Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Hasil


__ADS_3

Panggilan terputus,Satria yang sudah memegang handle pintu pun di panggil kembali oleh Aldo.


"Satria tunggu!"


"Ada apa?apa ada yang tertinggal?"Satria menoleh,Aldo berjalan ke arah Satria.


"Ada yang ingin aku tunjukan kepada mu,ayo ikut aku ke lobi,seseorang akan mengirim berkas untuk kita!"


"Berkas apa?kenapa begitu rahasia?"


"Kamu tenang saja,ini hanya berkas biasa saja,ayo"Ke dua nya langsung keluar dari ruangan itu,menuju lobi.


Tiba di lobi,Aldo tidak melihat ada nya tukang gojek yang di kirim Mela ke perusahaan nya.


"Mana?"Tanya Satria yang enggak sabaran,


"Tunggu!"Aldo,langsung berjalan ke arah resepsionis,dan bertanya kepada mereka.


"Nella,apa kamu melihat tukang gojek yang datang kemari?"


"Iya pak,tapi sudah pergi,tukang gojek menitip ini untuk Bapak!"Nella memberikan amplop coklat kepada Aldo.


"Kenapa begitu ceroboh sih,bukan nya menunggu kami keluar!"Ujar Aldo,lalu pergi menghampiri Satria di meja pojokan lobi.


"Nih,mama titip ini untuk mu!"Aldo memberikan amplop coklat itu kepada Satria.Tapi,malah membuat Satria bingung dan menaikan satu alis nya sembari menatap Aldo.


"Apa ini?"


"Buka lah,setelah kamu buka,kamu akan tau hasil nya!"Satria berharap yang di berikan oleh Mela adalah tentang kesehatan Azizah,dan program kehamilan mereka akan berjalan dengan lancar.


Satria pun membuka amplop tersebut,dan Aldo menunggu reaksi Satria,padahal ia sendiri belum tahu hasil itu.Namun,Aldo sudah yakin dengan hasil dari tebakan nya itu.


pak!


Amplop tersebut jatuh dari tangan Satria,pria itu menatap Aldo,dan juga Aldo terlihat mengangguk pelan ke arah Satria.


"Dari mana kamu mendapatkan ini?"Tanya Satria,dengan netra yang memerah,tangan nya mengepal di atas meja.


"Aku curiga saat pertama kali bertemu dengan Azizah,terlebih lagi,saat mendengar cerita mu tentang Azizah.Karena rasa penasaran akan tebakan ku,aku meminta mama untuk melakukan tes DNA itu!"Satria langsung teringat akan Azizah yang saat ini berada di rumah nya,wanita yang dulu nya pernah ia nodai.


Satria sangat senang,jika istri nya adalah wanita yang dulu pernah ia hancurkan kehidupan nya,dengan begitu,Satria akan semakin sayang dan cinta kepada Azizah.

__ADS_1


Lalu Satria juga takut,ia takut jika Azizah tidak bisa menerima kenyataan itu,Azizah akan membenci Satria.Satria tidak ingin itu terjadi.


"Apa hasil nya akurat?"Aldo baru bertanya setelah melihat ekspresi Satria yang begitu terkejut.


"Iya!"Sahut nya singkat.


"Tebakan ku enggak pernah salah.Jadi Sat,bagaimana cara mu memberitahu kebenaran ini kepada Azizah?"Terlihat Satria yang tengah berpikir,ia sendiri bingung,ia tidak tahu apakah Azizah bisa menerima nya atau justru akan membenci nya.


"Kalau Azizah menolak untuk memaafkan ku bagaimana ?Aku belum siap berpisah dari nya !"Ungkap Satria,yang ketakutan jika di tinggal pergi oleh Azizah.


"Azizah bukan orang yang seperti itu,ia adalah seorang wanita yang baik,dia pasti akan memaafkan semua perbuatan masa lalu mu!"


"Dua tahun Do,dua tahun!selama dua tahun lebih aku menghancurkan hidup nya,aku membuat ia menderita.Bukan kah,Azizah tidak bisa hamil itu karena aku?Satria bangkit dari tempat duduk nya,semua orang melihat ke arah mereka.


"Sat,tenang lah,semua orang sedang memperhatikan kita!"Ujar Aldo,yang mencoba menenangkan Satria.


"Bagaimana aku bisa tenang,dua tahun itu bukan waktu yang singkat untuk dia mengalami penderitaan itu,bahkan aku tidak bisa membayangkan betapa hancur dan sakit nya dia waktu itu!"Tukas Satria lagi,kita netra nya semakin memerah,bahkan buliran bening mulai menumpuk di pelupuk mata,dan juga tubuh Satria mulai keringat dingin.


"Pulang dan temui dia,cerita 'kan pelan-pelan, ini hanya kecelakaan,tidak semua orang ingin ini terjadi,tapi ini semua sudah terjadi mau bagaimana lagi?saat ini kalian sudah m


sah menjadi suami istri,Azizah mencintai mu,begitu juga dengan kamu,kalian saling cinta,meskipun masa lalu ini membuat Azizah terluka,ini hanyalah sementara,dia akan kembali percaya padamu jika memang dia benar mencintai mu Satria!"Pungkas Aldo,


"Pulang lah!"Satria mengangguk,lalu keluar dari tempat itu dan berjalan ke arah parkiran.Tiba di tempat parkiran,tanpa menunggu lama,Satria langsung masuk dalam mobil,dan segera menancap gas nya dengan terburu-buru.


"Sayang,maafkan aku,semua ini terjadi karena aku!"Gumam Satria,yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Tit...Tit...Tit...


Di jalan lumayan macet,sehingga membuat Satria berulang kali harus membunyikan klakson mobil nya.


"Azizah,aku harap kamu dapat memaafkan ku,jangan tinggal 'kan aku setelah kamu mengetahui kebenaran ini,aku tidak bisa hidup tanpa mu!"


Tit..Tit..Tit..


"Kenapa sih,jalan begitu macet!"Dalam keadaan kesal,Satria membunyikan kembali klakson nya.Meskipun jalan macet karena lampu merah Satria tidak memperdulikan itu,ia ingin segera tiba di rumah dan menemui Azizah.


Brumm......


Satria kembali menambah kecepatan mobil nya,ia tidak memperdulikan keselamatan nya,yang ia tahu saat ini mendapatkan maaf dari istri nya itu.


Brumm...Brummm...

__ADS_1


Ckiiitttt!


Satria langsung menghentikan mobil nya,dan berlari turun ke pintu utama rumah Purna.


Braak!


Satria mendorong pintu itu dengan kuat,rumah sepi,tidak ada satu orang pun terlihat di dalam rumah,baik Rani ataupun Bi Atun.


"Sayang..."


"Azizah!"


Satria mencari Azizah di kamar atau pun dapur.Namun,tidak terlihat adanya Azizah di dua tempat itu.


"Bi,Bi Atun!"Teriak Satria lagi,ia segera menuju ke gudang dimana Atun dan Rani berada.


"Bi,dimana istri ku?"Tanya Satria,yang berdiri di ambang pintu,Bi Atun yang sedang membereskan barang-barang bekas milik Satria,langsung menghampiri Tuan nya itu.


"Bi,apa yang terjadi?kenapa gudang ini terlihat lebih berantakan setelah di bersihkan ?"Tanya Satria,Atun melihat ke arah barang yang berserakan,Rani tidak berani menjawab,meskipun tahu apa yang telah terjadi.


"Bi,jangan diam saja,Bibi harus menjawab aku!"Titah Satria,


"Itu Den,tadi Nyonya...."


"Assalamualaikum !"Ucap Seseorang dari pintu masuk,dan suara terdengar di ruang tamu,itu adalah suara Astuti yang baru kembali dari Inggris.


"Waalaikumsalam !"Sahut Satria,sembari mengeluarkan sedikit kepala nya dari gudang.


"Bi,tunggu disini,aku akan menemui mama,dan setelah itu,kita bicara lagi!"


"Ba-baik Den!"Satria langsung pergi meninggalkan gudang menuju ruang tamu rumah purna.


"Mama sudah pulang?"Satria langsung memeluk dan menci-um ke dua pipi Astuti,ia juga memeluk Adi.


"Dimana menantu mama?"


"Azizah ada di dapur,nanti Satria panggilkan!"


"Titip ini untuk istri mu,mama sama Papa mau istirahat dulu,kita malam ini akan makan di luar,Andara mengundang kita untuk makan malam!"


"Oke ma"Astuti langsung pergi bersama dengan Adi menuju kamar,Satria kembali ke gudang untuk menemui Atun.

__ADS_1


__ADS_2