
Ting..Tong...
Bel rumah Purna berbunyi,Bi Atun segera pergi untuk melihat tamu yang datang di siang hari.
Ceklek !
"Non Bella?"Seru Bi Atun,
"Dimana Tante Astuti Bi?"
"Ada di kamar nya Non,mari Bi antar!"Bella pun segera pergi mengikuti Bi Atun menuju kamar Astuti.
Tok..Tok..
"Nya,di luar ada Non Bella"
"Suruh dia masuk !"
"Masuk saja Non,Nyonya ada di dalam"Bella segera membuka pintu kamar Astuti dan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Tante,apa yang terjadi,kenapa pipi Tante memerah!"Seru Bella yang mendekat ke arah Astuti,Wanita itu,duduk di tepi ranjang.
"Ini perbuatan Papa nya Satria.Bella katakan pada Tante,siapa yang kamu sewa untuk mencelakakan Azizah ?"Tanya Astuti kini menatap tajam wanita yang duduk di depan nya.
"Seperti yang Tante suruh,aku menyewakan seseorang untuk memberi pelajaran kepada Azizah,hanya itu saja!"Pungkas Bella dengan raut wajah yang sedih,untuk menyembunyikan kejahatan nya itu.
"Jadi Tante,apa pria itu menyebut nama kita berdua?"Tanya Bella,yang memegang tangan Astuti.
"Tidak,seperti nya pria itu hanya menyebut nama ku saja.Dan Satria tidak pernah menyinggung soal kamu!"
'Heeemm,untung saja'Batin Bella,yang tersenyum jahat melihat ke arah Astuti yang sibuk menelpon Adi sejak tadi,tapi panggilan nya tidak pernah terhubung.
"Tante,bukan kah,itu bagus?kalau aku masih aman,kita masih bisa merencanakan sesuatu untuk membuat wanita itu kapok!"Ujar Bella,kembali menghasut Astuti.
"Sekarang yang aku mau,Satria kembali ke rumah ini,aku tidak peduli,dengan Azizah.Yang Aku mau anak ku kembali.Kakau Satria tidak kembali ke rumah ini,jangan harap kamu bisa menikah dengan nya!"Tegas Astuti sembari menunjuk jari nya ke arah Bella,membuat Bella tercengang.
'Sialan,percuma juga kalau tidak mendapatkan Satria untuk apa aku harus berpura- pura baik,dengan wanita tua yang jahat ini!'Batin Bella,langsung tatapan nya berubah menjadi manis.
"Tante tenang saja,aku akan membawa Satria kembali kesini,asal Tante mau membantu ku,kita berdua harus berkerja sama untuk tugas ini!"
"Apa yang kamu inginkan?"Astuti kembali menatap Bella.
__ADS_1
"Aku ingin Tante membantu dalam tugas ini,dan ku pastikan Satria akan kembali ke dalam pelukan Tante!"
"Aku mengerti.Tapi ingat,jangan sampai ke jadian seperti ini terulang lagi!"
"Oke Tante,aku permisi dulu"
"Eeemmm"Setelah menci-um pipi calon mertua nya itu,Bella langsung keluar dari kamar Astuti.
Blam!
'Ha...Ha..Mau aja dibodohin,terserah lu dah nenek lampir,Gue enggak peduli sama Lo,yang Gue mau,Satria kembali kepada Gue,jadi Gue bisa menguasai harta keluarga Purna.Ha..Ha..senang nya!'Batin Bella,sembari menghayal tentang apa yang sedang di ingat nya.
"Non Bella!"Panggil Rani,wanita ini terkejut.
"Ada apa sih Rani"Ketus Bella,
"Non Bella,sedang apa di depan kamar Nyonya,senyam-senyum sendiri?"Tanya Rani dengan raut wajahnya yang polos,
"Kepo aja!"Bella pun berlalu di depan kamar Astuti,
"Eh,orang cuma nanya di bilang kepo!emang aku Popo,aku Rani toh Non"Ujar Rani yang berlalu ke dapur.
* * *
"Bagaimana ?"Tanya Aldo,saat melihat Satria yang berdiri di depan pintu ruangan inap milik Azizah.
Satria menggelengkan kepala nya,
"Apa maksud mu?"Tanya Aldo lagi,
"Aku sudah menyuruh dokter kandungan untuk memeriksa Azizah,tapi hasil nya nihil!"Pungkas Satria,yang sedikit kecewa,
"Apa yang ingin kamu ketahui?"Bara ikut bertanya,
"Aku ingin memiliki anak dari Azizah,tapi kata dokter dia sudah pernah melakukan pembersihan rahim dua tahun yang lalu.Seperti nya akan sulit bagi Azizah untuk hamil lagi,dan juga untuk kesehatan kami berdua sama-sama sehat,aku sehat dia juga sehat,hanya saja rahim nya tidak dapat berkembang!"
Puk !
"Sabar"Ucap Aldo,sembari menepuk bahu Satria,
"Bagaimana aku bisa sabar,solusinya aku harus mencari ibu pengganti untuk calon anak ku!"
__ADS_1
"Ibu pengganti?"Bara membulatkan mata nya.
"Jangan deh Sat,tidak semua wanita mau menerima Suami nya menikah lagi,hanya untuk mendapatkan seorang anak.Kamu tau,meskipun ia berkata tidak apa-apa,tapi sebenarnya rasa sakit itu lebih sakit dari rasa sakit apapun,membayangkan suami nya bercumbu dengan wanita lain,dan berbagi ranjang dengan wanita lain,tidak deh Sat,Lo enggak harus melakukan itu!"Tegas Aldo,
"Gue juga enggak segila itu,kalau dia tidak bisa hamil.Gue tetap akan menerima dan menjaga nya,Gue enggak akan meninggalkan dia!"
"Benar,ikhtiar lah Sat,insyaAllah usaha mu akan membuahkan hasil"Timpal Bara,Aldo segera menoleh ke arah adik nya itu.
"Tumben ucapan mu benar"Cibir Aldo,Bara hanya tersenyum miring.
Ceklek !
Pintu ruangan Azizah terbuka,seorang dokter baru saja keluar dari ruangan itu,setelah melakukan pemeriksaan rutin terhadap Azizah.
"Dok,bagaimana kondisi istri saya?"
"Nyonya Azizah sudah membaik,ia juga sudah mulai siuman,hanya saja..."
"Hanya saja apa dok?"Tanya Satria langsung saat dokter itu menjeda ucapan nya.
"Hanya saja,ia terlihat begitu ketakutan,seperti nya rasa trauma masa lalu nya mulai membayangi nya lagi,Sehingga membuat pasien begitu tertekan"
"Jadi apa harus aku lakukan dok?"
"Jangan menemui pasien dulu lebih dari satu orang,saya takut itu dapat mengguncang jiwa pasien.Untuk sementara hanya itu yang dapat saya lakukan!"
"Baiklah dok,terimakasih"dokter itu segera pergi meninggalkan mereka bertiga di depan ruangan pasien.
"Kalau begitu,kamu masuk saja dulu Sat,kamu temani istrimu.Kami berdua akan kembali ke kantor dulu"
"Baiklah"Aldo dan Bara segera mengambil langkah untuk pergi,sebelum Satria masuk ke dalam ruangan itu,ia teringat sesuatu.
"Oh ya,Sat"Satria menoleh,Aldo kembali menghampiri Pria itu,
"Papa mu hari ini tidak hadir di rapat tender,apa yang terjadi?kata papa ku,kehadiran papa mu sangat di tunggu oleh semua orang !"
"Ada problem antara mama ku dengan Papa,mungkin Papa sedang menenangkan dirinya,aku akan menghubungi Papa dan berbicara masalah tender itu dengan Papa"
"Oke,semoga istri mu cepat sembuh,kalau butuh apa-apa hubungi Kami!"
"Siap!"Aldo dan Bara segera pergi,begitu juga dengan Satria yang segera masuk untuk menemui sang istri di dalam ruangan.
__ADS_1
Di tempat parkir rumah sakit,tanpa sengaja,Aldo melihat Bella yang baru saja datang dan berbicara dengan seorang dokter.Gerak-gerik Bella membuat Aldo curiga.Namun,ia belum bisa memastikan apa yang sedang wanita itu lakukan di rumah sakit.