
Setelah melihat Bara menutup pintu kamar itu,Aldo dan Satria serta ke dua istri mereka pun kini kembali ke depan pintu kamar Bara.
"Ngapain lagi sih mas"ketus Putri yang kesal.
"Sttt diam"
"Apaan sih kalian,enggak boleh ngintip orang tahu,dosa"sambung Azizah.
"Ini bukan ngintip sayang,tapi ini kita lagi mendengar seseorang yang akan di marahin sama istri nya"jawab Satria.
"Dimarahin? memang nya apa yang terjadi?"tanya Azizah bingung,
"Entar kalian juga akan tahu"sambung Aldo.
Benar-benar kelakuan Aldo dan Satria membuat Putri dan Azizah menggelengkan kepala Mereka.Apalagi saat melihat senyum ke dua pria itu yang mencurigakan.
"Bara!"teriak Kejora dengan keras,entah apa yang terjadi di dalam.Aldo dan Satria malah sedang menahan tawa mereka mendengar suara ribut dari dalam.
"Gila kau ya,bangun dah!"terdengar lagi suara Kejora yang semakin kesal kepada Bara.
"Eemmmm"Putri dan Azizah segera menjewer telinga suami mereka saat mereka menertawakan Bara yang di marahin Kejora.
"Ayo ke kamar"
"Sayang,ampun sakit sayang"Satria pun menurut saja,begitu juga dengan Aldo.
"Sayang lepas,sakit sayang"
"Enggak ada sakit-sakit "Putri terus saja menarik daun telinga Aldo.
Tiba di dalam kamar,Azizah menatap Satria yang duduk di tepi ranjang.Satria juga menatap Azizah yang sedang berkacak pinggang di depan nya.
"Apa yang mas lakukan,kenapa Bara dan Kejora terdengar seperti orang yang sedang berantem"
"Mana aku tau sayang,ini 'kan malam pertama mereka,ya wajar lah mereka berantem"jawab Satria sembari tersenyum.
"Mas,kamu bohongin aku ya?"Azizah masih tidak percaya dengan perkataan Satria barusan.
Azizah pun pergi dari hadapan Satria,lalu berjalan kearah pintu kamar,dengan cepat Satria menahan sang istri agar tidak meninggalkan kamar nya.
"Sayang maaf"ucap Satria,memeluk Azizah dari belakang.
"Aku tidak melakukan apapun"
__ADS_1
"Benar?"
"Iya"sembari membuat dua jari ke arah istri nya.
"Jadi apa yang terjadi?"
Satria pun menceritakan perihal yang terjadi di teras villa,dan itu tentu saja membuat Azizah terkejut.Begitu juga dengan Aldo yang sedang menceritakan apa yang terjadi kepada Bara sebenarnya.
"Jadi,Aldo memberikan obat tidur untuk Bara?"ulang Azizah.
"Eeemmm"jawab Satria yang takut di marahi Azizah lagi,
"Sayang,kalian berdosa banget,kasian tau Bara melewati malam pertama nya,padahal itu yang mereka nanti-nanti 'kan satu Minggu yang lalu setelah ijab Qabul"pungkas Azizah.
"Iya,maaf sayang.Janji enggak lagi deh sayang.Tapi......"Satria segera memegang ke dua pipi Azizah,dan ia mulai mengecup kening Azizah dengan lembut,dan membuka cadar sang istri.
Azizah yang sudah paham dengan kelakuan suami nya pun hanya bisa pasrah ketika di tuntun menuju ranjang.
Di kamar lain. . .
Kejora menatap kesal ke arah Bara yang terkapar di atas lantai karena ketiduran efek dari obat yang diberikan Satria dan Aldo.
"Bara,bangun"Kejora kembali membangun 'kam suami nya itu,namun terlihat tidak ada pergerakan sama sekali dari Bara,akhirnya Kejora memilih menyeret Bara menuju ranjang.
"Huh,melelahkan "gumam Kejora yang menatap ke arah Bara.
"Dia tidur atau mati sih!"kesal Kejora lagi,saat melihat Bara yang tak bergerak-gerak.
"Tunggu aja besok pagi ya,bikin kesal aja"lalu Kejora kembali menyeret tubuh Bara ke kamar mandi,karena di buat kesal oleh suami nya itu.
* * *
Besok pagi. . .
Di meja makan,terlihat Aldo dan yang lain sudah rapi,seperti nya mereka akan pulang hari ini,dan kembali ke Jakarta.
"Kejora,dimana Bara?"tanya Aldo,saat melihat Kejora yang sudah rapi,dan bersiap untuk sarapan.
"Enggak tau"sahut nya kesal,mereka berempat sudah tahu perkara yang sebenarnya.
"Ayo kita sarapan dulu,Bara bisa nyusul"tukas Satria.Mereka berlima pun melanjutkan sarapan,dan para istri melayani suami mereka dengan baik,berbeda dengan Kejora,Bara yang tak kunjung datang.
"Kejora!"teriak Bara,dari arah kamar yang ada di atas.
__ADS_1
"Itu suara Bara,apa yang terjadi?"tanya Aldo,mereka semua melirik kearah Kejora,wanita itu menguyah makanan nya dengan santai.
Di dalam kamar,tepat nya di dalam kamar mandi,Bara baru saja terbangun dari tidur nya.Namun,ia terkejut mendapati diri nya berada dalam bathub yang berisi air,dengan tubuh tidak memakai baju atau pun celana,hanya ada ****** ***** saja.
Setelah terbangun,dan langsung berteriak memanggil nama istri nya.Melihat tidak ada orang yang datang ke kamar mandi,Bara pun memilih langsung mandi,dan segera berpakaian,saat mengetahui pakaian sudah siap dalam koper nya.
Begitu Bara menyusul mereka di lantai bawah,mereka semua sudah selesai sarapan,dan akan pergi meninggalkan meja makan.
"Sialan kalian!"maki Bara yang baru saja tiba,Aldo dan Satria hanya terkekeh melihat kekesalan Bara.
"Udah salah,jangan mencari pembelaan!"cetus Kejora yang menatap tajam ke arah Bara.
"Sayang,bukan aku tapi mereka"seraya menunjuk ke arah Aldo dan Satria.
"Diam!jangan banyak bicara,aku mau pulang"Kejora langsung pergi dari hadapan Bara,pria ini berusaha mengejar nya.
"Sayang,aku tidak bohong,aku di kerjai oleh mereka berdua"
"Sudah cukup ya,ngaku saja kamu salah"Kejora tetap masih marah.
"Kejora"Azizah berjalan ke arah Kejora,wanita itu menoleh.
"Itu benar,bukan salah Bara,tapi salah Mas Satria dan Aldo,kamu jangan marah lagi ya,kasian Bara"
"Benar bukan salah mu?"tanya Kejora sama Bara,
"Eeemmm"Bara mengangguk seperti bayi yang sedang di sidang sama ibu nya.Kejora langsung memeluk Bara,
"Maafin aku ya sayang"ucap Kejora yang memeluk Bara,
"Iya sayang,aku juga minta maaf ya soal semalam,tapi kita bisa lanjut itu nanti tiba di Jakarta"bisik Bara,langsung saja Kejora memutar kulit perut Bara.
"Awww,sakit sayang nah"pekik Bara,Aldo dan Satria hanya bisa tertawa geli melihat Bara yang manja seperti bayi.
"Apa kalian ketawa-ketawa,itu semua salah kalian"cetus Putri yang berjalan merangkul bahu Azizah lalu membawa wanita bercadar itu pergi.
"Bro salah lagi kita di mana wanita"ucap Aldo menaikan bahu nya.
"Benar bro"Satria dan Aldo pun pergi menyusul istri mereka yang sudah tiba duluan di mobil.
"Jangan marah lagi ya sayang"
"Iya sayang"Kejora dan Bara pun berbaikan,terlihat dua mobil yang keluar dari halaman villa,mereka semua akan kembali ke Jakarta hari ini.
__ADS_1