadi masuk sekolah disini?"


Mendengar pertanyaan itu,Arkana langsung menoleh yang hendak ke kamar mandi.


"Eemmm benar.Aku ingin mencari suasana yang baru,pengalaman yang baru,lagian bisnis Papa di NY,kalau enggak aku yang terusin siapa lagi,enggak mungkin Kakak kesana 'kan? nanti tidak ada yang merawat kakak!"Arkana tersenyum.


"Kamu terlalu jauh berpikir Arkana,padahal kita bisa disini,sama -sama tinggal disini!"


"Kamu lupa Raka,orang tua kita sudah tua,sudah waktu nya untuk bersantai,biarkan aku yang menerus pekerjaan itu!"lalu Arkana berbalik ke arah kamar mandi.


"Tapi ..."


"Tidak ada tapi-tapi aku mau mandi dulu"Arkana pun masuk ke dalam kamar mandi.


Raka menatap Azizah,ingin mencari jawaban disana.


"Ada apa? Mama enggak tahu apa-apa soal itu,kamu tau adik mu itu sangat tertutup,aku tidak pernah tahu soal pribadi dia,karena kalian berbeda!"Azizah pun bangkit dari tempat duduk nya.


"Aku harap ini pilihan dari hati nya ma"


"Mama juga berharap begitu"Azizah pun keluar dari kamar mereka,dan pergi untuk membantu Rani yang sedang menyiapkan makan malam.


* * *


Hari pengumuman ke lulusan. . .


Arkana dan Raka sudah rapi sejak dari tadi pagi.Lalu,kedua nya keluar bersama menuju meja makan.Disana sudah ada Azizah dan Satria yang sedang ingin sarapan pagi.


"Pagi ma,Papa!"sapa mereka serentak begitu tiba di meja makan.


"Sayang,makan dulu terus minum obat,mau pergi 'kan?"tanya Azizah,sama Raka.


"Iya ma"


"Kenapa enggak Arkana saja yang pergi,dia 'kan bisa sekalian cek punya mu?"Satria pun menyarankan itu kepada Raka.


"Eeemm,karena kami harus jemput Divia Pa,kasian dia tidak ada teman pergi!"Raka pun mengambil roti dan juga selai coklat.


"Sayang,makan nasi saja sedikit,biar enak kalau minum obat oke"Raka pun hanya nurut,karena tidak ingin membuat sang ibu khawatir.Rani membawakan nasi dengan sop salmon ke depan Raka.


Arkana memakan roti yang ada di piring nya.


"Arka,apa keputusan mu sudah final?"tanya Satria,disela-sela sarapan mereka.


"Udah Pa,Arkana sudah siap,Arka juga sudah hubungi Tante Lau untuk menyiapkan beberapa baju untuk Arka"


"Tante Lau? siapa mas?"


"Itu atasan mu dulu di ruang desainer"


"Oh,iya Aku ingat mas!"


Mereka pun melanjutkan sarapan nya.Setelah selesai Raka minum obat,Arkana dan Raka berpamitan sama ke dua orang tua nya.

__ADS_1


__ADS_2