Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
FlashBack


__ADS_3

Brak!


Pintu ruangan terbuka,Azizah atau pun dokter Anwar sama-sama terkejut,apalagi suster itu,obat di tangan nya terjatuh,dan berhamburan ke lantai.


"M-Mas Satria!"Lirih Azizah,Pandangan Satria tertuju kearah jarum suntik yang ada di tangan Anwar.Netra Satria memerah,rahang nya mengeras,tangan nya mengepal,ia berkali-kali menggertak gigi nya melihat pemandangan itu,di dalam ruangan yang asing di rumah sakit purna.


Beberapa jam sebelum nya. . .


Sebelum tiba di Jakarta* lebih dulu,Satria mencoba menghubungi sang istri.Namun,panggilan VC nya berulang kali di tolak oleh Azizah.


Karena penolakan itu,membuat Satria semakin kesal dan juga ikut cemas.Satria mencemaskan keadaan Azizah,selama satu Minggu dia berada di NY.Hanya Azizah yang ia pikirkan ia takut Azizah sedang dalam sebuah masalah yang mungkin tidak di ketahui oleh Satria.Terlebih lagi,ia baru saja pulang ke desa gelap dengan alasan ibu nya sakit,padahal hari itu Sunarsih nampak begitu sehat.


Namun,Satria memilih untuk tenang,karena ia pun tahu,kesehatan seseorang siapa yang bisa menjamin,kapan pun sakit itu bisa datang.


[Mas,maaf,beberapa hari ini aku kembali sibuk,apa lagi,dalam beberapa hari ini aku harus membawa ibu untuk pemeriksaan ulang kesehatan nya!]


Setelah mendapatkan balasan pesan wa dari Azizah,Satria langsung panik dan khawatir,takut ibu mertua nya sakit nya tambah parah.


Setelah Satria turun dari taxi,Satria memutuskan untuk naik bis menuju desa gelap.Karena jika Satria pulang ke rumah,tujuan nya akan terhambat,bahkan ia sudah yakin sang ibu tidak akan membiarkan Satria pergi dengan alasan apapun yang akan di buat nya.


Setelah perjalanan kurang lebih dari lima jam menuju desa gelap.Bahkan Satria menelpon Dika untuk menjemput nya di persimpangan jalan,Satria tidak menceritakan apa alasan ia kembali ke desa itu,padahal ia baru saja dari desa tersebut.


Bahkan Dika tidak pernah menyinggung Azizah yang berada di desa tersebut,karena Satria berpikir mungkin Dika tidak pernah bertemu dengan Azizah.Satria langsung meminta Dika untuk mengantar diri nya ke rumah Sunarsih.


Satria menyuruh Dika untuk pulang,karena Satria tidak ingin merepotkan Pria satu anak itu.


"Assalamualaikum!"Ucap Satria dari luar berharap sang istri yang membuka pintu,dari luar terlihat begitu sepi dan sunyi.


"Waalaikumsalam "Suara Sunarsih terdengar dari arah dapur,ia bergegas menuju pintu depan.


Ceklek !


"Nak Satria?"Sunarsih terkejut,mendapati menantu nya yang datang sendiri ke rumah dia.

__ADS_1


Setelah menyalami tangan Sunarsih,Satria di persilahkan masuk,awal nya Satria tidak curiga dengan keadaan rumah yang sepi.Namun,Satria terus melihat ke arah Sunarsih yang baik-baik saja.


"Ibu sehat?"Tanya Satria kemudian,setelah Sunarsih meletakkan cangkir teh di depan Satria.


"Alhamdulillah,ibu sehat Nak.Nak Satria,sendiri?"Mendengar pertanyaan itu tentu membuat Satria terkejut,hanya saja ia tidak memperlihatkan nya kepada Sunarsih.


"Iya Bu,Satria datang bertemu dengan Paman Dika,ini Satria baru saja kembali dari NY.Bu,Satria mau nanya,selama Satria di NY,apa Azizah pernah datang kemari?"Tanya Satria,ia sengaja tidak langsung mengatakan yang sebenarnya.


"Azizah?ada apa dengan nya?kenapa kamu bertanya begitu,apa kalian ada masalah?"


"Enggak,bukan begitu Bu,karena sebelum Satria ke NY,katanya Azizah ingin pulang ke rumah ibu,biar disini sama ibu selama Satria kerja!"Pungkas Pria ini yang berbohong,karena ia pun mengerti akan kondisi Sunarsih,ia takut membuat Sunarsih syok kalau mengatakan yang sebenarnya.


"Azizah tidak pernah pulang kesini,setelah hari dimana kalian berkunjung.Apa Nak Satria belum pulang ke rumah?"


"He..He..Belum Bu,Satria berencana menjemput nya kemari untuk memberi kejutan kepada Azizah,tapi ternyata Azizah tidak disini,ini salah Satria tidak menelpon Azizah terlebih dulu"Sekali lagi Satria berbohong,bagaimana ia bisa mengatakan jika ia tidak menelpon Azizah,padahal panggilan itu sudah di tolak oleh Azizah berulang kali.Karena pesan Wa dari Azizah lah yakin Satria kalau sang istri memang pulang ke rumah Sunarsih.


"Kalau begitu,Nak Satria tunggu disini dulu,ibu akan menyiapkan makan siang untuk mu"Ujar Sunarsih yang hendak bangun,


"Tidak usah Bu,Satria akan segera kembali,Satria takut Azizah menunggu dirumah,Satria akan segera pergi "


"Tidak perlu Bu,aku bisa beristirahat di dalam Bis!"


"Yasudah,kalau begitu hati-hati lah,Nak!"


"Iya Bu"Satria berpamitan dengan Sunarsih,melihat di depan Dika telah kembali membuat Satria bingung.


"Apa yang membuat paman kembali?"


"Ponsel mu tertinggal,kamu mau kemana lagi?"Melihat koper yang ada di tangan Satria.


"Aku akan kembali ke Jakart*"


"Sekarang?"Satria mengangguk,Dika segera menyuruh nya untuk masuk ke dalam mobil,tanpa bertanya apa tujuan Satria ke rumah Sunarsih.

__ADS_1


Setelah turun dari mobil Dika,Satria kembali naik Bis,jam di tangan nya tepat pukul 16:20,dan Azizah tidak menelpon atau bertanya tentang Satria,sekali lagi membuat Satria cemas,dan kali ini rasa takut nya melebihi dari rasa cemas yang sebelumnya.


Drrt...Drrt...Di dalam perjalanan menuju Jakarta*,Aldo menelpon Satria.


"Iya Do"


[Bukannya Lo udah kembali dari NY?]


"Benar,ada apa?"


[Dimana Lo,kenapa Lo enggak ngabarin Gue?]


"Emang Lo istri Gue.Gue baru kembali dari desa gelap untuk menjemput Azizah!"


[Apa?]Terdengar suara Aldo yang begitu terkejut,membuat Satria penasaran.


"Kenapa Kamu begitu terkejut?apa ada yang salah?"


[Temui Gue di rumah sakit purna,kalau Lo sudah tiba di Jakarta*!]


"Memang nya ada apa sih?"Satria masih bingung dengan Aldo yang tidak langsung berterus terang dengan nya.


[Pokoknya temui saja,Gue masih di rumah,entar Gue ke rumah sakit,kalau Lo udah tiba di Jakarta*]


"Lo jemput Gue saja,Gue naik Bis!"


[Apa?Lo naik Bis?yang benar aja,Ha..Ha..]


"Serius,Gue kabarin kalau udah tiba"Satria langsung memutuskan panggilan nya.


Setelah panggilan Satria dan Aldo berakhir,Satria kembali menghubungi sang istri.Namun,sekali lagi panggilan VC nya di tolak oleh Azizah,padahal ia aktif sepanjang hari.Semakin membuat Satria geram dan kesal dengan tingkah Azizah,karena rasa cemas nya pun kini meledak-ledak.


Setelah perjalanan yang begitu membosankan,kini Satria telah tiba di Jakart* sekitar jam 22:30,malam.

__ADS_1


Aldo telah menunggu nya di tempat biasa,melihat Satria turun dari Bis,Aldo segera menghampiri sahabat nya itu.


Masih belum bisa Up banyak ya,Lagi sibuk di dunia nyata yang tak bisa di tinggalkan,mohon maaf,sebesar-besar nya,insyaAllah entar Kita bom Crazy up seperti bulan lalu 🙏🙏🙏✌️😌


__ADS_2