
Ceklek!
Azizah segera membuka pintu kamar,dan berlari,untuk menuruni tangga,sampai di tengah-tengah anak tangga,Pria itu kembali menangkap tubuh Azizah.
"To..."Pria itu sudah duluan menutup mulut Azizah agar tidak dapat berteriak lagi,diatas tangga,Azizah berusaha untuk memberontak,melepaskan diri dari genggaman pria itu.
'Mas,Satria,tolong aku,jangan biarkan itu terjadi lagi,aku mohon,hiks..hiks..'Air mata Azizah mulai membasahi cadarnya yang masih terpasang dengan kuat di wajah nya.
Dengan satu tangan nya,pria itu menyeret tubuh Azizah menaiki kembali tangga menuju lantai atas,sehingga tumit Azizah tergores terkena tangga kayu,dan membuat tumit itu memar.
Rasa sakit itu tidak seberapa dengan rasa takut yang saat ini ia rasakan,ia berusaha untuk melepaskan diri,Namun,kekuatan pria itu lebih kuat dari Azizah.
Ceklek!
Pria itu kembali membuka pintu kamar,dan menyeret Azizah masuk ke dalam kamar.
Bugh !
Pria tersebut melempar Azizah ke atas ranjang,setelah itu ia berbalik untuk mengunci pintu kamar.
Blam!
"Buka,tolong buka 'kan pintu kamar nya"Azizah berebutan kunci kamar dengan pria itu,dan berusaha untuk melarikan diri dari genggaman pria itu.
Plakk!
"Aah"Azizah terjatuh ke lantai,saat satu tamparan begitu keras mengenai wajah nya,bahkan ia merasakan jika sudut bi-bir nya berdarah.
"Aaaaaaaaa..."Suara teriakan Azizah bergema di dalam ruangan yang kedap suara itu.Azizah terus berteriak saat merasakan sakit di bagian kepala nya.
"Agrh,lepas!"Teriak Azizah dengan kuat,saat tangan kekar pria tersebut,menarik kuat hijab serta rambut Azizah,dan menyeret Azizah menuju ranjang.
Tubuh mungil itu kembali terhempas ke atas kasur,senyum licik terlihat nyata dan jelas dari raut wajah pria itu,disaat pria itu mulai melepaskan jaket nya,Azizah semakin takut,dan ia berusaha untuk lari dari tempat itu.
Plak ! Plak!
Dua tamparan itu kembali mendarat di pipi nya,ia tidak lagi berteriak,Azizah malah berusaha untuk melepaskan dirinya dari genggam Pria tersebut.
Sekali lagi,pria itu menangkap nya,dan memukul wajah Azizah dengan sangat keras,Pria itu juga mencekik leher Azizah,untuk membuat Azizah berhenti memberontak.
'Mas,dimana kamu,jangan biarkan aku begitu,tolong aku Mas,rasa sakit dari tamparan ini bisa ku tahan,tapi rasa sakit setelah ini tidak dapat ku bayangkan.Jangan membiarkan pria ini berhasil memberi ku racun,sehingga membuat ku tidak dapat hidup lagi'
Betapa kejam nya pria yang mencekik leher Azizah,meskipun wanita ini memohon dan menangis pria ini juga tidak membiarkan nya pergi.
__ADS_1
"M-mas"Lirih Azizah,saat sisa tenaga nya mulai berkurang,bahkan tangan nya yang berusaha melepaskan tangan pria itu mulai melemas.
"Berani melawan,aku akan membuat mu ma-ti!"Tegas Pria itu dengan lancang.
Di tempat lain . .
Tiba di kolam renang,Satria segera meletakkan kotak ikan di atas meja besi,dan menghampiri Aldo.
"Sudah siap?"Tanya Satria,
"Loh,kamu disini?bukan kah,kamu tadi menyuruh istri mu ke atas?"Tanya Aldo,yang bingung saat melihat Satria sudah ada di depan nya lagi.
"Dari tadi Satria bersama ku pergi mengambil ikan di persimpangan jalan!"Sahut Putri,Aldo langsung membulatkan mata nya.
"Jadi,yang di maksud pelayan itu siapa?"
"Pelayan siapa?"Tanya Putri lagi,
"Ya pelayan,tadi ada pelayanan wanita paruh baya,samperin Aku dengan Azizah,wanita itu bilang,Satria menyuruh Azizah untuk kembali ke kamar!"Pungkas Aldo,langsung saja Satria berpikir begitu cepat.
"Tidak ada pelayan disini,mereka semua mengambil cuti,'kan aku sudah bilang sama kalian!"
"Oh syit..!"Satria segera berlari,menuju pintu depan Villa,saat berpikir sang istri dalam keadaan berbahaya.
Brak!
Tap..Tap...Tap...Tap..
Satria berlari dengan tergesa-gesa di atas tangga,sehingga terdengar jelas suara pijakan dari kaki pria itu,saat berlari menaiki satu persatu anak tangga.
Nafas nya kian memburu,apalagi saat mengingat sang istri dalam keadaan bahaya,membuat seluruh darah Satria mendidih,ia tidak dapat bayangkan apa yang akan terjadi dengan istri nya.
Sampai di depan pintu,Satria tidak dapat membuka pintu kamar tersebut,karena sudah di kunci dari dalam.
"Cepat buka!"Titah Aldo,
"Di kunci dari dalam,aku akan mendobrak nya!"
Dorongan pertama tidak berhasil,dorongan ke dua langsung berhasil dengan di bantu oleh Aldo dan Bara.
Brak!
Pintu kamar terbuka,Satria mendapati sang istri dalam keadaan pingsan,dengan pakaian nya yang masih utuh,lalu Satria melihat pria yang hendak turun melalui balkon.
__ADS_1
Duagh!
Setelah menarik bahu pria itu,Satria langsung memukul nya sebagai pukulan pertama,sehingga membuat pria itu tersungkur ke lantai.
"Siapa yang mengirim mu kemari?katakan!"Teriak Satria dengan lantang,menarik kerah kemeja pria itu,dengan sudut bibir nya yang berdarah.
Dugh! Dugh!
"Haah"Pria itu menahan sakit,tapi masih sempat melempar senyuman ke arah Satria,sehingga membuat Satria ingin sekali membu-nuh nya dengan tangan nya sendiri.
Duagh!
"Oaaah"
Duagh!
"Aagrrh"
Satria berulang kali menendang pria itu,tidak ada perlawanan,selain menahan rasa sakit yang di sebabkan oleh Satria.
"Sat,cukup.Kau bisa membu-nuh nya,kita akan bermasalah dengan polisi!"Ujar Aldo,memegang bahu Satria,yang hendak memukul pria itu lagi,
"Aku tidak takut,aku akan membu-nuh nya saat ini juga,dia berani menyentuh istri Ku!"Teriak Satria dengan amarah yang tidak dapat di bendung lagi.
"Kalau kamu di penjara,siapa yang akan menjaga Azizah,tenang Sat!"Akhir nya Satria mendengar ucapan Aldo,dan berlari untuk melihat Azizah yang pingsan.
Aldo segera menyeret pria itu keluar dari kamar,dengan di bantu oleh Bara,mereka ingin mengirim pria tersebut kepada pihak yang berwajib.
"Sayang,bangun!"Satria menepuk pelan pipi Azizah,ia melihat tangan serta kaki Azizah yang terluka.
"Bantu aku membaringkan dia atas tempat tidur,Aku seorang dokter,aku bisa memberi pertolongan pertama untuk nya!"Pungkas Putri.Satria segera mengendong sang istri ke atas tempat tidur.
"Bisa aku melepaskan cadar nya?"Tanya Putri,Satria segera melepaskan cadar Azizah,di dalam kamar hanya ada Azizah,Satria dan juga Putri.
Betapa hancur nya hati seorang suami saat melihat kehancuran yang dialami istri nya.Apalagi kejadian ini mulai membuka luka lama Azizah,yang sudah ia kubur dalam-dalam,tubuh nya lemah,nafas nya tak beraturan.
Azizah kehabisan banyak oksigen,Putri meminta Satria untuk mengambil tabung oksigen yang di simpan Putri di lantai bawah di dalam kamar nya.
Tiba di kamar tersebut,disana banyak sekali peralatan rumah sakit yang di simpan oleh Putri sebagai alat untuk praktek.
"Aku akan memasang infus,kamu bantu aku pasang 'kan ini,aku akan mengajari kamu!"Satria mengangguk,dan menurut apa yang di katakan wanita itu.
Ceklek !
__ADS_1
Satria terkejut,saat melihat Aldo telah kembali ke kamar itu lagi,dengan cepat Satria menutup wajah sang istri.
"Bagaimana ?"Satria menghampiri Aldo,Pria ini terdiam,ia menatap lesu ke arah Satria,Aldo tidak tahu harus berkata apa.