Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Pandangan


__ADS_3

Ke dua nya saling pandang satu sama lain,wajah mereka sangat dekat,bahkan deru nafas pun masih terasa.


Pandangan itu menusuk ke dalam netra ke dua nya,Satria menuntun wajah nya agar lebih dekat lagi dengan wajah Azizah,wanita itu terdiam dan terpaku di tempat,bahkan ia tidak menolak saat bi-bir Satria sudah menyentuh bi-bir nya.


Azizah mengepalkan tangan satu nya yang memegang pensil,ia tidak dapat menolak sentuhan bi-bir yang di lakukan oleh Satria,Azizah takut berdosa menolak sang suami,lalu ia membiarkan Satria begitu saja.


Tangan Azizah mulai dingin,tubuh nya terasa demam,sentuhan yang di lakukan Satria seperti aliran listrik yang menyetrum seluruh tubuh nya.


Satria menci-um sekilas bi-bir Azizah lalu melepaskan nya segera,Satria masih melihat Azizah yang tidak menolak saat ia ci-um,lalu Satria segera memegang bahu Azizah mengangkatnya untuk berdiri,Azizah nurut saja bak sihir yang sudah menghipnotis dirinya.


Satria segera mengendong tubuh mungil sang istri yang berbalut piyama gamis bewarna pink muda membuat kecantikan Azizah semakin memukau.


Satria membawa Azizah ke atas ranjang,dan membaringkan tubuh sang istri dengan perlahan,ia sangat berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang menyakiti Azizah.


Masih dengan pandangan yang sama,ke dua netra itu masih bertemu,Azizah paham apa yang akan di lakukan oleh Satria saat ini apalagi Satria adalah pria yang normal.


Satria mengecup kening Azizah sampai tiga kali,bahkan bi-bir nya terasa gemetar,Satria takut akan penolakan Azizah,tapi ia tetap menyentuh nya dengan lembut untuk membuat sang istri nyaman.


Azizah dapat melihat dengan jelas tubuh six pack sang suami,yang memiliki beberapa roti sobek yang tertata di sana.Apalagi nafas nya yang tak beraturan membuat perut Satria naik turun,mengimbangi nafas nya yang memburu.


Satria mendekatkan bi-bir nya dengan daun telinga Azizah,tentu saja ia merasa geli di bagian telinga nya itu.


"Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.”

__ADS_1


Mendengar lafaz yang di ucapkan Satria,Azizah membulatkan mata nya,ke dua tangan nya mere-mas sprei dengan kuat,ia menguatkan dirinya,ia tahu ini akan sulit bagi nya untuk melewati malam yang panjang ini.


Namun,Azizah tidak mampu untuk menolak atau memberontak,yang ada di atas nya adalah suami nya bukan orang lain,ke dua nya telah memiliki ikatan yang sah.Berdosa untuk Azizah jika menolak sang suami.


Satria meraih saklar lampu tak jauh dari nakas,lalu mematikan lampu kamar,hanya berbekal dengan lampu tidur saja.


Terdengar deru nafas yang semakin lama semakin kuat,Azizah serasa akan sesak saat ini juga,apalagi mengingat yang akan terjadi satu jam ke depan.


Azizah pernah mengalami hal itu,sehingga membuat nya di rawat di rumah sakit selama hampir dua bulan lebih.Dan malam ini hal itu akan terjadi lagi,bagaimana ia bisa menghadapi dirinya besok pagi.


Hiks...Hiks...Hiks...


Tangisan Azizah terdengar oleh Satria,meskipun Azizah sudah berusaha membungkam mulut nya.Satria menyadari itu,ia segera menci-um bi-bir sang istri agar tidak menggigitnya,untuk membungkam mulut nya.


Masih dalam keadaan memeluk Azizah,Satria menuntaskan tugas nya,Azizah menggigit bagian bahu Satria,saat merasakan trauma itu lagi.Satria menahan nya,ia tahu jika Azizah sedang tidak baik - baik saja.


"Tidak!lepaskan Aku!"Kata-kata itu kembali di ucap oleh Azizah yang dengan jelas di dengar oleh Satria.Justru Satria berpikir jika Azizah mengingat masa kelam nya yang le-cehkan oleh orang lain,tidak pernah terpikir oleh Satria,jika orang itu adalah dirinya.


Satria sendiri merasa sedih,saat mengingat masa kelam Azizah,wanita yang saat ini sudah di cintai nya.


"Aku mencintai mu,jangan bawa masa lalu bersama masa depan kita,aku mencintai mu Azizah "Gumam Satria yang terus memeluk dan menci-um kening Azizah.


Mendengar pernyataan Satria,kini Azizah mulai tenang,dan perlahan ia memeluk tubuh Satria dengan erat,dan terlepas dari sikap nya yang sejak tadi memberontak.

__ADS_1


"Kita akan hidup bersama selamanya,kita akan memiliki banyak anak,aku ingin rumah kita di penuhi dengan tangisan anak-anak!"Lanjut Satria,dengan bi-bir yang tersenyum,tapi air mata mengalir di pipi Satria,yang masih memeluk Azizah.


Berbeda dengan Azizah,ia bahagia,Satria dapat mencintai dan menerima kekurangan nya.Namun,kenyataan yang harus di hadapi oleh Azizah sangat pahit,disaat Satria menginginkan anak dari nya,justru dokter sudah memvonis 'kan jika Azizah akan sulit memiliki anak di masa depan,akibat pembersihan rahim yang di lakukan oleh nya dua tahun yang lalu.


Mustahil bagi nya dapat memiliki momongan kemungkinan berhasil hanya dua puluh persen.Azizah kembali menangis.


Hiks...Hiks..Hiks..


"Sayang,apa yang membuat mu menangis,jangan bersedih,mulai sekarang aku akan menghapuskan air mata mu,kita akan melewati nya sama-sama"Satria kembali mengecup kening Azizah,wanita ini hanya diam saja,apalagi yang bisa ia katakan,semua laki-laki menginginkan anak dari istri nya.


Bagaimana dengan Satria,apa yang akan Pria itu lakukan jika mengetahui kalau Azizah tidak dapat memiliki anak sesuai dengan harapan Satria.


"Tidur lah,aku akan menjaga mu"Satria membelai rambut Azizah,ke dua nya masih melihat satu sama lain,meskipun di bawah cahaya yang redup hanya mengandalkan lampu tidur saja.


Azizah mulai memejamkan matanya,meskipun sangat sulit baginya untuk tidur,tapi Azizah tetap harus menerima kenyataan kalau saat ini dirinya adalah istri sah Satria,sudah seharusnya ia menerima Pria yang ada di samping nya.


Jedder...!


Suara petir menggelegar,menggetarkan bumi,seketika hujan turun dengan begitu lebat,membasahi bumi,terci-um aroma tanah yang mengumpul akibat hujan yang membasahi nya.


Satria dengan tenang menatap wajah Azizah,ia terus memandang wajah cantik sang istri.


"Semoga yang ku lakukan ini,tidak menyakiti nya,aku ingin ia selalu bahagia!"Ungkap Satria,sesekali mengecup punggung tangan Azizah yang sudah terlelap.

__ADS_1


Terdengar jarum jam yang bergerak mengitari angka-angka nya,semakin lama waktu semakin bergerak,dan Satria pun ikut tertidur dan terlelap dalam keadaan memeluk sang istri.


__ADS_2