
Pintu terbuka,ke dua nya langsung menoleh,dan itu seorang perawat yang datang membawakan obat suntikan untuk Azizah.
"Permisi Tuan,Nyonya,saya ijin ya!"Ucap Perawat itu dengan ramah,Satria hanya mengangguk saja.
"Nyonya banyak - banyak lah istirahat,agar cepat sembuh,apalagi sedang hamil muda,jangan kecapean,atau stres berlebihan,saya permisi dulu!"Perawat itu langsung keluar.Namun,Azizah masih dengan posisi yang sedang syok,ia kaget mendengar berita bahwa dirinya tengah hamil.
"Mas,apa benar aku hamil?"Tanya Azizah,Satria tidak langsung menjawab nya,ia masih terdiam,entah apa yang ada di pikiran Satria saat ini.
"Mas!"Panggil Azizah lagi,
"Iya sayang"Satria menyentuh pipi Azizah, "Benar yang di katakan perawat itu,kamu memang sedang hamil,tadi aku berencana untuk memberi kejutan pada mu,tapi perawat itu malah memberitahu mu lebih dulu!"Pungkas Satria,menyembunyikan kesedihan nya,Azizah langsung memeluk Satria,karena ia bahagia akhir nya ia bisa memberikan keturunan untuk keluarga Purna.
"Mas,akhir nya Allah menjawab semua doa-doa kita mas,Mama dan Papa pasti senang,ibu juga pasti sangat bahagia!"Ucap Azizah dalam keadaan yang masih memeluk Satria.
Pelukan Satria,semakin lama semakin erat,bahkan Pria ini,tiba-tiba meneteskan air mata nya.
"Mas,aku ingin segera pulang!"Lanjut Azizah,Satria hanya diam saja,dia memikirkan ucapan dokter tadi.
"Mas!"Panggil Azizah,saat merasa pelukan Satria makin lama makin erat,dan dia juga mendengar suara tangisan dari suami nya.
"Mas.Kamu nangis?"Tanya Azizah,saat melihat ke dua netra Satria memerah,bahkan air mata menetes di pipi pria itu.
"Jangan menangis sayang,bukan kah,ini adalah doa dari mas,kita sudah berusaha,dan doa kita sudah di ijabah Allah!"Azizah menyeka air mata Satria,semakin membuat Pria ini menangis begitu tersedu-sedu saat mendengar ucapan Azizah.
"Hiks...Hiks...Hiks...Biarkan aku menangis,dengan begini aku akan merasa lega,asal aku tidak melihat kamu menangis!"Tukas Satria,yang kembali memeluk Azizah.Wanita ini menepuk pelan punggung suami nya,sembari berucap"Semoga kita berdua menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita kelak mas!"
"Pas-pasti sayang"
"Aku ingin pulang mas!"
"Aku akan mengurus nya,sebelum kita pulang,ayo kita jenguk Bara,kata Tante Mela Bara juga di rawat disini!"Pungkas Satria,
"Iya mas!"Satria pun membantu Azizah turun dari ranjang,dengan membawa infus bersama nya.
* * *
__ADS_1
Satu hari berlalu,setelah mendapat kabar kehamilan Azizah,Satria tidak bisa fokus pada pekerjaan nya,apalagi saat ini sedang ada di ruangan rapat.
Elbarak bersama dengan sang istri,datang berkunjung ke purna,hanya saja,Atika menunggu di ruang VIP,kantor Purna.Sementara,El mengikuti rapat bersama dengan Satria dan yang lain.
Begitu rapat selesai,El langsung menghampiri Satria dan mengajak pria itu untuk mengobrol hanya berdua saja.
"Tuan Satria,saya senang bisa berkunjung ke tempat anda lagi,seharusnya yang datang kemari adalah Papa,hanya saja Papa sedang umrah bersama dengan Umi"
"Tidak masalah,saya sangat mengerti,Anda sudah mewakili nya"
"Saya memperhatikan Anda,apa ada masalah yang sedang terjadi?"Tanya El,yang memang sudah mengenali Satria sebagai Suami Azizah,dan juga rekan bisnis mereka,apalagi semenjak Satria berkunjung ke NY,ke dua nya telah begitu akrab.
"Tidak ada!"Sahut Satria,yang sangat terlihat jelas,jika pria ini sedang menyembunyikan masalah nya dari El.
"Saya mengerti,mungkin apa yang anda rasakan,bukan lah hal yang wajar yang bisa anda umbar 'kan dengan semua orang.Namun,Tuan,yakin lah,jika anda berbagi dengan Saya,mungkin beban anda bisa berkurang!"Pungkas El,dengan ramah,Pria ini bisa menebak,jika ada masalah yang sedang di pikirkan oleh Satria.
"Ini tentang istri saya,dia sedang hamil.Namun,dokter menyarankan untuk mengangkat janin nya karena istri saya baru saja mendonorkan ginjal nya untuk Mama Saya.Tentu saja,itu membuat saya stres,apalagi,kami sudah lama menginginkan seorang baby dalam keluarga kecil kami,tapi Allah masih memberikan kami rintangan yang mungkin tidak dapat kami lewati dengan mudah!"Satria menundukkan kepala nya,di depan El.
"Setiap hamba yang menerima cobaan,itu semua sesuai dengan porsi kemampuan nya,Allah sudah yakin,jika Anda mampu melewati nya,percaya lah,rencana Allah lebih indah dari hadapan kita!"El menepuk pelan bahu Satria.
"Masuk "
Ceklek !
"Maaf,Pak,menganggu.Istri dari Tuan Elbarak sedang menunggu di ruang VIP"
"Baik,kami akan segera kesana!"
"Saya permisi!"Anita pun pergi meninggalkan ruangan itu.
"Saya harus pergi,istri saya pasti cemas karena anak-anak,kami titipkan di pesantren,jadi dia pasti risau memikirkan anak nya"Ungkap El,sembari tersenyum.
"Mari saya antar!"El pun mengangguk,Satria mengantar El menuju ruangan VIP,yang ada di lantai dua,sementara mereka berada di lantai tiga.
Tiba di lantai dua,mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan VIP.
__ADS_1
Ceklek !
"Mas"Seru Atika,yang langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Maaf sudah menunggu lama,tadi kamu sedikit mengobrol,tentang kesehatan istri dari Tuan Satria!"
"Apa yang terjadi,istri anda sakit apa?"Tanya Atika,wanita ini masih memakai cadar sama seperti sebelum nya.
Satria pun menceritakan semua nya kepada Atika,Wanita ini mendengar dengan begitu sabar,dan akhir nya Satria menghela nafas nya sekali lagi.Setiap kali ia menceritakan tentang Azizah,ia selalu meneteskan air mata nya,hanya saja di depan El dan Atika,ia berusaha semaksimal mungkin agar tidak menangis di depan mereka.
"Saya dokter internis.Saya mengerti dengan kondisi istri Anda,bisa kah,saya bertemu dengan nya,mungkin saya bisa membantu merawat Istri Anda!"Mendengar ucapan Atika,bukan Satria saja yang terkejut,bahkan El juga syok.
"Sayang,bagaimana bisa kamu merawat Azizah,bagaimana dengan Anak-anak?"El sedikit bingung.
"Aku bisa mas,bukan kah kita akan tinggal disini selama dua bulan,selama itu juga aku akan berusaha merawat nya.Kita harus membantu mereka yang membutuhkan nya mas!"Ungkap Atika,
"Jika Tuan El tidak keberatan saya sangat berterimakasih.Saya janji semua fasilitas Anda akan saya tanggung selama anda merawat istri saya!"Satria berharap El mau menyetujui saran dari Atika.
"Tuan Satria,sebenarnya ini bukan soal nominal,hanya saja,istri saya sudah lama tidak saya ijinkan bekerja,selama ini ia hanya mengurus Anak-anak saja"
"Soal Anak-anak,saya akan mempekerjakan baby sitter untuk membantu istri Anda,dan saya sangat berharap anda bisa membantu saya kali ini!"Satria sedikit memohon kepada El,karena ia tahu,keluarga ini bukan orang yang kekurangan uang,hanya saja Satria membutuhkan dokter internis seperti Atika,apalagi lulusan terbaik.
"Mas"Atika menyakinkan El,kalau ia mampu merawat Azizah,dan menjaga Anak-anak nya.
"Semua terserah pada mu sayang,tapi hanya dalam dua bulan saja,selebihnya saya meminta maaf,karena saya juga tidak bisa memaksa istri saya untuk bekerja!"
"Terimakasih Tuan!"
"Sama-sama "Mereka berpelukan,Satria sangat senang,akhir nya ia bisa tidur dengan nyenyak setelah mendengar ucapan Atika.
"Tolong pertemukan saya dengan dokter kandungan,karena merawat pasien seperti kondisi ini harus bekerjasama dengan dokter kandungan!"
"Tentu,kapan pun anda siap,aku akan membawa Anda untuk bertemu dengan mereka berdua!"
"Baik,lah.Kalau begitu,kami permisi dulu!"
__ADS_1
El dan Atika pun berpamitan untuk kembali ke desa gelap untuk sementara waktu.Mereka akan kembali lagi setelah dua hari kemudian untuk membantu merawat Azizah,hingga proses persalinan nya lancar.