Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Dua hari Kemudian


__ADS_3

Satria belum mengatakan apapun kepada Azizah mengenai kesehatan nya yang kurang bagus untuk hamil,dalam kondisi ginjal satu.


"Mas,kenapa Aku harus membawa baju?" Azizah melirik sang suami.


"Tentu saja harus,itu untuk kamu ganti nanti,sementara waktu kamu akan tinggal di puncak bersama dengan dokter kandungan dan juga dokter internis!"Satria juga meletakkan beberapa baju nya di dalam koper.


"Mas,kenapa harus puncak?kalau memang aku harus di rawat bukan kah,bagus nya nya di rumah sakit saja?"Azizah semakin bingung di buat oleh jawaban Satria.


"Sayang,dengar 'kan aku,semua ini aku lakukan untuk kebaikan mu,aku berharap kamu sehat sampai lahiran!"Pungkas Satria,yang kini duduk di depan Azizah.


Azizah menatap netra Satria begitu dalam,ada rasa khawatir yang tidak bisa Satria jelaskan kepada Azizah.


"Mas"Azizah menyentuh pipi Satria.


"Apa dokter mengatakan jika kandungan ku bermasalah ?"Pertanyaan itu berhasil lolos dari mulut Azizah.Namun,membuat air mata Satria menetes,ia tidak tahu cara nya untuk menyembunyikan semua itu dari Azizah.Tapi,Satria juga tidak ingin membuat Azizah semua stres,dan sedih memikirkan kondisi kesehatan nya.


Azizah menyeka air Satria,bahkan ia tersenyum kepada sang suami.


"Aku baik-baik saja oke,serahkan semua nya kepada Allah!"Kini Azizah memegang ke dua wajah suaminya,dan ia tersenyum kepada Satria,membuat Satria tidak dapat menahan diri Satria langsung memeluk Azizah,dan tangisan nya semakin kencang.


"Haaaaa...Hiks...Hiks...Hiks..."Justru tangisan itu semakin membuat Azizah terkejut.


"Mas"Azizah menepuk pelan punggung Satria,dan menenangkan pria itu.Azizah tidak menyangka kalau Satria begitu rapuh saat di depan nya,bahkan ia tidak segan - segan untuk menangis di depan sang istri.


"Cukup ya Mas,jam berapa kita berangkat?"Tanya Azizah,untuk mengalihkan suasana batin dari rasa khawatir nya Satria,


"Sekarang sayang!"Satria langsung berdiri,Azizah segera memasang niqab nya.


Sejak mereka program hamil Azizah sudah tahu,jika kondisi nya akan sulit untuk mempertahankan janin nya jika ia hanya memiliki satu ginjal.Bahkan,dokter Sella telah mengatakan itu semua kepada Astuti atau pun Adi.Maka dari itu,mereka tidak terlalu memaksa Azizah untuk promil lagi sebelumnya.


Namun,kehendak Allah lebih indah dari rencana mereka.Di saat mereka tidak lagi berharap,Tuhan pun memberikan kesempatan untuk mereka merasakan kehadiran seorang baby di dalam keluarga Purna.


Terlihat Satria dan Azizah yang memasuki mobil,seperti janji Atika dan El,mereka akan berada di indonesia selama tiga bulan masa kehamilan Azizah.Dan Atika juga ingin memastikan jika kondisi Azizah akan baik-baik saja.

__ADS_1


* * *


Setelah menepuk perjalan hampir dua jam itu,akhir nya Azizah dan Satria telah tiba di puncak Bogor.Atika dan El,sudah tiba terlebih dulu,bahkan mobil dokter Sella juga terlihat sudah terparkir di garasi Villa.


"Selamat datang Den Satria !"Sapa tukang kebun di villa yang biasa merawat tempat itu.Villa tersebut adalah milik keluarga purna,mewah dan elegan,bahkan tempat paling mahal untuk di kunjungi orang lain.Keluarga purna,tidak pernah menyewakan tempat itu,karena mereka tidak ingin ada orang lain yang menempati villa itu.


"Apa semua tamu telah tiba?"


"Sudah Tuan,bahkan saya sudah menyiapkan semua nya sesuai perintah Aden!"


"Bagus!Pak ini untuk Anda!"Satria memberikan amplop putih,yang berisi rejeki jeri payah nya selama ini,bahkan Satria tidak segan - segan memberikan bonus untuk tukang kebun itu.


"Tuan,tunggu!"Teriak Aiyub yang berlari mengejar Satria yang sudah menaiki tangga villa.


"Iya Pak"Satria menghentikan langkah kaki nya.


"Tuan,ini terlalu banyak,bukan kah...."


"Terimakasih banyak Tuan,semoga Tuan dan Nyonya,di berikan kelancaran rejeki"


"Amiin"Jawab Satria dan Azizah serentak.


Tiba di lantai dua villa,disana sudah ada El yang sedang meniduri si kembar,bahkan terlihat Atika yang sedang duduk di depan laptop nya.


"Assalamualaikum!"Ucap Azizah dan Satria.


"Waalaikumsalam "Sahut El dan Atika,yang menoleh ke arah sumber suara l.


"Loh,kalian sudah tiba"Atika dengan sopan langsung menghampiri ke dua nya.Tentu saja,Atika dan Azizah bersalaman karena baru bertemu pertama kali,berbeda dengan Satria yang sudah pernah melihat Atika sebelum nya.


"Ini dokter Atika,menantu dari keluarga Xander,dan itu si kembar"Ujar Satria,sembari menunjuk ke arah box baby.Azizah hanya mengangguk menanggapi ucapan sang suami.


"Apa perlu aku hubungi baby sister?supaya ada yang membantu merawat si kembar?"Saran Satria.

__ADS_1


"Tidak perlu,ada aku disini,yang akan merawat mereka!"Timpal El yang menolak,ia tidak ingin anaknya di rawat oleh baby sister.


"Dimana dokter Sella?"Tanya Satria yang tak melihat dokter Sella di ruangan tersebut.


"Dokter Sella ada di kamar,seperti nya sedang beristirahat setelah perjalanan jauh!"Ungkap Atika,


"Dok,kapan akan mulai pemeriksaan ?"


"Eeemm,besok saja.Hari ini silahkan beristirahat dulu,agar besok kita semua lebih bersemangat!"Ujar Atika,


"Aku bisa membantu menjaga salah satu nya!"


"Terimakasih Azizah,tapi aku lebih senang merawat mereka sendiri,kamu tahu aku bisa selalu berada di sisi mereka!"Tolak El dengan sopan.


"Tidak ada yang bisa memisahkan Tuan Muda El dari anak nya,bahkan Aku sendiri tidak bisa memisahkan mereka.Aku terasingkan semenjak si kembar lahir!"Goda Atika sembari tersenyum melihat ke arah El yang meniduri Si kembar.


"Dokter bisa aja,padahal anda juga orang yang paling terpenting dalam hidup Tuan El,bahkan ia akan senang jika bisa berada di dekat anda selalu,padahal proyek baru kami,membutuhkan Tuan muda El di lapangan,tapi Tuan muda El memilih tinggal disini bersama dengan kita!"Pungkas Satria,mereka bertiga kembali tersenyum melihat ke arah El.


"Tuan muda El,saya dan istri saya pamit undur diri dulu,kita akan bertemu lagi,waktu jam makan malam.Makan siang,nanti pelayan akan mengantar makanan nya ke kamar Anda!"


"Baik Tuan,Terimakasih atas perhatian Anda!"


"Tidak perlu sungkan,kita 'kan rekan?"El tersenyum,Satria pun segera mengajak Azizah menuju kamar mereka yang tak jauh dari ruangan tesebut.


Ceklek !


"Mas,apa ini tidak terlalu berlebihan?"Tanya Azizah lagi,


"Tidak sayang,semua ini Aku siapkan untuk kamu"Dengan kamar lengkap segala kebutuhan Azizah,bahan Satria sudah menyiapkan itu dia hari yang lalu.


"Aku pergi mandi dulu sayang,kalau kamu mau istirahat tidur saja"


"Iya mas!"Satria mengecup kening Azizah sebelum pria itu berlalu dari hadapan Azizah menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2