Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Waktu yang berlalu


__ADS_3

Semakin hari kehidupan Satria dan Azizah semakin membaik.Meskipun mereka di sibukkan oleh pekerjaan masing-masing,tidak membuat Satria dan Azizah melupakan perhatian satu sama lain.


Azizah meminta kepada guru TK untuk mencarikan guru ngaji untuk anak-anak nya,agar Raka dan Arkana lebih paham akan ilmu agama.Namun,ternyata orang yang di sarankan oleh guru TK,orang yang di kenal oleh Satria dan Azizah,yaitu ustaz Zaki.Ternyata Tuhan masih menguji cinta mereka berdua dengan kehadiran ustaz Zaki yang terus-terusan masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka.


Azizah memperhatikan seseorang yang sedang berbicara dengan ustaz Zaki.Begitu mengetahui tutor ngaji yang disarankan guru Raka dan Arkana adalah ustaz Zaki,itu membuat Azizah sedikit ragu.


Drrt..Drrt...Drrt...


Satria menelpon sehingga ponsel Azizah bergetar.


"Waalaikumsalam.Mas!"


[Bagaimana? apa kamu sudah bertemu dengan tutor ngaji Raka dan Arkana sayang?] terdengar suara Satria yang ingin tahu apa pendapat sang istri setelah bertemu dengan guru yang di rekomendasikan oleh guru sekolah Raka dan Arkana.


"Seperti nya orang itu tidak akan cocok dengan Raka dan Arkana Mas.Apa tidak sebaik nya kita cari guru lain saja?"


[Kenapa harus mencari yang lain sayang, yang bikin mereka tidak cocok dimana nya sayang,coba mu jelaskan,nanti biar aku cari tutor yang lain]


"Banyak mas,pokoknya kamu harus mencari tutor yang lain!"tegas Azizah,dengan suara Azizah yang lantang,tentu saja membuat Satria curiga.


[Iya-ya,entar aku carikan tutor yang baru,sekarang kamu pulang dulu ya,kita bicara lagi nanti di rumah]


"Iya Mas,Assalamualaikum"


[Waalaikumsalam]


Azizah pun memutuskan panggilan nya dengan Satria.Lalu,ia bangkit dari tempat duduk nya.


Begitu Azizah ingin keluar dari ruangan guru,ustaz Zaki dan guru Raka pun masuk ke dalam ruangan itu.


"Loh,Ibu sudah mau pulang?"tanya Guru mereka.


"Iya,saya harus pulang,karena suami saya menyuruh saya untuk pulang,ada pekerjaan mendadak!"bohong Azizah yang langsung berpamitan.


"Tunggu Azizah,ini sudah lama sekali kita tidak bertemu,apa kamu masih dendam sebab saya?"tanya ustaz Zaki.


"Tidak,saya bukan orang yang pendendam,hanya saja kami sudah memiliki guru tutor lain,jadi saya tidak bisa mendaftarkan Raka dan Arkana di kelas anda,maaf!"setelah menangkup ke dua tangan nya,Azizah pun berlalu dari hadapan ustaz Zaki.


"Maaf Ustaz Zaki,barusan saya mendapat pesan dari Pak Satria,kalau mereka sudah menemukan tutor ngaji yang lain,maaf sekali lagi,sudah merepotkan Anda"tukas Guru tersebut,Zaki pun tersenyum.


"Tidak apa-apa saya mengerti,kalau begitu saya permisi dulu Bu.Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"ustaz Zaki pun pergi dari tempat tersebut.


Azizah segera menyetir mobil nya untuk kembali kediaman purna.Saat ini Raka dan Arkana sedang bersama dengan Rani yang sudah kembali bekerja.


Brak!


"Astagfirullah!"ucap Azizah,yang tak sengaja menabrak mobil seseorang yang ada di depan mobil nya,yang berhenti mendadak.


Azizah pun segera keluar untuk melihat kondisi mobil,dan juga keadaan orang tersebut.


Begitu Azizah turun,ia melihat mobil yang di tabrak nya tidak terlalu rusak,hanya tergores saja.


"Siapa sih yang buta sehingga bisa nabrak mobil sebesar ini"teriak wanita yang mobil nya di tabrak Azizah,wanita tersebut segera keluar dari mobil dan melihat siapa yang telah menabrak mobil nya.


"Maaf-maaf Nona,saya tidak sengaja,saya tidak tahu jika anda berhenti mendadak"Azizah mencoba meminta maaf,saat melihat wanita tersebut berjalan ke arah mobil nya.


"Bagai..."wanita itu terkejut saat melihat Azizah orang yang di kenal nya.Begitu juga dengan Azizah yang langsung terkesiap saat melihat Zuhra.


"Heeh,pantesan saja,enggak heran ya kalau kamu pelaku nya,memang dunia ini sangat sempit ya,bisa ketemu wanita seperti kamu,ketularan sial aku nya"cibir Zuhra.


Azizah hanya bisa beristigfar dalam hati nya saat mendengar hinaan dari bibir Zuhra.


"Saya akan ganti rugi,berapa pun kerusakannya,sekali lagi maaf saya tidak sengaja"Azizah masih berbicara dengan begitu sopan.


"Ganti rugi? emang kamu mampu? melihat penampilan mu saja aku sudah tidak yakin"ketus Zuhra,sembari melipatkan ke dua tangan nya di dada.


"Saya sedang terburu-buru,bisa kah,saya meminta nomer anda,nanti saya janji akan mengubungi anda dan mengganti rugi kerusakan mobil anda!"


Lagi -lagi,Zuhra malah memandang rendah Azizah,dan sama sekali tidak ingin berdamai.


"Ganti rugi? kamu tidak akan mampu,mungkin kamu akan lari dari tanggung jawab mu.Oh,aku tau,mungkin tarif anda sekarang sudah tinggi,jadi anda mampu membayar ganti rugi ini"

__ADS_1


Mendengar ucapan Zuhra,Azizah mengepalkan tangan nya berusaha tidak terpengaruh,meskipun hati nya mulai getir.


"Apa perlu aku kenalin ke teman-teman ku,mana tahu ada yang ingin memakai jasa kamu!"lanjut Zuhra,dengan mulut yang di buat-buat sejijik mungkin.


Plak!


Azizah berhasil menampar pipi Zuhra,membuat wanita ini memegang wajah nya,lalu menatap kesal ke arah Azizah.


"Terlahir dari keluarga terhormat,tidak menjamin kamu akan ikut terhormat juga.Memakai baju sebagus apapun tidak menjamin jika mulut mu tidak akan berbisa.Setinggi apapun derajat mu,kalau tutur bahasa mu buruk,maka kamu tetap akan terlihat seperti sampah!"tukas Azizah dengan lantang.


"Sialan!"


Pak!


Azizah atau pun Zuhra,terkejut saat seseorang memegang tangan Zuhra yang ingin menampar Azizah.


"Um-Umi Maryam"gumam Azizah,saat melihat wanita cadar lain nya yang sedang membantu dirinya dari tamparan Zuhra.


Maryam menghempaskan tangan Zuhra,sehingga ia terjatuh ke mobil nya.


"Kamu enggak apa-apa?"tanya Maryam mendekati Azizah.


"Umi,aku tidak apa-apa,bagaimana bisa Umi sampai ke tempat ini?"tanya Azizah,


"Umi dan Papa Alex datang kesini ada hal penting yang ingin ku bahas dengan keluarga purna,dan maaf Azizah kami tidak hadir saat kelurga purna sedang berduka"


"Tidak masalah Umi itu sudah berlalu!"mereka terlihat sedang melepas rindu,namun membuat Zuhra kesal,dan langsung mendekati ke arah Maryam dan Azizah.


"Dasar jalaang!"teriak Zuhra,lalu mendorong Maryam ke arah jalan.


Braak!


"Umi Maryam!"teriak Azizah,saat tubuh Maryam tidak sengaja tertabrak mobil yang lewat,itu membuat Azizah terkejut,begitu juga Zuhra,setelah melihat Maryam tertabrak,Zuhra segera pergi meninggalkan TKP.


"Tolong,tolong bantu panggilkan ambulance!"teriak Azizah,


"Apa yang terjadi?"tanya seseorang,Azizah menoleh,karena mengenali suara itu.


"Pa-papa Alex,tolong,tolong Umi Maryam!"


Tak lama kemudian,ambulance pun tiba,Alex segera menggendong tubuh Maryam menuju mobil ambulance.Sedangkan,Azizah menyusul dengan mobil nya sendiri.


Di sepanjang jalan,Azizah takut dan ia terus saja berdoa,meminta kepada Allah semoga kondisi Maryam baik-baik saja.


Di kediaman Purna. . .


Satria yang sudah menunggu istri nya sejak sore,belum juga pulang,dan itu membuat Satria khawatir.


"Kenapa nomer nya tidak aktif!"gumam Satria,yang mencoba berulang kali menghubungi Azizah.


Tiba - tiba,Satria menerima panggilan masuk,dan itu dari Alex.


"Hallo Tuan Alex,selamat sore"


[Sore,segera ke rumah sakit kasih bunda,Azizah dan saya ada di rumah sakit]setelah mengatakan itu,Alex segera memutuskan panggilan nya,karena dokter telah keluar dari ruang pemeriksaan.


"Hallo,hallo Tuan.Siapa yang sakit!"teriak Satria,namun panggilan itu sudah di putuskan sebelah pihak oleh Alex.


"Ran,Rani!"teriak Satria dari ruang tamu,Rani yang berada di kamar si kembar pun segera berlari ke ruang tamu.


"Iya Tuan"


"Saya titip Ar-Ka!"


"Iya Tuan"


Tidak memberitahu kemana Satria pergi,dia pun segera berlalu dari hadapan Rani.


"Bi Rani,mana Papa ?"tanya Raka yang menyusul Rani ke ruang tamu.


"Papa pergi sebentar ada urusan mendadak,ayo Raka Bibi Rani temani main lagi"


"Ayo,main mobil-mobilan ya Bi"

__ADS_1


"Siap Den muda"Rani pun kembali membawa Raka ke kamar nya.


Ceklek!


Di dalam kamar,terlihat Arkana yang sedang memainkan iPad nya.


"Den Arkana,waktu main iPad nya sudah habis,simpan dulu ya"


"Sebentar lagi Bi,baru juga dua puluh menit main nya"


"Kan memang peraturan nya begitu Den,hanya boleh main dua puluh menit di sore hari,dan dua puluh menit di siang hari"pungkas Rani,mengambil iPad di tangan Arkana.


"Bibi pelit!"ketus Arkana,lalu membaringkan tubuh nya,dan memeluk guling.


"Arkana ayo main mobil-mobilan"ajak Raka,


"Males!"sahut Arkana yang kesal.


"Main sama Bibi aja ya Den Raka"


"Oke Bi"Rani pun akhirnya menemani Raka main,dan membiarkan Arkana yang merajuk.


Di rumah sakit,dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Maryam.


"Dok,bagaimana kondisi istri saya?"tanya Alex,


"Istri Tuan,baik-baik saja,dia tidak apa-apa,dan istri Anda sudan siuman dari pingsan nya"pungkas sang dokter,


"Boleh saya melihat nya?"


"Silahkan "Alex pun masuk ke dalam ruangan Maryam.


"Sayang!"teriak Satria saat melihat Azizah yang akan ikut masuk,untuk melihat keadaan Maryam.


"Mas"Azizah menoleh,dan menunggu Satria.


Satria segera memeluk Azizah dengan erat begitu sampai di depan sang istri.


"Aku pikir kamu kenapa-napa.Kenapa ponsel mu tidak aktif,dan kenapa kamu disini,siapa yang sakit?"terlihat raut wajah Satria yang begini panik.


"Aku baik-baik saja mas,tapi Umi Maryam mengalami kecelakaan"


"Bagaimana bisa? apa yang terjadi?"


Azizah pun mulai menceritakan kronologi pokok permasalahan,yang membuat Maryam sampai di larikan ke rumah sakit.


"Begitu lah mas"


"Sayang,ini bukan sekali atau dua kali,tapi ini sering sekali terjadi,aku lihat Zuhra itu semakin berani untuk memaki mu,karena selama ini kita hanya diam saja!"tukas Satria yang mulai geram setelah mendengar cerita Azizah.


Blam!


Alex kembali keluar dalam menutup pintu ruangan tersebut.


"Jadi,apa rencana mu?"tanya Alex langsung pada intinya,menatap Satria,


"Apapun keputusan Anda saya ikut saja"


"Mas!"Azizah takut,kalau mereka berdua akan berbuat seperti sebelumnya.


"Aku ingin,perusahaan keluarga Wanita itu bangkrut,jatuh sejatuh nya,jangan beri ampun,karena ia sudah mulai melukai istri ku!"tegas Alex dengan nada horor nya,Azizah yang melihat netra Alex hanya bisa diam saja,lalu melirik sang suami.


"Urusan dia,biar Aku yang atasi"lanjut Alex,


"Baik Tuan,akan ku pastikan perusahaan itu bangkrut dalam waktu lima jam"tukas Satria.Alex mengangguk,lalu mempersilakan Azizah untuk bertemu dengan Maryam.


Zuhra baru saja kembali ke kediaman nya,ia terlihat gugup dan takut,Zuhra menaiki anak tangga rumah tersebut dengan tergesa-gesa,bahkan ia tidak menyapa Zaki yang duduk di sofa,membuat Zaki curiga.


"Kenapa Zuhra terlihat seperti orang ketakutan?"gumam Zaki yang memperhatikan gerak-gerik Zuhra.


Blam!


Pintu kamar tertutup.

__ADS_1


"Ini bukan salah ku,aku tidak sengaja membuat ia tertabrak,tadi aku hanya ingin memberi pelajaran kepada Azizah,ini bukan salah ku"gumam Zuhra yang sedang takut,duduk di tepi ranjang.


Zuhra terus saja memikirkan kejadian tadi sore,dan membuat ia ketakutan.Zuhra takut jika orang yang di dorong nya akan mati,jika itu benar,mungkin dia akan masuk penjara.


__ADS_2